UBI RAMBAT

"Semuanya bersiap! Sudah waktunya untuk melanjutkan perjalanan!" ucap salah seorang petugas sambil kembali mengayunkan cambuknya.

Jiang Jiyun berdiri, kali ini dia berjalan dengan sangat riang, Li Yue dan Li Yu berjalan di sisi kiri dan kanan, seolah takut jika kakak iparnya akan melarikan diri. Qian Qian mengulas senyuman tipis, dia terlihat sangat gembira melihat kebahagiaan tuannya.

Setelah berjalan beberapa jam, Jiang Jiyun menghentikan langkahnya, dia berjalan menuju sebuah lahan terlantar, kemudian mengeluarkan pisau untuk menggali tanah.

"Kakak ipar, apa yang anda cari?" tanya Li Yue, dia berjalan mendekat kemudian berjongkok di depan Jiang Jiyun.

''Ini namanya ubi rambat, rasanya sangat manis dan lezat, kita akan membakarnya nanti!" ucap Jiang Jiyun sambil menggaruk tanah.

Qian Qian juga berjongkok, dia melakukan hal yang sama. Tanpa di sadari, ketiga anak yang lain juga mengikuti tindakan gadis itu, mereka berhasil mengumpulkan sekeranjang ubi jalar dalam waktu kurang dari sepuluh menit.

Jiang Jiyun berdiri, dia menepuk gaunnya yang kotor, saat dia akan mengajak semua orang untuk melanjutkan perjalanan, matanya terpaku pada Li Feng dan Li Shuang, kedua tangan mereka terlihat kotor dan tertutupi oleh tanah.

"Kalian?" tanya Jiang Jiyun.

"Kakak ipar, apa yang terjadi kemarin-kemarin adalah salahku, aku ingin meminta maaf!" ucap Li Shuang sambil menunduk.

"Kakak ipar, aku juga ingin meminta maaf, aku terlalu banyak melakukan kesalahan," ucap Li Feng, dia memandangi wajah Jiang Jiyun seolah ingin mengetahui reaksi gadis itu.

"Berani-beraninya aku mengatakan kalian berdua bersalah!" ucap Jiang Jiyun, kata-katanya sepedas cabai rawit 1 ons.

"Kakak ipar, mulai sekarang aku akan mendengarkanmu!" ucap Li Shuang sambil meraih tangan Jiang Jiyun.

"Kakak ipar, aku juga tidak akan membantahmu lagi." ucap Li Feng sambil menunjukkan tatapan mata anjingnya.

Jiang Jiyun tersenyum sinis, dia menggelengkan kepalanya. "Sudahlah! Cuci tangan kalian, kita harus menyusul yang lain."

Li Shuang dan Li Feng mengangguk dengan patuh, keduanya segera mengambil kantung air, kemudian membasuh tangannya hingga bersih.

"Ayo!" ajak Jiang Jiyun, mereka kembali melanjutkan perjalanan dan menyusul semua orang.

Cetar!

Saat matahari berada di atas kepala, seorang petugas kembali mengayunkan cambuknya, "Berhenti!"

Jiang Jiyun dan keluarganya duduk berkumpul, mereka mulai membuat api dan memanggang ubi rambat yang montok dan manis, senyuman mereka melebar sambil sesekali melayangkan candaan.

Nyonya tua Li melirik sinis, dia kembali berkomentar. "Kalian mengambil apapun yang dilihat, hati-hati! Jangan sampai makanan itu beracun!"

Jiang Jiyun hanya tersenyum kecut, dia tidak memiliki keinginan untuk berdebat dengan wanita tua itu.

"Sudah matang!" ucap Jiang Jiyun, dia memberikan 2 buah ubi bakar pada Li Chen dan kembali memanggang untuk dirinya sendiri.

Li Chen duduk di gerobak, dia merobek ubi bakar tersebut menjadi dua kemudian menyodorkan setengahnya pada Jiang Jiyun. "Makanlah!"

Mata Jiang Jiyun seketika membola, dia menatap Li Chen penuh kecurigaan. "Jangan khawatir! Ini tidak beracun dan bisa di gunakan sebagai makanan."

Li Chen tersenyum tipis, "Aku tidak mengatakan bahwa ini beracun. Berhenti memanggang, kau juga harus makan."

Jiang Jiyun menggelengkan kepalanya, "Milikku, akan segera matang. Kau bisa memakannya dengan nyaman."

Jiang Jiyun makan dengan sangat lahap, mereka terlihat begitu bahagia. Ubi liar yang dia temukan benar-benar sangat manis dan mengenyangkan, bahkan membuat mata keluarga kedua dan keluarga ketiga Li langsung menyipit sinis.

'Sial! Lagi-lagi mereka menemukan makanan yang baik, berbeda dengan kami yang terus mengandalkan makanan kering!'

'Jiang Jiyun, apa yang kau sombongkan? Lihat saja, apapun yang kau ambil, aku juga akan mengambilnya!'

'Sial! Awalnya aku berpikir bahwa Jiang Jiyun itu pembawa sial, sekarang sudah terlihat jelas, Li Jiang dan Su Yuan lah yang pembawa sial!'

"Makanan yang ada di tangan mereka terlihat sangat menggiurkan, aku juga menginginkannya!'

'Tunggu sampai malam, aku akan mencuri semua ubi milik mereka!'

Keluarga Li kedua dan ketiga menghempaskan makanan yang ada di tangan mereka, wajahnya langsung cemberut, dengan mata yang terus menatap lapar.

"Sangat manis!"

"Kakak ipar, ubi ini benar-benar lezat, setelah sampai di alam liar, bisakah kita menanamnya?" tanya Li Shuang sambil terus mengunyah.

"Tentu saja, kita akan membuka banyak lahan dan membangun tanah pertanian sendiri, ubi ini mudah di tanam dalam cuaca seperti apa pun, bahkan di tanah yang tandus sekalipun, dia masih tetap bisa hidup." ucap Jiang Jiyun membuat hati mereka menghangat, matanya di penuhi dengan harapan.

"Sangat bagus dan kita akan memiliki bahan makanan yang banyak!" ucap Li Yue sambil bertepuk tangan.

Li Chen tersenyum tipis, dia merasakan lega di dalam hatinya, sedangkan Su Yuan yang duduk di sisi lain terlihat mendengus.

'Ciiih! Dia benar-benar rubah tua! Berani sekali dia mencari perhatian dari kakak Chen dan keluarganya? Aku pasti akan memberikan dia pelajaran yang setimpal! Kakak Chen hanya mencintaiku! Dia hanya akan menjadi milikku!'

Wajah Su Yuan menghitam, dia mengepalkan tangannya dengan kuat, hingga kuku jari-jarinya menembus kulit dan berdarah.

"Semuanya bersiap! Lanjutkan perjalanan!" terdengar suara petugas disertai dengan ayunan cambuknya, membuat semua orang kembali berdiri dan bersiap untuk melangkah.

Jiang Jiyun membantu anggota keluarganya untuk membereskan semua barang milik mereka, kemudian meregangkan tubuhnya. Dia meraih tangan Wu Jia dan menggandengnya. "Ayo ibu!"

Wu Jia tersenyum sambil menganggukkan kepala, dia tampak sangat puas memiliki menantu yang begitu pintar dan sangat berbakat. Sementara anggota keluarga Li cabang kedua dan ketiga cemberut, mereka menyesal karena telah memisahkan keluarga.

"Cepat jalan! Ayo!" terdengar kembali suara teriakan petugas, membuat mereka bergegas. Setelah 5 jam akhirnya mereka sampai di depan sebuah kuil yang rusak.

"Berhenti! Tempat ini cukup untuk kita beristirahat! Kalian bersihkan sendiri!" ucap petugas, dia segera masuk dan melihat-lihat.

Jiang Jiyun melihat sebuah kamar yang cukup besar, dia bergegas mengambil sapu dan membersihkannya. Qian Qian berniat membantu, dia mengambil air dari sumur dan berniat untuk mengepel, sayangnya air itu di tumpahkan begitu saja oleh Jiang Jiyun.

"Ambil lebih banyak air! Lantainya cukup kotor, kita harus membilasnya sebelum digunakan!" ucap Jiang Jiyun.

Semua anggota keluarga terlihat saling membantu, mereka membersihkan kamar tersebut hingga terlihat bersih dan rapi.

Wu Jia mengambil tikar, namun Jiang Jiyun menghentikannya, dia menggebuk tikar tersebut untuk menghilangkan debu-debu yang menempel, kemudian membentangkannya di atas lantai yang dingin.

"Ayo!" ajak Jiang Jiyun, dia menyimpan buntelan kain sebagai pengganti bantal, agar semua orang bisa tidur dengan nyaman.

"Kakak ipar, aku akan tidur di dekatmu!" ucap Li Yue sambil melompat. Li Shuang juga tidak ketinggalan, dia segera berbaring di sisi lain.

"Kakak ipar kalian adalah istriku, dia akan tidur di sampingku malam ini!" ucap Li Chen, membuat mata semua orang terbelalak kaget, sementara Jiang Jiyun bergidik melihat tatapan pemuda itu.

Terpopuler

Comments

Sella

Sella

Wahh Li Chen sudah mulai memberanikan diri menunjukkan cintanya. Wu Jia dan anak-anaknya juga sudah menyayangi Jiang Jiun.

2025-02-05

1

Emak Aries

Emak Aries

mulai ada yg posesif..

2025-04-01

0

Hikam Sairi

Hikam Sairi

idihhh...🥱🥱🥱🥱

2025-02-13

1

lihat semua
Episodes
1 KEMARAHAN JIANG JIYUN
2 MEMAKSA
3 BERKOMPROMI
4 HARI PERNIKAHAN
5 MERAMPOK
6 MEMBERIKAN PELAJARAN
7 TINDAKAN JIANG JIYUN
8 GADIS GALAK
9 MEMULAI JALAN PENGASINGAN
10 MEMULAI JALAN PENGASINGAN (2)
11 MEMULAI JALAN PENGASINGAN (3)
12 MEMULAI JALAN PENGASINGAN (4)
13 ADIK IPAR YANG POSESIF
14 UBI RAMBAT
15 MENDAFTAR
16 ADA APA DENGAN KALIAN?
17 GARA-GARA BUBUR
18 ADA APA DENGAN JIANG JIYUN?
19 KOTAK DAUN BAWANG
20 ULAR BERBISA
21 MENGINAP DI DESA KELUARGA BAI
22 PRAJURIT PELINDUNG JIANG JIYUN
23 KELUARGAKU HANYA MEREKA
24 MEMBUKA JAHITAN
25 TIBA DI BEGUO
26 PENJELASAN
27 BERTEMU SEPUPU KEDUA
28 NYONYA TUA LI MEMINTA OBAT
29 LI CHEN BERTINDAK
30 MEMETIK JAMUR
31 KERACUNAN MASSAL
32 RENCANA BARU
33 GAGAL MERAMPOK
34 PENGAKUAN LI CHEN
35 JIANG JIYUN MENGAMUK
36 KEKANAKAN
37 LI CHEN YANG TERSIKSA
38 GARA-GARA HAMBURGER
39 SELIR VS KELUARGA ASLI
40 RUMOR HANYALAH RUMOR
41 SETELAH HUJAN REDA
42 TERPELESET DARI MULUT
43 JIANG JIYUN DEMAM
44 CIUMAN PERTAMA
45 LI CHEN JATUH CINTA
46 DESA PARA PEMBURU
47 SU YUAN MAKAN CUKA
48 KEMUNCULAN MUSUH DI TENGAH MALAM
49 ANAK PANAH JIANG JIYUN
50 REBUNG
51 BAMBU MUDA SAJA ENAK, APALAGI BAMBU TUA!
52 GARA-GARA BAMBU TUA
53 SU YUAN YANG MENYEDIHKAN
54 MENGAMBIL KASTANYE
55 DIMSUM
56 TIDUR DI TENDA
57 SUAMIKU
58 DI GIGIT ANJING
59 RAJA XIE VS DEWA PERANG DALIANG
60 RAJA XIE VS DEWA PERANG DALIANG (2)
61 ITU MERUPAKAN BUKTI
62 JIANG JIYUN TIDAK SADARKAN DIRI
63 XIE YAO SEMBUH
64 SALAH PAHAM
65 ITU JAWABANNYA!
66 MENYALAKAN ARANG
67 INGIN MEMILIKI KEPONAKAN
68 JIKA ADA YANG BISA AKU LAKUKAN, JANGAN RAGU UNTUK MENGATAKANNYA
69 KELUARGA CABANG KEDUA VS CABANG KETIGA
70 KEMATIAN LI JIANG
71 MENGUSULKAN PEMISAHAN KELUARGA
72 SU YUAN TIDAK TAHU MALU
73 IDE LICIK KELUARGA CABANG KEDUA
74 BUKU PANDUAN MENAKLUKKAN HATI GADIS
75 PERDEBATAN KELUARGA
76 PENOLAKAN LI CHEN
77 BAGAIMANA CARA MENGUCAPKAN TERIMA KASIH?
78 JEBAKAN UNTUK BABI HUTAN
79 BABI PANGGANG
80 AKU TIDAK MENYUKAI DUNIA INI, TAPI AKU MENYUKAIMU
81 NYONYA TUA LI VS ZHI YANG
82 MENYEMBUNYIKAN OBAT-OBATAN
83 TANGHULU
84 SAMPAI DI HUTAN LARANGAN
85 NIAT TERSEMBUNYI
86 NIAT TERSEMBUNYI (2)
87 GEROMBOLAN BABI HUTAN
88 DITEMUKAN
89 JIANG JIYUN VS 4 ORANG PRIA BERPAKAIAN HITAM
90 SERBUK PELUMPUH
91 EFEK JARUM BERACUN
92 MEMBUAT DENDENG
93 ROTI SETENGAH GOSONG
94 KERIBUTAN DI RUMAH PERDANA MENTERI
95 MEMINTA BANTUAN JENDERAL
96 PANGERAN KE-6
97 MENYALAKAN SENTER
98 LI CHEN TIDAK SEDERHANA
99 UDANG
100 GENERATOR TENAGA SURYA
101 ES KRIM
102 MEMBUAT STEAK
103 BAWAHAN LI CHEN
104 MULAI BERLATIH
105 LATIHAN
106 MEMBANGUN RUMAH
107 MENYUSUN RENCANA
108 PASUKAN KEKAISARAN TIBA
109 PEMBANTAIAN BERDARAH
110 ILUSI
111 UMPAN MERIAM
Episodes

Updated 111 Episodes

1
KEMARAHAN JIANG JIYUN
2
MEMAKSA
3
BERKOMPROMI
4
HARI PERNIKAHAN
5
MERAMPOK
6
MEMBERIKAN PELAJARAN
7
TINDAKAN JIANG JIYUN
8
GADIS GALAK
9
MEMULAI JALAN PENGASINGAN
10
MEMULAI JALAN PENGASINGAN (2)
11
MEMULAI JALAN PENGASINGAN (3)
12
MEMULAI JALAN PENGASINGAN (4)
13
ADIK IPAR YANG POSESIF
14
UBI RAMBAT
15
MENDAFTAR
16
ADA APA DENGAN KALIAN?
17
GARA-GARA BUBUR
18
ADA APA DENGAN JIANG JIYUN?
19
KOTAK DAUN BAWANG
20
ULAR BERBISA
21
MENGINAP DI DESA KELUARGA BAI
22
PRAJURIT PELINDUNG JIANG JIYUN
23
KELUARGAKU HANYA MEREKA
24
MEMBUKA JAHITAN
25
TIBA DI BEGUO
26
PENJELASAN
27
BERTEMU SEPUPU KEDUA
28
NYONYA TUA LI MEMINTA OBAT
29
LI CHEN BERTINDAK
30
MEMETIK JAMUR
31
KERACUNAN MASSAL
32
RENCANA BARU
33
GAGAL MERAMPOK
34
PENGAKUAN LI CHEN
35
JIANG JIYUN MENGAMUK
36
KEKANAKAN
37
LI CHEN YANG TERSIKSA
38
GARA-GARA HAMBURGER
39
SELIR VS KELUARGA ASLI
40
RUMOR HANYALAH RUMOR
41
SETELAH HUJAN REDA
42
TERPELESET DARI MULUT
43
JIANG JIYUN DEMAM
44
CIUMAN PERTAMA
45
LI CHEN JATUH CINTA
46
DESA PARA PEMBURU
47
SU YUAN MAKAN CUKA
48
KEMUNCULAN MUSUH DI TENGAH MALAM
49
ANAK PANAH JIANG JIYUN
50
REBUNG
51
BAMBU MUDA SAJA ENAK, APALAGI BAMBU TUA!
52
GARA-GARA BAMBU TUA
53
SU YUAN YANG MENYEDIHKAN
54
MENGAMBIL KASTANYE
55
DIMSUM
56
TIDUR DI TENDA
57
SUAMIKU
58
DI GIGIT ANJING
59
RAJA XIE VS DEWA PERANG DALIANG
60
RAJA XIE VS DEWA PERANG DALIANG (2)
61
ITU MERUPAKAN BUKTI
62
JIANG JIYUN TIDAK SADARKAN DIRI
63
XIE YAO SEMBUH
64
SALAH PAHAM
65
ITU JAWABANNYA!
66
MENYALAKAN ARANG
67
INGIN MEMILIKI KEPONAKAN
68
JIKA ADA YANG BISA AKU LAKUKAN, JANGAN RAGU UNTUK MENGATAKANNYA
69
KELUARGA CABANG KEDUA VS CABANG KETIGA
70
KEMATIAN LI JIANG
71
MENGUSULKAN PEMISAHAN KELUARGA
72
SU YUAN TIDAK TAHU MALU
73
IDE LICIK KELUARGA CABANG KEDUA
74
BUKU PANDUAN MENAKLUKKAN HATI GADIS
75
PERDEBATAN KELUARGA
76
PENOLAKAN LI CHEN
77
BAGAIMANA CARA MENGUCAPKAN TERIMA KASIH?
78
JEBAKAN UNTUK BABI HUTAN
79
BABI PANGGANG
80
AKU TIDAK MENYUKAI DUNIA INI, TAPI AKU MENYUKAIMU
81
NYONYA TUA LI VS ZHI YANG
82
MENYEMBUNYIKAN OBAT-OBATAN
83
TANGHULU
84
SAMPAI DI HUTAN LARANGAN
85
NIAT TERSEMBUNYI
86
NIAT TERSEMBUNYI (2)
87
GEROMBOLAN BABI HUTAN
88
DITEMUKAN
89
JIANG JIYUN VS 4 ORANG PRIA BERPAKAIAN HITAM
90
SERBUK PELUMPUH
91
EFEK JARUM BERACUN
92
MEMBUAT DENDENG
93
ROTI SETENGAH GOSONG
94
KERIBUTAN DI RUMAH PERDANA MENTERI
95
MEMINTA BANTUAN JENDERAL
96
PANGERAN KE-6
97
MENYALAKAN SENTER
98
LI CHEN TIDAK SEDERHANA
99
UDANG
100
GENERATOR TENAGA SURYA
101
ES KRIM
102
MEMBUAT STEAK
103
BAWAHAN LI CHEN
104
MULAI BERLATIH
105
LATIHAN
106
MEMBANGUN RUMAH
107
MENYUSUN RENCANA
108
PASUKAN KEKAISARAN TIBA
109
PEMBANTAIAN BERDARAH
110
ILUSI
111
UMPAN MERIAM

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!