MEMULAI JALAN PENGASINGAN (3)

Setelah beberapa saat, terdengar seruan petugas, dia memerintahkan semua orang untuk bersiap. "Semuanya! Lanjutkan perjalanan!"

Jiang Jiyun berdiri, menepuk pakaiannya yang kotor, dia menggandeng tangan Qian Qian dan berjalan tepat di belakang gerobak yang membawa Li Chen.

"Nona, apakah anda merasakan sesuatu?" tanya Qian Qian sambil melirik ke kiri dan kanan.

Jiang Jiyun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, "Tidak perlu di cari! Mereka memang mengikuti kita."

"Tapi nona, apakah mereka memiliki niat buruk? Walau bagaimanapun saat ini kita hanyalah seorang pengasingan, namun Qian Qian merasa ada begitu banyak orang yang mengawasi." ucap gadis pelayan itu sambil menunduk.

"Jangan khawatir! Aku akan melindungimu!" ucap Jiang Jiyun sambil merangkul pundak Qian Qian.

'Aku harus segera menyembuhkan Li Chen, ada terlalu banyak orang yang harus dilindungi, aku tidak mungkin bisa melakukannya sendiri!'

Cuaca terasa sangat panas dan terik, semua orang berjalan dengan lambat, mereka sesekali mengusap wajahnya yang mulai di penuhi keringat, bahkan pakaian yang mereka gunakan terlihat sudah basah.

"Ayo cepat!" teriak salah seorang petugas sambil mengayunkan cambuknya kembali.

Jiang Jiyun menarik nafas panjang, dia merogoh buntelan kain yang di bawanya dan mengeluarkan beberapa topi. Dia memakainya dengan santai.

"Gunakan ini untuk melindungi wajahmu dari sinar matahari!" ucap Jiang Jiyun sambil menyerahkan satu kepada Qian Qian.

Gadis itu kembali berjalan ke arah Wu Jia dan menyerahkan 6 topi, dia membiarkan wanita itu untuk membagikan pada anak-anaknya.

"Ciiih! Benda jelek seperti itu, kau masih membawanya?" tanya Su Yuan sambil mendelik.

Jiang Jiyun menatap wajah gadis itu sambil menggelengkan kepalanya, "Dasar bodoh!"

Su Yuan melotot, dia bergegas ke arah Jiang Jiyun sambil mengayunkan tinjunya, "Siapa yang kau sebut bodoh?"

Jiang Jiyun menangkap pergelangan tangan Su Yuan, dia menghempaskannya dengan keras, kemudian memberikan sebuah tamparan.

Plak!

"Dasar idiot! Apa kau berpikir masih menjadi seorang Nona muda yang bisa melakukan apapun? Ingatlah pada posisimu, Su Yuan!" ucap Jiang Jiyun.

Su Yuan memegangi pipinya yang bengkak dan merah, akibat tamparan dari Jiang Jiyun. Mata gadis itu dipenuhi dengan kebencian, dia mengepalkan kedua tangannya sambil menggertakkan gigi. "Jalang! Aku pasti akan membalasmu!"

Jiang Jiyun mendengus, "Lemah!"

Semua orang menyaksikan pertengkaran kedua gadis itu, namun tidak ada satu orang pun yang menengahinya. Mereka tetap bungkam seribu kata.

"Berhenti! Kita beristirahat di sini malam ini!" teriak salah seorang petugas, Li Feng menurunkan gerobak, yang lain juga duduk sambil mengipasi dirinya sendiri.

Jiang Jiyun tersenyum, dia membungkuk untuk mengambil kerikil dan melemparkannya ke atas. Tak lama kemudian, 2 ekor burung pegar terjatuh, tepat di depan kakinya.

"Tembakan yang bagus, nona!" ucap Qian Qian, dia menelan ludah melihat kedua burung gemuk di tangan Jiang Jiyun.

"Tangani ini!" ucap Jiang Jiyun sambil menyerahkan kedua ekor burung tersebut kepada Li Feng, dia menyerahkan kantung air pada Qian Qian dan Wu Jia, kemudian berjalan mendekat pada Li Chen.

"Kenapa? Marah, aku menindas kekasih masa kecilmu?" tanya Jiang Jiyun sambil melotot.

Li Chen menggelengkan kepalanya, "Tidak!"

"Bagus kalau tidak! Bangunlah, minum air dulu!" ucap Jiang Jiyun, dia membantu Li Chen untuk duduk.

"Kenapa menatapku seperti itu? Mau protes?" tanya Jiang Jiyun sambil memasang wajah galak.

Li Chen menggelengkan kepala, "Tidak! Kamu terlihat berbeda!"

Jiang Jiyun melirik sinis, "Tidak perlu terlalu di pikirkan, setiap orang pasti akan berubah pada waktunya. Aku hanya merasa memiliki tanggung jawab, jadi aku harus lebih kuat."

Setelah menyelesaikan kata-katanya, Jiang Jiyun mencari tempat yang nyaman untuk beristirahat, dia duduk di atas batang pohon, menata ranting-ranting kecil kemudian menyalakan api. Saat Li Feng muncul dengan 2 burung pegar yang sudah di bersihkan, gadis itu memberikan satu kepada Qian Qian.

"Bantu aku memanggangnya, setelah matang, berikan pada mereka." ucap Jiang Jiyun.

Qian Qian mengangguk, gadis itu dengan patuh menaburkan garam, kemudian memanggang burung gemuk tersebut di atas api. Bau yang harum membuat hidung semua orang langsung mengendus-endus, bahkan anggota keluarga Li cabang kedua dan cabang ketiga terlihat saling berpandangan.

"Kakak ipar, dimana bagian kami?" tanya Li Jiang sambil mendekat.

Jiang Jiyun berdiri, dia meletakkan kedua tangannya di samping pinggang. "Siapa yang kamu panggil kakak ipar? Keluarga kita sudah berpisah dan tidak memiliki hubungan apapun."

Li Jiang melotot, "Apa maksudmu, kami semua bermarga Li, darah lebih kental dibandingkan dengan air!"

Jiang Jiyun menyeringai, "Nama depanku Jiang, aku tidak memiliki hubungan dengan keluarga Li mu. Ingatlah bahwa sebelumnya kalian semua yang telah memutuskan hubungan dengan sukarela, mulai saat ini jauhi keluarga kami! Tidak perlu bertindak sok tidak tahu malu, karena aku sama sekali tidak akan berbelas kasihan!"

Li Jiang kembali ke tempat keluarganya, dia duduk sambil cemberut, melihat tas milik Su Yuan, dia mengeluarkan beberapa roti kering dan memakannya dengan tergesa-gesa.

"Ibu! Kemarilah! Hangatkan diri kalian!" ucap Jiang Jiyun, dia mengajak Wu Jia untuk duduk di dekat perapian.

"Ambil ini dan bagi!" ucap Jiang Jiyun sambil menyerahkan daging burung yang sudah matang. Meskipun di sebut burung, namun beratnya tidak kalah dengan ayam, sangat gemuk.

"Kamu juga memakannya," ucap Wu Jia, dia menyerahkan kembali burung tersebut pada Jiang Jiyun.

"Tidak! Ini milik kalian, aku masih memiliki satu untuk di makan bersama Qian Qian." jawab Jiang Jiyun, dia baru saja selesai melumuri daging burungnya, menggunakan beberapa bumbu racikan.

Qian Qian duduk, dia memperhatikan Jiang Jiyun dengan seksama, "Nona, kenapa anda tidak memasaknya sendiri untuk mereka?"

Jiang Jiyun menggelengkan kepala, "Tidak! Dari pada membuat mereka tidak nyaman dengan masakanku, lebih baik kau saja yang melakukan nya."

Qian Qian cemberut, "Seandainya saja tuan Li tertua tahu bahwa masakan nona adalah yang terlezat, dia pasti menyesal pernah menyia-nyiakannya di masa lalu."

Li Chen melirik, dia baru saja akan memakan makanannya, namun mendengar gerutuan gadis pelayan itu, telinganya terasa sedikit gatal. Dia memandangi Jiang Jiyun yang terlihat sangat serius membolak-balikkan daging yang di panggang, dengan tatapan yang menajam.

'Sepertinya dia masih belum sepenuhnya bisa memaafkanku, bahkan masih mengingat hal-hal yang terjadi di masa lalu!'

Aroma daging panggang menyeruak, membuat perut siapa pun seketika meronta, mereka menelan ludah sambil memandangi daging di tangan Jiang Jiyun.

"Sangat harum!"

"Apa yang di tambahkan gadis itu? Kenapa baunya sangat berbeda?"

"Baunya sangat menggoda, aku ingin sekali merebutnya!"

"Ciiih! Gadis pembawa sial ini benar-benar memamerkan keahliannya!"

"Sial! Jika aku tahu gadis itu memiliki kemampuan, aku pasti akan menolak untuk memisahkan keluarga!"

"Sial! Ini gara-gara Li Jiang dan Su Yuan, aku jadi tidak bisa memakan daging panggang itu!"

"Aromanya benar-benar membuat ku sangat lapar!"

"Semoga saja mereka tidak menghabiskannya!"

Li Chen memandangi wajah Jiang Jiyun dengan sejuta keterkejutan, dia tidak menyangka bahwa gadis itu memiliki kemampuan yang begitu besar. Bahkan burung panggang yang biasanya akan berbau sedikit amis, berubah menjadi sangat harum dan memabukkan.

'Ternyata benar! Akulah yang bodoh selama ini! Aku tidak pernah menghargai kebaikannya, bahkan selalu menyimpan rasa curiga setiap kali dia mendekatiku. Jiang Jiyun! Kenapa kau membuat ku menyesal?'

Terpopuler

Comments

𝐕ɪᴏʟᴇᴛ27💜

𝐕ɪᴏʟᴇᴛ27💜

Semoga penyesalanmu tidak terlambat, Li Chen....

2025-01-15

1

Emak Aries

Emak Aries

menyesal belakangan, klo duluan hrs isi formulir, Li Chen😁

2025-04-01

0

Li Cia🎐

Li Cia🎐

eits sabar dl ini br pemanasan

2025-02-02

1

lihat semua
Episodes
1 KEMARAHAN JIANG JIYUN
2 MEMAKSA
3 BERKOMPROMI
4 HARI PERNIKAHAN
5 MERAMPOK
6 MEMBERIKAN PELAJARAN
7 TINDAKAN JIANG JIYUN
8 GADIS GALAK
9 MEMULAI JALAN PENGASINGAN
10 MEMULAI JALAN PENGASINGAN (2)
11 MEMULAI JALAN PENGASINGAN (3)
12 MEMULAI JALAN PENGASINGAN (4)
13 ADIK IPAR YANG POSESIF
14 UBI RAMBAT
15 MENDAFTAR
16 ADA APA DENGAN KALIAN?
17 GARA-GARA BUBUR
18 ADA APA DENGAN JIANG JIYUN?
19 KOTAK DAUN BAWANG
20 ULAR BERBISA
21 MENGINAP DI DESA KELUARGA BAI
22 PRAJURIT PELINDUNG JIANG JIYUN
23 KELUARGAKU HANYA MEREKA
24 MEMBUKA JAHITAN
25 TIBA DI BEGUO
26 PENJELASAN
27 BERTEMU SEPUPU KEDUA
28 NYONYA TUA LI MEMINTA OBAT
29 LI CHEN BERTINDAK
30 MEMETIK JAMUR
31 KERACUNAN MASSAL
32 RENCANA BARU
33 GAGAL MERAMPOK
34 PENGAKUAN LI CHEN
35 JIANG JIYUN MENGAMUK
36 KEKANAKAN
37 LI CHEN YANG TERSIKSA
38 GARA-GARA HAMBURGER
39 SELIR VS KELUARGA ASLI
40 RUMOR HANYALAH RUMOR
41 SETELAH HUJAN REDA
42 TERPELESET DARI MULUT
43 JIANG JIYUN DEMAM
44 CIUMAN PERTAMA
45 LI CHEN JATUH CINTA
46 DESA PARA PEMBURU
47 SU YUAN MAKAN CUKA
48 KEMUNCULAN MUSUH DI TENGAH MALAM
49 ANAK PANAH JIANG JIYUN
50 REBUNG
51 BAMBU MUDA SAJA ENAK, APALAGI BAMBU TUA!
52 GARA-GARA BAMBU TUA
53 SU YUAN YANG MENYEDIHKAN
54 MENGAMBIL KASTANYE
55 DIMSUM
56 TIDUR DI TENDA
57 SUAMIKU
58 DI GIGIT ANJING
59 RAJA XIE VS DEWA PERANG DALIANG
60 RAJA XIE VS DEWA PERANG DALIANG (2)
61 ITU MERUPAKAN BUKTI
62 JIANG JIYUN TIDAK SADARKAN DIRI
63 XIE YAO SEMBUH
64 SALAH PAHAM
65 ITU JAWABANNYA!
66 MENYALAKAN ARANG
67 INGIN MEMILIKI KEPONAKAN
68 JIKA ADA YANG BISA AKU LAKUKAN, JANGAN RAGU UNTUK MENGATAKANNYA
69 KELUARGA CABANG KEDUA VS CABANG KETIGA
70 KEMATIAN LI JIANG
71 MENGUSULKAN PEMISAHAN KELUARGA
72 SU YUAN TIDAK TAHU MALU
73 IDE LICIK KELUARGA CABANG KEDUA
74 BUKU PANDUAN MENAKLUKKAN HATI GADIS
75 PERDEBATAN KELUARGA
76 PENOLAKAN LI CHEN
77 BAGAIMANA CARA MENGUCAPKAN TERIMA KASIH?
78 JEBAKAN UNTUK BABI HUTAN
79 BABI PANGGANG
80 AKU TIDAK MENYUKAI DUNIA INI, TAPI AKU MENYUKAIMU
81 NYONYA TUA LI VS ZHI YANG
82 MENYEMBUNYIKAN OBAT-OBATAN
83 TANGHULU
84 SAMPAI DI HUTAN LARANGAN
85 NIAT TERSEMBUNYI
86 NIAT TERSEMBUNYI (2)
87 GEROMBOLAN BABI HUTAN
88 DITEMUKAN
89 JIANG JIYUN VS 4 ORANG PRIA BERPAKAIAN HITAM
90 SERBUK PELUMPUH
91 EFEK JARUM BERACUN
92 MEMBUAT DENDENG
93 ROTI SETENGAH GOSONG
94 KERIBUTAN DI RUMAH PERDANA MENTERI
95 MEMINTA BANTUAN JENDERAL
96 PANGERAN KE-6
97 MENYALAKAN SENTER
98 LI CHEN TIDAK SEDERHANA
99 UDANG
100 GENERATOR TENAGA SURYA
101 ES KRIM
102 MEMBUAT STEAK
103 BAWAHAN LI CHEN
104 MULAI BERLATIH
105 LATIHAN
106 MEMBANGUN RUMAH
107 MENYUSUN RENCANA
108 PASUKAN KEKAISARAN TIBA
109 PEMBANTAIAN BERDARAH
110 ILUSI
111 UMPAN MERIAM
Episodes

Updated 111 Episodes

1
KEMARAHAN JIANG JIYUN
2
MEMAKSA
3
BERKOMPROMI
4
HARI PERNIKAHAN
5
MERAMPOK
6
MEMBERIKAN PELAJARAN
7
TINDAKAN JIANG JIYUN
8
GADIS GALAK
9
MEMULAI JALAN PENGASINGAN
10
MEMULAI JALAN PENGASINGAN (2)
11
MEMULAI JALAN PENGASINGAN (3)
12
MEMULAI JALAN PENGASINGAN (4)
13
ADIK IPAR YANG POSESIF
14
UBI RAMBAT
15
MENDAFTAR
16
ADA APA DENGAN KALIAN?
17
GARA-GARA BUBUR
18
ADA APA DENGAN JIANG JIYUN?
19
KOTAK DAUN BAWANG
20
ULAR BERBISA
21
MENGINAP DI DESA KELUARGA BAI
22
PRAJURIT PELINDUNG JIANG JIYUN
23
KELUARGAKU HANYA MEREKA
24
MEMBUKA JAHITAN
25
TIBA DI BEGUO
26
PENJELASAN
27
BERTEMU SEPUPU KEDUA
28
NYONYA TUA LI MEMINTA OBAT
29
LI CHEN BERTINDAK
30
MEMETIK JAMUR
31
KERACUNAN MASSAL
32
RENCANA BARU
33
GAGAL MERAMPOK
34
PENGAKUAN LI CHEN
35
JIANG JIYUN MENGAMUK
36
KEKANAKAN
37
LI CHEN YANG TERSIKSA
38
GARA-GARA HAMBURGER
39
SELIR VS KELUARGA ASLI
40
RUMOR HANYALAH RUMOR
41
SETELAH HUJAN REDA
42
TERPELESET DARI MULUT
43
JIANG JIYUN DEMAM
44
CIUMAN PERTAMA
45
LI CHEN JATUH CINTA
46
DESA PARA PEMBURU
47
SU YUAN MAKAN CUKA
48
KEMUNCULAN MUSUH DI TENGAH MALAM
49
ANAK PANAH JIANG JIYUN
50
REBUNG
51
BAMBU MUDA SAJA ENAK, APALAGI BAMBU TUA!
52
GARA-GARA BAMBU TUA
53
SU YUAN YANG MENYEDIHKAN
54
MENGAMBIL KASTANYE
55
DIMSUM
56
TIDUR DI TENDA
57
SUAMIKU
58
DI GIGIT ANJING
59
RAJA XIE VS DEWA PERANG DALIANG
60
RAJA XIE VS DEWA PERANG DALIANG (2)
61
ITU MERUPAKAN BUKTI
62
JIANG JIYUN TIDAK SADARKAN DIRI
63
XIE YAO SEMBUH
64
SALAH PAHAM
65
ITU JAWABANNYA!
66
MENYALAKAN ARANG
67
INGIN MEMILIKI KEPONAKAN
68
JIKA ADA YANG BISA AKU LAKUKAN, JANGAN RAGU UNTUK MENGATAKANNYA
69
KELUARGA CABANG KEDUA VS CABANG KETIGA
70
KEMATIAN LI JIANG
71
MENGUSULKAN PEMISAHAN KELUARGA
72
SU YUAN TIDAK TAHU MALU
73
IDE LICIK KELUARGA CABANG KEDUA
74
BUKU PANDUAN MENAKLUKKAN HATI GADIS
75
PERDEBATAN KELUARGA
76
PENOLAKAN LI CHEN
77
BAGAIMANA CARA MENGUCAPKAN TERIMA KASIH?
78
JEBAKAN UNTUK BABI HUTAN
79
BABI PANGGANG
80
AKU TIDAK MENYUKAI DUNIA INI, TAPI AKU MENYUKAIMU
81
NYONYA TUA LI VS ZHI YANG
82
MENYEMBUNYIKAN OBAT-OBATAN
83
TANGHULU
84
SAMPAI DI HUTAN LARANGAN
85
NIAT TERSEMBUNYI
86
NIAT TERSEMBUNYI (2)
87
GEROMBOLAN BABI HUTAN
88
DITEMUKAN
89
JIANG JIYUN VS 4 ORANG PRIA BERPAKAIAN HITAM
90
SERBUK PELUMPUH
91
EFEK JARUM BERACUN
92
MEMBUAT DENDENG
93
ROTI SETENGAH GOSONG
94
KERIBUTAN DI RUMAH PERDANA MENTERI
95
MEMINTA BANTUAN JENDERAL
96
PANGERAN KE-6
97
MENYALAKAN SENTER
98
LI CHEN TIDAK SEDERHANA
99
UDANG
100
GENERATOR TENAGA SURYA
101
ES KRIM
102
MEMBUAT STEAK
103
BAWAHAN LI CHEN
104
MULAI BERLATIH
105
LATIHAN
106
MEMBANGUN RUMAH
107
MENYUSUN RENCANA
108
PASUKAN KEKAISARAN TIBA
109
PEMBANTAIAN BERDARAH
110
ILUSI
111
UMPAN MERIAM

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!