“Selama anak-anak dirawat di rumah sakit, kamu boleh pakai kontrakan ini. Mau mandi, nyuci, masak, kamu lakukan di sini saja. Namun, kamu tetap wajib jaga privasi Mbak maupun suami Mbak. Bukan apa, tapi memang sudah seharusnya karena Mbak maupun suami Mbak, juga akan melakukan hal yang sama kepadamu dan istrimu. Biar kita sama-sama nyaman, sekaligus sama-sama merasa dihargai.”
“I—iya, Mbak. Aku paham!”
“Setelah kamu siap, dan anak-anak juga sudah sehat, mas Ardhan akan kasih kamu modal buat usaha.”
“S—serius, Mbak? Ya Allah, Mbak ... makasih banyak!”
“Mas dan Mbak mau, kita sama-sama maju, berhasil. Kami mau, anak-anak ibu tetap bisa sukses. Meski kesuksesan setiap orang, enggak bisa disama ratakan.”
“Setidaknya, kamu sekeluarga harus punya kehidupan layak. Kamu ada pekerjaan tetap yang bisa jadi sumber pangan sekaligus kehidupan kamu sekeluarga!”
“Mbak bukan bermaksud cerewet. Apa yang Mbak dan suami Mbak lakukan, murni buat bikin kamu mandiri!”
“Pantang malas-malasan apalagi jadi parasit, kalau kamu masih m i s k i n. Kamu harus sukses! Lihat anak dan istri kamu, mereka tanggung jawabmu. Mereka berhak bahagia! Cukup keluarga kita saja yang jadi enggak jelas karena kegagalan orang tua kita!”
“I—iya Mbak! Makasih banyak sudah mau kasih bantuan. Makasih banyak karena tetap mau ngurus aku, bagaimanapun keadaan kita di masa lalu!” Handoko menunduk tersedu-sedu di hadapan Arini.
“Kalau Mbak mengingat yang lalu-lalu, asli rasanya sakit banget. Namun kalau Mbak hanya ingat sakitnya, yang ada Mbak pasti g i l a. Memikirkan masa lalu dan luka-lukanya hanya akan membuat Mbak enggak pernah maju Dek! Dan ini berlaku ke siapa pun. Jadi, andai orang-orang beranggapan bahwa hidup Mbak sudah enak, setidaknya mereka juga wajib tahu kehidupan Mbak sebelum sekarang!” ucap Arini sambil mendekap hangat sang adik.
Dalam dekapan Arini, Handoko tersedu-sedu. Tubuhnya yang jauh lebih jangkung dari Arini, terguncang pelan akibat tangisnya. Saking merasa berdosanya pada masa lalu, juga kepad…
Kau Selingkuh Dengan Istriku, Kuratukan Istrimu
Lima Puluh Dua
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 58 Episodes
Comments
Dila Dilabeladila
y ampun ka jangan tamat dlu dunkkkkk
2024-11-05
0
Noey Aprilia
Laahhh.....
ko end sihhhh....pdhl msh pgn bca kk,msih seru....smp d tngguin tiap hri lohhhhh....
ksih bonus donggg....
2024-11-05
0
Dwi Setyaningrum
jd mksdnya ini sdh tamat thor🤔
2024-11-05
0