20. Dituduh Selingkuh

Ternyata di rumah orang tua Arini, tidak hanya ada Marini, sang suami, dan juga ibu Yati selaku mama Arini. Sebab di sana juga ada Messi dan ibu Minah. Beberapa tetangga sengaja hadir untuk menjadi penengah. Karena layaknya kemarin, kedatangan ibu Minah dan Messi, masih untuk meng ha kimi Arini.

Ibu Minah begitu geregetan ketika akhirnya Arini datang. Lebih geregetan lagi lantaran kedatangan Arini yang hanya seorang diri, dalam penampilan sangat cantik dan juga necis. Pakaian maupun sandang yang Arini pakai, di mata ibu Minah maupun semuanya, tak hanya bagus. Karena semua itu juga tampak mahal.

Arini yang biasanya tampil natural karena pada kenyataannya memang tidak ada modal untuk dandan, juga jadi berdandan. Tak kalah mencolok, aroma tubuh Arini sangat wangi. Terlepas dari Arini yang sampai menenteng tas mungil elegan selaras dengan pakaian yang dipakai. Padahal biasanya, jika tidak apa-apa serba ditenteng tanpa kantong, paling banter Arini akan menenteng bawaannya menggunakan kantong kresek. Namun kini, gaya Arini mirip nyonya. Apa-apanya serba bagus sekaligus terlihat sangat mahal.

Setelah terbengong-bengong menatap Arini karena penampilan barunya, ibu Minah sengaja mengeluarkan palu dan goloknya. Keduanya ia keluarkan dari tas di pundak kanannya. Yang mana detik itu juga, tiga ibu-ibu selaku tetangga di sana langsung histeris.

“D—dasar ... d—dasar!” saking geregetannya, ibu Minah jadi tidak bisa berkata-kata. Ia gemetaran hebat karena terlalu emosi. Namun bisa ia pastikan, di pertemuan kali ini juga, ia akan mengha bi si Arini.

“Nih orang!” batin Arini benar-benar geram. Ia paham, mama mertuanya itu akan menghaj*arnya menggunakan pali dan golok yang baru dikeluarkan dari tas.

“Dasar l o n t e! Kamu yang selingkuh, anakku yang kamu penjarakan! Asal kamu tahu, Akbar berhak dapat wanita yang lebih baik dan tentunya lebih bermartabat ketimbang kamu! Akbar berhak menikah lagi, atau setidaknya selingkuh karena dia laki-laki! Sini kamu, sini lebih baik wanita seperti kamu mati saja. Dasar pembawa sia l! Balikin anakku, jangan kamu penjarakan dia! SINI!” teriak ibu Minah layaknya orang kesuru pan.

Palu ibu Minah sudah mengenai punggung kepala Arini. Karena meski Arini sudah buru-buru lari sekaligus menghindari, palu itu telanjur ibu Minah lemparkan.

“Ya ampun Ibu Minah. Kebangetan banget. Mau langsung se rang, takut sama-sama terluka. Maju saja apa ya? Tapi itu golok ja ga l sapi. Tajam banget itu!” batin Arini ketakutan dan terus berlari menuju jalanan yang masih berupa bebatuan bercampur tanah dan itu tidak rata. Jalanan yang juga akan menjadi licin jika sedang musim hujan.

“Huaaaaaahhhhhhh!!” teriak ibu-ibu yang kembali meminta pertolongan kepada siapa pun. Tentunya agar ibu Minah tak melakukan hal nekat kepada Arini yang sudah dikejar-kejar ibu Minah.

Ketika orang lain saja peduli, tidak dengan Marini.

“Mar, adikmu! Adikmu bisa mati kalau dibiarkan gitu,” ucap ibu Yati yang sekadar duduk saja, sudah tidak nyaman.

“Kalau aku sampai turun, malah aku yang mati, Bu! Sudah biarin saja. Salah Arini juga. Jelas-jelas alasan Akbar selingkuh karena Akbar enggak puas dengan Arini. Arini pasti punya banyak kekurangan, hingga Akbar memilih selingkuh. Sebagai orang tua sekaligus keluarga Arini, kita enggak boleh apa-apa serba bela, Bu. Ingat, Handoko jadi gitu karena Ibu dan Bapak terlalu memanjakannya!” tegas Marini yang juga sengaja memboyong ibu Yati masuk ke dalam rumah. Ia sengaja melakukannya, agar sang ibu yang memang kerap peduli dan masih akan serba membela Arini, tak ikut campur lagi.

“Mar, ... bojomu mana? Cari bojomu biar bantu Arini, Mar!” ibu Yati tetap ngeyel, tak mau masuk ke dalam rumah. Ia yang sudah berkeringat dingin, berakhir meringkuk di lantai setelah didorong Marini sekuat tenaga karena mencoba bertahan di pintu dengan berpegangan ke pintu.

“Ibu lagi enggak mikir banget. Tahu-tahu alasan Arini ke sini pasti buat menggoda suamiku. Ibu enggak lihat, Arini sampai dandan seheboh itu? Ibu seneng kalau aku sama suamiku ribut terus apalagi Arini terbiasa dibela suamiku hanya karena Arini juga terbiasa goda-goda suamiku?” ucap Marini sampai teriak-teriak. Air matanya berjatuhan, tapi bukan karena ia menyesali keputusannya yang sukses membuat mamanya sesak napas parah.

Alasan Marini menangis ketakutan murni karena ia takut sang suami direbut Arini.

“Mar, ... istighfar, Mar!” ucap dua ibu-ibu yang masih di sana. Keduanya yang tak lari mencari bantuan tetangga terdekat, berbondong-bondong membantu ibu Yati.

“Ngapain aku istrighfar, Bu. Dikiranya aku kesu rup an!” ucap Marini makin kesal saja.

“BERHENTI! Waras kamu kejar-kejar orang pakai golok gitu?!” teriak Ardhan yang sengaja memastikan setelah mengabaikan sambungan telepon di ponselnya.

Awalnya Ardhan tengah teleponan dengan karyawan. Ia sengaja mencari posisi yang banyak sinyal dan itu di bulak terakhir sebelum ke pemukiman yang berisi rumah orang tua Arini. Namun karena mendengar ribut-ribut, Ardhan sengaja memastikan. Ardhan langsung lari ketika tahu ada yang mengamuk dan justru Arini yang lari-lari dikejar.

“Pak, enggak usah, biar aku saja. Itu goloknya tajem banget, Pak. Biasanya buat j ag al kambing atau sapi. Karena alm. bapak Akbar kerjanya emang gitu!” panik Arini.

Padahal Arini sudah sengaja menghindari Ardhan. Agar pria itu tak terkena dampak ke gi laan ibu Minah. Namun, Ardhan tetap mengejar, mencoba melindunginya.

“Sudah, diem!” tegas Ardhan tak mau dibantah. Ia menatap marah Arini, kemudian berganti ke tas tangan yang Arini pegang erat menggunakan kedua tangan, di depan perut.

“Eh, Pak!” lirih Arini merengek ketika Ardhan mengambil tasnya. Ardhan berdalih akan menggunakan tas tersebut untuk mena bok ibu Minah.

“Jangan lah Pak. Sayang tasnya ... na j i s juga, tas sebagus itu harus berurusan apalagi bersentuhan dengan orang terlalu waras seperti mamanya Akbar!” tegas Arini masih berbicara lirih.

Detik itu juga Ardhan merasa buntu karena tak memiliki ide untuk menghentikan ibu Minah. Namun beberapa saat kemudian, ia mendadak punya ide. Kedua sepatu pantofel hitam miliknya ia lepas. Hingga kedua kakinya hanya memakai kaus kaki. Ia sengaja memakai itu untuk mena bok wajah ibu Minah sekuat tenaga.

Kebetulan, ibu Minah sudah sedang diam. Ibu Minah tengah terheran-heran mengawasi sosok Ardhan khususnya wajahnya. “Berasa kenal ...,” batin ibu Minah sebelum benar-benar pingsan. Hanta man yang Ardhan lakukan di wajahnya dan itu sekuat tenaga, teramat menyakitkan untuknya.

Walau semua tetangga yang berkumpul kompak berucap alhamdullilah atas terjatuhnya ibu Minah. Mereka juga kompak meminta Ardhan maupun Arini segera menghindari, jauh-jauh dari ibu Minah. Takut ibu Minah mendadak bangun kemudian ngamuk lagi.

Dengan segera, tangan kanan Ardhan mengantongi ponselnya. Jantungnya sudah lebih tenang, dan ia segera meraih tangan kiri Arini. Ia tak hanya menggandeng, tapi juga menuntun Arini dari sana.

“Aku enggak pernah menyangka akan ada di situasi seperti ini. Berhadapan dengan orang yang ke suru pan, bawa-bawa go lok tajam. Astaghfirullah ... membayangkannya saja, enggak!” ucap Ardhan segera mengamankan Arini.

Sambil melangkah, Ardhan mengawasi ibu Minah yang tengah diamankan warga. Khususnya golok yang sempat akan digunakan untuk melu kai Arini.

“Pria ini ... pria yang bersama, dan sampai menggandeng Arini setelah pasang badan melindungi Arini, Ardhan, kan?” batin Messi menolak percaya.

Tepat setelah Ardhan dan Arini lewat di depan Messi, Messi jatuh pingsan.

(Bismillah, ramaikan ya. Bab 20 itu buat penghitungan penilaian retensi. Kalau ada yang nyolot apa-apa serba retensi, itu pera turan di sini. Bukan aku yang bikin. Kalau gagal retensi akan dianggap karya tidak layak. Yang memang mengikuti penulis apalagi beneran mengikuti arahan dari aku pasti paham. Betapa kejamnya peraturan retensi. Sementara yang meru sak retensi cerita itu ya pembaca yang suka num puk bacaan atau bacanya skip hanya karena enggak sesuai yang dia cari. Pagi ini aku terkejut. Karena cek folo wer cerita ini sudah 160n. Ngeri, yang aktif hanya seratus. Gimana ini. Berasa enggak layak banget nulis di sini lagi. Padahal sudah susah payah melakukan yang terbaik. Bismillah ya. Tolong jangan meninggalkan komentar yang cuma kritik harus ini itu. Karena yang bikin peraturan beneran NT, bukan aku. Apesnya aku, aku ditempeli pembaca toxic terlalu banyak melebihi jumlah pembaca setiaku. Bismillah, masih banyak yang ingin aku tulis di cerita ini/🥲🤲🙏. Semoga yang belum lanjut baca segera lanjut biar retensi aman)

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

harusnya itu muka Marini yg pas"an kek dompet ujung bulan juga ikutan di hantam pake sepatunya Ardhan.. nanggung banget itu ketinggalan satu org yg otaknya selalu kesurupan terus kan..

2025-02-20

0

Al Fatih

Al Fatih

Tak bisa aq bayangkan situasi saat itu,, pasti rame,, heboh dan aaaaaaaa,,,ada ya Kakak kayak si Marni.....

2024-11-03

0

Naila Belanja

Naila Belanja

kacau banget itu pasti. wkwkwj

2024-12-24

0

lihat semua
Episodes
1 1. Benarkah Ada Rahasia?
2 2. Kecurigaan Dan Atisipasi
3 3. Satu Frekuensi
4 4. Tak Mau Hancur Sendiri
5 5. Selingkug Balas Selingkuh
6 6. Bertukar Pasangan
7 7. Sudah Bulat
8 8. Di Lingkungan Keluarga Ardhan
9 9. Larangan Untuk Orang M!skin
10 10. Langsung Viral
11 11. Pemberian Ardhan
12 12. Seolah Akan Nyata
13 13. Pertemuan yang Meledakkan Emosi
14 14. Pembagian Tugas Dan Agak Gugup
15 15. Semi Pacaran
16 16. Calon Menantu Jalur Korban Perselingkuhan
17 17. Restu
18 18. Peringatan Keras
19 19. Kehidupan Arini
20 20. Dituduh Selingkuh
21 21. Sudah Ada Rasa Sayang
22 22. Peduli
23 23. Pembatalan Pernikahan
24 24. Panggilan Dan Sebutan Untuk Ardhan
25 25. Mesra yang Berbeda
26 26. Serba Cepat Dan Makin Gugup
27 27. Jedag–Jedug
28 28. Akan Ada Balas Dendam
29 29. Merasa Dispesialkan
30 30. Beneran Pengantin Baru
31 31. Ardhan—Kamu Kok Manis Banget, Sih?
32 32. Istri Baru
33 33. Kresek-Kresek
34 34. Kita Harus Menikah~
35 35. Gara-Gara Ganti Istri
36 36. Kabar Kehamilan
37 37. Mengenai Kehamilan Killa
38 38. Keluarga Ardhan
39 39. Keputusan yang Diambil
40 40. Semua yang Sudah Ada Di Depan Mata
41 41. Keputusan yang Sudah Bulat
42 42. Emas Kawin
43 43. Uring-Uringan Sendiri
44 44. Perhiasan Berlian Lima Belas Gram
45 45. Pijat Makin Sayang
46 Empat Puluh Enam
47 Empat Puluh Tujuh
48 Empat Puluh Delapan
49 Empat Puluh Sembilan
50 Lima Puluh
51 Lima Puluh Satu
52 Lima Puluh Dua
53 BONUS
54 BONUS DUA
55 Bonus Tiga
56 Bonus : Muyen
57 Ditikung Kakak Kandung, Dapat Boss Tajir
58 Istri yang (Tak) Diinginkan
Episodes

Updated 58 Episodes

1
1. Benarkah Ada Rahasia?
2
2. Kecurigaan Dan Atisipasi
3
3. Satu Frekuensi
4
4. Tak Mau Hancur Sendiri
5
5. Selingkug Balas Selingkuh
6
6. Bertukar Pasangan
7
7. Sudah Bulat
8
8. Di Lingkungan Keluarga Ardhan
9
9. Larangan Untuk Orang M!skin
10
10. Langsung Viral
11
11. Pemberian Ardhan
12
12. Seolah Akan Nyata
13
13. Pertemuan yang Meledakkan Emosi
14
14. Pembagian Tugas Dan Agak Gugup
15
15. Semi Pacaran
16
16. Calon Menantu Jalur Korban Perselingkuhan
17
17. Restu
18
18. Peringatan Keras
19
19. Kehidupan Arini
20
20. Dituduh Selingkuh
21
21. Sudah Ada Rasa Sayang
22
22. Peduli
23
23. Pembatalan Pernikahan
24
24. Panggilan Dan Sebutan Untuk Ardhan
25
25. Mesra yang Berbeda
26
26. Serba Cepat Dan Makin Gugup
27
27. Jedag–Jedug
28
28. Akan Ada Balas Dendam
29
29. Merasa Dispesialkan
30
30. Beneran Pengantin Baru
31
31. Ardhan—Kamu Kok Manis Banget, Sih?
32
32. Istri Baru
33
33. Kresek-Kresek
34
34. Kita Harus Menikah~
35
35. Gara-Gara Ganti Istri
36
36. Kabar Kehamilan
37
37. Mengenai Kehamilan Killa
38
38. Keluarga Ardhan
39
39. Keputusan yang Diambil
40
40. Semua yang Sudah Ada Di Depan Mata
41
41. Keputusan yang Sudah Bulat
42
42. Emas Kawin
43
43. Uring-Uringan Sendiri
44
44. Perhiasan Berlian Lima Belas Gram
45
45. Pijat Makin Sayang
46
Empat Puluh Enam
47
Empat Puluh Tujuh
48
Empat Puluh Delapan
49
Empat Puluh Sembilan
50
Lima Puluh
51
Lima Puluh Satu
52
Lima Puluh Dua
53
BONUS
54
BONUS DUA
55
Bonus Tiga
56
Bonus : Muyen
57
Ditikung Kakak Kandung, Dapat Boss Tajir
58
Istri yang (Tak) Diinginkan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!