5. Selingkug Balas Selingkuh

Ardhan memang menerima KTP Arini. Ia menghela napas dalam dan tengah mencoba mempertahankan kewarasannya. Sebab terlalu banyak yang dipertaruhkan dalam apa yang tengah ia hadapi. Nama baik dan juga masa depannya menjadi taruhan, jika perselingkuhan sang istri yang fatalnya dilakukan dengan sopir pribadinya sendiri, ia ungkap tanpa pikir panjang.

Sungguh bukan hanya harga diri Ardhan sebagai suami yang akan terinjak-injak. Apalagi selingkuhan istrinya itu tidak lebih baik darinya. Dari segi harta, pekerjaan, latar belakang, bahkan tampang, Ardhan jauh di atas Akbar. Sementara andai Ardhan melakukan semua strategi yang sudah Arini sebutkan, Ardhan juga akan makin rugi. Ardhan akan berurusan dengan polisi karena terjerat UU pornografi dan semacamnya. Otomatis jika semua itu terjadi, Ardhan rugi bandar.

“Suamiku bilang, kali ini dia bakalan keluar kota selama satu minggu. Sementara yang dia maupun keluarga kami tahu, aku sedang ada seminar sekaligus promosi kosmetik terbaruku. Jadi, satu minggu ini beneran bisa bikin kita full senang-senang. Soalnya habis dari sini, aku pengin kita ke Bandung atau Bogor. Di sana suasana puncaknya lebih bikin greget!” ucap Killa sengaja menunggu Akbar yang ia gandeng lengan kanannya menutup pintu kamar hotel mereka.

“S–satu minggu, ya?” ucap Akbar ragu dan memang jadi merenung serius.

“Kamu enggak pernah nemenin aku seminggu full, loh. Jangankan seminggu, sehari saja kamu selalu kepikiran istri kamu.” Killa kecewa.

“Jangan bawa-bawa Arini karena pada akhirnya kamu jadi cemburu,” balas Akbar berusaha memberi Killa pengertian.

“Gimana aku enggak cemburu, kalau kamu tiada hari tanpa pulang ke dia,” ucap Killa.

“Gimana aku enggak pulang, kalau dia saja tahunya aku masih sibuk cari kerja? Cari kerja kok sampai satu minggu enggak pulang, lucu ... yang ada nanti dia curiga. Tiga bulan aku pura-pura di—PHK, dia tetap sabar dan bahkan mau kerja gantiin aku jadi tulang punggung keluarga! Sementara kamu tahu, selama itu gajiku aku kasih semua ke mama aku sesuai anjuran kamu agar mamaku makin merestui hubungan kita. Agar Arini juga makin tidak bisa banyak menuntut. Namun jika sampai satu minggu pergi tanpa kabar ke Arini—”

“Cukup, Bar! Aku beli kesempurnaan istrimu! Katakan padaku berapa yang harus aku bayar!” Killa benar-benar geram, dan makin cemburu bahkan benci kepada wanita bernama Arini yang selalu Akbar puji-puji.

“Si Arini pakai pelet apa gimana? Akbar bilang, Arini nggak pakai skin care saja sudah sangat cantik! Masa iya, kecantikan Arini mengalahkan aku. Apa jangan-jangan, goyangan Arini lebih bikin Akbar klepek-klepek ketimbang goyanganku?!” pikir Killa terus saja penasaran. Apa yang membuat Akbar tak bisa benar-benar mencampakkan Arini.

“Kan ... ngambek,” ucap Akbar mencoba pengertian layaknya kepada pacarnya sendiri.

Akbar menatap serba salah Killa yang baru saja meninggalkannya. “Sudah lah Bar, jangan dibahas lagi. Bawa tasku ke kamar mandi. Aku pengin main di dalam kamar mandi!” ucap Killa masih sewot, tapi sengaja melangkah lebih pelan sambil melirik Akbar penuh kesedihan. Seperti harapannya, Akbar langsung merangkulnya kemudian memperlakukannya penuh cinta.

“Kamu sayang aku, kan?” ucap Killa sambil menatap putus asa kedua mata Akbar. “Ya ampun ... sama mantan OB yang sekarang jadi sopir pribadiku saja, aku tetap belum bisa jadi nomor satu. Apalagi bagi pria sibuk dan punya segalanya sekelas Ardhan?” batin Killa jadi berlinang air mata.

Killa yang merasakan kehampaan sekaligus kesepian yang sangat menyiksa, dengan segera menggunakan kedua tangannya untuk membingkai wajah Akbar. Wajah berahang tegas itu segera merapatkan wajahnya ke wajah Killa. Sebab Killa yakin, Akbar yang mendapat bayaran khusus sebagai selingkuhannya, harus segera membuat bibir mereka bertemu. Akbar sungguh sudah paham tahapan demi tahapan, cara membuatnya bahagia. Termasuk dalam urusan kepuasan bira hi Killa yang sangat kekurangan karena sering ditinggal kerja keluar kota oleh Ardhan Pradipta Kalandra.

Bagi Killa, Akbar yang dari awal sudah melindunginya dari jambret, tak ubahnya pahlawan. Bukan hanya pahlawan yang melindunginya saat kejadian itu. Sebab sederet perhatian Akbar yang terus berlanjut terlebih setelah ia memperkerjakan Akbar menjadi sopirnya, juga membuat Killa tak lagi kesepian. Karena sejak ada Akbar, Killa tak lagi harus mengemis perhatian apalagi sentuhan Ardhan yang hanya sibuk bekerja.

***

“Ini ... aku beneran mau dikasih kasbon? Al—Alhamdulillah akhirnya ada cara aku buat balas dendam ke manusia-manusia kegatelan itu. Demi apa pun, sampai aku mati bahkan reinkarnasi, aku enggak akan lupa pada pengkhianatan ini!” batin Arini optimis Ardhan akan memberinya pinjaman.

Arini berani melawan Killa, walau Arini tahu, selain merupakan istri sah Ardhan, Killa juga berasal dari keluarga berada. Sementara Arini, dirinya bukan siapa-siapa. Dirinya hanyalah wanita yang selalu menjadikan modal ‘nekat’ untuk setiap hal yang dijalani.

“Enggak usah bingung apalagi buang-buang energi, Rin. Kalau mereka saja bisa selingkuh, kenapa kita enggak? Ayo, kamu selingkuh sama aku. Aku bersumpah akan memperlakukan kamu seperti ratu biar suami kamu nangis darah!” ucap Ardhan kepada Arini yang ada di sebelahnya. Mereka sama-sama menyaksikan perselingkuhan pasangan mereka.

“Hah? Ini, saya enggak salah dengar, Pak?” balas Arini tak sedikit pun tergiur dengan penawaran Ardhan.

Ardhan mendelik panik. Harga dirinya terasa terbanting karena tanggapan Arini barusan dan memang sangat biasa.

Bahkan walau mereka sudah siap menggerebek Killa dan Akbar, Arini sama sekali tidak menyinggung ajakan selingkuh darinya. Arini tetap fokus dan tampak sangat siap melakukan penggerebekan, setelah beberapa kali bertanya kepada polisi yang sudah Ardhan undang secara khusus.

“Pak,” lirih Arini yang memang berdiri di sebelah Ardhan. Mereka sengaja berdiri agak jauh dari pintu kamar hotel yang disewa Killa dan Akbar demi menghindari pantauan CCTV.

Yang berdiri tepat di depan pintu kamar hotel Killa dan Akbar itu pela yan hotel yang memakai seragam khusus. Wanita cantik bertubuh semampai itu menjadi bagian dari tim penggerebekan Ardhan dan Arini.

“Ada apa?” balas Ardhan sengaja dengan lirih juga, selain dirinya yang bersikap pura-pura cuek. Ardan berharap, Arini mau menerima tawarannya untuk selingkuh balas selingkuh, agar rasa sakit hatinya kepada Killa yang sudah menginjak-injak harga dirinya maupun keluarga besar Ardhan, terbalaskan.

“Pak Ardhan kan ternyata baru lima bulan menikah. Sementara saya juga belum genap enam pulan banget. Kita masih bisa mengajukan pembatalan pernikahan. Ini aku nyimak di internet. NAMUN YA, PAK. INI namun-nya GEDE BANGET! Jangan ngajuin pembatalan nikah dulu. Kita wajib melaporkan perzinahan mereka. Walau mereka hanya beberapa bulan dipenjara enggak apa-apa. Yang penting ini nanti penggerebekannya divideo, live biar makin viral! Pak Ardhan sendiri yang melarang saya sebar foto mereka takut kena uu pornografi!” Arini menjelaskan sedetail mungkin maksudnya.

Maksud yang tentu saja tak ada sangkut pautnya dengan selingkuh balas selingkuh. Dan Arini baru diam setelah akhirnya pintu kamar hotel Killa diketuk oleh petugas hotel yang bekerja sama dengan mereka.

Dunia Arini seolah berhenti berputar. Air mata yang sedari awal tidak ada, juga mendadak berjatuhan membasahi pipi. Alasan tersebut juga yang membuatnya buru-buru balik badan.

“Di saat aku sibuk ngepel, gosok-gosok toilet, menjadi tulang punggung keluarga agar keluarga kecil kita tetap bisa makan karena kamu mengaku di–PHK, ... ternyata kamu yang sudah memiliki pekerjaan baru, justru asyik selingkuh dengan bosmu sendiri! Tunggu pembalasanku, Mas!” batin Arini benar-benar kecewa.

#Ramaikan yaa ... BTW, Ardhan ini anak pertama Azzam sama Sundari ya. Novel orang tuanya memang enggak ada karena terlalu lurus dan sweet, tapi nanti akan disorot juga keluarga besar mereka.

Terpopuler

Comments

ir

ir

kak banyak typo btw padahal bagus

2024-11-02

0

Al Fatih

Al Fatih

oww mas Azzam sama mbak Sundari adiknya om sepri yaaa,, mas Azzam itu paling heboh kalo ketemu kak Ojan😅

2024-11-02

1

Lela

Lela

azzam sama sundari nya ada di judul apa ka,,,,aku baru mampir novel kaka atas rekomendasi ka pasha

2024-11-03

0

lihat semua
Episodes
1 1. Benarkah Ada Rahasia?
2 2. Kecurigaan Dan Atisipasi
3 3. Satu Frekuensi
4 4. Tak Mau Hancur Sendiri
5 5. Selingkug Balas Selingkuh
6 6. Bertukar Pasangan
7 7. Sudah Bulat
8 8. Di Lingkungan Keluarga Ardhan
9 9. Larangan Untuk Orang M!skin
10 10. Langsung Viral
11 11. Pemberian Ardhan
12 12. Seolah Akan Nyata
13 13. Pertemuan yang Meledakkan Emosi
14 14. Pembagian Tugas Dan Agak Gugup
15 15. Semi Pacaran
16 16. Calon Menantu Jalur Korban Perselingkuhan
17 17. Restu
18 18. Peringatan Keras
19 19. Kehidupan Arini
20 20. Dituduh Selingkuh
21 21. Sudah Ada Rasa Sayang
22 22. Peduli
23 23. Pembatalan Pernikahan
24 24. Panggilan Dan Sebutan Untuk Ardhan
25 25. Mesra yang Berbeda
26 26. Serba Cepat Dan Makin Gugup
27 27. Jedag–Jedug
28 28. Akan Ada Balas Dendam
29 29. Merasa Dispesialkan
30 30. Beneran Pengantin Baru
31 31. Ardhan—Kamu Kok Manis Banget, Sih?
32 32. Istri Baru
33 33. Kresek-Kresek
34 34. Kita Harus Menikah~
35 35. Gara-Gara Ganti Istri
36 36. Kabar Kehamilan
37 37. Mengenai Kehamilan Killa
38 38. Keluarga Ardhan
39 39. Keputusan yang Diambil
40 40. Semua yang Sudah Ada Di Depan Mata
41 41. Keputusan yang Sudah Bulat
42 42. Emas Kawin
43 43. Uring-Uringan Sendiri
44 44. Perhiasan Berlian Lima Belas Gram
45 45. Pijat Makin Sayang
46 Empat Puluh Enam
47 Empat Puluh Tujuh
48 Empat Puluh Delapan
49 Empat Puluh Sembilan
50 Lima Puluh
51 Lima Puluh Satu
52 Lima Puluh Dua
53 BONUS
54 BONUS DUA
55 Bonus Tiga
56 Bonus : Muyen
57 Ditikung Kakak Kandung, Dapat Boss Tajir
58 Istri yang (Tak) Diinginkan
Episodes

Updated 58 Episodes

1
1. Benarkah Ada Rahasia?
2
2. Kecurigaan Dan Atisipasi
3
3. Satu Frekuensi
4
4. Tak Mau Hancur Sendiri
5
5. Selingkug Balas Selingkuh
6
6. Bertukar Pasangan
7
7. Sudah Bulat
8
8. Di Lingkungan Keluarga Ardhan
9
9. Larangan Untuk Orang M!skin
10
10. Langsung Viral
11
11. Pemberian Ardhan
12
12. Seolah Akan Nyata
13
13. Pertemuan yang Meledakkan Emosi
14
14. Pembagian Tugas Dan Agak Gugup
15
15. Semi Pacaran
16
16. Calon Menantu Jalur Korban Perselingkuhan
17
17. Restu
18
18. Peringatan Keras
19
19. Kehidupan Arini
20
20. Dituduh Selingkuh
21
21. Sudah Ada Rasa Sayang
22
22. Peduli
23
23. Pembatalan Pernikahan
24
24. Panggilan Dan Sebutan Untuk Ardhan
25
25. Mesra yang Berbeda
26
26. Serba Cepat Dan Makin Gugup
27
27. Jedag–Jedug
28
28. Akan Ada Balas Dendam
29
29. Merasa Dispesialkan
30
30. Beneran Pengantin Baru
31
31. Ardhan—Kamu Kok Manis Banget, Sih?
32
32. Istri Baru
33
33. Kresek-Kresek
34
34. Kita Harus Menikah~
35
35. Gara-Gara Ganti Istri
36
36. Kabar Kehamilan
37
37. Mengenai Kehamilan Killa
38
38. Keluarga Ardhan
39
39. Keputusan yang Diambil
40
40. Semua yang Sudah Ada Di Depan Mata
41
41. Keputusan yang Sudah Bulat
42
42. Emas Kawin
43
43. Uring-Uringan Sendiri
44
44. Perhiasan Berlian Lima Belas Gram
45
45. Pijat Makin Sayang
46
Empat Puluh Enam
47
Empat Puluh Tujuh
48
Empat Puluh Delapan
49
Empat Puluh Sembilan
50
Lima Puluh
51
Lima Puluh Satu
52
Lima Puluh Dua
53
BONUS
54
BONUS DUA
55
Bonus Tiga
56
Bonus : Muyen
57
Ditikung Kakak Kandung, Dapat Boss Tajir
58
Istri yang (Tak) Diinginkan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!