6. Bertukar Pasangan

Akbar menjadi orang yang membukakan pintu. Ia sudah berbusana lengkap meski hanya berupa kolor hitam sepaha yang dipadukan dengan kemeja lengan panjang warna biru tua.

Selain masih tampak berantakan, bukan hanya kepala yang awut-awutan karena pakaian juga lecek, Akbar juga masih berkeringat dan terlihat cukup kelelahan. Sedangkan keterkejutan Akbar karena yang ada di balik pintu mendadak berubah menjadi Ardhan, langsung digantikan dengan ketakutan.

Tanpa kata, bogem panas Ardhan langsung mendarat di pipi kiri sopir sang istri. Akbar sempat sempoyongan, tapi tak kuasa melakukan perlawanan. Apalagi di sana bukan hanya Ardhan selaku bos besar sekaligus suami Killa. Karena selain ada petugas hotel yang sempat ia dapati di CCTV sebagai pelaku pengetuk pintu, di sana juga ada lima orang polisi, dua petugas hotel lainnya dan keduanya laki-laki. Lima orang awak media dan dua di antaranya merupakan kameramen. Serta, seorang wanita berhijab yang sangat Akbar kenal. Arini.

Jantung Akbar mendadak berdetak lebih lemah, selain dunianya yang seolah berputar lebih lambat. Apalagi ketika Arini melangkah mendekatinya. Langkah yang memang sangat pelan, tapi tetap tak bisa Akbar hindari. Karena pada kenyataannya, tubuh Akbar mendadak membatu—kaku. Namun dalam sekejap, dan lagi-lagi masih tanpa kata, seorang Arini berhasil memiting Akbar, sebelum akhirnya memb antingnya.

HAH! Bukan hanya Akbar yang merasa sekujur tubuhnya seolah patah dan berakhir lepas. Hingga bagian tubuhnya seolah jadi terpisah-pisah. Karena semua yang ada di sana juga merasakannya. Bukan hanya ngeri, tapi juga ketakutan. Arini sungguh bukan wanita biasa. Atau malah, Arini baru saja menunjukkan kemarahan seorang istri, seorang wanita yang telanjur muak dikhianati.

Ulah Arini memb anting Akbar, benar-benar terjadi secepat kilat. Semua yang di sana dan hampir semuanya laki-laki, dibuat tercengang tak percaya. Petugas hotel yang wanita, refleks mundur bersembunyi tapi tetap mengintip dari balik punggung rekan kerja laki-lakinya.

Padahal jika melihat dari postur tubuh Arini yang terbilang kurus. Kekuatan Arini sungguh melebihi waria alias banci yang sedang marah dan memang akan sangat terpaksa.

Suasana di sana tetap dibiarkan hening. Semuanya kompak diam sesuai arahan. Bukan karena agar mereka menemukan bukti dan memang diliput oleh wartawan undangan Ardhan dan juga yang bekerja sama dengan pihak kepolisian. Melainkan diam juga menjadi permintaan dari pihak hotel. Agar mereka tak menganggu penghuni kamar yang lain.

Kemudian, yang langsung Arini lakukan ialah menerobos masuk. Ardhan yang awalnya sudah melakukannya lebih dulu dan tentu saja untuk mencari Killa, Arini lewati begitu saja. Sebab ulah Arini yang membanting Akbar dan langsung membuat Akbar tak bisa berkata-kata, sukses membuat seorang Ardhan syok.

“Sayang, ... makannya nanti saja. Kita lanjut dulu yuk main di bak rendam. Airnya udah penuh nih, sudah aku taruh sabun rendam juga biar kita lebih rileks,” lembut suara Killa dari dalam.

Selain terdengar sangat manja, suara Killa juga sampai mendesah-desah.

“Nah itu biang keroknya. Butuh obat gatel tuh orang. Harus kasih blenderan cabe sama garam yang banyak, biar mujarab mengurangi rasa gatal!” oceh Arini sambil buru-buru menuju sumber suara.

Baru memasuki ruang tempat tidur dan tak begitu jauh dari ruang keberadaan pintu, kedua mata Arini sudah disuguhi celana panjang bahan warna hitam milik sang suami terkapar di lantai, lengkap dengan ikat pinggang warna hitamnya. Menyaksikan itu, air mata Arini jatuh membasahi pipi. Dadanya bergemuruh parah dan jantungnya berdetak sangat cepat hingga menimbulkan sensasi pegal yang luar biasa.

Tentu Arini masih ingat, bahwa subuh hari ini, dirinya rela bangun pagi-pagi untuk menyeterika pakaian yang akan dipakai suami. Dengan harapan, memakai pakaian rapi akan membuat sang suami lebih cepat mendapatkan pekerjaan. Terlebih penampilan rapi bahkan menarik, kerap menjadi kriteria penerimaan karyawan.

“Namun ternyata, ... kamu justru selalu memakai semua yang aku siapkan sepenuh hati. Aku bahkan sampai langsung memakaikannya untukmu. Semua itu kamu gunakan untuk memuaskan istri orang, Mas! Bajingan memang kamu!” batin Arini yang segera memungut celana sang suami yang masih dihiasi ikat pinggang.

Selain celana Akbar, di sana juga ada kemeja lengan panjang milik Killa berikut celana pendeknya. Semua itu terkapar tak berjauhan. Sementara ketika Arini masuk ke dalam kamar mandi, Arini disambut senyum manja amat sangat manis dari Killa yang memang sangat cantik bahkan seksoy.

Akan tetapi, kemanjaan sekaligus sikap manis Killa berubah menjadi panik. Walau Killa juga mendadak galak dan tak segan mengusir Arini. Akan tetapi, selain malah jadi mempercepat langkah, Arini justru tak segan menghantam wajah Killa sekuat tenaga menggunakan celana Killa.

Adanya ikat pinggang di celana Akbar dan mengenai wajah Killa, membuat Killa kesakitan. Killa mengeluh, dan makin memaki Arini. Selain itu, Killa juga sibuk mengusir Arini yang belum ia ketahui siapa.

“Pergi! Sepertinya kamu bukan petugas hotel!”

Dalam sekejap, Arini yang tetap diam menjambak rambut panjang Killa yang awut-awutan. Tanpa pikir panjang, Arini menenggelamkan wajah bahkan kepala Killa ke bak rendam.

Hidup dan mati Killa seolah sudah ada di pelupuk mata. Sebab Killa yang sudah tidak memakai apa-apa, jadi tidak bisa bernapas.

“Rasakan! Tak berdarah, tapi nyaris membuat nyawaku melayang! Itulah yang aku rasakan setelah kamu mengambil suamiku dariku!” tegas Arini yang lagi-lagi membuat gebrakan. Ia sengaja memasukkan tubuh Killa ke bak rendam.

Celana dalam dan juga bra merah milik Killa ada di wastafel sebelah Arini. Arini meliriknya sinis kemudian menunggu Killa keluar dari air.

“Hah!” Killa ngos-ngosan sambil menyibak rambut panjangnya yang menutupi wajah. “Kamu pikir kamu siapa, berani-beraninya melakukan ini?!”

“Aku? Kamu tanya siapa aku? Aku adalah wanita yang akan menikahi suami kamu!” tegas Arini. “Kau selingkuh dengan suamiku, ... kupastikan suami kamu akan meratukan aku!”

Sadar Killa akan menertawakannya, dengan cepat Arini berkata, “Tidak usah banyak gaya. Karena cabe-cabean saja ada harganya. Kenapa kamu mu ra han sekali? Anjing saja lihat punyamu pasti jijik. Makanya suami kamu ogah lama-lama sama kamu, kan? Karena memang hanya laki-laki sampa h seperti Akbar yang mau kepadamu!”

“Terima kasih banyak karena udah mau menampung sam pah seperti suamiku. Tunggu kabar terbaruku dengan suami kamu!” tegas Arini yang kemudian memilih pergi dari sana.

Namun, belum juga benar-benar keluar, Ardhan justru masuk ke dalam kamar mandi.

“Mura han banget kamu yah!” tegas Ardhan benar-benar murka.

Tatapan Ardhan memang fokus ke Killa khususnya kedua mata Killa. Namun, tangan kanannya refleks meraih kemudian menggenggam pergelangan tangan kiri Arini.

“Kamu lihat apa yang akan terjadi nanti. Bukan hanya apa yang akan terjadi kepadamu dan sopirmu. Melainkan juga apa yang akan terjadi kepadaku, dan Arini istri sopirmu. Karena detik ini juga, kita bertukar pasangan!" tegas Ardhan yang dengan sengaja mengeluarkan cepuk hati warna merah. Ia mengeluarkan cincin berlian putih dari sana, kemudian memakaikannya ke jari manis tangan kanan Arini.

Walau sudah menikah, di jemari tangan Arini tak ada satu pun perhiasan. Bahkan walau itu cincin emas yang menjadi tanda pengikat pernikahan. Di jemari tangan Arini benar-benar tidak ada.

“I—ni ... mungkin ini bagian dari balas dendam Pak Ardhan,” batin Arini berusaha menjiwai sandiwaranya. Sebab Arini yakin, Ardhan hanya sedang bersandiwara.

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

untung gak sekalin di banting itu Killa.. biar sekalian dobel kill....

2025-02-19

0

Maria Magdalena Indarti

Maria Magdalena Indarti

wah asyikk nih seruuu tindakan thd selingkungan

2024-11-09

0

Sarti Patimuan

Sarti Patimuan

Semoga Arini berjodoh dengan Ardhan

2024-11-05

0

lihat semua
Episodes
1 1. Benarkah Ada Rahasia?
2 2. Kecurigaan Dan Atisipasi
3 3. Satu Frekuensi
4 4. Tak Mau Hancur Sendiri
5 5. Selingkug Balas Selingkuh
6 6. Bertukar Pasangan
7 7. Sudah Bulat
8 8. Di Lingkungan Keluarga Ardhan
9 9. Larangan Untuk Orang M!skin
10 10. Langsung Viral
11 11. Pemberian Ardhan
12 12. Seolah Akan Nyata
13 13. Pertemuan yang Meledakkan Emosi
14 14. Pembagian Tugas Dan Agak Gugup
15 15. Semi Pacaran
16 16. Calon Menantu Jalur Korban Perselingkuhan
17 17. Restu
18 18. Peringatan Keras
19 19. Kehidupan Arini
20 20. Dituduh Selingkuh
21 21. Sudah Ada Rasa Sayang
22 22. Peduli
23 23. Pembatalan Pernikahan
24 24. Panggilan Dan Sebutan Untuk Ardhan
25 25. Mesra yang Berbeda
26 26. Serba Cepat Dan Makin Gugup
27 27. Jedag–Jedug
28 28. Akan Ada Balas Dendam
29 29. Merasa Dispesialkan
30 30. Beneran Pengantin Baru
31 31. Ardhan—Kamu Kok Manis Banget, Sih?
32 32. Istri Baru
33 33. Kresek-Kresek
34 34. Kita Harus Menikah~
35 35. Gara-Gara Ganti Istri
36 36. Kabar Kehamilan
37 37. Mengenai Kehamilan Killa
38 38. Keluarga Ardhan
39 39. Keputusan yang Diambil
40 40. Semua yang Sudah Ada Di Depan Mata
41 41. Keputusan yang Sudah Bulat
42 42. Emas Kawin
43 43. Uring-Uringan Sendiri
44 44. Perhiasan Berlian Lima Belas Gram
45 45. Pijat Makin Sayang
46 Empat Puluh Enam
47 Empat Puluh Tujuh
48 Empat Puluh Delapan
49 Empat Puluh Sembilan
50 Lima Puluh
51 Lima Puluh Satu
52 Lima Puluh Dua
53 BONUS
54 BONUS DUA
55 Bonus Tiga
56 Bonus : Muyen
57 Ditikung Kakak Kandung, Dapat Boss Tajir
58 Istri yang (Tak) Diinginkan
Episodes

Updated 58 Episodes

1
1. Benarkah Ada Rahasia?
2
2. Kecurigaan Dan Atisipasi
3
3. Satu Frekuensi
4
4. Tak Mau Hancur Sendiri
5
5. Selingkug Balas Selingkuh
6
6. Bertukar Pasangan
7
7. Sudah Bulat
8
8. Di Lingkungan Keluarga Ardhan
9
9. Larangan Untuk Orang M!skin
10
10. Langsung Viral
11
11. Pemberian Ardhan
12
12. Seolah Akan Nyata
13
13. Pertemuan yang Meledakkan Emosi
14
14. Pembagian Tugas Dan Agak Gugup
15
15. Semi Pacaran
16
16. Calon Menantu Jalur Korban Perselingkuhan
17
17. Restu
18
18. Peringatan Keras
19
19. Kehidupan Arini
20
20. Dituduh Selingkuh
21
21. Sudah Ada Rasa Sayang
22
22. Peduli
23
23. Pembatalan Pernikahan
24
24. Panggilan Dan Sebutan Untuk Ardhan
25
25. Mesra yang Berbeda
26
26. Serba Cepat Dan Makin Gugup
27
27. Jedag–Jedug
28
28. Akan Ada Balas Dendam
29
29. Merasa Dispesialkan
30
30. Beneran Pengantin Baru
31
31. Ardhan—Kamu Kok Manis Banget, Sih?
32
32. Istri Baru
33
33. Kresek-Kresek
34
34. Kita Harus Menikah~
35
35. Gara-Gara Ganti Istri
36
36. Kabar Kehamilan
37
37. Mengenai Kehamilan Killa
38
38. Keluarga Ardhan
39
39. Keputusan yang Diambil
40
40. Semua yang Sudah Ada Di Depan Mata
41
41. Keputusan yang Sudah Bulat
42
42. Emas Kawin
43
43. Uring-Uringan Sendiri
44
44. Perhiasan Berlian Lima Belas Gram
45
45. Pijat Makin Sayang
46
Empat Puluh Enam
47
Empat Puluh Tujuh
48
Empat Puluh Delapan
49
Empat Puluh Sembilan
50
Lima Puluh
51
Lima Puluh Satu
52
Lima Puluh Dua
53
BONUS
54
BONUS DUA
55
Bonus Tiga
56
Bonus : Muyen
57
Ditikung Kakak Kandung, Dapat Boss Tajir
58
Istri yang (Tak) Diinginkan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!