4. Tak Mau Hancur Sendiri

“Aku beneran enggak mau hancur sendiri! Kamu beneran harus terima balasanku, Mas!” batin Arini di tengah kedua matanya yang menatap murka isi map pemberian Ardhan.

Map pemberian Ardan nyatanya berisi foto-foto kebersamaan Akbar dan Killa. Tentu foto perselingkuhan keduanya. Yang mana di awal foto-foto di sana, masih ada foto Akbar dengan gaya yang masih tak banyak gaya. Kemeja panjang dan celana panjang, selain kancing kerah yang tetap dikancing. Termasuk juga gaya rambut Akbar yang disisir rapi lepek, melebihi kerapian rambut presiden.

Sementara untuk penampilan Killa istri Ardhan, meski tak semuanya dengan pakaian minim dalam artian dress, atau celana pendek, rok mini ngepas paha. Pakaian yang Killa pakai pasti selalu ketat. Hingga bagian badannya yang memang bagus, kencang, akan terlihat menonjol. Pria mana yang tidak menolak jika terus disuguhi begitu apalagi perempuannya juga kegatelan, bos pula.

“Lambemu, Mas! Cangkemu! Dari awal bilang aku harus menutup aurat, biar kita sama-sama masuk surga. Surga dengkulmu, padahal kelakuanmu sangat bejat. Nyesel aku ... sumpah aku nyesel banget pernah nikah sama kamu. Kenapa dulu aku mau nikah sama kamu! Hah! Awas kamu, Mas! Tunggu pembalasanku!” batin Arini sudah sangat emosi. Ia menutup map pemberian Ardhan, kemudian melemparnya ke bawah kakinya.

Penuh emosi, dengan gigi yang terus bertautan, Arini menginjak-injak map tersebut.

Di belakang Arini, Ardhan menghela napas pelan di tengah tatapannya yang jadi datar. Ia tahu apa yang tengah Arini rasakan. Karena sebelum Arini merasakannya, ia yang lebih dulu mengetahui juga sudah lebih dulu merasakannya. Kini saja, kedua punggung jemari tangannya masih ia perban. Kedua jemari tangannya terluka setelah ia meninju kaca wastafel maupun meja kerja yang ada di ruang kerjanya.

“Lagian ... Pak Ardhan bisa-bisanya punya istri kegatelan kayak si Killa! Memangnya Pak Ardhan mungut dia dari mana? Memang orangnya punya banyak kurap apa ... dia lagi kesurupan?” Setelah sempat mengomel-ngomel kepada sang bos sambil menatapnya, Arini mendadak tak bisa berpikir.

Kepala Arini mendadak terasa sangat berat sekaligus pusing. Namun alasan itu terjadi bukan karena ia merasa tak bisa hidup dengan Akbar. Alasan kepalanya pusing juga bukan karena ia iri bahkan cemburu kepada Killa.

“Najis, enggak sudi aku punya pasangan enggak setia apalagi yang terbukti sudah celap-celup! Cemburu, iri ke Killa? Jiji–k iya ... sudah jadi istri orang kok kegatelan bahkan sampai mau berhubungan badan sama suami orang! Sssttt! Mas Akbar dan Killa memang cocok. Sumpah demi apa pun, alasan kepalaku berat, pusing banget. Murni karena aku harus menahan emosi. Aku sudah enggak tahan buat arak mereka kemudian nikahin mereka!” batin Arini.

Arini tak tahu, jika omelannya kepada Ardhan dan terjadi beberapa saat lalu, nyaris membuat Ardan jantungan bahkan stroke. Kini saja, Ardhan masih diam dan memang lupa bagaimana caranya agar dirinya bisa bernapas.

“Ya Allah ... baru kali ini aku bertemu wanita spek sangar melebihi mbah Septi. Dia berani marah-marah sampai segitunya bahkan itu ke aku yang bosnya. Apa kabar jika dia sudah bertemu Akbar dan Killa? Alamatnya mereka benar-benar pindah alam!” batin Ardhan yang seketika ngos-ngosan bertepatan dengan mobil mereka yang berhenti.

Mobil Ardhan berhenti tak jauh dari sebuah hotel yang ada di kota tetangga mereka tinggal. Sementara mobil hitam yang mereka ikuti, perlahan memasuki hotel tersebut. Kini sudah makin petang karena nyaris pukul setengah tujuh malam. Perjalanan mereka yang memakan waktu nyaris dua jam lamanya, benar-benar akan bermuara.

Mobil hitam milik Killa hanya dihuni oleh Akbar dan Killa. Killa duduk di sebelah Akbar yang menyetir. Keduanya yang sudah memarkirkan mobil di tempat parkir depan hotel, tak hentinya menebar senyuman. Ketika Killa yang memakai celana levis pendek ngepas sepaha mendekap manja lengan Akbar menggunakan kedua tangannya. Detik itu juga Arini yang masih duduk di sebelah sopir Akbar, mual-mual.

“Benar-benar manusia menjijikan!” kecam Arini.

Padahal Ardhan sudah sigap mengambil stok kantong kresek. Sebab Ardhan tak mau Arini benar-benar muntah di dalam mobil mahalnya. Entah muntah karena mabok kendaraan. Atau malah muntah karena kelakuan pasangan mereka.

“Dikiranya merek jalan enggak pakai kaki, enggak ingat sudah punya suami istri. Dunia serasa milik berdua, ... najis! Dasar manusia enggak pada ngotak! Otaknya cuma ngesek mulu!” kecam Arini lagi tak sabar untuk turun dari mobil. Sebab Ardhan wanti-wanti, mereka baru boleh menggerebek setelah keduanya masuk ke dalam hotel. Selain itu, Ardhan berdalih akan bekerja sama dengan pihak hotel untuk mengusut perselingkuhan Akbar dan Killa.

Ardhan masih tenang. Ia tak mau menyia-nyiakan hidupnya dengan emosi. Luka di kedua punggung jemarinya saja sangat ia sesali. Karena setelah ia merenung, pengkhianat seperti Killa wajib ia buang. Tentunya, ia akan memberi Killa kejutan sekaligus balasan setimpal.

“Pak!” sergah Arini sangat mendadak dan sampai melongok ke Ardhan.

Ardhan yang tengah merenung, lagi-lagi nyaris jantungan karena ulah Arini.

“Pak! Saya mau kasbon. KTP ini jadi jaminannya!” Arini memberikan KTP miliknya sebagai jaminan yang ia maksud. “Saya butuh banyak uang buat bikin poster, baliho, sama papan iklan di setiap keramaian. Depan masjid juga enggak apa-apa, Pak. Sepanjang jalan menuju rumah juga bakalan saya kasih. Semua poster, isinya pas si cunguk Akbar sama Killa telanjang duaan, Pak. Pokoknya, nanti kita wajib punya foto mereka yang seperti saya mau. Awas saja kalau Pak Ardhan sampai melindungi istri Bapak! Bapak akan berhadapan dengan saya!” kesalnya tak segan menunjuk-nunjuk wajah Ardhan.

Ardhan dibuat tak bisa berkata-kata. Ia menirukan gaya Arini menunjuk wajahnya, kemudian mengangguk-angguk. “Padahal dia mau kasbon ke aku, tapi ... sudahlah. Minimal dia bisa diajak kerjasama balas sakit hatiku!” batinnya.

Terpopuler

Comments

Zea Xabiru

Zea Xabiru

ya Allah Rini bukannya sedih liat kmu malah ngakak brutal yallah /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2024-12-30

3

Sandisalbiah

Sandisalbiah

hadeh pak.. maklum atuh.. kan hati Rini lagi kebakaran pak... tp idenya bagus lho itu pak.. biar nyaho itu pasangan zina...

2025-02-19

0

*💞 𝘍𝘭𝘰𝘸𝘦𝘳𝘴 💞*

*💞 𝘍𝘭𝘰𝘸𝘦𝘳𝘴 💞*

ampuun Arini bar bar nya keren🤣🤣🤣

2024-11-03

2

lihat semua
Episodes
1 1. Benarkah Ada Rahasia?
2 2. Kecurigaan Dan Atisipasi
3 3. Satu Frekuensi
4 4. Tak Mau Hancur Sendiri
5 5. Selingkug Balas Selingkuh
6 6. Bertukar Pasangan
7 7. Sudah Bulat
8 8. Di Lingkungan Keluarga Ardhan
9 9. Larangan Untuk Orang M!skin
10 10. Langsung Viral
11 11. Pemberian Ardhan
12 12. Seolah Akan Nyata
13 13. Pertemuan yang Meledakkan Emosi
14 14. Pembagian Tugas Dan Agak Gugup
15 15. Semi Pacaran
16 16. Calon Menantu Jalur Korban Perselingkuhan
17 17. Restu
18 18. Peringatan Keras
19 19. Kehidupan Arini
20 20. Dituduh Selingkuh
21 21. Sudah Ada Rasa Sayang
22 22. Peduli
23 23. Pembatalan Pernikahan
24 24. Panggilan Dan Sebutan Untuk Ardhan
25 25. Mesra yang Berbeda
26 26. Serba Cepat Dan Makin Gugup
27 27. Jedag–Jedug
28 28. Akan Ada Balas Dendam
29 29. Merasa Dispesialkan
30 30. Beneran Pengantin Baru
31 31. Ardhan—Kamu Kok Manis Banget, Sih?
32 32. Istri Baru
33 33. Kresek-Kresek
34 34. Kita Harus Menikah~
35 35. Gara-Gara Ganti Istri
36 36. Kabar Kehamilan
37 37. Mengenai Kehamilan Killa
38 38. Keluarga Ardhan
39 39. Keputusan yang Diambil
40 40. Semua yang Sudah Ada Di Depan Mata
41 41. Keputusan yang Sudah Bulat
42 42. Emas Kawin
43 43. Uring-Uringan Sendiri
44 44. Perhiasan Berlian Lima Belas Gram
45 45. Pijat Makin Sayang
46 Empat Puluh Enam
47 Empat Puluh Tujuh
48 Empat Puluh Delapan
49 Empat Puluh Sembilan
50 Lima Puluh
51 Lima Puluh Satu
52 Lima Puluh Dua
53 BONUS
54 BONUS DUA
55 Bonus Tiga
56 Bonus : Muyen
57 Ditikung Kakak Kandung, Dapat Boss Tajir
58 Istri yang (Tak) Diinginkan
Episodes

Updated 58 Episodes

1
1. Benarkah Ada Rahasia?
2
2. Kecurigaan Dan Atisipasi
3
3. Satu Frekuensi
4
4. Tak Mau Hancur Sendiri
5
5. Selingkug Balas Selingkuh
6
6. Bertukar Pasangan
7
7. Sudah Bulat
8
8. Di Lingkungan Keluarga Ardhan
9
9. Larangan Untuk Orang M!skin
10
10. Langsung Viral
11
11. Pemberian Ardhan
12
12. Seolah Akan Nyata
13
13. Pertemuan yang Meledakkan Emosi
14
14. Pembagian Tugas Dan Agak Gugup
15
15. Semi Pacaran
16
16. Calon Menantu Jalur Korban Perselingkuhan
17
17. Restu
18
18. Peringatan Keras
19
19. Kehidupan Arini
20
20. Dituduh Selingkuh
21
21. Sudah Ada Rasa Sayang
22
22. Peduli
23
23. Pembatalan Pernikahan
24
24. Panggilan Dan Sebutan Untuk Ardhan
25
25. Mesra yang Berbeda
26
26. Serba Cepat Dan Makin Gugup
27
27. Jedag–Jedug
28
28. Akan Ada Balas Dendam
29
29. Merasa Dispesialkan
30
30. Beneran Pengantin Baru
31
31. Ardhan—Kamu Kok Manis Banget, Sih?
32
32. Istri Baru
33
33. Kresek-Kresek
34
34. Kita Harus Menikah~
35
35. Gara-Gara Ganti Istri
36
36. Kabar Kehamilan
37
37. Mengenai Kehamilan Killa
38
38. Keluarga Ardhan
39
39. Keputusan yang Diambil
40
40. Semua yang Sudah Ada Di Depan Mata
41
41. Keputusan yang Sudah Bulat
42
42. Emas Kawin
43
43. Uring-Uringan Sendiri
44
44. Perhiasan Berlian Lima Belas Gram
45
45. Pijat Makin Sayang
46
Empat Puluh Enam
47
Empat Puluh Tujuh
48
Empat Puluh Delapan
49
Empat Puluh Sembilan
50
Lima Puluh
51
Lima Puluh Satu
52
Lima Puluh Dua
53
BONUS
54
BONUS DUA
55
Bonus Tiga
56
Bonus : Muyen
57
Ditikung Kakak Kandung, Dapat Boss Tajir
58
Istri yang (Tak) Diinginkan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!