Formasi Tarian Iblis

Orang itu menghentikan ceritanya dia menatap ke arah pimpinannya untuk melihat bagaimana reaksinya.

Sang Warok meneguk tuak diatas meja dengan muka merah padam dia membentak dengan keras,"teruskan ceritamu jangan berhenti atau saat ini juga kuhancurkan kepalamu"ucap warok Cakil geram.

"Baik pemimpin"seru orang tersebut dengan perasaan takut.

Setelah mendapat informasi bahwa pengejar tersebut berada disisi timur pintu masuk ke markas yang berada di hutan larangan aku mengutus beberapa anak buahku yang terlatih untuk terlebih dahulu kesana untuk memberikan bantuan dan untuk mengingatkan akan adanya penyusup disana"ucap orang tersebut. "Guuooobbblllooook....kenapa saat itu kau tidak ikut ha?"maki sang warok berang.

"aku....aku...."ucap orang itu yang tidak kuasa meneruskan perkataannya dengan perasaan gugup dan tidak berani meneruskannya. "Aku... Aku apa?pasti kau sedang main perempuan, menyiksa mereka baru menggagahinya bukan?"ucap warok Cakil yang sudah sangat hafal dengan perilaku menyimpang dari anak buah tangan kanan warok kendil ini.

"Maafkan aku Warok aku tidak sangka bahwa kejadiannya akan seperti ini. Aku mengaku bersalah Warok aku pasti akan mencari pembunuhnya"ucap orang itu dengan gentar. "Terus bagaimana dengan kematian kendil sampai-sampai engkau tidak tahu?"bentak sang warok.

"maafkan aku ketua, saat itu aku tidak tahu kejadiannya dengan jelas karena kami berbeda ruangan. Saat itu warok kendil mengundangku untuk datang ketempat kediamannya untuk memberikan kepadaku perempuan sekapannya yang lama karena dia sudah mempunyai tawanan baru yang dia culik dari desa sebelah yang katanya sangat cantik"papar orang itu yang merupakan tangan kanan dari warok kendil sendiri.

"Mmmmhhhh..."gumam sang Warok.

Orang itu memperhatikan dulu pemimpinnya baru meneruskan perkataannya.

"Setelah aku membawa perempuan tersebut ke kamar depan untuk....."orang itu tidak meneruskan perkataannya.

Lalu sang pemimpin menyemprot.."untuk kau lampiaskan kelainanmu itu kan?"bentak Warok Cakil dengan kemarahan yang hebat.

Orang itu tertunduk tidak berani menatap sang Warok lalu menganggukkan kepalanya membenarkan perkataan warok Cakil ketuanya sendiri.

"Haram jadah...setan alas....."maki warok Cakil lalu sang Warok melempar guci tuak yang sudah kosong ke dinding disebelahnya sehingga menimbulkan suara gaduh yang hebat.

Setelah sang warok melemparkan gucinya ke lantai, tiba-tiba pintu terbuka dan ada sesuatu yang melesat kearah sang warok dengan cepat.

Sang warok menghindari serangan itu dan balas menyerang dengan pukulan tenaga dalam ke arah sumber serangan akan tetapi dia tidak menemukan sesuatu pun disana. Setelah sang warok perhatikan benda yang dipakai untuk menyerangnya adalah potongan kepala dari Adi singkil.

Melihat hal itu kemarahannya menjadi tiada terhingga lalu dia coba mengejar keluar tapi mereka tidak melihat apapun juga hanya kegelapan malam saja yang terlihat.

Saat sang warok kembali ke tempatnya dia terkaget lima perempuan yang ada ditempatnya tersebut hilang tanpa jejak dan tangan kanan warok kendil sudah tertotok tidak dapat bergerak dan bersuara.

Sang warok sangat geram dengan yang terjadi lalu dia membuka jalur suara orang itu.

"Apa yang telah terjadi ditempat ini?"tanya sang warok.

"Maafkan aku ketua saat ketua mengejar keluar, aku pun mencoba mengikuti ketua tapi tiba-tiba seseorang dengan kecepatan kilat menotokku sehingga aku tidak dapat bergerak dan bersuara"ucapnya.

"Apakah kau tahu siapa yang melakukannya"tanya sang warok.

"aku hanya melihat sekelebat bayangannya saja Warok orang tersebut mengenakan pakaian putih, saat aku mencoba mengelak dari serangannya tapi gerakan bangsat itu sangat cepat seperti angin"ucapnya. "Cuih..."sang Warok meludah lalu berkata kembali,"kau saja yang goblok sudah berulang-ulang kali aku suruh kau meningkatkan tenaga dalammu tapi kegemaranmu hanya main perempuan saja sehingga inilah akibatnya ditambah lagi adikku itu terlalu memanjakanmu"ucap sang warok.

Tiba-tiba masuklah seorang anggota dengan tubuh penuh luka menemui sang pemimpin untuk memberitahukan bahwa ada seorang pemuda mengamuk di alun-alun dan membantai teman-teman mereka.

Kemarahan sang Warok sudah tidak dapat dibendung lagi suara makian mengeledek terdengar dari mulutnya...."setan alas.....haram jadah....ayo kita cincang bangsat itu!"ucap sang warok.

******

Warok Cakil dan tangan kanan warok kendil melihat seorang pemuda yang sedang dikeroyok oleh sekitar 40 orang anggota rampok.

Mereka terperangah melihat jalannya pertarungan karena si pemuda mengamuk hanya dengan menggunakan tangan kosong dan kecepatan gerak yang sukar dicari tandingannya.

Saat keempat golok berkelebat untuk menebas batang leher si pemuda yang bertempur dengan tenang, si pemuda yang mempunyai pendengaran yang terlatih mendengar deru golok yang mengincar lehernya lalu dengan cepat menundukkan kepalanya  sehingga serangan golok lewat hanya seujung kuku diatas kepalanya lalu dengan cepat dia menangkap kaki salah seorang penyerangnya yang paling dekat untuk dijadikan tameng hidup sekaligus sebagai senjatanya.

Perampok tersebut berputar seperti kitiran ditangan pemuda tersebut dan terdengarlah jeritan demi jeritan yang keluar dari mulut pengeroyok yang mencoba mendekati sang pemuda.

Warok Cakil geram melihat kenyataan tersebut dia langsung membentak memberikan perintah mundur kepada lima belas anak buahnya yang tersisa lalu berkata,"anak-anak gunakan formasi tarian iblis"ucap sang warok lantang.

Formasi tarian iblis adalah formasi yang diajarkan langsung oleh sang Warok dengan jumlah yang tak terbatas berapapun bisa menggunakan formasi ini.

Formasi ini terdiri dari dua barisan dalam dan luar yang saling berputar berlawanan.

formasi ini dapat mengecohkan lawan dan semakin lama semakin cepat dan terus menciut mengepung lawannya saat bagian dalam melakukan penyerangan bagian luar bersiap-siap untuk melakukan penyerangan balasan saat lawan mencoba melawan dan lambat laun seperti namanya saat putaran semakin cepat seperti ada bayangan iblis menari yang keluar dari barisan dan menyerang musuh untuk membinasakannya. Sang pemuda melemparkan tubuh yang tadi dipakai sebagai tameng ke salah satu rampok dengan tubuh yang sudah hancur penuh dengan bacokan dan tebasan benda tajam. 

"Cepat kau pimpin mereka untuk mencincang pemuda setan itu"seru Warok Cakil.

Orang tersebut langsung menghunus goloknya dan melesat ke arah lima belas anak buahnya yang tersisa dengan bersuit dua kali berturut-turut dan kelima belas sisa anak buah Warok yang melihat salah satu pemimpin mereka mulai ikut dalam pertempuran membuat nyali mereka yang sempat leleh menjadi berkobar kembali.

Lima belas rampok bertampang seram menghunus goloknya masing-masing dan bergerak mengepung si pemuda dalam dua barisan sehingga sang pemuda berada ditengah-tengah dan edannya tanpa rasa takut sang pemuda yang siap dibantai menggaruk kepalanya dengan ketenangan yang tinggi hanya bersiul-siul mengeluarkan suara yang tidak menentu tanpa memperdulikan puluhan mayat yang bergelimpangan di sekitarnya.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

pendekar angin barat

pendekar angin barat

GAS

2025-01-10

0

Kos Biru

Kos Biru

mantap....

2025-01-02

0

lihat semua
Episodes
1 Yuda Laksana
2 Lahirnya Seorang Pendekar Pembela Kebenaran
3 Pedang Naga Bumi
4 Yuda Edan
5 Mawar
6 Keterangan si Parut
7 Pertarungan Yuda dan Warok Kendil
8 Membuka Tabir Gelap Masa Lalu
9 Kematian Warok Kendil
10 Asmara Dua Insan
11 Yuda menyelamatkan perempuan yang tertawan
12 Formasi Tarian Iblis
13 Tameng Hijau Naga Bumi
14 Akhir Riwayat Gerombolan Karang Lintang
15 Perpisahan
16 Bayu & Mayangsari
17 Prakoso
18 Janji Yang Terkoyakkan
19 Kehamilan Mayangsari
20 Pertolongan Yuda
21 Pertarungan Yuda Dan Prakoso
22 Gerombolan Kelabang Biru
23 Sri Wulandari
24 Lembah Kesengsaraan Teluk Beting
25 Pertarungan Di Dasar Lembah
26 Kematian Raja Pisau Terbang
27 Ratu Rajawali Sesat
28 Yuda Terluka
29 Ki Merak Merah
30 Kembali Ke Lembah Kesengsaraan
31 Kematian Wulan
32 Setan Tuak
33 Pertolongan Yuda Kepada Ki Merak Merah
34 Biksu Dewa Salju
35 Ilmu Pelepas Raga
36 Gerombolan Setan Merah
37 Yuda Menolong Kuku Setan
38 Kekacauan Di Markas Setan Merah
39 Pertarungan Yuda Dan Sang Ketua
40 Kenanga Cantika
41 Perjalanan Ke Pulau Es
42 Ilmu Hamparan Salju
43 Kerajaan Di Dalam Laut
44 Yuda Menerobos Istana Setan Merah
45 Pukulan Tapak Merapi
46 Yuda Berhadapan Kembali Dengan Ketua Setan Merah
47 Matinya Sang Ketua Setan Merah dan Bubarnya Gerombolan Setan Merah
48 Kemunculan Ratu Laut Samudera Biru
49 Setan Kencing
50 Kenanga Diangkat Menjadi Murid Eyang Tapak Merapi
51 Dewa Tuak Kahyangan
52 Pendekar Empat Pedang Dari Utara
53 Naga Merah Bijaksana
54 Kiai Begawan Suci
55 Ratu Kerajaan Samudera Biru
56 Sri Ajeng Pameswari
57 Ratu Ular Iblis
58 Harimau Dewa Berbulu Salju
59 Kesembuhan Sang Puteri
60 Mata Naga Samudera Biru
61 Yuda Menolong Sekar Asih
62 Desa Rindangjati
63 Raden Jaya Gledek
64 Kedatangan Puteri Sri Intan Cakrabuwana
65 Pesan Rahasia
66 Kematian Iblis Tangan Sesat
67 Asmara Dua Insan
68 Keris Naga Sasra Dirampas
69 Tekad Raden Jaya Gledek
70 Penolong Merah
71 Naga Merah
72 Kematian Sekar Asih Dan Akhir Sebuah Kisah
73 Lembah Putus Cinta
74 Empat Jurus Pedang Cinta
75 Penculikan Sang Pengantin
76 Pertarungan Di Sungai Kates Blewah
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Yuda Laksana
2
Lahirnya Seorang Pendekar Pembela Kebenaran
3
Pedang Naga Bumi
4
Yuda Edan
5
Mawar
6
Keterangan si Parut
7
Pertarungan Yuda dan Warok Kendil
8
Membuka Tabir Gelap Masa Lalu
9
Kematian Warok Kendil
10
Asmara Dua Insan
11
Yuda menyelamatkan perempuan yang tertawan
12
Formasi Tarian Iblis
13
Tameng Hijau Naga Bumi
14
Akhir Riwayat Gerombolan Karang Lintang
15
Perpisahan
16
Bayu & Mayangsari
17
Prakoso
18
Janji Yang Terkoyakkan
19
Kehamilan Mayangsari
20
Pertolongan Yuda
21
Pertarungan Yuda Dan Prakoso
22
Gerombolan Kelabang Biru
23
Sri Wulandari
24
Lembah Kesengsaraan Teluk Beting
25
Pertarungan Di Dasar Lembah
26
Kematian Raja Pisau Terbang
27
Ratu Rajawali Sesat
28
Yuda Terluka
29
Ki Merak Merah
30
Kembali Ke Lembah Kesengsaraan
31
Kematian Wulan
32
Setan Tuak
33
Pertolongan Yuda Kepada Ki Merak Merah
34
Biksu Dewa Salju
35
Ilmu Pelepas Raga
36
Gerombolan Setan Merah
37
Yuda Menolong Kuku Setan
38
Kekacauan Di Markas Setan Merah
39
Pertarungan Yuda Dan Sang Ketua
40
Kenanga Cantika
41
Perjalanan Ke Pulau Es
42
Ilmu Hamparan Salju
43
Kerajaan Di Dalam Laut
44
Yuda Menerobos Istana Setan Merah
45
Pukulan Tapak Merapi
46
Yuda Berhadapan Kembali Dengan Ketua Setan Merah
47
Matinya Sang Ketua Setan Merah dan Bubarnya Gerombolan Setan Merah
48
Kemunculan Ratu Laut Samudera Biru
49
Setan Kencing
50
Kenanga Diangkat Menjadi Murid Eyang Tapak Merapi
51
Dewa Tuak Kahyangan
52
Pendekar Empat Pedang Dari Utara
53
Naga Merah Bijaksana
54
Kiai Begawan Suci
55
Ratu Kerajaan Samudera Biru
56
Sri Ajeng Pameswari
57
Ratu Ular Iblis
58
Harimau Dewa Berbulu Salju
59
Kesembuhan Sang Puteri
60
Mata Naga Samudera Biru
61
Yuda Menolong Sekar Asih
62
Desa Rindangjati
63
Raden Jaya Gledek
64
Kedatangan Puteri Sri Intan Cakrabuwana
65
Pesan Rahasia
66
Kematian Iblis Tangan Sesat
67
Asmara Dua Insan
68
Keris Naga Sasra Dirampas
69
Tekad Raden Jaya Gledek
70
Penolong Merah
71
Naga Merah
72
Kematian Sekar Asih Dan Akhir Sebuah Kisah
73
Lembah Putus Cinta
74
Empat Jurus Pedang Cinta
75
Penculikan Sang Pengantin
76
Pertarungan Di Sungai Kates Blewah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!