Keterangan si Parut

"kakang Yuda dimana kita harus mencari bukit kapur itu?aku belum pernah mendengar sebelumnya ada yang namanya bukit kapur"ucap mawar.

"kakang juga sama mawar tapi paling tidak kita sudah mendapatkan satu petunjuk tentang keberadaan komplotan biadab itu"ucap Yuda dan Nilam mengangguk setuju.

Tiba-tiba dua kelebatan bayangan berkelebat dan sudah berdiri didepan mereka.

"Dicari kemana-mana ternyata disini kunyuknya kakang setelah kunyuk ini mempermalukan kita dikedai tadi apakah bisa berharap bisa melarikan diri dari kami?"ucap salah seorang dari mereka.

"Mmmmh...ternyata peringatanku dikedai nyi dewi tidak kalian gubris dengan baik, bukannya bertobat dan menjadi orang baik-baik sekarang kembali mencari kami. Sobat masih untung kalian tidak ku telanjangi tadi coba kalau kalian tadi kutelanjangi pasti orang-orang yang masuk ke kedai tadi mengira ada monyet hutan yang lepas dan sedang atraksi hahahaha....."ucap Yuda tertawa terbahak-bahak sambil menggaruk kepalanya sedangkan mawar hanya senyum-senyum saja.

"Anjing buduk.....berani kau menghina kami apakah kau tidak pernah mendengar gerombolan rampok karang lintang!!! Ucap mereka yang membuat tawa yuda tiba-tiba berhenti.

"Lihat kakang baru mendengar namanya saja anjing ini sudah ketakutan apalagi kalau sudah ketemu dengan tiga pemimpin kita yang sakti mandraguna, aku yakin mereka bisa terkencing-kencing nanti"ucap lelaki bewok yang mempunyai parut luka ditangannya itu.

"Apa hubungan kalian dengan kelompok tersebut?"tanya Yuda dengan menahan amarah yang mau meledak lalu mendekati mereka.

"Aku bertanya sekali lagi apa hubungan kalian dengan bangsat-bangsat itu?"tanya Yuda dengan suara yang bergetar menahan amarah yang hampir tidak terbendung.

"Jawabnya ada pada golok kami.....!!!"ucap lelaki kasar yang memiliki bentuk tubuh yang gempal.

"sreet.....sreeet"bunyi golok yang keluar dari sarungnya.

Yuda hanya berdiri tanpa melakukan apapun. Salah seorang dari mereka mulai melakukan serangan.

Goloknya melesat membabat ke arah leher Yuda dengan kecepatan kilat tapi yuda tetap tenang dia hanya menggeser salah satu kakinya ke arah belakang lalu menggeser kepalanya untuk menghindari serangan golok. Dengan gerakan yang sangat cepat tanpa terlihat oleh mata, Yuda menangkap pergelangan tangan orang tersebut yang memegang golok dan kaki yang bergeser ke belakang melaju melakukan tendangan ke arah perut.

Orang tersebut hanya mendelikkan matanya tidak menyangka akan mendapat serangan tersebut dalam satu gebrakan saja tanpa bisa menghindar sama sekali dan teriakan kesakitan keluar dari mulutnya karena tulang rusuknya yang patah terkena tendangan dari pemuda belia itu

Yuda saking geramnya menyalurkan tenaga dalam kearah kakinya sekalipun hanya seperlima tenaga dalamnya yang disalurkan tapi hasilnya sungguh mencengangkan.

Orang tersebut langsung tersungkur terlipat dan nyawanya lepas saat itu juga karena patahan tulang rusuknya menembus ke arah jantungnya.

Temannya yang mempunyai bekas parut dilengannya melihat hal itu langsung ketakutan setengah mati dan mengambil ancang-ancang untuk melarikan diri.

Yuda yang melihat hal tersebut langsung melemparkan golok si gempal yang sudah menjadi mayat itu ditangannya kearah kaki orang itu.

Golok tersebut melesat dengan sangat cepat menembus paha orang tersebut dan langsung tersungkur ke tanah sambil mengerang kesakitan dan memegang kakinya yang masih tertembus golok temannya sendiri.

Saat dia melihat Yuda dan mawar mendekatinya sambil menahan sakit yang tiada tara dan ketakutan yang sangat dia berkata, "tuan pendekar ampuni saya, ampuni nyawa yang tidak berguna ini, saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan saya lagi dan menjadi orang baik-baik lalu pergi meninggalkan komplotan itu sejauh-jauhnya"ucap si parut.

Yuda tersenyum dan tangannya bergerak menampar orang tersebut seperti petir menghantamnya lalu pandangannya menjadi berkunang-kunang.

"Saya tanya sekali lagi untuk yang terakhir kali apa hubunganmu dengan kelompok biadab itu?dan dimana letak markasnya sekarang?"ancam Yuda dengan kemarahan yang sangat.

Sambil mohon-mohon ampun dan mengangkat kedua tangannya ke atas seperti orang menyembah orang itu berkata, "ampuni selembar nyawaku yang tidak berguna ini pendekar kalau saya buka mulut, saya pasti akan dibunuh oleh mereka dengan sangat kejam dan tanpa ampun"ucap siparut dengan penuh ketakutan.

"Sekarang kau boleh memilih mau membuka mulutmu dan kau boleh pergi dengan selamat atau kubiarkan engkau mati secara perlahan dan burung-burung memakan dagingmu dalam keadaan hidup sampai engkau mati"ancam Yuda dengan tatapannya yang tajam.

Orang tersebut meratap dengan sangat dan minta-minta ampun.

"Dengarkan saya kisanak saya akan bertindak dengan tegas kalau engkau tidak memberikan keterangan yang aku butuhkan. Aku akan membeset tubuhmu dengan golok ini sampai engkau berdarah-darah dan kugantung tubuhmu dengan kaki keatas diatas pohon yang tinggi sampai burung-burung pemakan daging datang dan memakan dagingmu hidup-hidup"ancam Yuda dan membuat orang itu ketakutan setengah mati sampai terkencing-kencing.

Yuda membolang-balingkan golok tersebut didepan hidung si parut.

Saat Yuda akan melakukan aksinya orang tersebut langsung berteriak.

"Jangan pendekar.... saya akan bicara saya masih mau hidup pendekar tapi pendekar harus berjanji akan membiarkan saya hidup dan pergi dari tempat ini hidup-hidup"ucap si parut dengan sangat ketakutan.

"Saya berjanji dan setelah kau memberikan keterangan yang kubutuhkan pergilah sejauh-jauhnya dan tinggalkan hidup sesat dan jadilah orang yang berguna. Lekas bicaralah...."bentak Yuda.

"Saya adalah salah satu anak buah dari Warok Singkil. Kami berdua diminta datang kedesa ini untuk mencari seorang perawan untuk dijadikan pemuas nafsu dari pemimpin kami"ucap si parut.

"Dimana dia sekarang?"tanya Yuda.

Warok Cakil dan dua pemimpin lainnya sekarang berada di bukit kapur dan markas kami berada didalam tanah yang tidak seorangpun mengetahui kecuali anggotanya"ucap si parut memberikan keterangan.

"Berapa banyak anak buah ketiga bangsat itu?"tanya mawar dengan perasaan geram.

"untuk pastinya saya tidak tahu nisanak karena setiap bulannya kelompok kami selalu merekrut orang baru untuk dijadikan perampok tapi hanya dibatasi lima orang saja dan mereka minimal sudah pernah belajar ilmu silat"ucap si parut.

"perkiraanmu berapa banyak teman-temanmu?"tanya Yuda.

"kemungkinan sekitar delapan puluh orang pendekar dan mereka tersebar kemana-mana disegala tempat untuk siap menerima perintah dari ketua"ucap siparut dan membuat Yuda berpikir sejenak.

"Bagaimana kami bisa kesana?"tanya yuda.

"kalian pergi ke arah barat kira-kira sehari perjalanan jauhnya dengan memakai kuda nanti kalian akan menemukan suatu bukit yang berwarna putih dan orang-orang disana menyebutnya bukit kapur, nanti pendekar akan ketemu pohon beringin yang sangat besar disana.

Pendekar perhatikan tanda silang pada batang pohon setelah pendekar menekannya akan terbuka pintu rahasia yang akan mengantarkan kalian ketempat markas kami"ucap si parut.

"Terima kasih atas keterangannya sobat, aku akan bantu obati kakimu yang terluka"ucap Yuda.

Yuda menotok disekitar luka lalu mencabut golok tersebut sehingga tidak ada darah yang mengalir lagi lalu yuda mengambil sehelai kain lalu membalut luka tersebut.

"Terima kasih atas pertolonganmu pendekar saya memang sudah lama ingin lepas dari komplotan tersebut tapi saya tidak berdaya"ucap si parut.

"Kau pergilah ke arah utara sejauh-jauhnya biar kami yang akan memberantas komplotan tersebut"ucap yuda.

Setelah orang tersebut pergi dengan keadaan terpincang, Yuda memandang kepada mawar dan perempuan cantik itu mengangguk lalu keduanya melesat pergi meninggalkan tempat itu ke arah barat.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Disimpang Jalen

Disimpang Jalen

off lnjut bacanya...bisa2nya ad panggilan SOBAT,, pamit thor..cuma saran:: sesuai alur cerita dan tahun perkiraan ceritanya.pilih kosakata yg sesuai...jng campur aduk...terasa geli baca nya

2024-12-24

0

pendekar angin barat

pendekar angin barat

lanjut Thor...

2025-01-09

0

lihat semua
Episodes
1 Yuda Laksana
2 Lahirnya Seorang Pendekar Pembela Kebenaran
3 Pedang Naga Bumi
4 Yuda Edan
5 Mawar
6 Keterangan si Parut
7 Pertarungan Yuda dan Warok Kendil
8 Membuka Tabir Gelap Masa Lalu
9 Kematian Warok Kendil
10 Asmara Dua Insan
11 Yuda menyelamatkan perempuan yang tertawan
12 Formasi Tarian Iblis
13 Tameng Hijau Naga Bumi
14 Akhir Riwayat Gerombolan Karang Lintang
15 Perpisahan
16 Bayu & Mayangsari
17 Prakoso
18 Janji Yang Terkoyakkan
19 Kehamilan Mayangsari
20 Pertolongan Yuda
21 Pertarungan Yuda Dan Prakoso
22 Gerombolan Kelabang Biru
23 Sri Wulandari
24 Lembah Kesengsaraan Teluk Beting
25 Pertarungan Di Dasar Lembah
26 Kematian Raja Pisau Terbang
27 Ratu Rajawali Sesat
28 Yuda Terluka
29 Ki Merak Merah
30 Kembali Ke Lembah Kesengsaraan
31 Kematian Wulan
32 Setan Tuak
33 Pertolongan Yuda Kepada Ki Merak Merah
34 Biksu Dewa Salju
35 Ilmu Pelepas Raga
36 Gerombolan Setan Merah
37 Yuda Menolong Kuku Setan
38 Kekacauan Di Markas Setan Merah
39 Pertarungan Yuda Dan Sang Ketua
40 Kenanga Cantika
41 Perjalanan Ke Pulau Es
42 Ilmu Hamparan Salju
43 Kerajaan Di Dalam Laut
44 Yuda Menerobos Istana Setan Merah
45 Pukulan Tapak Merapi
46 Yuda Berhadapan Kembali Dengan Ketua Setan Merah
47 Matinya Sang Ketua Setan Merah dan Bubarnya Gerombolan Setan Merah
48 Kemunculan Ratu Laut Samudera Biru
49 Setan Kencing
50 Kenanga Diangkat Menjadi Murid Eyang Tapak Merapi
51 Dewa Tuak Kahyangan
52 Pendekar Empat Pedang Dari Utara
53 Naga Merah Bijaksana
54 Kiai Begawan Suci
55 Ratu Kerajaan Samudera Biru
56 Sri Ajeng Pameswari
57 Ratu Ular Iblis
58 Harimau Dewa Berbulu Salju
59 Kesembuhan Sang Puteri
60 Mata Naga Samudera Biru
61 Yuda Menolong Sekar Asih
62 Desa Rindangjati
63 Raden Jaya Gledek
64 Kedatangan Puteri Sri Intan Cakrabuwana
65 Pesan Rahasia
66 Kematian Iblis Tangan Sesat
67 Asmara Dua Insan
68 Keris Naga Sasra Dirampas
69 Tekad Raden Jaya Gledek
70 Penolong Merah
71 Naga Merah
72 Kematian Sekar Asih Dan Akhir Sebuah Kisah
73 Lembah Putus Cinta
74 Empat Jurus Pedang Cinta
75 Penculikan Sang Pengantin
76 Pertarungan Di Sungai Kates Blewah
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Yuda Laksana
2
Lahirnya Seorang Pendekar Pembela Kebenaran
3
Pedang Naga Bumi
4
Yuda Edan
5
Mawar
6
Keterangan si Parut
7
Pertarungan Yuda dan Warok Kendil
8
Membuka Tabir Gelap Masa Lalu
9
Kematian Warok Kendil
10
Asmara Dua Insan
11
Yuda menyelamatkan perempuan yang tertawan
12
Formasi Tarian Iblis
13
Tameng Hijau Naga Bumi
14
Akhir Riwayat Gerombolan Karang Lintang
15
Perpisahan
16
Bayu & Mayangsari
17
Prakoso
18
Janji Yang Terkoyakkan
19
Kehamilan Mayangsari
20
Pertolongan Yuda
21
Pertarungan Yuda Dan Prakoso
22
Gerombolan Kelabang Biru
23
Sri Wulandari
24
Lembah Kesengsaraan Teluk Beting
25
Pertarungan Di Dasar Lembah
26
Kematian Raja Pisau Terbang
27
Ratu Rajawali Sesat
28
Yuda Terluka
29
Ki Merak Merah
30
Kembali Ke Lembah Kesengsaraan
31
Kematian Wulan
32
Setan Tuak
33
Pertolongan Yuda Kepada Ki Merak Merah
34
Biksu Dewa Salju
35
Ilmu Pelepas Raga
36
Gerombolan Setan Merah
37
Yuda Menolong Kuku Setan
38
Kekacauan Di Markas Setan Merah
39
Pertarungan Yuda Dan Sang Ketua
40
Kenanga Cantika
41
Perjalanan Ke Pulau Es
42
Ilmu Hamparan Salju
43
Kerajaan Di Dalam Laut
44
Yuda Menerobos Istana Setan Merah
45
Pukulan Tapak Merapi
46
Yuda Berhadapan Kembali Dengan Ketua Setan Merah
47
Matinya Sang Ketua Setan Merah dan Bubarnya Gerombolan Setan Merah
48
Kemunculan Ratu Laut Samudera Biru
49
Setan Kencing
50
Kenanga Diangkat Menjadi Murid Eyang Tapak Merapi
51
Dewa Tuak Kahyangan
52
Pendekar Empat Pedang Dari Utara
53
Naga Merah Bijaksana
54
Kiai Begawan Suci
55
Ratu Kerajaan Samudera Biru
56
Sri Ajeng Pameswari
57
Ratu Ular Iblis
58
Harimau Dewa Berbulu Salju
59
Kesembuhan Sang Puteri
60
Mata Naga Samudera Biru
61
Yuda Menolong Sekar Asih
62
Desa Rindangjati
63
Raden Jaya Gledek
64
Kedatangan Puteri Sri Intan Cakrabuwana
65
Pesan Rahasia
66
Kematian Iblis Tangan Sesat
67
Asmara Dua Insan
68
Keris Naga Sasra Dirampas
69
Tekad Raden Jaya Gledek
70
Penolong Merah
71
Naga Merah
72
Kematian Sekar Asih Dan Akhir Sebuah Kisah
73
Lembah Putus Cinta
74
Empat Jurus Pedang Cinta
75
Penculikan Sang Pengantin
76
Pertarungan Di Sungai Kates Blewah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!