Yuda menyelamatkan perempuan yang tertawan

Warok Cakil mengenakan pakaiannya kembali dengan cepat dan golok yang diletakkan diatas meja segera disambarnya dan berkelebat keluar dari kamar menuju ke halaman rumah untuk menyelidiki ke arah mana bangsat yang sudah membunuh saudara seperguruannya itu kabur tapi tanpa diketahuinya Yuda tidak pergi kemanapun juga.

Seorang pemuda gagah turun dari atap rumah tanpa menimbulkan suara sama sekali dan langsung menutup tubuh perempuan yang polos dengan banyak luka ditubuhnya dengan kain seadanya yang tergeletak di sudut ruangan.

Setelah pemuda tersebut menutup tubuh perempuan tersebut hanya pada bagian aurat terlarang yang terbuka lalu membebaskan totokan yang sudah membuat perempuan tersebut tidak dapat menggerakkan tubuhnya. Pemuda itu lalu menyalurkan tenaga dalam ke tubuh si gadis untuk meringankan penderitaannya sampai siuman dari pingsannya.

Perempuan tersebut membuka matanya saat dia melihat ada seorang pemuda dihadapannya secara refleks dia mundur dan menunjukkan wajah ketakutan.

Pemuda tersebut langsung menenangkannya lalu berkata,"apakah namamu bunga? Kakakmu memintaku untuk menolongmu mereka sedang menunggumu disisi timur tembok kau tidak usah takut lagi bunga aku tidak akan menyakitimu melainkan mau menolongmu untuk mengeluarkanmu dari sini"ucap Yuda.

"Kau tidak sedang berdusta? Maafkan aku kalau begitu tuan pendekar aku telah salah menilaimu"ucap bunga.

"Jangan panggil aku dengan tuan pendekar bunga namaku Yuda kau bisa memanggilku dengan nama itu. Kau jangan takut lagi ya!"ucap Yuda dan bunga mengangguk. "Apakah kau bisa melangkah bunga?"tanya Yuda.

Bunga tidak menjawab melainkan dia mencoba berdiri dan saat dia coba melangkah dia hampir terjatuh.

Saat Yuda melihat bunga hampir terjatuh dengan cepat menangkapnya lalu membopongnya.

Yuda sedikit kikuk saat memeluknya karena melihat beberapa tubuh bunga yang putih mulus terbuka karena kain yang Yuda temukan hanya mampu menutupi beberapa aurat yang terlarang.

"Bunga...?"tanya Yuda.

"iya kakang ada apa?"ucap bunga.

"Bolehkah aku membopongmu agar kita lebih cepat keluar dari tempat celaka ini?"tanya Yuda untuk meminta ijin bunga.

Bunga mengangguk karena dia tahu bahwa pemuda yang sangat tampan tersebut orang baik dan tidak akan mencelakainya ditambah sang pemuda memiliki bentuk tubuh yang sempurna dan merupakan idaman semua perempuan.

"Ba...ba..iklaah tuan..eh Kakang Yuda"ucap bunga dengan wajah bersemu merah.

"kakang mau bawa aku kemana?"tanya bunga.

"Ketempat kakakmu berada bersiaplah bunga"ucap Yuda.

Yuda membopong Bunga dibahunya lalu melesat keatas dan menuju sisi timur tembok dimana sang kakak sudah menunggunya.

Sesampainya Yuda dan mawar ke tempat para perempuan bersembunyi sang kakak langsung berlari menghampiri sang adik.

"Kakak...."ucap bunga.

"Bunga adikku kamu tidak apa-apa?apakah bangsat itu sudah menjamahmu?"tanya sang kakak.

Bunga lalu menjawab,"belum kak tapi bangsat itu menyiksaku terlebih dahulu baru setelah itu dia akan menjamahku tapi sebelum itu semua terjadi tuan ini sudah menolongku kak"ucap bunga dengan terisak.

"Syukur kepada Dewata"kata sang kakak lalu dia berlutut didepan Yuda seraya mengucapkan terima kasih dan diikuti oleh bunga dan ketiga temannya.

"Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada tuan kalau tidak ada tuan pasti mimpi buruk akan kami terima dan kehormatan kami sudah direnggut dan dirusak secara paksa"ucap salah seorang dari gadis itu. "Bangunlah kalian gadis-gadis cantik bukankah sesama manusia harus saling tolong terlebih kalian gadis-gadis yang sangat mempesona saya akan membawa kalian satu persatu keluar dari tempat ini"ucap Yuda. Yuda menolong bunga terlebih dahulu lalu Yuda melesat melewati tembok dan kearah Utara yang aman.

Setelah dirasa aman Yuda menurunkan bunga dibawah sebuah pohon yang rimbun.

"Bunga kau tunggulah disini aku akan menolong yang lainnya"ucap Yuda.

Bunga menganggukkan kepala seraya menggenggam tangan Yuda dan memeluknya lalu mengecup pipinya seraya mengucapkan terima kasih.

"Adik manis kau tunggulah disini kakakmu masih belum aman aku harus segera menolongnya"ucap Yuda.

"i....ii..Iya yuda....."ucap bunga dengan pipinya yang bersemu merah.

*****

"Kalian semua sudah aman sekarang, ikutilah saja jalan ini nanti akan tiba didesa tempat asal kalian"ucap Yuda.

"Tuan Yuda terima kasih atas pertolonganmu menyelamatkan kehormatan kami. Apa yang harus kami lakukan untuk membalas kebaikanmu pendekar?"ucap mereka semua. Sifat edan Yuda kembali kambuh.

"hehehehehe...Gampang saja kalian bisa mengecup pipiku satu-satu"gurau Yuda. Kelima gadis tersebut saling berpandangan sejenak lalu mereka berebutan memeluk Yuda.

Yuda yang kaget candaannya dianggap serius cuma diam saja dipeluk oleh kelima gadis yang hanya memakai pakaian apa adanya dan sekedar menutupi aurat terlarang mereka. Bunga yang merasa mulai jatuh hati kepada Yuda memeluknya dengan erat seakan-akan tidak mau terpisah lagi dan memberanikan diri mengecup bibir Yuda sehingga pemuda tampan itu tergagap.

"Sudah.....sudah....aku takut nanti aku khilaf dipeluk dan dicium gadis-gadis cantik seperti kalian"ujar yuda.

Kelima gadis hanya tertawa cekikikan seorang gadis yang mulai berani berkata,"khilaf juga tidak apa-apa pendekar, kami rela dan siap menyerahkan segenap tubuh kami kepadamu pendekar tampan kalau engkau mau"ucapnya dengan senyum-senyum.

Kelima perempuan cantik tersebut tertawa berbarengan melihat Yuda yang salah tingkah.

Wajah Yuda bersemu merah lalu mengelus rambut kelima gadis tersebut.

"Kalau nanti tuan pendekar melewati desa kami, tuan pendekar janganlah melupakan kami singgahlah didesa kami untuk kami bisa memberikan pelayanan desa kami yang terbaik kepada tuan pendekar"ucap salah seorang dari mereka.

Yuda terharu mendengar kata-kata kelima gadis tersebut.

"Iya aku berjanji kepada kalian semua boleh aku tahu nama-nama kalian?"tanya Yuda.

"Aku Ningsih, aku Widya, aku Ratih, aku Ningrum dan ini adikku bunga"ucap mereka bergantian.

Sang pendekar manggut-manggut.

"Aku Yuda edan berjanji kepada kalian kalau kelak aku datang ketempat kalian aku pasti akan mencari kalian. Aku pergi sekarang adik-adikku yang cantik......"ucap Yuda lalu melesat pergi seperti angin dari hadapan mereka.

******

"Braak", Warok Cakil memukul meja sampai hancur.

Ceritakan kepadaku bagaimana kejadiannya hingga Warok Kendil terbunuh ditengah markas kita yang berada di hutan dan Warok singkil terbunuh didepan mataku sendiri, ceritakan sejelas-jelasnya atau kupecahkan kepalamu!"bentak Warok Cakil sang pimpinan gerombolan karang lintang dengan kemarahan yang meluap-luap.

anak buah karang lintang memulai ceritanya dengan perasaan gentar.

Berawal saat ku mengutus anggota kita ke jati anom untuk menculik gadis-gadis perawan disana untuk dibawa kemari lalu dua hari kemudian salah satu anggota kita dibawah kepemimpinan warok kendil bertemu denganku dan menceritakan bahwa semua teman-temannya mati terbunuh oleh seorang gadis rupawan yang bersenjatakan selendang dan temannya yang lelaki mengenakan pakaian putih-putih.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Dadang Eliz

Dadang Eliz

gak jelas amat.. emang tau dr mana kl saudara dah mati.. dan org yg bunuh ada disitu..

2025-01-20

0

lihat semua
Episodes
1 Yuda Laksana
2 Lahirnya Seorang Pendekar Pembela Kebenaran
3 Pedang Naga Bumi
4 Yuda Edan
5 Mawar
6 Keterangan si Parut
7 Pertarungan Yuda dan Warok Kendil
8 Membuka Tabir Gelap Masa Lalu
9 Kematian Warok Kendil
10 Asmara Dua Insan
11 Yuda menyelamatkan perempuan yang tertawan
12 Formasi Tarian Iblis
13 Tameng Hijau Naga Bumi
14 Akhir Riwayat Gerombolan Karang Lintang
15 Perpisahan
16 Bayu & Mayangsari
17 Prakoso
18 Janji Yang Terkoyakkan
19 Kehamilan Mayangsari
20 Pertolongan Yuda
21 Pertarungan Yuda Dan Prakoso
22 Gerombolan Kelabang Biru
23 Sri Wulandari
24 Lembah Kesengsaraan Teluk Beting
25 Pertarungan Di Dasar Lembah
26 Kematian Raja Pisau Terbang
27 Ratu Rajawali Sesat
28 Yuda Terluka
29 Ki Merak Merah
30 Kembali Ke Lembah Kesengsaraan
31 Kematian Wulan
32 Setan Tuak
33 Pertolongan Yuda Kepada Ki Merak Merah
34 Biksu Dewa Salju
35 Ilmu Pelepas Raga
36 Gerombolan Setan Merah
37 Yuda Menolong Kuku Setan
38 Kekacauan Di Markas Setan Merah
39 Pertarungan Yuda Dan Sang Ketua
40 Kenanga Cantika
41 Perjalanan Ke Pulau Es
42 Ilmu Hamparan Salju
43 Kerajaan Di Dalam Laut
44 Yuda Menerobos Istana Setan Merah
45 Pukulan Tapak Merapi
46 Yuda Berhadapan Kembali Dengan Ketua Setan Merah
47 Matinya Sang Ketua Setan Merah dan Bubarnya Gerombolan Setan Merah
48 Kemunculan Ratu Laut Samudera Biru
49 Setan Kencing
50 Kenanga Diangkat Menjadi Murid Eyang Tapak Merapi
51 Dewa Tuak Kahyangan
52 Pendekar Empat Pedang Dari Utara
53 Naga Merah Bijaksana
54 Kiai Begawan Suci
55 Ratu Kerajaan Samudera Biru
56 Sri Ajeng Pameswari
57 Ratu Ular Iblis
58 Harimau Dewa Berbulu Salju
59 Kesembuhan Sang Puteri
60 Mata Naga Samudera Biru
61 Yuda Menolong Sekar Asih
62 Desa Rindangjati
63 Raden Jaya Gledek
64 Kedatangan Puteri Sri Intan Cakrabuwana
65 Pesan Rahasia
66 Kematian Iblis Tangan Sesat
67 Asmara Dua Insan
68 Keris Naga Sasra Dirampas
69 Tekad Raden Jaya Gledek
70 Penolong Merah
71 Naga Merah
72 Kematian Sekar Asih Dan Akhir Sebuah Kisah
73 Lembah Putus Cinta
74 Empat Jurus Pedang Cinta
75 Penculikan Sang Pengantin
76 Pertarungan Di Sungai Kates Blewah
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Yuda Laksana
2
Lahirnya Seorang Pendekar Pembela Kebenaran
3
Pedang Naga Bumi
4
Yuda Edan
5
Mawar
6
Keterangan si Parut
7
Pertarungan Yuda dan Warok Kendil
8
Membuka Tabir Gelap Masa Lalu
9
Kematian Warok Kendil
10
Asmara Dua Insan
11
Yuda menyelamatkan perempuan yang tertawan
12
Formasi Tarian Iblis
13
Tameng Hijau Naga Bumi
14
Akhir Riwayat Gerombolan Karang Lintang
15
Perpisahan
16
Bayu & Mayangsari
17
Prakoso
18
Janji Yang Terkoyakkan
19
Kehamilan Mayangsari
20
Pertolongan Yuda
21
Pertarungan Yuda Dan Prakoso
22
Gerombolan Kelabang Biru
23
Sri Wulandari
24
Lembah Kesengsaraan Teluk Beting
25
Pertarungan Di Dasar Lembah
26
Kematian Raja Pisau Terbang
27
Ratu Rajawali Sesat
28
Yuda Terluka
29
Ki Merak Merah
30
Kembali Ke Lembah Kesengsaraan
31
Kematian Wulan
32
Setan Tuak
33
Pertolongan Yuda Kepada Ki Merak Merah
34
Biksu Dewa Salju
35
Ilmu Pelepas Raga
36
Gerombolan Setan Merah
37
Yuda Menolong Kuku Setan
38
Kekacauan Di Markas Setan Merah
39
Pertarungan Yuda Dan Sang Ketua
40
Kenanga Cantika
41
Perjalanan Ke Pulau Es
42
Ilmu Hamparan Salju
43
Kerajaan Di Dalam Laut
44
Yuda Menerobos Istana Setan Merah
45
Pukulan Tapak Merapi
46
Yuda Berhadapan Kembali Dengan Ketua Setan Merah
47
Matinya Sang Ketua Setan Merah dan Bubarnya Gerombolan Setan Merah
48
Kemunculan Ratu Laut Samudera Biru
49
Setan Kencing
50
Kenanga Diangkat Menjadi Murid Eyang Tapak Merapi
51
Dewa Tuak Kahyangan
52
Pendekar Empat Pedang Dari Utara
53
Naga Merah Bijaksana
54
Kiai Begawan Suci
55
Ratu Kerajaan Samudera Biru
56
Sri Ajeng Pameswari
57
Ratu Ular Iblis
58
Harimau Dewa Berbulu Salju
59
Kesembuhan Sang Puteri
60
Mata Naga Samudera Biru
61
Yuda Menolong Sekar Asih
62
Desa Rindangjati
63
Raden Jaya Gledek
64
Kedatangan Puteri Sri Intan Cakrabuwana
65
Pesan Rahasia
66
Kematian Iblis Tangan Sesat
67
Asmara Dua Insan
68
Keris Naga Sasra Dirampas
69
Tekad Raden Jaya Gledek
70
Penolong Merah
71
Naga Merah
72
Kematian Sekar Asih Dan Akhir Sebuah Kisah
73
Lembah Putus Cinta
74
Empat Jurus Pedang Cinta
75
Penculikan Sang Pengantin
76
Pertarungan Di Sungai Kates Blewah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!