Tameng Hijau Naga Bumi

Tiba-tiba Broto tangan kanan warok kendil mengeluarkan suitan yang nyaring.

Maka bergeraklah barisan sebelah dalam yang berjumlah 8 orang dengan golok yang terhunus memutari sebelah kiri si pemuda dengan berteriak-teriak yang dapat menghancurkan gendang telinga lawan sedangkan barisan sebelah luar dengan orang tersebut berjumlah delapan juga bergerak memutari si pemuda dengan gerak yang berlawanan dari barisan sebelah dalam. keenambelas orang ini bergerak dengan mengeluarkan suara yang sangat memekakkan telinga dan dapat mengganggu konsentrasi lawannya.

Sang pemuda yang timbul edannya melihat mereka berteriak-teriak lalu ikutan berteriak sambil menari-nari dengan menggaruk-garuk kepalanya sambil matanya memperhatikan setiap gerakan yang ada dengan penglihatan yang sangat jeli sehingga gerakan sekecil apapun tidak akan terlepas dari pandangan si pemuda.

Gerakan yang pada mulanya hanya lamban dengan golok yang diacungkan kedepan lambat laun menjadi cepat, tambah cepat dan semakin cepat sehingga gerakan mereka terlihat seperti bayang-bayang iblis-iblis yang sedang menari mengincar musuhnya.

Karena putaran kedua barisan dalam dan luar yang mengurung si pemuda itu makin cepat dan bergerak berlawanan serta disertai dengan teriakan-teriakan memekakkan telinga serta mengacaukan pikiran si pemuda yang tetap tidak bergeming dari tempatnya berdiri namun lambat laun kedua pandangan si pemuda menjadi berkunang-kunang dan kepalanya pusing.

Sang pemuda berusaha tetap tenang dia tertegun untuk beberapa saat lamanya dan dipemandangan matanya ada bayangan iblis yang sedang menari dan lambat laun mendekat karena kedua barisan semakin menciut mengurung sang pemuda.

Tangan kanan sang warok yang bernama Broto itu melihat si pemuda seperti mulai terpengaruh dengan tarian iblis karena dia hanya diam mematung dengan teriakan nyaring menyerbu dan menebaskan goloknya ke kepala si pemuda yang terkurung rapat ditengah.

Serangan orang tersebut dilakukan secara pengecut yaitu dari sisi belakang si pemuda yang diam mematung akan tetapi sang pemuda yang tidak sadar maut sedang mengintai dirinya berlaku seperti orang edan bersiul-siul dan menggaruk kepalanya lalu tertawa sendiri.

Sang pemuda yang mempunyai pendengaran sangat terlatih hasil gembrengan dari eyang Braja Sedeng di puncak gunung bromo hanya merasakan sambaran angin dari sebelah belakang dirinya lalu cepat-cepat menggeser kaki ke depan, bergerak ke samping dan sambil membungkukkan diri lalu membalikkan badannya menghadapi datangnya serangan yang dilakukan secara pengecut oleh orang tersebut.

Golok orang tersebut lewat satu jengkal diatas kepala si pemuda yang berambut gondrong dan terikat oleh kain putih pemberian sang guru.

"Dasar monyet pengecut! Sudah main keroyok menyerang dari belakang pula"ujar si pemuda.

tangan kanan warok kendil yang mengetahui bahwa serangan yang dilakukannya gagal dia kembali ke barisan awal bagian luar.

Warok Cakil sang pemimpin yang melihat hal itu lalu berseru kepada si pemuda.

"Pemuda edan, sinting, gendeng lekas sebutkan kau punya nama bangsat supaya kami bisa membuat nisan di kuburanmu itupun kalau kami masih sempat membuatnya"ucap sang warok sambil tertawa terbahak.

Tiba-tiba disekeliling sang pemuda muncul cahaya hijau yang membentengi tubuh sang pemuda.

Bayangan iblis-iblis yang sedang menari mulai melakukan serangan.

Bayangan iblis yang mempunyai kuku-kuku yang panjang dan tajam siap merobek lawan, dengan rambut awut-awutan, serta gigi caling yang mencuat dari mulutnya dan penuh dengan darah mulai melakukan penyerangan. Lima bayangan iblis melayang menyerang sang pemuda dari lima jurusan.

Saat bayangan iblis itu bersentuhan dengan cahaya hijau yang menyelimuti tubuh sang pemuda tiba-tiba teriakan histeris keluar dari mulut iblis tersebut.

Tubuh mereka yang bersentuhan dengan cahaya hijau itu mulai terbakar hebat serta mengeluarkan erangan dahsyat lalu kelima bayangan tersebut menghilang dari hadapan sang pemuda.

Warok Cakil yang melihat serangan iblis tersebut gagal, lalu memberikan perintah barisan dalam dan luar untuk melakukan penyerangan kepada si pemuda.

Lima belas golok berebut cepat menyerang si pemuda dari berbagai arah.

Saat mereka menyentuh sinar hijau dari ajian tameng hijau naga bumi, mereka tersentak kaget karena hawa panas menyambar mereka sehingga mereka melompat mundur.

Edan sang pemuda mulai kambuh dan tertawa-tawa yang disertai dengan tenaga dalam membuat semua orang yang ada disana sakit pada gendang telinganya.

Warok Cakil dan Broto sang tangan kanan warok kendil itu tersentak kaget ternyata pemuda yang akan dipesiangi memiliki tenaga dalam yang hebat sehingga mereka segera menutup indera pendengaran mereka sehingga tawa sang pemuda tidak berpengaruh pada mereka sedangkan yang terjadi pada lima belas anak buah yang tersisa merasakan sakit yang luar biasa pada gendang telinga mereka sehingga mengeluarkan darah pada gendang telinga mereka semua, mereka semua bergulingan terkapar karena tawa sang pemuda selain menghancurkan gendang telinga memukul hancur juga jantung mereka sehingga formasi mereka hancur lebur dan mayat mereka berhamparan disekitar Warok Cakil dan broto.

Kaget mereka tiada terkira melihat kesaktian sang pemuda.

"Monyet berewok kau lihat mayat-mayat mereka yang kalian bawa dalam kesesatan dan mati dalam kesesatan, dosa mereka kalian yang harus pikul dan kalau kau mau tahu namaku pasang telingamu baik-baik bangsat, aku "Yuda Edan".....kau boleh tulis namaku nanti dinisanku kelak kalau ku mati disini sedangkan kau monyet dan kambrat-kambratmu ini kalau kalian semua terbunuh olehku maka tubuh kalian akan aku lemparkan kepada burung pemakan bangkai itupun kalau mereka doyan akan daging kalian yang penuh dengan kejahatan. Mungkin kalian tidak tahu siapa aku, aku akan perjelas didepan kalian sebelum nyawa busuk kalian kurenggut dari tubuh busuk kalian. Aku adalah seorang anak manusia yang terenggut dari kasih sayang orang tua yang telah mati terbunuh oleh tangan-tangan durhaka kalian. Tujuh belas tahun silam kalian sudah membunuh seorang kepala desa yang mencintai rakyatnya dan memperkosa isterinya di desa Mulya Rimbun. Apakah kalian masih ingat peristiwa tersebut, bangsat?"ucap Yuda dengan kemarahan yang besar.

Kaget mereka tiada terperi.

"terus apa hubunganmu dengan mereka yang sekarang sudah hancur dimakan tanah bocah edan?"tanya warok Cakil.

Yuda sangat geram mendengar perkataan mereka dan melanjutkan perkataannya.

"Aku adalah anak mereka yang datang untuk menuntut balas akan kematian mereka dan sekarang aku kasih kalian kesempatan untuk mengeluarkan semua kepandaian kalian karena hari ini kalian berdua harus mati ditanganku untuk menebus semua dosa kalian dimasa lampau"ucap Yuda dengan raut wajah kemarahan.

Warok Cakil sang ketua menyadari bahwa pemuda tersebut memiliki ilmu kesaktian tinggi.

Dia melirik kepada broto tangan kanan kendil yang sudah menguasai hampir delapan puluh persen kepandaian dari warok kendil sendiri. "kita keluarkan ilmu tiga golok penghancur jiwa"ucap warok Cakil perlahan kepada broto yang hanya bisa mengangguk dan kalau dia mau jujur ingin rasanya dia meninggalkan tempat itu karena dia masih ingin hidup.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Jumadi 0707

Jumadi 0707

pendek bnr dah hbs jualan trs

2025-01-04

0

Abdul Rouf

Abdul Rouf

kaleng kaleng baru beberapa bait dah habis

2024-10-31

0

Wahyu Indra

Wahyu Indra

ayo thor lanjutkan jgn bikin penasaran

2024-10-31

0

lihat semua
Episodes
1 Yuda Laksana
2 Lahirnya Seorang Pendekar Pembela Kebenaran
3 Pedang Naga Bumi
4 Yuda Edan
5 Mawar
6 Keterangan si Parut
7 Pertarungan Yuda dan Warok Kendil
8 Membuka Tabir Gelap Masa Lalu
9 Kematian Warok Kendil
10 Asmara Dua Insan
11 Yuda menyelamatkan perempuan yang tertawan
12 Formasi Tarian Iblis
13 Tameng Hijau Naga Bumi
14 Akhir Riwayat Gerombolan Karang Lintang
15 Perpisahan
16 Bayu & Mayangsari
17 Prakoso
18 Janji Yang Terkoyakkan
19 Kehamilan Mayangsari
20 Pertolongan Yuda
21 Pertarungan Yuda Dan Prakoso
22 Gerombolan Kelabang Biru
23 Sri Wulandari
24 Lembah Kesengsaraan Teluk Beting
25 Pertarungan Di Dasar Lembah
26 Kematian Raja Pisau Terbang
27 Ratu Rajawali Sesat
28 Yuda Terluka
29 Ki Merak Merah
30 Kembali Ke Lembah Kesengsaraan
31 Kematian Wulan
32 Setan Tuak
33 Pertolongan Yuda Kepada Ki Merak Merah
34 Biksu Dewa Salju
35 Ilmu Pelepas Raga
36 Gerombolan Setan Merah
37 Yuda Menolong Kuku Setan
38 Kekacauan Di Markas Setan Merah
39 Pertarungan Yuda Dan Sang Ketua
40 Kenanga Cantika
41 Perjalanan Ke Pulau Es
42 Ilmu Hamparan Salju
43 Kerajaan Di Dalam Laut
44 Yuda Menerobos Istana Setan Merah
45 Pukulan Tapak Merapi
46 Yuda Berhadapan Kembali Dengan Ketua Setan Merah
47 Matinya Sang Ketua Setan Merah dan Bubarnya Gerombolan Setan Merah
48 Kemunculan Ratu Laut Samudera Biru
49 Setan Kencing
50 Kenanga Diangkat Menjadi Murid Eyang Tapak Merapi
51 Dewa Tuak Kahyangan
52 Pendekar Empat Pedang Dari Utara
53 Naga Merah Bijaksana
54 Kiai Begawan Suci
55 Ratu Kerajaan Samudera Biru
56 Sri Ajeng Pameswari
57 Ratu Ular Iblis
58 Harimau Dewa Berbulu Salju
59 Kesembuhan Sang Puteri
60 Mata Naga Samudera Biru
61 Yuda Menolong Sekar Asih
62 Desa Rindangjati
63 Raden Jaya Gledek
64 Kedatangan Puteri Sri Intan Cakrabuwana
65 Pesan Rahasia
66 Kematian Iblis Tangan Sesat
67 Asmara Dua Insan
68 Keris Naga Sasra Dirampas
69 Tekad Raden Jaya Gledek
70 Penolong Merah
71 Naga Merah
72 Kematian Sekar Asih Dan Akhir Sebuah Kisah
73 Lembah Putus Cinta
74 Empat Jurus Pedang Cinta
75 Penculikan Sang Pengantin
76 Pertarungan Di Sungai Kates Blewah
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Yuda Laksana
2
Lahirnya Seorang Pendekar Pembela Kebenaran
3
Pedang Naga Bumi
4
Yuda Edan
5
Mawar
6
Keterangan si Parut
7
Pertarungan Yuda dan Warok Kendil
8
Membuka Tabir Gelap Masa Lalu
9
Kematian Warok Kendil
10
Asmara Dua Insan
11
Yuda menyelamatkan perempuan yang tertawan
12
Formasi Tarian Iblis
13
Tameng Hijau Naga Bumi
14
Akhir Riwayat Gerombolan Karang Lintang
15
Perpisahan
16
Bayu & Mayangsari
17
Prakoso
18
Janji Yang Terkoyakkan
19
Kehamilan Mayangsari
20
Pertolongan Yuda
21
Pertarungan Yuda Dan Prakoso
22
Gerombolan Kelabang Biru
23
Sri Wulandari
24
Lembah Kesengsaraan Teluk Beting
25
Pertarungan Di Dasar Lembah
26
Kematian Raja Pisau Terbang
27
Ratu Rajawali Sesat
28
Yuda Terluka
29
Ki Merak Merah
30
Kembali Ke Lembah Kesengsaraan
31
Kematian Wulan
32
Setan Tuak
33
Pertolongan Yuda Kepada Ki Merak Merah
34
Biksu Dewa Salju
35
Ilmu Pelepas Raga
36
Gerombolan Setan Merah
37
Yuda Menolong Kuku Setan
38
Kekacauan Di Markas Setan Merah
39
Pertarungan Yuda Dan Sang Ketua
40
Kenanga Cantika
41
Perjalanan Ke Pulau Es
42
Ilmu Hamparan Salju
43
Kerajaan Di Dalam Laut
44
Yuda Menerobos Istana Setan Merah
45
Pukulan Tapak Merapi
46
Yuda Berhadapan Kembali Dengan Ketua Setan Merah
47
Matinya Sang Ketua Setan Merah dan Bubarnya Gerombolan Setan Merah
48
Kemunculan Ratu Laut Samudera Biru
49
Setan Kencing
50
Kenanga Diangkat Menjadi Murid Eyang Tapak Merapi
51
Dewa Tuak Kahyangan
52
Pendekar Empat Pedang Dari Utara
53
Naga Merah Bijaksana
54
Kiai Begawan Suci
55
Ratu Kerajaan Samudera Biru
56
Sri Ajeng Pameswari
57
Ratu Ular Iblis
58
Harimau Dewa Berbulu Salju
59
Kesembuhan Sang Puteri
60
Mata Naga Samudera Biru
61
Yuda Menolong Sekar Asih
62
Desa Rindangjati
63
Raden Jaya Gledek
64
Kedatangan Puteri Sri Intan Cakrabuwana
65
Pesan Rahasia
66
Kematian Iblis Tangan Sesat
67
Asmara Dua Insan
68
Keris Naga Sasra Dirampas
69
Tekad Raden Jaya Gledek
70
Penolong Merah
71
Naga Merah
72
Kematian Sekar Asih Dan Akhir Sebuah Kisah
73
Lembah Putus Cinta
74
Empat Jurus Pedang Cinta
75
Penculikan Sang Pengantin
76
Pertarungan Di Sungai Kates Blewah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!