Perpisahan

Saat Yuda dan Mawar Dewi selendang merah memasuki perkampungan rampok Karang Lintang dengan menenteng kepala warok Cakil dan Broto, puluhan orang menghampiri mereka dengan golok terhunus.

Yuda tetap tenang sambil mengangkat kepala Warok Cakil sang pimpinan.

Yuda lalu berkata,"siapa yang ingin bernasib sama seperti pimpinan kalian, majulah untuk segera menyusulnya"ucap Yuda dengan lantang dan disertai pengerahan tenaga dalam tinggi sambil mengangkat kepala warok Cakil yang ditentengnya.

Saat mereka semua melihat potongan kepala yang dibawa adalah kepala pimpinan mereka sendiri, tanpa aba-aba mereka langsung melemparkan golok mereka ketanah dan menyerah sambil berlutut lalu menempelkan telapak tangan mereka diletakkan di dahi. Mereka berkata, "ampuni kami pendekar-pendekar muda kami terpaksa melakukan hal ini dan ini semua bertentangan dengan hati nurani kami karena istri dan anak-anak kami ditawan oleh mereka"ucap mereka sambil terus berlutut. "Bangunlah kalian semua aku tidak akan menghukum kalian. Sekarang kalian semua sudah menjadi orang merdeka dan tidak ada lagi yang akan menyakiti kalian. Lebih baik kalian tetap tinggal disini dan bangun kampung ini untuk menjadi lebih baik lagi tetapi harus kalian ingat baik-baik pesanku ini apabila suatu saat kalian mempergunakan kampung ini menjadi markas kalian kembali untuk melakukan kejahatan aku akan datang kembali dan menebas batang leher kalian satu-satu juga kampung ini akan aku hancurkan dan bumihanguskan, camkan hal ini baik-baik!!!"ancam Yuda.

"Terima kasih tuan pendekar kami berjanji akan menjalani hidup yang baik dan tidak berbuat jahat lagi"ucap mereka serempak. Yuda tersenyum lalu berkata,"kisanak semua lemparkan kedua potongan kepala ini kedalam hutan sebagai bentuk hukuman yang terbaik untuk mereka atas dosa kejahatan mereka yang sudah melebihi takaran"ucap Yuda.

"Pendekar-pendekar muda kami mohon beristirahatlah ditempat ini. Kalian adalah tuan penyelamat kami semua dan ijinkanlah kami untuk melayani kisanak dan nisanak karena hari sudah mulai malam biar kami semua yang akan membereskan semua mayat-mayat itu karena diantara mereka ada juga keluarga kami yang terbunuh"ucap salah seorang dari mereka.

"Maafkan saya kisanak yang telah membunuh mereka semua"ucap Yuda menyesali semua yang sudah terjadi.

"Tidak apa-apa tuan pendekar kami benar-benar mengerti akan keadaan ini, mereka semua juga sudah jauh tersesat dan semakin bergelimang akan dosa yang disebabkan oleh ketiga warok itu"ucap orang itu kembali.

"Terima kasih kisanak semua bisa memaafkan saya"ucap yuda.

"Pendekar bisa menempati rumah yang ditinggali oleh Warok Cakil untuk beristirahat disana"ucap orang tersebut.

"Baiklah kalau itu adalah keinginan kalian semua sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas perhatian kisanak semua"ucap Yuda. "Kami yang seharusnya berterima kasih kepada tuan pendekar yang telah membebaskan kami dari pengaruh jahat ketiga warok tersebut sehingga kami pun menempuh jalan yang salah....

*****

"Kakang Yuda setelah ini kau mau pergi kemana? bolehkah aku ikut engkau kemanapun engkau pergi?"tanya Mawar dengan penuh harapan.

Yuda mengelus rambut hitam mewangi mawar yang panjang sepinggang.

"Aku ini hanyalah seorang pengembara Mawar, aku bisa pergi kemanapun aku dibutuhkan karena kejahatan harus diberantas tidak boleh dibiarkan"ucap Yuda sambil terus membelai rambut mawar.

"Tapi bolehkah aku mengikutimu?"tanya mawar mengulangi pertanyaannya yang belum Yuda jawab.

"Perjalananku dalam rimba persilatan penuh dengan bahaya mawar, aku tidak ingin terjadi apa-apa terhadapmu"ucap Yuda perlahan karena Yuda tidak ingin melukai hati gadis secantik bidadari itu.

Terlihat oleh Yuda butiran air bening menghiasi pipi halus mawar.

"Kakang Yuda aku jatuh cinta kepadamu jangan tinggalkan aku kakang!!!"ucap mawar sambil menggenggam tangan yuda.

"Sudahlah Mawar jangan dibahas lagi"ucap Yuda lalu mengecup kening perempuan cantik itu.

Mawar menggeliat manja lalu mencium bibir Yuda dengan lembut.

Yuda membalas ciuman tersebut sehingga lidah mereka saling membelit dan menghisap.

"Kakang aku ingin lebih dari ini.....!!!rintih mawar memelas dan berbisik.

Mawar mulai melepaskan ikatan kain pakaiannya sehingga terjatuh dilantai.

Tubuh Mawar yang tanpa sehelai benangpun masih melekat ditubuhnya, dengan kulit yang putih dan sepasang gunung kembar yang besar ditambah lembah yang ditumbuhi semak-semak hitam liar menambah keindahan pada pemandangan yuda.

Mawar memejamkan matanya dan menunggu dengan degup jantung yang berdetak cepat. Yuda mendekatinya dan memeluknya dengan lembut, bibir keduanya berpaut kembali dan Yuda mulai menjamah setiap bagian tubuh mawar yang panas membara.

Ciuman, rabaan, remasan dan desahan menghiasi aktivitas mereka dimalam itu. Yuda sangat menghargai Dewi dan tidak ingin merusak kehidupan Dewi tanpa harus melakukan perbuatan terlarang yang dikutuk para dewa tersebut sampai mereka tertidur. Saat sinar matahari mulai merembes masuk keruangan itu, Yuda menunggu dan menatap wajah mawar yang sangat cantik saat mawar tertidur sampai perempuan itu terbangun dari tidur lelapnya.

Saat mawar mulai terbangun dan tersenyum melihat Yuda pemuda yang dikasihinya itu ada didepannya.

Yuda berkata,"pakai kembali pakaianmu Mawar karena saat itu perempuan cantik itu masih belum mengenakan apa-apa tubuhnya tidak terlindung oleh selembar benangpun. Mawar alias Dewi selendang merah bersemu merah wajahnya.

Setelah mawar selesai berpakaian dengan rapi tiba-tiba tangan Yuda meluncur ke urat besar dipangkal lehernya sontak saat itu juga mawar tidak dapat bergerak tapi mulutnya masih bisa berucap.

"Apa maksud semua ini kakang?"ucap mawar dalam kebingungannya.

"Maafkan aku mawar... totokan ini akan lepas dengan sendirinya dalam hitungan keseribu. Terima kasih untuk semua yang engkau berikan untukku, percayalah aku tidak akan mungkin melupakanmu seumur hidupku. Aku terpaksa melakukan hal ini mawar, aku mohon maafkan diriku karena beban yang ditaruh guru dipundakku sangat besar Mawar dan aku tidak ingin engkau mendapat celaka saat bersamaku. Aku juga mengasihimu Mawar, jika umur kita sama panjang kita pasti akan bertemu kali"ucap Yuda dan tanpa disadarinya setitik air mata mengalir dipipinya.

"Yuda jangan tinggalkan aku...Yuda aku benar-benar cinta kepadamu kakang...."ucap mawar sambil terisak dan butiran-butiran air mata bening jatuh menghiasi pipinya yang putih dan halus.

Yuda langsung memeluk Mawar yang sudah mengisi hari-harinya berapa hari ini dan mengecup bibirnya.

"Sampai berjumpa kembali mawarku....aku akan selalu mengingat kenangan yang pernah kita lewati bersama"ucap Yuda.

"Yud...."ucap mawar terputus karena dengan cepat Yuda menotok pita suara Mawar sehingga tidak dapat berbicara.

Yuda memeluk kembali tubuh Mawar yang telah memberikan kehangatan kepadanya. "Selamat tinggal Mawar....."ucap Yuda dan mengecup bibir mawar dengan lembut lalu Yuda membuka jendela dan melesat seperti angin ke arah matahari terbit.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

pendekar angin barat

pendekar angin barat

beban satu di lepas...mari bertualang

2025-01-10

0

lihat semua
Episodes
1 Yuda Laksana
2 Lahirnya Seorang Pendekar Pembela Kebenaran
3 Pedang Naga Bumi
4 Yuda Edan
5 Mawar
6 Keterangan si Parut
7 Pertarungan Yuda dan Warok Kendil
8 Membuka Tabir Gelap Masa Lalu
9 Kematian Warok Kendil
10 Asmara Dua Insan
11 Yuda menyelamatkan perempuan yang tertawan
12 Formasi Tarian Iblis
13 Tameng Hijau Naga Bumi
14 Akhir Riwayat Gerombolan Karang Lintang
15 Perpisahan
16 Bayu & Mayangsari
17 Prakoso
18 Janji Yang Terkoyakkan
19 Kehamilan Mayangsari
20 Pertolongan Yuda
21 Pertarungan Yuda Dan Prakoso
22 Gerombolan Kelabang Biru
23 Sri Wulandari
24 Lembah Kesengsaraan Teluk Beting
25 Pertarungan Di Dasar Lembah
26 Kematian Raja Pisau Terbang
27 Ratu Rajawali Sesat
28 Yuda Terluka
29 Ki Merak Merah
30 Kembali Ke Lembah Kesengsaraan
31 Kematian Wulan
32 Setan Tuak
33 Pertolongan Yuda Kepada Ki Merak Merah
34 Biksu Dewa Salju
35 Ilmu Pelepas Raga
36 Gerombolan Setan Merah
37 Yuda Menolong Kuku Setan
38 Kekacauan Di Markas Setan Merah
39 Pertarungan Yuda Dan Sang Ketua
40 Kenanga Cantika
41 Perjalanan Ke Pulau Es
42 Ilmu Hamparan Salju
43 Kerajaan Di Dalam Laut
44 Yuda Menerobos Istana Setan Merah
45 Pukulan Tapak Merapi
46 Yuda Berhadapan Kembali Dengan Ketua Setan Merah
47 Matinya Sang Ketua Setan Merah dan Bubarnya Gerombolan Setan Merah
48 Kemunculan Ratu Laut Samudera Biru
49 Setan Kencing
50 Kenanga Diangkat Menjadi Murid Eyang Tapak Merapi
51 Dewa Tuak Kahyangan
52 Pendekar Empat Pedang Dari Utara
53 Naga Merah Bijaksana
54 Kiai Begawan Suci
55 Ratu Kerajaan Samudera Biru
56 Sri Ajeng Pameswari
57 Ratu Ular Iblis
58 Harimau Dewa Berbulu Salju
59 Kesembuhan Sang Puteri
60 Mata Naga Samudera Biru
61 Yuda Menolong Sekar Asih
62 Desa Rindangjati
63 Raden Jaya Gledek
64 Kedatangan Puteri Sri Intan Cakrabuwana
65 Pesan Rahasia
66 Kematian Iblis Tangan Sesat
67 Asmara Dua Insan
68 Keris Naga Sasra Dirampas
69 Tekad Raden Jaya Gledek
70 Penolong Merah
71 Naga Merah
72 Kematian Sekar Asih Dan Akhir Sebuah Kisah
73 Lembah Putus Cinta
74 Empat Jurus Pedang Cinta
75 Penculikan Sang Pengantin
76 Pertarungan Di Sungai Kates Blewah
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Yuda Laksana
2
Lahirnya Seorang Pendekar Pembela Kebenaran
3
Pedang Naga Bumi
4
Yuda Edan
5
Mawar
6
Keterangan si Parut
7
Pertarungan Yuda dan Warok Kendil
8
Membuka Tabir Gelap Masa Lalu
9
Kematian Warok Kendil
10
Asmara Dua Insan
11
Yuda menyelamatkan perempuan yang tertawan
12
Formasi Tarian Iblis
13
Tameng Hijau Naga Bumi
14
Akhir Riwayat Gerombolan Karang Lintang
15
Perpisahan
16
Bayu & Mayangsari
17
Prakoso
18
Janji Yang Terkoyakkan
19
Kehamilan Mayangsari
20
Pertolongan Yuda
21
Pertarungan Yuda Dan Prakoso
22
Gerombolan Kelabang Biru
23
Sri Wulandari
24
Lembah Kesengsaraan Teluk Beting
25
Pertarungan Di Dasar Lembah
26
Kematian Raja Pisau Terbang
27
Ratu Rajawali Sesat
28
Yuda Terluka
29
Ki Merak Merah
30
Kembali Ke Lembah Kesengsaraan
31
Kematian Wulan
32
Setan Tuak
33
Pertolongan Yuda Kepada Ki Merak Merah
34
Biksu Dewa Salju
35
Ilmu Pelepas Raga
36
Gerombolan Setan Merah
37
Yuda Menolong Kuku Setan
38
Kekacauan Di Markas Setan Merah
39
Pertarungan Yuda Dan Sang Ketua
40
Kenanga Cantika
41
Perjalanan Ke Pulau Es
42
Ilmu Hamparan Salju
43
Kerajaan Di Dalam Laut
44
Yuda Menerobos Istana Setan Merah
45
Pukulan Tapak Merapi
46
Yuda Berhadapan Kembali Dengan Ketua Setan Merah
47
Matinya Sang Ketua Setan Merah dan Bubarnya Gerombolan Setan Merah
48
Kemunculan Ratu Laut Samudera Biru
49
Setan Kencing
50
Kenanga Diangkat Menjadi Murid Eyang Tapak Merapi
51
Dewa Tuak Kahyangan
52
Pendekar Empat Pedang Dari Utara
53
Naga Merah Bijaksana
54
Kiai Begawan Suci
55
Ratu Kerajaan Samudera Biru
56
Sri Ajeng Pameswari
57
Ratu Ular Iblis
58
Harimau Dewa Berbulu Salju
59
Kesembuhan Sang Puteri
60
Mata Naga Samudera Biru
61
Yuda Menolong Sekar Asih
62
Desa Rindangjati
63
Raden Jaya Gledek
64
Kedatangan Puteri Sri Intan Cakrabuwana
65
Pesan Rahasia
66
Kematian Iblis Tangan Sesat
67
Asmara Dua Insan
68
Keris Naga Sasra Dirampas
69
Tekad Raden Jaya Gledek
70
Penolong Merah
71
Naga Merah
72
Kematian Sekar Asih Dan Akhir Sebuah Kisah
73
Lembah Putus Cinta
74
Empat Jurus Pedang Cinta
75
Penculikan Sang Pengantin
76
Pertarungan Di Sungai Kates Blewah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!