Mawar

"tetangga tidak tahu bagaimana mencariku karena aku pergi tanpa pamit kepada mereka"ucap mawar.

"aku turut berdukacita mengenai ibumu mawar yang penting kau sudah menyambangi makam ibumu, saya percaya ibumu bahagia melihat kedatanganmu. Sekarang kau hendak kemana mawar?"tanya Yuda.

"aku tidak tahu Yuda mungkin hanya menuruti langkah kakiku saja. Makam siapa yang kau doakan Yuda?"tanya mawar.

"kedua orang tuaku mawar kau masih beruntung masih bisa melihat wajah orang tuamu sedangkan aku sama sekali tidak pernah melihat wajah mereka"ucap Yuda.

"kenapa bisa seperti itu?"tanya mawar.

"mereka dibunuh orang saat aku masih bayi dan kalau tidak ditolong mungkin aku sudah meninggal sejak bayi"ucap Yuda.

"siapa yang sudah membunuh orang tuamu Yuda?"tanya mawar.

"menurut guruku mereka menamakan kelompoknya dengan nama gerombolan rampok Karang Lintang!"ucap Yuda.

"apa....???!!"seru mawar kaget.

"kau mengenal mereka mawar?"tanya Yuda.

"aku memang tidak mengenal mereka tapi aku punya dendam seribu karat kepada mereka karena rampok itu yang telah membunuh ayahku dan kekasihku!"ucap Mawar dengan nafas memburu seakan-akan ia hendak menghempaskan kekesalannya yang sangat menyesakkan dada.

"mawar apa yang kau ketahui tentang kelompok itu?"tanya Yuda.

"kelompok itu sangat ganas Yuda semakin hari kelompok mereka semakin besar dan ditakuti tapi sayangnya markas mereka selalu berpindah sehingga sulit untuk ditumpas"ucap mawar.

"apakah engkau mengetahui siapa pemimpin mereka?"tanya Yuda.

"kalau aku tidak salah Yuda kelompok mereka dipimpin oleh tiga warok yang bernama warok Cakil sebagai ketua, warok singkil dan warok kendil tangan kanannya dan mereka bertiga satu perguruan. Mereka tidak segan-segan membantai orang yang menghalangi perbuatan mereka tanpa ampun"ucap mawar.

"berarti benar keterangan yang aku dapat dan sepertinya aku membutuhkan bantuanmu nisanak karena kita memiliki musuh yang sama itupun kalau nisanak tidak keberatan"ucap Yuda.

"Aku tidak keberatan kisanak karena kita satu tujuan"ucap mawar.

Lalu keduanya melangkah pergi meninggalkan pekuburan desa Mulya Rimbun.

Saat keduanya memasuki suatu desa yang cukup makmur.

Keduanya menjadi pusat perhatian semua orang karena yang pemuda berpakaian putih dan memiliki paras yang sangat tampan sedangkan yang perempuan berpakaian merah dengan kulit yang putih sehingga sangat kontras dengan pakaian yang dikenakannya juga paras yang cantik jelita laksana bidadari.

"kakang disana sepertinya ada kedai, mari kita makan dulu kakang sekaligus kita cari keterangan tentang markas gerombolan itu"ucap mawar dan Yuda mengangguk setuju karena perutnya sudah berbunyi dari tadi minta diisi.

Yuda dan Mawar melangkahkan kakinya kedalam kedai dan menuju kesalah satu sudut dalam kedai tersebut.

Seorang perempuan setengah baya menghampiri mereka berdua.

Perempuan ini memakai pakaian yang dipotong cukup rendah pada bagian dada sehingga membuat sepasang gunung kembarnya yang besar montok dan putih hampir mencuat keluar ditambah celana yang dikenakan tergantung diatas lutut menampilkan paha yang putih bersih membuat setiap mata lelaki tidak bosan-bosan memandangnya bahkan tidak sedikit pengunjung yang curi-curi pandang kepadanya saat ia melewati mereka membawakan makanan untuk pesanan pengunjung.

Orang-orang disana mengenal namanya dengan sebutan Nyi dewi.

"Mau makan apa cah bagus?dia kekasihmu ya?"Tanya nyi dewi.

Yuda memperhatikan sosok nyi Dewi dan meneguk air liur biar bagaimanapun Yuda adalah seorang lelaki yang tidak pernah melihat pemandangan seperti itu seumur hidupnya tergerak juga matanya untuk melihat sosok yang sangat indah didepannya.

Mawar langsung bereaksi,"aku bukan kekasihnya kami hanya berteman"ucap mawar dengan wajah memerah sedangkan Yuda hanya senyum-senyum saja sambil menggaruk kepalanya.

"Oh hanya teman berarti boleh nyi mendekati temanmu ya?hehehehe"ucap nyi Dewi pemilik kedai.

"silahkan saja kalau kakang Yuda bersedia!"ucap mawar ketus.

"Cah bagus mau makan apa?"ucap nyi Dewi untuk kedua kalinya sambil tersenyum karena bagi sang pemilik kedai diperhatikan seperti itu sudah hal yang biasa dalam hidupnya. "Mmmmmh....apa....Yuda tergagap"ucap Yuda dan membuat mawar senyum-senyum.

"mau makan apa?"Ulang sang pemilik kedai. "Oh iya Nyi perut saya lapar sekali tapi jujur kami tidak bawa banyak uang, sajikan saja makanan yang murah nyi asal perut kami bisa diisi! Sahut Yuda.

"Panggil Nyai Dewi saja cah bagus. kalian berdua bukan penduduk sini ya?"tanya nyi Dewi.

"Iya Nyi kami seorang pengembara yang membiarkan kaki ini membawa kami ketempat yang dia suka"ucap Yuda lalu sambil manggut-manggut nyi dewi melangkah kedalam untuk menyiapkan pesanan makanan yang dipesan mereka. Tidak berapa lama nyi Dewi kembali dengan membawa sebakul nasi yang masih mengepulkan uap dan sepotong ikan goreng ditambah sekendi air minum.

Sambil tersenyum dia berkata, "silahkan makan!"ucap nyi dewi.

Tiba-tiba masuklah ke dalam kedai itu dua orang berpakaian hitam dan menenteng sebilah golok didalam sarung lalu duduk dibagian meja paling depan sambil mengangkat kaki sehingga Yuda dan mawar dapat melihat jelas perawakan kedua orang ini.

Keduanya memelihara cambang bawuk yang meranggas dan salah seorang dari mereka ada bekas luka yang cukup panjang dilengannya sedangkan satunya bertubuh gemuk dan juga memelihara cambak bawuk meranggas dan terlihat sangat kasar.

"Nyi bawakan kami makanan yang terlezat disini, cepat....!teriak orang yang memiliki parut dilengannya.

Tidak lama kemudian muncul nyi dewi dengan gemetar membawakan sebakul besar nasi dan ayam goreng utuh.

"Lama benar nyi..."bentak si gempal sambil tangannya merayap menyentuh dan mengusap paha nyi dewi yang putih menggoda.

Nyi dewi membiarkan saja tangan tersebut mengelus dan menggerayangi pahanya yang mulus tanpa berani menegurnya.

"Mau minum apa kisanak?" Kata nyi dewi gemetar.

"Bawakan kemari segentong besar tuak yang paling enak!"ucap si gempal kembali.

"baik silahkan ditunggu, Saya akan segera bawakan kemari"sahut nyi dewi sambil melangkah kedalam untuk menyiapkan pesanan tersebut.

Tidak lama kemudian nyi Dewi kembali dengan membawa segentong tuak besar yang berbau harum.

"Silahkan disantap kisanak!"ucap nyi Dewi dengan bibir tergetar.

Yuda dan mawar memperhatikan setiap gerakan yang dibuat oleh kedua cecunguk tersebut lalu Yuda berkata,"Nyi kami sudah selesai berapa yang harus saya bayar?"ucap Yuda.

Nyi Dewi menyebutkan harga yang harus di bayar.

"Aduh nyi saya sudah bilang jangan mahal-mahal"ucap Yuda dan mawar hanya diam saja.

"Itu sudah yang paling murah kisanak"ucap nyi Dewi.

Tiba-tiba si lengan parut tertawa terbahak-bahak.

"Monyet gondrong kalau kau tidak punya uang jangan makan disini masuk hutan cari makanan disana hahahahaha"tawanya memenuhi kedai tersebut, mawar ingin bertindak tapi Yuda langsung memegang tangannya dan menggeleng.

Si gempal pun juga tertawa terbahak-bahak sehingga paha ayam yang sedang digeragot terlempar keluar.

"Monyet kau mau uang tidak?"Kata si parut. "Mau saja kalau dikasih"kata Yuda.

"Siapa namamu gondrong?"si gempal bertanya.

"Yuda"kata si pemuda.

"Yuda apa....! Bentak siparut.

"Yuda Edan"sahut si pemuda.

"Apa....edan..! Hahahaha..."kedua bewok ini tertawa terbahak-bahak.

"oh ternyata hanya monyet edan"ledek mereka.

Yuda hanya tersenyum.

"kalau kau mau uang berlutut dan pungut makanan yang jatuh ditanah!"perintah kedua orang ini sambil tertawa terbahak-bahak sedangkan mawar sudah mendidih kemarahannya.

Yuda merogoh kantong perbekalannya dan mengambil uang kepengan yang kecil lalu tanpa terlihat oleh mata, Yuda melemparkan 2 uang tersebut ke pangkal leher kedua bewok tersebut sehingga tiba-tiba suara tertawa mereka menghilang ternyata yuda menotok kedua orang tersebut dengan totokan jarak jauh yang lihai.

Sehingga tampang mereka berdua terlihat sangat lucu dengan mulut yang terbuka. Posisi si parut sedang memegang kepala sedangkan si gempal sedang mengangkat kedua tangannya.

Nyi Dewi yang melihat hal itu sangat kaget dan tanpa dia sadari pemuda tampan dan pemudi cantik tersebut ternyata seorang pendekar.

"Apa yang sudah kau lakukan terhadap mereka?"tanya nyi Dewi.

Hanya memberikan sedikit pelajaran sopan santun nyi agar lain kali bisa hati-hati dalam bersikap dan berbicara tidak seenak udelnya saja.

"Sampai kapan mereka akan seperti itu?"kejar nyi dewi.

"Sebelum matahari terbenam mereka sudah akan lepas dari totokan tersebut, jangan khawatir nyi"ucap yuda.

Lalu Yuda berkata kembali, "Nyi dewi ada yang ingin aku tanyakan kepada nyi, apakah nyi tahu tentang gerombolan karang lintang?"tanya Yuda.

Mendengar Yuda menanyakan tentang gerombolan yang meresahkan itu tiba-tiba nyi Dewi langsung celingak celinguk dengan perasaan takut.

"kenapa nyi?apa yang nyi takutkan?"tanya yuda.

"mereka sangat kejam kisanak, bulan lalu mereka datang ketempat ini lalu mengobrak abrik tempat ini dan diriku pun tidak lepas dari perlakuan mesum mereka. Diriku digagahi mereka bergantian lalu setelah puas diriku ditinggalkan begitu saja seperti sampah"ucap nyi Dewi dan ada air mata berlinang dipipinya.

"kami akan membalas perlakuan mereka nyi apakah nyi tahu dimana markas mereka?"ucap mawar yang akhirnya berbicara.

"tidak sengaja aku mendengar mereka menyebut-nyebut bukit kapur tapi aku tidak tahu dimana letaknya"ucap nyi dewi.

"Terima kasih Nyi atas keterangannya semoga kita bisa bertemu kembali nyai yang cantik"ucap yuda lalu mereka berdua melesat pergi meninggalkan kedai tersebut.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Disimpang Jalen

Disimpang Jalen

baru sampe sini,,dialok untuk panggilan sedikit kurang nyaman,,dari panggilan awal ni dan kisanak,trus lngsung ganti menyebut nama,,udh enak bacanya waktu dialok percakapan menyebut nama,tiba2 blik lgi ke ni dan kisanak,,lalu berubah lg jdi kakang...
Dialok percakapn lebih enak bacanya saat mereka saling menyebut nama..usia dan waktu perkenalan juga mesih baru..cuali umur sudah di atas 25 bolehlah ganti kakang dalm panggilan..caps ini nyaris bikin saya peibadi mau off baca novel ini..krn sefikit geli baca nya...tp coba lnjut dulu mudah2an ok untuk seterusnya

2024-12-24

0

asta guna

asta guna

sebutannya edan tp gak edan, ya mungkin sy sebagian kecil penikmat alur cerita anti hero. jd yg perfeksionis tampan tnp tanding, cewek2 jd auto ngiler kek gini kurang masuk di saya.
selain Krn template banget jg alurnya ketebak. terus berkarya kak author

2025-01-05

0

Jumadi 0707

Jumadi 0707

sy bingung apa Thor ngerti etika Jawa kerja sbntar kakek dirubah lg jd aku (orng Sunda) trs MC kan dh kenal mawar dan sbaliknya Yuda knp manggil nisanak kisanak panggilanl ini untuk blum kenal atau orang asing oke Thor

2025-01-04

0

lihat semua
Episodes
1 Yuda Laksana
2 Lahirnya Seorang Pendekar Pembela Kebenaran
3 Pedang Naga Bumi
4 Yuda Edan
5 Mawar
6 Keterangan si Parut
7 Pertarungan Yuda dan Warok Kendil
8 Membuka Tabir Gelap Masa Lalu
9 Kematian Warok Kendil
10 Asmara Dua Insan
11 Yuda menyelamatkan perempuan yang tertawan
12 Formasi Tarian Iblis
13 Tameng Hijau Naga Bumi
14 Akhir Riwayat Gerombolan Karang Lintang
15 Perpisahan
16 Bayu & Mayangsari
17 Prakoso
18 Janji Yang Terkoyakkan
19 Kehamilan Mayangsari
20 Pertolongan Yuda
21 Pertarungan Yuda Dan Prakoso
22 Gerombolan Kelabang Biru
23 Sri Wulandari
24 Lembah Kesengsaraan Teluk Beting
25 Pertarungan Di Dasar Lembah
26 Kematian Raja Pisau Terbang
27 Ratu Rajawali Sesat
28 Yuda Terluka
29 Ki Merak Merah
30 Kembali Ke Lembah Kesengsaraan
31 Kematian Wulan
32 Setan Tuak
33 Pertolongan Yuda Kepada Ki Merak Merah
34 Biksu Dewa Salju
35 Ilmu Pelepas Raga
36 Gerombolan Setan Merah
37 Yuda Menolong Kuku Setan
38 Kekacauan Di Markas Setan Merah
39 Pertarungan Yuda Dan Sang Ketua
40 Kenanga Cantika
41 Perjalanan Ke Pulau Es
42 Ilmu Hamparan Salju
43 Kerajaan Di Dalam Laut
44 Yuda Menerobos Istana Setan Merah
45 Pukulan Tapak Merapi
46 Yuda Berhadapan Kembali Dengan Ketua Setan Merah
47 Matinya Sang Ketua Setan Merah dan Bubarnya Gerombolan Setan Merah
48 Kemunculan Ratu Laut Samudera Biru
49 Setan Kencing
50 Kenanga Diangkat Menjadi Murid Eyang Tapak Merapi
51 Dewa Tuak Kahyangan
52 Pendekar Empat Pedang Dari Utara
53 Naga Merah Bijaksana
54 Kiai Begawan Suci
55 Ratu Kerajaan Samudera Biru
56 Sri Ajeng Pameswari
57 Ratu Ular Iblis
58 Harimau Dewa Berbulu Salju
59 Kesembuhan Sang Puteri
60 Mata Naga Samudera Biru
61 Yuda Menolong Sekar Asih
62 Desa Rindangjati
63 Raden Jaya Gledek
64 Kedatangan Puteri Sri Intan Cakrabuwana
65 Pesan Rahasia
66 Kematian Iblis Tangan Sesat
67 Asmara Dua Insan
68 Keris Naga Sasra Dirampas
69 Tekad Raden Jaya Gledek
70 Penolong Merah
71 Naga Merah
72 Kematian Sekar Asih Dan Akhir Sebuah Kisah
73 Lembah Putus Cinta
74 Empat Jurus Pedang Cinta
75 Penculikan Sang Pengantin
76 Pertarungan Di Sungai Kates Blewah
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Yuda Laksana
2
Lahirnya Seorang Pendekar Pembela Kebenaran
3
Pedang Naga Bumi
4
Yuda Edan
5
Mawar
6
Keterangan si Parut
7
Pertarungan Yuda dan Warok Kendil
8
Membuka Tabir Gelap Masa Lalu
9
Kematian Warok Kendil
10
Asmara Dua Insan
11
Yuda menyelamatkan perempuan yang tertawan
12
Formasi Tarian Iblis
13
Tameng Hijau Naga Bumi
14
Akhir Riwayat Gerombolan Karang Lintang
15
Perpisahan
16
Bayu & Mayangsari
17
Prakoso
18
Janji Yang Terkoyakkan
19
Kehamilan Mayangsari
20
Pertolongan Yuda
21
Pertarungan Yuda Dan Prakoso
22
Gerombolan Kelabang Biru
23
Sri Wulandari
24
Lembah Kesengsaraan Teluk Beting
25
Pertarungan Di Dasar Lembah
26
Kematian Raja Pisau Terbang
27
Ratu Rajawali Sesat
28
Yuda Terluka
29
Ki Merak Merah
30
Kembali Ke Lembah Kesengsaraan
31
Kematian Wulan
32
Setan Tuak
33
Pertolongan Yuda Kepada Ki Merak Merah
34
Biksu Dewa Salju
35
Ilmu Pelepas Raga
36
Gerombolan Setan Merah
37
Yuda Menolong Kuku Setan
38
Kekacauan Di Markas Setan Merah
39
Pertarungan Yuda Dan Sang Ketua
40
Kenanga Cantika
41
Perjalanan Ke Pulau Es
42
Ilmu Hamparan Salju
43
Kerajaan Di Dalam Laut
44
Yuda Menerobos Istana Setan Merah
45
Pukulan Tapak Merapi
46
Yuda Berhadapan Kembali Dengan Ketua Setan Merah
47
Matinya Sang Ketua Setan Merah dan Bubarnya Gerombolan Setan Merah
48
Kemunculan Ratu Laut Samudera Biru
49
Setan Kencing
50
Kenanga Diangkat Menjadi Murid Eyang Tapak Merapi
51
Dewa Tuak Kahyangan
52
Pendekar Empat Pedang Dari Utara
53
Naga Merah Bijaksana
54
Kiai Begawan Suci
55
Ratu Kerajaan Samudera Biru
56
Sri Ajeng Pameswari
57
Ratu Ular Iblis
58
Harimau Dewa Berbulu Salju
59
Kesembuhan Sang Puteri
60
Mata Naga Samudera Biru
61
Yuda Menolong Sekar Asih
62
Desa Rindangjati
63
Raden Jaya Gledek
64
Kedatangan Puteri Sri Intan Cakrabuwana
65
Pesan Rahasia
66
Kematian Iblis Tangan Sesat
67
Asmara Dua Insan
68
Keris Naga Sasra Dirampas
69
Tekad Raden Jaya Gledek
70
Penolong Merah
71
Naga Merah
72
Kematian Sekar Asih Dan Akhir Sebuah Kisah
73
Lembah Putus Cinta
74
Empat Jurus Pedang Cinta
75
Penculikan Sang Pengantin
76
Pertarungan Di Sungai Kates Blewah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!