Pertarungan Yuda dan Warok Kendil

Dua orang muda berparas menawan yang satunya pemuda yang tampan sedangkan yang pemudi memiliki kecantikan ibarat dewi berjalan ditengah-tengah bukit kapur berdasarkan arahan dari si parut yang mereka ampuni sehingga mereka berdua tiba ditempat itu.

Bukit itu sangat tandus hanya ada satu dua pohon berada ditempat itu yang usianya mungkin sudah mencapai puluhan tahun.

Sepanjang mata memandang mereka tidak menemui seorangpun berada ditempat itu dan mereka hanya ditemui kesunyian belakang.

Keduanya meningkatkan kewaspadaannya berada ditempat itu yang mereka sadari tempat itu pasti dipenuhi oleh banyak jebakan.

"kakang sepertinya pohon beringin itu yang dimaksud oleh si parut!"ucap mawar dan Yuda mengangguk.

"sepertinya dugaanmu benar mawar, ayo kita selidiki pohon beringin itu!"ajak Yuda.

Mereka melihat tanda silang dibatang pohon itu lalu dengan pengerahan tenaga dalam dia menekan tanda silang tersebut.

tiba-tiba tanah dibawah tanda silang itu terbuka yang ternyata adalah sebuah lorong yang gelap.

"mawar tetaplah dibelakangku, kita akan memasuki lorong itu!"perintah Yuda dan mawar mengangguk menuruti perkataan Yuda.

Saat Yuda menginjak tangga pertama yang menurun kebawah, tiba-tiba obor yang terdapat disepanjang dinding lorong itu menyala sehingga menerangi tempat itu.

Yuda langsung mengerahkan ajian lahar peraknya sehingga tangannya berubah menjadi cahaya keperakan sedangkan mawar juga melakukan hal yang sama tangannya berubah menjadi keemasan.

"tetap waspada mawar!"ucap Yuda.

"iya kakang..."ucap mawar.

tangga demi tangga mereka turuni dan pintu masuk itu tertutup dengan sendirinya.

Saat mereka sudah melangkah di tangga terakhir tiba-tiba terdengar bentakan di tempat itu.

"siapa kalian?dan mengapa kalian tahu jalan masuk ke markas kami?"seru penjaga-penjaga itu dengan kasar.

Yuda maju kedepan sambil cengengesan dia berkata, "kalian tidak perlu tahu darimana kami tahu tempat ini tapi yang harus kalian tahu bahwa kami datang untuk meratakan tempat kalian ini!"ucap Yuda.

"bangsat rendah matilah kalian!"seru salah seorang dari tiga penjaga itu lalu menyabetkan goloknya ke leher Yuda.

Dengan cekatan Yuda melengoskan tubuhnya ke belakang dan dengan cepat kakinya mengayun kedepan dan menghantam tulang rusuk orang itu sehingga tersungkur kesakitan dengan tulang rusuk patah lalu terkapar pingsan.

Kedua temannya sangat terkejut melihat teman mereka terkapar dalam satu gebrakan lalu dengan tombak ditangannya mereka menusukkan tombak tersebut tapi tiba-tiba berkelebat selendang merah yang meliuk-liuk menangkis serangan tombak itu lalu seperti hidup selendang itu berbalik dan mematuk urat leher mereka sehingga keduanya menjadi kaku tegang.

"ternyata permainan selendang merahmu luar biasa mawar"puji yuda yang membuat mawar tersipu malu dan tidak dapat berkata apa-apa lagi lalu mengikatkan kembali selendangnya itu dipinggangnya.

"jangan memujiku kakang, aku tidak ada kemampuan apa-apa. Ayo kita lihat ada apa dibalik pintu ini!"ucap mawar.

Yuda mulai mendorong perlahan pintu tersebut dan keduanya terperangah karena tidak menyangka mereka sekarang berada didalam sebuah tempat didalam hutan yang sangat asing bagi mereka.

Yuda menggenggam tangan mawar lalu mengajaknya melesat naik kesebuah pohon yang tinggi untuk mengawasi tempat itu.

Dari atas pohon yang tinggi mereka dapat melihat seluruh aktivitas yang terdapat didalam markas gerombolan karang lintang itu.

Dimana-mana terdapat penjagaan yang ketat, tiba-tiba terdengar seperti bunyi genta yang dibunyikan sebagai peringatan akan adanya bahaya ditempat itu.

warok kendil keluar dari dalam kemah dengan bertelanjang dada yang memperlihatkan lebatnya bulu-bulu yang tumbuh didada tersebut lalu berkata dengan marah,"setan alas siapa yang membunyikan genta tanda bahaya itu menggangguku kesenanganku saja"teriak warok kendil lalu salah seorang anak buah yang memegang tombak tergopoh-gopoh berlari kearahnya lalu berkata,"maafkan aku pemimpin tiga orang yang bertugas di pintu masuk sudah tertotok tidak dapat bergerak, ada orang dari luar yang memasuki markas kita pemimpin"ucapnya sambil ketakutan.

"goblok sudah tahu ada orang masuk cepat bawa teman-temanmu cari orang tersebut sampai dapat. Tidak mungkin dia bisa keluar dari tempat ini. Satu lagi kalau perempuan jangan kau bunuh serahkan padaku tapi kalau laki-laki terserah kepada kalian mau kalian cincang juga aku tidak peduli hahahahahaha sudah cepat cari orang itu aku ingin melanjutkan bersama wanita berdada besar itu hahahahaha"ucapnya lalu masuk kembali kedalam kemahnya dan dari dalam kemah terdengar suara tangisan dan kesakitan disertai lenguhan dari warok kendil.

"setan bangsat itu ingin rasanya kubelah kepalanya"ucap mawar yang merasa sangat geram melihat kelakuan warok kendil.

"sabar mawar saat itu pasti akan datang tenang saja"ucap Yuda yang terus menghitung besar kekuatan yang ada di markas itu.

"kalau aku hitung mereka paling banyak berjumlah dua puluh orang mungkin yang lainnya sedang pergi keluar"ucap Yuda.

"kakang ayo kita turun dan habisi mereka!"ucap mawar dan Yuda mengangguk lalu melesat turun tanpa mengeluarkan suara barang sedikitpun juga.

Yuda langsung masuk kedalam kemah dan melihat warok biadab itu sedang menggagahi wanita berkulit putih dan yang mempunyai sepasang gunung kembar yang besar dan terus bergoyang mengikuti gerakan warok kendil.

Yuda yang melihat hal itu langsung mendidih darahnya membayangkan ibunya digagahi mereka bergantian dengan kejam.

Dia melesat mengirimkan satu tendangan yang cepat kearah pinggang warok kendil yang tidak menyangka akan mendapatkan serangan seperti itu dimarkasnya sendiri.

Tubuhnya terpental dari atas tubuh gadis itu yang masih saja menangis tapi tidak bisa berbuat apa-apa akibat totokan.

Yuda teringat cerita gurunya bahwa bangsat inilah yang telah memperkosa ibunya dan setelah itu diserahkan ke dua kambratnya.

Warok kendil langsung mengambil golok yang ada disamping tempat tidur lalu melesat kearah Yuda.

Yuda yang tidak ingin gadis itu ikut menjadi korban, dia melesat keluar dari dalam kemah dan menunggu warok kendil dengan bertolak pinggang.

Yuda melihat mawar mengamuk dengan selendangnya yang mematuk kian kemari lalu teriakan demi teriakan terdengar.

Ada yang matanya pecah, perutnya jembol, tangannya patah karena mawar mengamuk hebat ditempat itu.

Warok kendil akhirnya keluar dari dalam kemah sambil menyerang Yuda dengan permainan jurus goloknya yang sangat cepat.

Yuda melipatgandakan tenaga dalamnya dan ilmu meringankan tubuhnya untuk berkelit menghindar lalu balas menyerang.

keduanya bergerak cepat laksana bayang-bayang setan saling serang dan balas.

Yuda mengambil sebilah golok yang tercampak ditanah lalu memainkan ilmu pedang sakti menghancurkan angkara sehingga badan golok itu bercahaya keperakan lalu melesat membendung serangan warok kendil.

Cahaya perak berkiblat dari golok ditangan Yuda yang membuat gerakan warok kendil terganggu sehingga memasuki jurus ketiga puluh.

"tring....trakkkk"

Bunyi senjata beradu dan membuat warok kendil membelalakkan matanya karena golok ditangannya patah dua.

Terpopuler

Comments

Dadang Eliz

Dadang Eliz

gak terlyka ya kena tendangan yuda.. hebat dong..

2025-01-20

0

sultan hidayat

sultan hidayat

mantap

2024-11-06

0

lihat semua
Episodes
1 Yuda Laksana
2 Lahirnya Seorang Pendekar Pembela Kebenaran
3 Pedang Naga Bumi
4 Yuda Edan
5 Mawar
6 Keterangan si Parut
7 Pertarungan Yuda dan Warok Kendil
8 Membuka Tabir Gelap Masa Lalu
9 Kematian Warok Kendil
10 Asmara Dua Insan
11 Yuda menyelamatkan perempuan yang tertawan
12 Formasi Tarian Iblis
13 Tameng Hijau Naga Bumi
14 Akhir Riwayat Gerombolan Karang Lintang
15 Perpisahan
16 Bayu & Mayangsari
17 Prakoso
18 Janji Yang Terkoyakkan
19 Kehamilan Mayangsari
20 Pertolongan Yuda
21 Pertarungan Yuda Dan Prakoso
22 Gerombolan Kelabang Biru
23 Sri Wulandari
24 Lembah Kesengsaraan Teluk Beting
25 Pertarungan Di Dasar Lembah
26 Kematian Raja Pisau Terbang
27 Ratu Rajawali Sesat
28 Yuda Terluka
29 Ki Merak Merah
30 Kembali Ke Lembah Kesengsaraan
31 Kematian Wulan
32 Setan Tuak
33 Pertolongan Yuda Kepada Ki Merak Merah
34 Biksu Dewa Salju
35 Ilmu Pelepas Raga
36 Gerombolan Setan Merah
37 Yuda Menolong Kuku Setan
38 Kekacauan Di Markas Setan Merah
39 Pertarungan Yuda Dan Sang Ketua
40 Kenanga Cantika
41 Perjalanan Ke Pulau Es
42 Ilmu Hamparan Salju
43 Kerajaan Di Dalam Laut
44 Yuda Menerobos Istana Setan Merah
45 Pukulan Tapak Merapi
46 Yuda Berhadapan Kembali Dengan Ketua Setan Merah
47 Matinya Sang Ketua Setan Merah dan Bubarnya Gerombolan Setan Merah
48 Kemunculan Ratu Laut Samudera Biru
49 Setan Kencing
50 Kenanga Diangkat Menjadi Murid Eyang Tapak Merapi
51 Dewa Tuak Kahyangan
52 Pendekar Empat Pedang Dari Utara
53 Naga Merah Bijaksana
54 Kiai Begawan Suci
55 Ratu Kerajaan Samudera Biru
56 Sri Ajeng Pameswari
57 Ratu Ular Iblis
58 Harimau Dewa Berbulu Salju
59 Kesembuhan Sang Puteri
60 Mata Naga Samudera Biru
61 Yuda Menolong Sekar Asih
62 Desa Rindangjati
63 Raden Jaya Gledek
64 Kedatangan Puteri Sri Intan Cakrabuwana
65 Pesan Rahasia
66 Kematian Iblis Tangan Sesat
67 Asmara Dua Insan
68 Keris Naga Sasra Dirampas
69 Tekad Raden Jaya Gledek
70 Penolong Merah
71 Naga Merah
72 Kematian Sekar Asih Dan Akhir Sebuah Kisah
73 Lembah Putus Cinta
74 Empat Jurus Pedang Cinta
75 Penculikan Sang Pengantin
76 Pertarungan Di Sungai Kates Blewah
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Yuda Laksana
2
Lahirnya Seorang Pendekar Pembela Kebenaran
3
Pedang Naga Bumi
4
Yuda Edan
5
Mawar
6
Keterangan si Parut
7
Pertarungan Yuda dan Warok Kendil
8
Membuka Tabir Gelap Masa Lalu
9
Kematian Warok Kendil
10
Asmara Dua Insan
11
Yuda menyelamatkan perempuan yang tertawan
12
Formasi Tarian Iblis
13
Tameng Hijau Naga Bumi
14
Akhir Riwayat Gerombolan Karang Lintang
15
Perpisahan
16
Bayu & Mayangsari
17
Prakoso
18
Janji Yang Terkoyakkan
19
Kehamilan Mayangsari
20
Pertolongan Yuda
21
Pertarungan Yuda Dan Prakoso
22
Gerombolan Kelabang Biru
23
Sri Wulandari
24
Lembah Kesengsaraan Teluk Beting
25
Pertarungan Di Dasar Lembah
26
Kematian Raja Pisau Terbang
27
Ratu Rajawali Sesat
28
Yuda Terluka
29
Ki Merak Merah
30
Kembali Ke Lembah Kesengsaraan
31
Kematian Wulan
32
Setan Tuak
33
Pertolongan Yuda Kepada Ki Merak Merah
34
Biksu Dewa Salju
35
Ilmu Pelepas Raga
36
Gerombolan Setan Merah
37
Yuda Menolong Kuku Setan
38
Kekacauan Di Markas Setan Merah
39
Pertarungan Yuda Dan Sang Ketua
40
Kenanga Cantika
41
Perjalanan Ke Pulau Es
42
Ilmu Hamparan Salju
43
Kerajaan Di Dalam Laut
44
Yuda Menerobos Istana Setan Merah
45
Pukulan Tapak Merapi
46
Yuda Berhadapan Kembali Dengan Ketua Setan Merah
47
Matinya Sang Ketua Setan Merah dan Bubarnya Gerombolan Setan Merah
48
Kemunculan Ratu Laut Samudera Biru
49
Setan Kencing
50
Kenanga Diangkat Menjadi Murid Eyang Tapak Merapi
51
Dewa Tuak Kahyangan
52
Pendekar Empat Pedang Dari Utara
53
Naga Merah Bijaksana
54
Kiai Begawan Suci
55
Ratu Kerajaan Samudera Biru
56
Sri Ajeng Pameswari
57
Ratu Ular Iblis
58
Harimau Dewa Berbulu Salju
59
Kesembuhan Sang Puteri
60
Mata Naga Samudera Biru
61
Yuda Menolong Sekar Asih
62
Desa Rindangjati
63
Raden Jaya Gledek
64
Kedatangan Puteri Sri Intan Cakrabuwana
65
Pesan Rahasia
66
Kematian Iblis Tangan Sesat
67
Asmara Dua Insan
68
Keris Naga Sasra Dirampas
69
Tekad Raden Jaya Gledek
70
Penolong Merah
71
Naga Merah
72
Kematian Sekar Asih Dan Akhir Sebuah Kisah
73
Lembah Putus Cinta
74
Empat Jurus Pedang Cinta
75
Penculikan Sang Pengantin
76
Pertarungan Di Sungai Kates Blewah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!