Kehamilan Mayangsari

"Mayang...eyang perhatikan hubunganmu dengan Prakoso sudah semakin dekat dan tidak lagi seperti hubungan adik dan kakak seperguruan"ucap Eyang Jimbaran.

Mayang hanya tertunduk dan tidak berani menatap wajah gurunya.

"Bagaimana perasaanmu terhadap Bayu sekarang?"tanya Eyang Jimbaran.

Mayang hanya diam dan tertunduk.

"Masihkah engkau mencintai pemuda itu?"tanya Eyang Jimbaran kembali.

Mayang hanya menganggukkan kepalanya. "Ucapkan dengan perkataan Mayang, eyang tidak suka dengan sikapmu ini!"bentak sang eyang.

Mayang terkaget lalu berkata,"Saya masih mencintai kakang Bayu eyang, hubungan saya dengan kakang Prakoso hanya sebatas adik dan kakak"ujar Mayang. "Mmmmhhhh...benarkah perkataanmu itu Mayang?Apakah hatimu pun mengucapkan hal yang sama dengan mulutmu?"ucap sang eyang getir.

Mayang mulai terisak dan mengeluarkan air mata.

"Baiklah Mayang, eyang hanya mengingatkan kepadamu agar tidak terlalu dekat dengan Prakoso, engkau harus menjaga perasaan Bayu. Eyang tidak akan memaksamu, sekarang kembalilah ke pondokmu dan beristirahatlah"ucap Eyang Jimbaran.

"Baik eyang..."ucap mayang sambil menyeka air mata yang jatuh lalu mencium tangan gurunya dan berlalu dari sana.

Malam harinya saat Mayang sedang tertidur pulas tiba-tiba terdengar ketukan di jendela kamarnya.

Mayang tersadar dari tidurnya dan berkata,"siapa diluar?"tanyanya.

Terdengar jawaban dari luar.

"aku Prakoso...Mayang... bukalah jendelamu Mayang, aku rindu padamu...."ucap Prakoso.

Saat jendela dibuka sesosok wajah tampan terlihat.

Mayang berkata,"pergilah kakang, aku takut ada orang lain yang memergoki kita"ucap mayang dengan perasaan takut.

"Kau jangan takut kekasihku tidak ada orang lain disini semuanya sudah terlelap"ucap prakoso.

"Cepat masuklah kakang jangan sampai ada orang yang tahu"ucap mayang lalu Prakoso masuk dan menutup jendela tersebut dari dalam.

"Mayang....aku rindu padamu...."ujar Prakoso. "Aku juga kakang Prakoso..."balas Mayangsari.

Prakoso lalu memeluk erat tubuh Mayang yang wangi dan mencium bibirnya.

Mayang seperti terbang diperlakukan demikian dan membalas ciuman tersebut. Lidah mereka saling menghisap dengan ganas hanya terdengar erangan dan desahan dari mulut Mayang.

Mayang membiarkan tangan Prakoso melepaskan pakaian yang dikenakannya sampai tidak ada satu kain pun tersisa dari tubuh Mayang.

Tubuh yang mulus dan dada yang menantang membuat hasrat Prakoso semakin berkobar-kobar untuk melangkah lebih jauh. Dia pun melepaskan semua pakaian yang melekat pada tubuhnya sehingga dua anak manusia itupun saling berpaut tanpa satupun pakaian yang melekat pada tubuh mereka dan tanpa rasa malu mereka saling berpelukan dan saling meraba sehingga suasana dikamar itu hanya terdengar erangan dan desahan lirih.

"Kakang aku mau lebih dari ini....."pinta mayang lalu Prakoso mulai membaringkan Mayang diatas tempat tidurnya dan mulai menggagahinya.

Erangan dan desahan kenikmatan terdengar didalam kamar itu dan dari sanalah kejadian tersebut terus berulang hampir setiap malam. Dosa perzinahan itu terus mereka lakukan layaknya suami dan isteri....

*****

"Mayang, eyang perhatikan kau akhir-akhir ini jarang berlatih, apakah engkau sakit, Mayang?"tanya Eyang Jimbaran . "Tidak eyang, Mayang tidak apa-apa hanya saja akhir-akhir ini Mayang sering lelah, eyang". Eyang Jimbaran memperhatikan perubahan pada tubuh muridnya tersebut. "Eyang juga perhatikan akhir-akhir ini kau sering makan yang asam-asam. Apakah tubuhmu sakit, anakku?" Mayang hanya menunduk dan tidak berani menatap wajah gurunya hanya kepalanya yang menggeleng. Eyang Jimbaran memegang pergelangan tangan muridnya dan meraba urat nadi pada tangan tersebut. "Mayang, eyang ingin engkau berkata jujur, eyang selalu mengajarkan untuk mengatakan kebenaran, apakah kau masih ingat ajaran eyang?" Mayang hanya mengangguk dan menundukkan kepalanya. "Apakah engkau sedang hamil, Mayang? Siapa yang telah menghamilimu?" Eyang Jimbaran bertanya.

Bukannya Mayang menjawab perkataan gurunya tapi dia sesunggukkan menangis dan meneteskan air mata.

Mayang berlutut dihadapan gurunya serta berkata,"ampuni aku eyang!"ucap mayang dengan sesenggukan sambil memegang kaki gurunya.

"Mayang sudah khilaf melakukan kesalahan yang fatal dan Mayang mengakui eyang bahwa Mayang sedang hamil"ucapnya sambil menangis sesunggukkan.

Eyang Jimbaran membantu muridnya berdiri.

 "Inilah kelemahan kaum perempuan mudah mengeluarkan air mata saat menghadapi persoalan. Siapa yang menghamilimu Mayang? Prakoso?"tanya Eyang Jimbaran.

Mayang mengangguk.

"Apakah engkau sudah memberitahukan hal ini kepadanya untuk meminta pertanggungjawabannya?"tanya sang eyang.

Mayang hanya menggeleng.

"Mayang takut eyang dia tidak mau bertanggung jawab!"ujar Mayang.

Eyang Jimbaran mengelus rambut muridnya lalu berkata, "sekarang kamu istirahat saja kasihan janin diperutmu, biarkan eyang yang menanyakan hal ini kepada Prakoso"ucap sang eyang.

Mayang mengusap matanya dan mencium tangan sang eyang lalu berlalu dari hadapan gurunya.

***

"Prakoso, apakah engkau tahu maksud eyang memanggilmu kesini?"tanya sang eyang.

"Saya tidak berani menebak eyang guru. Apakah saya membuat kesalahan?"tanya Prakoso.

"Prakoso, apakah engkau mencintai Mayang?"ucap Eyang Jimbaran dan dia mengetahui bahwa Mayang diluar mencoba mendengar perkataan mereka tapi dia membiarkannya saja karena memang dia harus mendengarnya.

Mayang mencoba menguping pembicaraan mereka dan hatinya berdebar untuk mengetahui jawaban apa yang akan diberikan Prakoso kepada gurunya.

"Saya dan Mayang hanya sebatas teman, eyang guru, tidak lebih!"tandasnya.

Eyang Jimbaran tetap tenang mendengar jawaban Prakoso sedangkan hati Mayang bergemuruh dengan hawa amarah.

"Apakah engkau sudah tahu bahwa akibat perbuatanmu, sekarang Mayang sudah berbadan dua?"ucap Eyang Jimbaran tetap tenang walaupun hatinya dipenuhi hawa amarah.

Prakoso tidak bereaksi hanya diam.

"Engkau harus bertanggung jawab Prakoso!"ucap Eyang Jimbaran dengan tegas.

Dengan santai Prakoso menjawab guru jagat, "kami melakukannya atas dasar suka sama suka dan sekarang perempuan itu hamil, apakah ini juga salahku?"ucap Prakoso seenak udelnya dan Eyang Jimbaran tidak dapat lagi menahan kesabarannya.

"Dasar murid murtad! Menyesal aku sudah mengijinkanmu berlatih disini" tandas Eyang Jimbaran.

Tanpa disangka-sangka, Prakoso tertawa terbahak-bahak lalu berkata, "dengar orang tua pikun, semuanya sudah aku rencanakan dengan matang, aku datang kesini hanya ingin mengecap kenikmatan tubuh muridmu, tidak lebih dari itu!!!"ucap Prakoso dengan tawa bergelak.

Tangan eyang Jimbaran tiba-tiba melesat dan memukul dadanya sehingga Prakoso terlempar sampai keluar bangunan.

Prakoso mengusap lelehan darah yang merembes keluar dari mulutnya sambil tertawa terbahak-bahak.

"Hanya itu sajakah kemampuan yang engkau punya orang tua?"ucap Prakoso dan membuat Eyang Jimbaran kaget pukulan tadi disertai dengan setengah dari tenaga dalamnya yang mampu menghancurkan batu karang dengan sekali pukul tapi sekarang dia melihat kenyataan bahwa pemuda tersebut dapat bangkit kembali tanpa terluka sama sekali dan sedang bertolak pinggang dengan congkaknya.

"Kakang Prakoso....teganya kau lakukan ini kepadaku....setelah aku hamil kau tidak mau bertanggung jawab atas kehamilanku ini"ucap mayang berang.

Murid-murid padepokan yang sedang berlatih dan mendengar keributan tersebut langsung mengurung Prakoso.

Bersambung...

mohon kesabarannya sampai novel ini bisa diapprove oleh pihak NT baru author akan teruskan terima kasih🙏

Terpopuler

Comments

@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦

@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦

Yuhuuuuu

2025-02-11

0

lihat semua
Episodes
1 Yuda Laksana
2 Lahirnya Seorang Pendekar Pembela Kebenaran
3 Pedang Naga Bumi
4 Yuda Edan
5 Mawar
6 Keterangan si Parut
7 Pertarungan Yuda dan Warok Kendil
8 Membuka Tabir Gelap Masa Lalu
9 Kematian Warok Kendil
10 Asmara Dua Insan
11 Yuda menyelamatkan perempuan yang tertawan
12 Formasi Tarian Iblis
13 Tameng Hijau Naga Bumi
14 Akhir Riwayat Gerombolan Karang Lintang
15 Perpisahan
16 Bayu & Mayangsari
17 Prakoso
18 Janji Yang Terkoyakkan
19 Kehamilan Mayangsari
20 Pertolongan Yuda
21 Pertarungan Yuda Dan Prakoso
22 Gerombolan Kelabang Biru
23 Sri Wulandari
24 Lembah Kesengsaraan Teluk Beting
25 Pertarungan Di Dasar Lembah
26 Kematian Raja Pisau Terbang
27 Ratu Rajawali Sesat
28 Yuda Terluka
29 Ki Merak Merah
30 Kembali Ke Lembah Kesengsaraan
31 Kematian Wulan
32 Setan Tuak
33 Pertolongan Yuda Kepada Ki Merak Merah
34 Biksu Dewa Salju
35 Ilmu Pelepas Raga
36 Gerombolan Setan Merah
37 Yuda Menolong Kuku Setan
38 Kekacauan Di Markas Setan Merah
39 Pertarungan Yuda Dan Sang Ketua
40 Kenanga Cantika
41 Perjalanan Ke Pulau Es
42 Ilmu Hamparan Salju
43 Kerajaan Di Dalam Laut
44 Yuda Menerobos Istana Setan Merah
45 Pukulan Tapak Merapi
46 Yuda Berhadapan Kembali Dengan Ketua Setan Merah
47 Matinya Sang Ketua Setan Merah dan Bubarnya Gerombolan Setan Merah
48 Kemunculan Ratu Laut Samudera Biru
49 Setan Kencing
50 Kenanga Diangkat Menjadi Murid Eyang Tapak Merapi
51 Dewa Tuak Kahyangan
52 Pendekar Empat Pedang Dari Utara
53 Naga Merah Bijaksana
54 Kiai Begawan Suci
55 Ratu Kerajaan Samudera Biru
56 Sri Ajeng Pameswari
57 Ratu Ular Iblis
58 Harimau Dewa Berbulu Salju
59 Kesembuhan Sang Puteri
60 Mata Naga Samudera Biru
61 Yuda Menolong Sekar Asih
62 Desa Rindangjati
63 Raden Jaya Gledek
64 Kedatangan Puteri Sri Intan Cakrabuwana
65 Pesan Rahasia
66 Kematian Iblis Tangan Sesat
67 Asmara Dua Insan
68 Keris Naga Sasra Dirampas
69 Tekad Raden Jaya Gledek
70 Penolong Merah
71 Naga Merah
72 Kematian Sekar Asih Dan Akhir Sebuah Kisah
73 Lembah Putus Cinta
74 Empat Jurus Pedang Cinta
75 Penculikan Sang Pengantin
76 Pertarungan Di Sungai Kates Blewah
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Yuda Laksana
2
Lahirnya Seorang Pendekar Pembela Kebenaran
3
Pedang Naga Bumi
4
Yuda Edan
5
Mawar
6
Keterangan si Parut
7
Pertarungan Yuda dan Warok Kendil
8
Membuka Tabir Gelap Masa Lalu
9
Kematian Warok Kendil
10
Asmara Dua Insan
11
Yuda menyelamatkan perempuan yang tertawan
12
Formasi Tarian Iblis
13
Tameng Hijau Naga Bumi
14
Akhir Riwayat Gerombolan Karang Lintang
15
Perpisahan
16
Bayu & Mayangsari
17
Prakoso
18
Janji Yang Terkoyakkan
19
Kehamilan Mayangsari
20
Pertolongan Yuda
21
Pertarungan Yuda Dan Prakoso
22
Gerombolan Kelabang Biru
23
Sri Wulandari
24
Lembah Kesengsaraan Teluk Beting
25
Pertarungan Di Dasar Lembah
26
Kematian Raja Pisau Terbang
27
Ratu Rajawali Sesat
28
Yuda Terluka
29
Ki Merak Merah
30
Kembali Ke Lembah Kesengsaraan
31
Kematian Wulan
32
Setan Tuak
33
Pertolongan Yuda Kepada Ki Merak Merah
34
Biksu Dewa Salju
35
Ilmu Pelepas Raga
36
Gerombolan Setan Merah
37
Yuda Menolong Kuku Setan
38
Kekacauan Di Markas Setan Merah
39
Pertarungan Yuda Dan Sang Ketua
40
Kenanga Cantika
41
Perjalanan Ke Pulau Es
42
Ilmu Hamparan Salju
43
Kerajaan Di Dalam Laut
44
Yuda Menerobos Istana Setan Merah
45
Pukulan Tapak Merapi
46
Yuda Berhadapan Kembali Dengan Ketua Setan Merah
47
Matinya Sang Ketua Setan Merah dan Bubarnya Gerombolan Setan Merah
48
Kemunculan Ratu Laut Samudera Biru
49
Setan Kencing
50
Kenanga Diangkat Menjadi Murid Eyang Tapak Merapi
51
Dewa Tuak Kahyangan
52
Pendekar Empat Pedang Dari Utara
53
Naga Merah Bijaksana
54
Kiai Begawan Suci
55
Ratu Kerajaan Samudera Biru
56
Sri Ajeng Pameswari
57
Ratu Ular Iblis
58
Harimau Dewa Berbulu Salju
59
Kesembuhan Sang Puteri
60
Mata Naga Samudera Biru
61
Yuda Menolong Sekar Asih
62
Desa Rindangjati
63
Raden Jaya Gledek
64
Kedatangan Puteri Sri Intan Cakrabuwana
65
Pesan Rahasia
66
Kematian Iblis Tangan Sesat
67
Asmara Dua Insan
68
Keris Naga Sasra Dirampas
69
Tekad Raden Jaya Gledek
70
Penolong Merah
71
Naga Merah
72
Kematian Sekar Asih Dan Akhir Sebuah Kisah
73
Lembah Putus Cinta
74
Empat Jurus Pedang Cinta
75
Penculikan Sang Pengantin
76
Pertarungan Di Sungai Kates Blewah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!