Pertolongan Yuda

"Dengar aku perempuan bodoh! Bukankah kita melakukannya atas dasar suka sama suka, jadi wajar saja kalau aku menolak untuk mengawinimu. Bisa saja engkau melakukannya dengan orang lain juga dan minta pertanggungjawabanku!"jawab Prakoso.

"Lelaki bangsat.....hari ini kau harus mati ditanganku"ucap mayang geram dan hati yang hancur berkeping-keping.

Mayang menghunuskan pedangnya dan melesat dengan kecepatan tinggi menyabet dan menusuk dengan jurus-jurus tingkat tinggi perguruan tersebut sehingga hanya terlihat seperti bayang-bayang saking cepatnya tetapi Prakoso yang diserang hanya tertawa-tawa dengan menyebutkan setiap jurus yang dikeluarkan Mayang sehingga amarah Mayang semakin menjadi-jadi.

Prakoso mempercepat gerakannya dan berhasil memukul badan pedang yang dipegang Mayang sehingga terjatuh lalu tangannya bergerak menotok urat besar dipangkal leher Mayang sehingga kaku tegang.

Dengan kurang ajar dihadapan guru dan teman-teman seperguruannya dia meremas sepasang gunung kembar Mayang dengan kasarnya.

Mayang yang tidak dapat bergerak hanya berteriak memaki, "jangan sentuh aku bajingan bangsat"teriaknya marah.

Wajah Mayang merah seperti saga saking geramnya.

"Kalian semua minggirlah, biar eyang yang akan menghabisi iblis ini"ucap Eyang Jimbaran.

Tangan eyang berwarna kemerahan yang memaparkan hawa panas menyengat lalu tempat itu laksana terpanggang.

Eyang Jimbaran akan mengeluarkan pukulan Segara Geni yang ditakuti dalam rimba persilatan.

Prakoso kembali tertawa terbahak-bahak, "hanya jurus picisan saja engkau mau pamerkan dihadapanku orang tua bego....!"ledek Prakoso.

Mendidih darah Eyang Jimbaran dimaki seperti itu dia menghimpun seluruh tenaga dalamnya sehingga cahaya merah menyala semakin terang ditangannya.

"Orang tua perhatikan senjata apa yang ada ditanganku ini, apakah engkau mengenalinya?"ucap Prakoso yang tiba-tiba dari balik bajunya dia mengeluarkan sebuah benda berbentuk keris berluk tujuh yang berkilauan.

Saat Prakoso melebarkan badan Keris tersebut terbesit cahaya pelangi keluar dari badan Keris.

Eyang Jimbaran kaget tiada terkira....

"Keris...pelangi...bukankah senjata ini sudah hilang dalam rimba persilatan, kenapa sekarang bisa ada ditangan iblis ini?"gumam Eyang Jimbaran.

"Apa hubunganmu dengan pendekar sakti Keris pelangi?"tanya Eyang Jimbaran karena didalam hatinya sang eyang bertanya-tanya bagaimana senjata pusaka tersebut bisa dijatuh ketangan iblis ini karena senjata tersebut adalah satu dari banyak pusaka yang ditakuti dalam dunia persilatan.

"Hahahaha..."Prakoso tertawa terbahak-bahak, "kau bisa tanyakan sama setan-setan di neraka saat engkau sudah jadi bangkai tua bangka!!!"ucap Prakoso yang memakai orang tua yang sudah mengajarkannya ilmu kesaktian.

Eyang Jimbaran menyadari bahwa sesuatu telah terjadi dengan pendekar Keris pelangi dan mengetahui bahaya yang sedang mengancam karena dahsyatnya senjata ditangan iblis tersebut lalu dia berseru kepada murid-muridnya,"kalian semua dengar perkataan guru, cepat kalian semua tinggalkan tempat ini sekarang juga!"perintah eyang Jimbaran.

"Tidak guru kalaupun kami harus mati kami rela untuk membalas kebaikan guru kepada kami"ucap mereka bersama-sama.

Lalu sepuluh orang dengan golok terhunus ditangan menyerang sang pemuda.

Prakoso dengan mudahnya mengelakkan setiap serangan golok yang ingin mencincang dirinya itu.

Sepuluh jurus berlalu, tiba-tiba Prakoso berteriak lantang dan balas menyerang.

Satu demi satu korban berjatuhan terkena tendangannya.

Ada yang kepala rengkah, dada jebol, tangan terputus terkena sabetan Keris sakti ditangannya yang langsung menghitam hangus.

Eyang Jimbaran berteriak lantang, "hentikan pertarungan...akulah lawanmu iblis... semuanya mundur!!!"teriak eyang Jimbaran.

Eyang Jimbaran langsung berkelebat dengan kecepatan yang sangat cepat sehingga yang terlihat hanya cahaya pelangi dari badan Keris dan cahaya merah dari tangan Eyang Jimbaran saling melilit.

"Mati kau iblis!!!"ucap Eyang Jimbaran yang berteriak lantang saat tangannya terulur untuk menghantam batok kepala Prakoso.

Prakoso yang melihat bahaya besar menghadang merintangi serangan pukulan Segara Geni dengan melebarkan badan Keris sehingga cahaya pelangi terpapar melebar melindungi kepala Prakoso.

Eyang Jimbaran terlempar puluhan tombak kebelakang dan langsung memuntahkan darah kental berbuku-buku dari mulutnya.

Dadanya serasa remuk dan seluruh tulang-tulangnya seperti digembosi.

Sang eyang segera mengambil duduk bersila dan mengatur jalan nafas akibat peredaran darah yang kacau balau lalu menyalurkan hawa murni untuk meredakan sakit yang hebat pada dadanya.

Di pihak Prakoso saat terjadi bentrokkan pukulan dengan badan Keris terjajar lima langkah ke belakang dan rembesan darah keluar dari mulutnya.

"Boleh juga tenaga dalam orang tua ini, aku harus segera menyelesaikan urusan disini dengan segera"ucap Prakoso membatin.

Lalu Prakoso menyimpan kembali Keris saktinya kebalik bajunya.

Dengan tertawa terkekeh, dia berkata, "hari ini dunia persilatan akan berkabung karena padepokan Rajawali Sakti akan aku ratakan dengan tanah"ucap Prakoso dengan pongah.

Eyang Jimbaran membuka matanya dengan dibantu oleh beberapa murid padepokan mencoba berdiri.

Mayang berteriak, "bangsat, lepaskan totokanmu ini jangan kau ganggu guruku"ucap mayang lantang.

Prakoso berkata,"tunggu waktumu manisku, setelah aku membereskan orang tua itu aku akan membawamu ketempatku"ujar Prakoso.

"Cuih bangsat, cepat lepaskan totokanmu"ucap mayang kembali.

Tanpa menghiraukan makian Mayang, berkatalah Prakoso,"orang tua apakah engkau mengenali pukulan yang akan aku lepaskan ini?"ucap Prakoso.

Tangan Prakoso tiba-tiba menjadi kebiruan dengan cahaya merah melapisinya.

Kaget sang eyang bukan kepalang melihat pukulan tersebut.

"Pukulan Kobra biru"desisnya dengan perasaan takut yang hebat.

Dia menyadari bahwa dirinya tidak akan bisa lolos dari pukulan tersebut.

"Kau sudah siap orang tua bertemu dengan penciptamu?"Prakoso berkata sambil mengejek.

Eyang Jimbaran menguatkan hatinya untuk menyongsong kematian, dia tidak bisa mengerahkan tenaga dalamnya badannya seperti lumpuh.

"Matilah kau orang tua bodoh!"ucap Prakoso.

Mayang hanya bisa memejamkan matanya, dia tidak akan sanggup melihat guru dan saudara-saudara seperguruannya yang sebentar lagi akan menyongsong maut.

Cahaya biru memaparkan hawa panas dan beracun melesat ke arah Eyang Jimbaran dan sisa murid perguruan yang tersisa.

Mereka semua hanya bisa pasrah dan menyebut nama pencipta mereka saat cahaya biru yang sangat panas sebentar lagi akan menghantam mereka dan membawa mereka ke alam lain...

Cahaya biru yang menghamparkan hawa sangat panas yang dilepaskan oleh Prakoso melesat dengan sangat cepat ke arah eyang Jimbaran dan sisa murid perguruan Rajawali Sakti.

Mereka hanya bisa pasrah menanti kematian yang mendekat.

Tiba-tiba dari atas pohon melesat cahaya keperakan yang juga menghamparkan hawa sangat panas memotong jalur pukulan Kobra biru di udara.

Terdengar suara ledakan yang memekakkan daun telinga juga terdengar teriakan histeris dua anak murid yang melindungi guru mereka terlempar beberapa tombak dengan tubuh matang biru terkena pecahan sinar pukulan sakti yang bentrok diudara.

Kaki Prakoso melesak kedalam tanah sampai sebatas betis dengan dada yang berdenyut sakit dan aliran darah kacau balau.

"Bangsat, keluar kau! Jangan berlaku pengecut!"teriak Prakoso.

Tiba-tiba dari atas pohon melayang turun seorang pemuda berpakaian serba putih, berikat kepala putih sedang menggerogoti bonggol jagung rebus tanpa mengeluarkan suara sama sekali saat kakinya menyentuh tanah padahal jarak yang dilompatinya sekitar lima tombak.

Sambil menggaruk kepalanya pemuda tersebut hanya menatap Prakoso lalu mencampakkan bonggol jagung tersebut ke tanah.

Prakoso berkata,"siapa kau orang sedeng berani mencampuri urusanku?"tanya Prakoso.

Bukannya menjawab pertanyaan orang, pemuda tersebut melangkah ke hadapan eyang Jimbaran dan murid-muridnya.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦

@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦

Waooow jlebz

2025-02-11

0

lihat semua
Episodes
1 Yuda Laksana
2 Lahirnya Seorang Pendekar Pembela Kebenaran
3 Pedang Naga Bumi
4 Yuda Edan
5 Mawar
6 Keterangan si Parut
7 Pertarungan Yuda dan Warok Kendil
8 Membuka Tabir Gelap Masa Lalu
9 Kematian Warok Kendil
10 Asmara Dua Insan
11 Yuda menyelamatkan perempuan yang tertawan
12 Formasi Tarian Iblis
13 Tameng Hijau Naga Bumi
14 Akhir Riwayat Gerombolan Karang Lintang
15 Perpisahan
16 Bayu & Mayangsari
17 Prakoso
18 Janji Yang Terkoyakkan
19 Kehamilan Mayangsari
20 Pertolongan Yuda
21 Pertarungan Yuda Dan Prakoso
22 Gerombolan Kelabang Biru
23 Sri Wulandari
24 Lembah Kesengsaraan Teluk Beting
25 Pertarungan Di Dasar Lembah
26 Kematian Raja Pisau Terbang
27 Ratu Rajawali Sesat
28 Yuda Terluka
29 Ki Merak Merah
30 Kembali Ke Lembah Kesengsaraan
31 Kematian Wulan
32 Setan Tuak
33 Pertolongan Yuda Kepada Ki Merak Merah
34 Biksu Dewa Salju
35 Ilmu Pelepas Raga
36 Gerombolan Setan Merah
37 Yuda Menolong Kuku Setan
38 Kekacauan Di Markas Setan Merah
39 Pertarungan Yuda Dan Sang Ketua
40 Kenanga Cantika
41 Perjalanan Ke Pulau Es
42 Ilmu Hamparan Salju
43 Kerajaan Di Dalam Laut
44 Yuda Menerobos Istana Setan Merah
45 Pukulan Tapak Merapi
46 Yuda Berhadapan Kembali Dengan Ketua Setan Merah
47 Matinya Sang Ketua Setan Merah dan Bubarnya Gerombolan Setan Merah
48 Kemunculan Ratu Laut Samudera Biru
49 Setan Kencing
50 Kenanga Diangkat Menjadi Murid Eyang Tapak Merapi
51 Dewa Tuak Kahyangan
52 Pendekar Empat Pedang Dari Utara
53 Naga Merah Bijaksana
54 Kiai Begawan Suci
55 Ratu Kerajaan Samudera Biru
56 Sri Ajeng Pameswari
57 Ratu Ular Iblis
58 Harimau Dewa Berbulu Salju
59 Kesembuhan Sang Puteri
60 Mata Naga Samudera Biru
61 Yuda Menolong Sekar Asih
62 Desa Rindangjati
63 Raden Jaya Gledek
64 Kedatangan Puteri Sri Intan Cakrabuwana
65 Pesan Rahasia
66 Kematian Iblis Tangan Sesat
67 Asmara Dua Insan
68 Keris Naga Sasra Dirampas
69 Tekad Raden Jaya Gledek
70 Penolong Merah
71 Naga Merah
72 Kematian Sekar Asih Dan Akhir Sebuah Kisah
73 Lembah Putus Cinta
74 Empat Jurus Pedang Cinta
75 Penculikan Sang Pengantin
76 Pertarungan Di Sungai Kates Blewah
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Yuda Laksana
2
Lahirnya Seorang Pendekar Pembela Kebenaran
3
Pedang Naga Bumi
4
Yuda Edan
5
Mawar
6
Keterangan si Parut
7
Pertarungan Yuda dan Warok Kendil
8
Membuka Tabir Gelap Masa Lalu
9
Kematian Warok Kendil
10
Asmara Dua Insan
11
Yuda menyelamatkan perempuan yang tertawan
12
Formasi Tarian Iblis
13
Tameng Hijau Naga Bumi
14
Akhir Riwayat Gerombolan Karang Lintang
15
Perpisahan
16
Bayu & Mayangsari
17
Prakoso
18
Janji Yang Terkoyakkan
19
Kehamilan Mayangsari
20
Pertolongan Yuda
21
Pertarungan Yuda Dan Prakoso
22
Gerombolan Kelabang Biru
23
Sri Wulandari
24
Lembah Kesengsaraan Teluk Beting
25
Pertarungan Di Dasar Lembah
26
Kematian Raja Pisau Terbang
27
Ratu Rajawali Sesat
28
Yuda Terluka
29
Ki Merak Merah
30
Kembali Ke Lembah Kesengsaraan
31
Kematian Wulan
32
Setan Tuak
33
Pertolongan Yuda Kepada Ki Merak Merah
34
Biksu Dewa Salju
35
Ilmu Pelepas Raga
36
Gerombolan Setan Merah
37
Yuda Menolong Kuku Setan
38
Kekacauan Di Markas Setan Merah
39
Pertarungan Yuda Dan Sang Ketua
40
Kenanga Cantika
41
Perjalanan Ke Pulau Es
42
Ilmu Hamparan Salju
43
Kerajaan Di Dalam Laut
44
Yuda Menerobos Istana Setan Merah
45
Pukulan Tapak Merapi
46
Yuda Berhadapan Kembali Dengan Ketua Setan Merah
47
Matinya Sang Ketua Setan Merah dan Bubarnya Gerombolan Setan Merah
48
Kemunculan Ratu Laut Samudera Biru
49
Setan Kencing
50
Kenanga Diangkat Menjadi Murid Eyang Tapak Merapi
51
Dewa Tuak Kahyangan
52
Pendekar Empat Pedang Dari Utara
53
Naga Merah Bijaksana
54
Kiai Begawan Suci
55
Ratu Kerajaan Samudera Biru
56
Sri Ajeng Pameswari
57
Ratu Ular Iblis
58
Harimau Dewa Berbulu Salju
59
Kesembuhan Sang Puteri
60
Mata Naga Samudera Biru
61
Yuda Menolong Sekar Asih
62
Desa Rindangjati
63
Raden Jaya Gledek
64
Kedatangan Puteri Sri Intan Cakrabuwana
65
Pesan Rahasia
66
Kematian Iblis Tangan Sesat
67
Asmara Dua Insan
68
Keris Naga Sasra Dirampas
69
Tekad Raden Jaya Gledek
70
Penolong Merah
71
Naga Merah
72
Kematian Sekar Asih Dan Akhir Sebuah Kisah
73
Lembah Putus Cinta
74
Empat Jurus Pedang Cinta
75
Penculikan Sang Pengantin
76
Pertarungan Di Sungai Kates Blewah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!