Kematian Warok Kendil

"Hahahahaha...jadi maksud kedatanganmu ketempat ini mau membalas dendam atas kematian kedua orang tuamu yang sudah kami bunuh?"tawa Warok Kendil menggelegar ditempat itu lalu berkata lagi,"apa kau punya sepuluh nyawa anjing busuk sehingga kau punya nyali mendatangi markas kami ini?"ledek warok kendil.

"Aku datang atas nama kebenaran dan Dewata pasti akan menolongku"ujar Yuda membalas ledekan warok kendil.

Sang Warok mulai menggerakkan belati sepanjang dua jengkal yang memancarkan cahaya hitam ditangannya sehingga seperti ribuan belati ditangannya.

Sang Warok mulai melakukan penyerangan dengan memainkan jurus-jurus tingkat tinggi yang sudah sangat sempurna.

Yuda belum ingin melakukan balasan dia hanya ingin menjajaki sampai dimana kehebatan sang Warok salah satu dari tiga pemimpin gerombolan karang lintang itu. Yuda hanya mengandalkan kecepatan dari ilmu meringankan tubuhnya yang sudah mencapai tahap sempurna.

Yuda mampu mengelakkan setiap serangan yang dilakukan sang Warok untuk membantainya dan membuat mawar yang menyaksikan pertarungan itu hanya meleletkan lidahnya saja melihat kehebatan pemuda yang telah menggetarkan hatinya itu. Dua puluh jurus berlalu, tapi sampai saat itu sang Warok belum mampu menembus pertahanan dari sang pemuda.

Mawar yang terus melihat pertarungan itu tanpa berkedip karena pemuda itu sudah seperti bayang-bayang putih yang bergerak kesegala arah.

Di jurus yang kelima puluh mata Yuda yang jeli sudah mampu mengetahui kelemahan dari jurus belati lawannya.

Tiba-tiba Yuda melesat kebelakang seraya berkata, "warok setan...aku akan mengalahkanmu dalam dua jurus jaga belatimu baik-baik!"teriak Yuda lantang.

Yuda mulai memainkan jurus seribu kaki berkelit sehingga setiap gerakan yang Yuda lakukan dapat mengecoh lawannya.

Saat sabetan belati menderu dengan cepat ke arah kepalanya, yuda menundukkan kepalanya lalu dengan gerakan kilat tangan Yuda memukul pergelangan tangan yang memegang belati dan saat belati itu terjatuh kelantai dengan cepat Yuda menangkap tangan sang warok lalu terdengar suara.

"trak...trak....trak...trak"

Yuda mematahkan secara bertahap tulang-tulang lengan tersebut dengan jurus pematah tulang yang sudah sangat sempurna dikuasainya.

Teriakan setinggi langit terdengar dari mulut Warok Kendil karena tulang-tulangnya patah sampai pergelangan siku akibat keganasan jurus pematah tulang yang dikeluarkan oleh Yuda.

Tangan Warok yang satunya memegang tangan yang sudah patah dan terjuntai sambil melihat kesempatan untuk melarikan diri dari tempat itu.

Saat sang Warok mulai melompat melesat untuk meninggalkan tempat itu, Yuda mengambil belati yang memancarkan cahaya redup gelap yang terjatuh dari sang Warok dan melemparkannya kearah kaki sang Warok.

Desingan bunyi belati yang membelah udara dan melesat ke arah warok kendil dengan cepat mengejar sang Warok yang mencoba kabur.

Tiba-tiba sang Warok terjatuh belati tersebut menancap di pahanya sebelah kiri, erangan tiada henti terdengar dari mulutnya.

Sang Warok menotok bagian atas pangkal pahanya tapi racun belati miliknya sendiri menyebar lebih cepat dari yang dia duga dan sialnya bagi sang Warok saat itu dia tidak membawa penawar dari racun tersebut.

Sang warok bergulingan ditanah merasakan sakit yang luar biasa dan tubuhnya lambat laun mulai menghitam akibat racun ganas yang terkandung dalam belati itu.

Sang Warok memohon untuk dibunuh karena dia merasa sangat tersiksa dengan keadaannya itu.

Yuda memandang kearah mawar dan perempuan tersebut mengerti arti dari pandangan sang pendekar.

Mawar meloloskan kembali senjatanya yaitu selendang merahnya lalu mengalirkan tenaga dalamnya pada selendang tersebut lalu mawar melesat dan menggerakkan selendang tersebut ke kepala sang Warok. Terdengar suara menggidikkan saat hantaman selendang merah yang sudah berubah laksana baja menghancurkan kepalanya.

Sang Warok langsung terkapar dan nyawanya terlepas saat itu juga.

Setelah menghabisi nyawa Warok Kendil, mawar terduduk dan menangis tersedu-sedu seraya berkata,"Ayah...kang Jaka aku sudah menghabisi salah seorang bangsat yang membunuhmu semoga arwah kalian tenang dialam sana"ucap mawar sambil menangis. Saat mawar terhanyut dalam kesedihan, sebuah tangan yang kekar memegang pundaknya tapi tanpa disangka perempuan cantik itu malah menghambur kedalam pelukan sang pemuda, karena tidak tahu apa yang harus dilakukan si pemuda hanya diam saja.

Biar bagaimanapun hasrat kelaki-lakian Yuda diperhadapkan dalam kondisi seperti itu pasti akan bereaksi.

Yuda yang tidak pernah mengenal perempuan saat dia digembleng oleh eyang Braja Sedeng dipuncak gunung Bromo diperhadapkan oleh kondisi demikian.

Entah siapa yang memulai bibir mereka saling melumat dan bertaut dengan mengeluarkan suara yang sangat indah. Desahan dan erangan dari perempuan cantik itu membuat sang pendekar semakin berani untuk melakukan remasan-remasan dibagian tubuh sang dara terutama dibagian gunung kembarnya yang membusung indah.

Saat mawar yang sudah dirasuk birahi yang hebat hendak melepaskan pakaiannya, Yuda langsung menahannya.

"Jangan mawar...jangan lakukan hal itu!aku tidak mau merusak dirimu, cukuplah dengan apa yang kita lakukan dan terima kasih atas ciuman yang hangat yang telah kau berikan untukku tadi"ucap Yuda.

Yuda mengecup bibirnya yang merah merekah kembali dan membuat sang Dara meracau serta mendesah kembali.

Mawar memeluk sang pendekar dengan erat sehingga kedua gunung kembarnya yang kencang dan montok itu menempel didada sang pendekar.

Tiba-tiba sang pendekar merapikan baju Mawar kembali yang membuat dara tersebut kecewa dan ingin lebih dari itu.

Dia terus memeluk sang pendekar, lalu sang pendekar mengecup dahinya dan mengelus rambutnya dengan kasih sayang.

"Mari kita menolong perempuan-perempuan malang itu mawar!"ajak Yuda.

Dimarkas tersebut hanya ada tiga bangunan permanen sedangkan yang lainnya hanya kemah-kemah yang bertebaran disekeliling tiga bangunan itu.

Yuda dan mawar memasuki tempat permanen yang tadi dimasuki oleh warok kendil dan saat Yuda membuka pintu tempat itu, kakinya laksana dipantek.

Dia melihat tiga wanita muda dan berparas cantik sedang dalam keadaan terlentang tanpa mengenakan selembar benangpun juga pada tubuhnya dan terlihat banyak penganiayaan yang dilakukan terhadap dirinya karena terlihat banyak tanda-tanda merah pada tubuhnya yang indah itu ditambah keadaan tubuh mereka yang sangat lemas. Entah sudah berapa lama mereka mengalami siksaan seperti itu.

Yuda menelan ludahnya beberapa kali melihat pemandangan yang menyiksa kelaki-lakiannya itu dan mawar langsung bertindak.

Dia bertindak cepat melepaskan totokan yang melanda tubuh ketiganya dan dibantu oleh Yuda sendiri lalu setelah terbebas ketiga wanita muda berparas cantik itu langsung menyambar kain apa saja untuk membungkus tubuh mereka yang tidak mengenakan apapun itu.

"sudah berapa lama kalian berada disini?"tanya Yuda.

salah seorang wanita berparas ayu berkulit sawo matang menjawab,"sudah tiga hari pendekar dan kami terus digilir untuk melayani nafsu bejadnya kepada kami"ucapnya.

Terpopuler

Comments

Dadang Eliz

Dadang Eliz

hebat banget.. udah terpental jauh bahkan udah muntah darah tp gpp.. sedang mawar meski cm mu dur beberapa langkah udah mau berkalang tanah.. dr mana ini....

2025-01-20

0

Rayleigh Silver

Rayleigh Silver

mungkin terinspirasi dari novel WS 212

2025-01-14

0

Abdul Rouf

Abdul Rouf

sikat pendekar

2024-10-31

0

lihat semua
Episodes
1 Yuda Laksana
2 Lahirnya Seorang Pendekar Pembela Kebenaran
3 Pedang Naga Bumi
4 Yuda Edan
5 Mawar
6 Keterangan si Parut
7 Pertarungan Yuda dan Warok Kendil
8 Membuka Tabir Gelap Masa Lalu
9 Kematian Warok Kendil
10 Asmara Dua Insan
11 Yuda menyelamatkan perempuan yang tertawan
12 Formasi Tarian Iblis
13 Tameng Hijau Naga Bumi
14 Akhir Riwayat Gerombolan Karang Lintang
15 Perpisahan
16 Bayu & Mayangsari
17 Prakoso
18 Janji Yang Terkoyakkan
19 Kehamilan Mayangsari
20 Pertolongan Yuda
21 Pertarungan Yuda Dan Prakoso
22 Gerombolan Kelabang Biru
23 Sri Wulandari
24 Lembah Kesengsaraan Teluk Beting
25 Pertarungan Di Dasar Lembah
26 Kematian Raja Pisau Terbang
27 Ratu Rajawali Sesat
28 Yuda Terluka
29 Ki Merak Merah
30 Kembali Ke Lembah Kesengsaraan
31 Kematian Wulan
32 Setan Tuak
33 Pertolongan Yuda Kepada Ki Merak Merah
34 Biksu Dewa Salju
35 Ilmu Pelepas Raga
36 Gerombolan Setan Merah
37 Yuda Menolong Kuku Setan
38 Kekacauan Di Markas Setan Merah
39 Pertarungan Yuda Dan Sang Ketua
40 Kenanga Cantika
41 Perjalanan Ke Pulau Es
42 Ilmu Hamparan Salju
43 Kerajaan Di Dalam Laut
44 Yuda Menerobos Istana Setan Merah
45 Pukulan Tapak Merapi
46 Yuda Berhadapan Kembali Dengan Ketua Setan Merah
47 Matinya Sang Ketua Setan Merah dan Bubarnya Gerombolan Setan Merah
48 Kemunculan Ratu Laut Samudera Biru
49 Setan Kencing
50 Kenanga Diangkat Menjadi Murid Eyang Tapak Merapi
51 Dewa Tuak Kahyangan
52 Pendekar Empat Pedang Dari Utara
53 Naga Merah Bijaksana
54 Kiai Begawan Suci
55 Ratu Kerajaan Samudera Biru
56 Sri Ajeng Pameswari
57 Ratu Ular Iblis
58 Harimau Dewa Berbulu Salju
59 Kesembuhan Sang Puteri
60 Mata Naga Samudera Biru
61 Yuda Menolong Sekar Asih
62 Desa Rindangjati
63 Raden Jaya Gledek
64 Kedatangan Puteri Sri Intan Cakrabuwana
65 Pesan Rahasia
66 Kematian Iblis Tangan Sesat
67 Asmara Dua Insan
68 Keris Naga Sasra Dirampas
69 Tekad Raden Jaya Gledek
70 Penolong Merah
71 Naga Merah
72 Kematian Sekar Asih Dan Akhir Sebuah Kisah
73 Lembah Putus Cinta
74 Empat Jurus Pedang Cinta
75 Penculikan Sang Pengantin
76 Pertarungan Di Sungai Kates Blewah
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Yuda Laksana
2
Lahirnya Seorang Pendekar Pembela Kebenaran
3
Pedang Naga Bumi
4
Yuda Edan
5
Mawar
6
Keterangan si Parut
7
Pertarungan Yuda dan Warok Kendil
8
Membuka Tabir Gelap Masa Lalu
9
Kematian Warok Kendil
10
Asmara Dua Insan
11
Yuda menyelamatkan perempuan yang tertawan
12
Formasi Tarian Iblis
13
Tameng Hijau Naga Bumi
14
Akhir Riwayat Gerombolan Karang Lintang
15
Perpisahan
16
Bayu & Mayangsari
17
Prakoso
18
Janji Yang Terkoyakkan
19
Kehamilan Mayangsari
20
Pertolongan Yuda
21
Pertarungan Yuda Dan Prakoso
22
Gerombolan Kelabang Biru
23
Sri Wulandari
24
Lembah Kesengsaraan Teluk Beting
25
Pertarungan Di Dasar Lembah
26
Kematian Raja Pisau Terbang
27
Ratu Rajawali Sesat
28
Yuda Terluka
29
Ki Merak Merah
30
Kembali Ke Lembah Kesengsaraan
31
Kematian Wulan
32
Setan Tuak
33
Pertolongan Yuda Kepada Ki Merak Merah
34
Biksu Dewa Salju
35
Ilmu Pelepas Raga
36
Gerombolan Setan Merah
37
Yuda Menolong Kuku Setan
38
Kekacauan Di Markas Setan Merah
39
Pertarungan Yuda Dan Sang Ketua
40
Kenanga Cantika
41
Perjalanan Ke Pulau Es
42
Ilmu Hamparan Salju
43
Kerajaan Di Dalam Laut
44
Yuda Menerobos Istana Setan Merah
45
Pukulan Tapak Merapi
46
Yuda Berhadapan Kembali Dengan Ketua Setan Merah
47
Matinya Sang Ketua Setan Merah dan Bubarnya Gerombolan Setan Merah
48
Kemunculan Ratu Laut Samudera Biru
49
Setan Kencing
50
Kenanga Diangkat Menjadi Murid Eyang Tapak Merapi
51
Dewa Tuak Kahyangan
52
Pendekar Empat Pedang Dari Utara
53
Naga Merah Bijaksana
54
Kiai Begawan Suci
55
Ratu Kerajaan Samudera Biru
56
Sri Ajeng Pameswari
57
Ratu Ular Iblis
58
Harimau Dewa Berbulu Salju
59
Kesembuhan Sang Puteri
60
Mata Naga Samudera Biru
61
Yuda Menolong Sekar Asih
62
Desa Rindangjati
63
Raden Jaya Gledek
64
Kedatangan Puteri Sri Intan Cakrabuwana
65
Pesan Rahasia
66
Kematian Iblis Tangan Sesat
67
Asmara Dua Insan
68
Keris Naga Sasra Dirampas
69
Tekad Raden Jaya Gledek
70
Penolong Merah
71
Naga Merah
72
Kematian Sekar Asih Dan Akhir Sebuah Kisah
73
Lembah Putus Cinta
74
Empat Jurus Pedang Cinta
75
Penculikan Sang Pengantin
76
Pertarungan Di Sungai Kates Blewah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!