Bab 14. Liburan

Jovan sudah mengganti bajunya ketika Airlangga datang. Sepertinya biasanya, pria itu menunjukkan aura permusuhan yang kentara setiap Airlangga ada di hadapannya. Bagi Jovan, Airlangga sudah seperti hama yang sangat ingin ia musnahkan.

"Sayang, aku harus pergi karena ada pekerjaan di kantor. Jangan lupa istirahat dan minum obatnya. Sampai ketemu pekan depan!" ucap Jovan mengusap lembut pipi Agnia yang terkejut karena melihat Airlangga yang tiba-tiba sudah berdiri di depan sana.

Airlangga melihat interaksi keduanya tanpa bereaksi apapun, dan setelah pria parlente itu pergi, Airlangga barulah melapor pada Agnia.

"Semua sandi menggunakan sistem finger security. Kekasihmu sungguh sangat protektif. Maaf, aku tidak menemukan apapun selain celana d*alam sahabatmu di kamarnya!"

Agnia sontak melongo kala mendengar laporan Airlangga, celana da*lam?

"Serius kau harus melaporkan hal itu juga?" kata Agnia mendengkus.

Airlangga mengangguk dan sama sekali tak terlihat terganggu, "Sepertinya selain payah, kau juga sungguh bodoh!"

"Apa katamu?"

Saat akan mendamprat, Agnia terpaksa mengatupkan mulutnya kembali karena ponsel Airlangga bergetar. Membuatnya mengumpat dengan mulut tertutup.

Ia tentu ingin tahu siapa orang yang menelpon pengawalnya, tapi pria itu langsung melangkahkan pergi sesaat setelah melihat nomor di ponselnya. Membuat Agnia cemberut.

Merasa telah berada di tempat yang aman, Airlangga kemudian menggulir ponselnya.

"Halo?"

"Halo Elan, ini aku!"

Raut Airlangga seketika berubah menjadi keruh dan darahnya seakan naik.

"Dari mana kau dapat nomorku?"

***

Kantor Zidan

BRAK!

Zidan dan beberapa pria ganteng bertubuh kekar yang sedang sibuk latihan, kompak terkejut begitu pintu di jeblak dengan sangat keras oleh Airlangga.

"Kak?" sapa Zidan langsung mengangguk memberikan salam hormat.

"Siapa yang mengizinkan kalian memberiku nomorku pada perempuan itu?" tanya Airlangga dengan suara marah.

Seketika semuanya saling menoleh seperti mencari jawaban dengan raut ketakutan.

"Bukankah sudah pernah aku peringatkan, jangan pernah memberikan nomorku ke sembarang orang!" teriak Airlangga.

Kesemuanya hanya bisa menunduk tanpa berani menjawab. Sejurus kemudian, Airlangga yang masih dilanda kemarahan menuju ke ruangan pribadinya lalu di susul Zidan yang tampak pusing karena mau tidak mau dialah yang harus bertanggungjawab.

"Kak Airlangga!" ucap Zidan menyusul Airlangga dengan penuh kehati-hatian.

Dan yang di tanya tampak diam menatap hamparan semburat jingga yang sudah melorot ke sisi barat. Ada banyak sekali pikiran di kepalanya, kenapa harus di tambahi dengan hal tak penting macam ini?

"Ardi tidak tahu jika dia adalah nona Mely!" tutur Zidan mencoba mengurai benang kusut yang tercipta.

"Lalu?" Airlangga menoleh dengan muka kesal.

"Dia melihat foto anda di foto depan!" menenangkan foto dirinya bersama semua bodyguard. "Dia mengatakan jika nona Mely adalah teman lama anda. Ardi tidak tahu dan dia..."

"Lain kali jangan begitu, siapapun. Kau jangan lupa Dan, aku tidak mau tahu alasan apapun. Jangan mudah memberikannya nomorku ke sembarang orang!"

Zidan tertunduk memahami keadaan. Ia tahu kenapa Airlangga begitu memfilter nomor ponselnya

"Soal yang di barat..."

"Aku tidak mau tahu soal itu!" potong Airlangga yang tahu kemana arah pembicaraan orang kepercayaannya itu.

Zidan tak berani lagi untuk sekedar mengutarakan, saat raut Airlangga bertambah keruh. Pria itu sejurus kemudian kembali ke rumah Agnia dan melihat perempuan itu sibuk di ruang keluarga.

"Apa yang dia lakukan? Bukannya istirahat!"

"Sedang apa kau?" teriak Airlangga.

Membuat Agnia menoleh.

"Dari mana kau?" tanya Agni kesal karena pria itu bahkan pergi tanpa pamit.

"Kau sedang sakit, kenapa malah melakukan hal tak berguna macam ini. Kembali ke kamar dan isti..."

"Aku bosan!" bantah Agnia seraya menarik paksa tangannya yang di seret oleh Airlangga.

Airlangga menatap Agnia.

"Lagipula, aku harus segera memilah barang-barang ini. Aku bingung karena Minggu depan Jovan mengajakku liburan. Aku harus bagaimana?"

Namun Airlangga tak mempedulikan, pria itu tak mau banyak omong dan langsung menggendong Agnia lalu membawanya ke kamar agar dia kembali beristirahat.

***

Hari 'minggu depan' yang di bicarakan oleh semua orang akhirnya datang juga. Jovan sudah merencanakan akan membuat Agnia mau dinikahi sebelum ingatan perempuan itu kembali.

Namun tak di nyana, saat akan menjemput Agnia, ia malah di kejutkan dengan kemunculan Airlangga yang berjalan mengekor di belakang Agnia dengan wajah acuh.

"Sayang, kita akan pergi libur berdua, kenapa dia...?" Jovan melayangkan protes dengan muka terbengong-bengong.

Tapi Agnia tetap terlihat santai. Sepertinya, ia tak boleh setengah-setengah dalam memainkan aktingnya.

"Dia akan ikut. Tenang saja, anggap dia tidak ada. Lagipula, yang liburan kan kita, dia tetap bekerja!" balas Agnia tersenyum secerah mentari.

"Apa? CK, yang benar saja sayang. Itu tidak mungkin, ini tidak akan nyaman!"

"Kenapa harus memusingkan dia, Visya saja kau ajak aku juga tidak keberatan!" sindir Agnia sembari melipat kedua tangannya.

Membuat Jovan nyaris tersedak ludahnya sendiri.

"Apa, darimana dia tahu?"

Terpopuler

Comments

Yumna

Yumna

Tambah mumet si jovan.. airlangga ngekor terus🤭

2024-09-19

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Khianat
2 Bab 2. Agnia Hardianto
3 Bab 3. Be my bodyguard!
4 Bab 4. Deal
5 Bab 5. The Protector
6 Bab 6. Perduli
7 Bab 7. Dia dan pekerjaannya
8 Bab 8. Sulit di tebak
9 Bab 9. Nyaris celaka
10 Bab 10. Kesulitan seorang pria
11 Bab 11. Emang boleh sekesal ini?
12 Bab 12. Sakit
13 Bab 13. Dia dan masa lalunya
14 Bab 14. Liburan
15 Bab 15. Gara-gara turbulensi
16 Bab 16. Perangkap
17 Bab 17. Dia menyelamatkan
18 Bab 18. Rasa lain
19 Bab 19. Perseteruan dua pria
20 Bab 20. Tak semudah yang di kira
21 Bab 21. Benda bersejarah
22 Bab 22. Tak lagi bisa menutupi
23 Bab 23. Mr. Payah
24 Bab 24. Jangan rendahkan dirimu
25 Bab 25. Menabuh genderang perang
26 Bab 26. Suara hati
27 Bab 27. Berita viral
28 Bab 28. Mantan pacar?
29 Bab 29. Kenapa jealous
30 Bab 30. Paman datang
31 Bab 31. Pelukmu
32 Bab 32. Kenapa selalu dingin dan datar?
33 Bab 33. Aku pergi
34 Bab 34. Putar haluan
35 Bab 35. Welcome back
36 Bab 36. Fell to you
37 Bab 37. Efek domino
38 Bab 38. Suprise
39 Bab 39. Gangguan
40 Bab 40. Jangan begitu lagi, aku cemburu!
41 Bab 41. Tak rela?
42 Bab 42. Memeluk mu
43 Bab 43. Satu pagi bersama mu
44 Bab 44. Di kebimbangan hati
45 Bab 45. Hal menyakitkan
46 Bab 46. Mulai berani
47 Bab 47. Kita pacaran?
48 Bab 48. Happy New year
49 Bab 49. Rasa yang melampaui batas
50 Bab 50. Jalan terjal berliku
51 Bab 51. Kiamat itu tiba
52 Bab 52. Patah hati
53 Bab 53. Niat Zidan
54 Bab 54. Misi Airlangga part 1
55 Bab 55. Misi Airlangga part 2
56 Bab 56. Misi Airlangga part 3
57 Bab 57. Kehilangan mu, menyakitkan nurani
58 Bab 57. Roda sedang berputar
59 Bab 59. Kenyataan harus di kabarkan
60 Bab 60. Pertanggungjawaban
61 Bab 61. Ingin bertemu
62 Bab 62. Aku butuh kamu, kamu juga harus membutuhkan aku
63 Bab 63. Bangun pagi bersamamu
64 Bab 64. Aku mencintaimu, Agnia
Episodes

Updated 64 Episodes

1
Bab 1. Khianat
2
Bab 2. Agnia Hardianto
3
Bab 3. Be my bodyguard!
4
Bab 4. Deal
5
Bab 5. The Protector
6
Bab 6. Perduli
7
Bab 7. Dia dan pekerjaannya
8
Bab 8. Sulit di tebak
9
Bab 9. Nyaris celaka
10
Bab 10. Kesulitan seorang pria
11
Bab 11. Emang boleh sekesal ini?
12
Bab 12. Sakit
13
Bab 13. Dia dan masa lalunya
14
Bab 14. Liburan
15
Bab 15. Gara-gara turbulensi
16
Bab 16. Perangkap
17
Bab 17. Dia menyelamatkan
18
Bab 18. Rasa lain
19
Bab 19. Perseteruan dua pria
20
Bab 20. Tak semudah yang di kira
21
Bab 21. Benda bersejarah
22
Bab 22. Tak lagi bisa menutupi
23
Bab 23. Mr. Payah
24
Bab 24. Jangan rendahkan dirimu
25
Bab 25. Menabuh genderang perang
26
Bab 26. Suara hati
27
Bab 27. Berita viral
28
Bab 28. Mantan pacar?
29
Bab 29. Kenapa jealous
30
Bab 30. Paman datang
31
Bab 31. Pelukmu
32
Bab 32. Kenapa selalu dingin dan datar?
33
Bab 33. Aku pergi
34
Bab 34. Putar haluan
35
Bab 35. Welcome back
36
Bab 36. Fell to you
37
Bab 37. Efek domino
38
Bab 38. Suprise
39
Bab 39. Gangguan
40
Bab 40. Jangan begitu lagi, aku cemburu!
41
Bab 41. Tak rela?
42
Bab 42. Memeluk mu
43
Bab 43. Satu pagi bersama mu
44
Bab 44. Di kebimbangan hati
45
Bab 45. Hal menyakitkan
46
Bab 46. Mulai berani
47
Bab 47. Kita pacaran?
48
Bab 48. Happy New year
49
Bab 49. Rasa yang melampaui batas
50
Bab 50. Jalan terjal berliku
51
Bab 51. Kiamat itu tiba
52
Bab 52. Patah hati
53
Bab 53. Niat Zidan
54
Bab 54. Misi Airlangga part 1
55
Bab 55. Misi Airlangga part 2
56
Bab 56. Misi Airlangga part 3
57
Bab 57. Kehilangan mu, menyakitkan nurani
58
Bab 57. Roda sedang berputar
59
Bab 59. Kenyataan harus di kabarkan
60
Bab 60. Pertanggungjawaban
61
Bab 61. Ingin bertemu
62
Bab 62. Aku butuh kamu, kamu juga harus membutuhkan aku
63
Bab 63. Bangun pagi bersamamu
64
Bab 64. Aku mencintaimu, Agnia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!