Bab 15. Gara-gara turbulensi

Sebenarnya, Agnia main nyablak aja ketika mengatakan hal itu. Perempuan itu sekarang memang lebih senang mempermainkan Jovan dengan jokes-jokes kecil sebagai bentuk balas dendam permulaan.

Dan reaksi yang di tunjukkan oleh Jovan jelas menegaskan jika pria itu pasti memang tidak akan meninggalkan Visya di kota ini.

"Dari reaksinya, si brengsek ini pasti memang mengajak perempuan tidak tahu malu itu!" batin Airlangga sembari menatap tajam Jovan.

Tapi Agnia segera tertawa, dan membuat Jovan yang sudah mengucurkan keringat dingin semakin bingung.

"Kamu kenapa langsung pucat sih? Aku hanya bercanda sayang . Lagipula, mana mungkin Visya ikut, sebagai penanggungjawab laporan keuangan, dia pasti akan sangat sibuk di sini."

Maka Jovan tersenyum kaku akan hal itu.

" Tapi, aku harus mengajak pengawalku agar dia bisa membantuku membawa barang-barang. Aku mana mungkin meminta mu membawakan semua ini kan sayang?" seru Agnia sembari bergelayut manja di lengan Jovan.

Airlangga sungguh ingin memuji kepiawaian Agnia dalam berakting. Sejenak ia seperti melihat adegan komedi dua orang bodoh.

Padahal, dalam hati Agnia ia benar-benar ingin muntah demi mendengar perkataannya sendiri. Sementara Jovan kini merasa telah salah karena diam-diam memang membiarkan Visya berangkat dulu ke tempat tujuan mereka.

Mereka akhirnya melesat ke airport beberapa menit kemudian. Di dalam pesawat, mereka duduk satu baris dengan konfigurasi Agnia berada di tengah dan Airlangga berada di tepi jalan. Jovan mau tak mau harus menerima hal itu karena pesawat hari ini sedang penuh.

Namun tanpa di duga, ketika telah mencapai ketinggian tertentu, pesawat yang mereka naiki mengalami turbulensi. Pesawat yang bergetar serta mengeluarkan suara-suara mengerikan itu membuat Agnia sontak memegang tangan Airlangga sembari memejamkan matanya karena ketakutan.

Saat pramugari mengumandangkan announcement terkait turbulensi, Airlangga melirik sejenak. Terlihat di sana Agnia sedang memejamkan matanya rapat-rapat sementara Jovan sibuk membaca majalah seperti tanpa merasakan gangguan bahaya.

Airlangga diam saja meskipun ia tahu jika Agni benar-benar ketakutan. Lebih tepatnya, ia merasakan sakit akibat tancapan kuku Agnia di daging tangannya.

"Perempuan ini benar-benar payah!"

Turbulensi akhirnya berakhir beberapa saat kemudian dan menyisakan Agnia yang kini harus terkejut, demi melihat punggung tangan Airlangga berjejak kuku cukup dalam akibat ulahnya.

"Astaga!" ucap Agnia memegangi mulutnya karena kaget.

Tapi Airlangga segera menarik tangannya lalu melepaskan seat belt untuk menuju ke lavatory.

"Ada apa?" tanya Jovan yang tak tahu akan hal itu.

Agnia menggeleng, "Tidak ada apa-apa sayang!" bohongnya menutupi kegugupan. Ia kini lebih khawatir dengan Airlangga.

"Apa dia kesakitan? Apa dia marah ke aku?"

Jovan lanjut membaca, sementara Agnia terlihat semakin tak enak hati karena telah melakukan hal seperti itu.

Mereka landing tepat saat jam makan siang. Mereka memilih mengisi perut di airport sembari menunggu jemputan. Sepanjang makan, Agnia melihat ke arah Airlangga yang diam berdiri dengan mode siaga. Pandangan juga tak sengaja betumbuk pada plaster yang kini tertempel di punggung tangan Airlangga.

"Aku sangat senang hari ini sayang!" ucap Jovan di sela kegiatan makannya.

Tapi Agnia masih menatap Airlangga yang kini juga tak sengaja menoleh dan mendapati Agnia bersipandang dengannya. Pria berjas hitam itu sejurus kemudian mengalihkan perhatian pada ponsel miliknya. Membuat Agnia terdiam.

"Sejak bersama pria itu, aku sungguh selalu merasa ada yang aneh. Aku merasa aman saat bersamanya. Tapi kenapa, pria itu sungguh dingin?"

Mereka akhirnya tiba di hotel pukul dua lebih lima belas menit. Airlangga berada di kamar sebelah Agnia, sementara Jovan yang sial malah mendapati kamar agak jauh.

"Yang benar saja, kenapa aku malah dapat kamar jauh? Kau tidak tahu aku ini siapa?" protes Jovan kepada resepsionis.

"Maaf Pak, mungkin ada mau tukar dengan rekan anda!" menunjuk kepada Airlangga yang wajahnya sudah sangat memuakkan Jovan.

Tapi pria dingin itu langsung pergi sembari menggeret koper Agnia. Tak memperdulikan Jovan yang protes dan mengundang perhatiannya orang banyak.

"Aku tidak mau. Enak saja kau. Satu lagi, dia juga bukan temanku!" bentak Jovan marah.

Resepsionis itu hanya bisa tertunduk karena kamar memang sedang penuh.

"Tidak apa-apa sayang. Lagipula kita hanya pisah kamar!" ucap Agnia setelah melihat Airlangga pergi.

Jovan yang marah akhirnya luluh usai di tenangkan oleh Agnia. Pria yang selalu menggunakan kalung emas itu kini mengusap lembut kepala Agnia dan menunjukkan wajahnya yang muram.

"Baiklah, aku mengalah karena mu. Kalau begitu, istirahat lah dulu, kita ketemu saat makan malam!"

Agnia mengangguk dengan perut yang kembali mual.

Di dekat pintu, Airlangga ternyata sudah menunggu Agnia yang akhirnya muncul. Pria itu tanpa di perintah langsung membukakan pintu untuk orang yang telah membayarnya dengan harga mahal itu.

"Kalau ada apa-apa, pencet kalung itu!" ucap Airlangga sesaat setelah meletakkan barang-barang Agnia.

Agnia mengangguk. Namun saat Airlangga sudah mulai melangkah pergi,

"Tunggu!"

Airlangga langsung menoleh dan melihat tangannya sudah di tangkap Agnia.

"Kau belum makan!" ucap Agnia yang terlihat khawatir.

Dan Airlangga segera melepaskan tangan Agnia yang kini memegang lengannya.

"Aku bisa menjaga diriku!"

"Ta..."

Airlangga keburu pergi usai membungkukkan tubuhnya. Membuat ucapan Agnia menguap percuma. Pria itu masuk ke dalam kamarnya. Sementara Agnia mau tak mau akhirnya memilih menutup pintu dengan muka kusut.

Sekitar pukul empat, Agnia yang sudah mandi dan membiarkan rambutnya basah menerima email dari Airlangga. Pria itu mengirimkan beberapa file penting yang harus di pelajari. Sesuai permintaannya, ia akan belajar secara detail. Tapi, bagaimana bisa Airlangga dapat secepat dan selancar ini dalam memberinya materi?

Sementara itu di lain pihak, Jovan terlihat tersenyum licik saat melihat sebuah botol yang barusan di antarkan oleh seseorang ke kamarnya.

"Akan aku buat kau menjerit malam ini dan ku pastikan kita akan segera menikah sebelum kau sadar!" ia tertawa licik.

Terpopuler

Comments

Sunaryati

Sunaryati

Tak akan berhasil Jovan

2024-09-20

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Khianat
2 Bab 2. Agnia Hardianto
3 Bab 3. Be my bodyguard!
4 Bab 4. Deal
5 Bab 5. The Protector
6 Bab 6. Perduli
7 Bab 7. Dia dan pekerjaannya
8 Bab 8. Sulit di tebak
9 Bab 9. Nyaris celaka
10 Bab 10. Kesulitan seorang pria
11 Bab 11. Emang boleh sekesal ini?
12 Bab 12. Sakit
13 Bab 13. Dia dan masa lalunya
14 Bab 14. Liburan
15 Bab 15. Gara-gara turbulensi
16 Bab 16. Perangkap
17 Bab 17. Dia menyelamatkan
18 Bab 18. Rasa lain
19 Bab 19. Perseteruan dua pria
20 Bab 20. Tak semudah yang di kira
21 Bab 21. Benda bersejarah
22 Bab 22. Tak lagi bisa menutupi
23 Bab 23. Mr. Payah
24 Bab 24. Jangan rendahkan dirimu
25 Bab 25. Menabuh genderang perang
26 Bab 26. Suara hati
27 Bab 27. Berita viral
28 Bab 28. Mantan pacar?
29 Bab 29. Kenapa jealous
30 Bab 30. Paman datang
31 Bab 31. Pelukmu
32 Bab 32. Kenapa selalu dingin dan datar?
33 Bab 33. Aku pergi
34 Bab 34. Putar haluan
35 Bab 35. Welcome back
36 Bab 36. Fell to you
37 Bab 37. Efek domino
38 Bab 38. Suprise
39 Bab 39. Gangguan
40 Bab 40. Jangan begitu lagi, aku cemburu!
41 Bab 41. Tak rela?
42 Bab 42. Memeluk mu
43 Bab 43. Satu pagi bersama mu
44 Bab 44. Di kebimbangan hati
45 Bab 45. Hal menyakitkan
46 Bab 46. Mulai berani
47 Bab 47. Kita pacaran?
48 Bab 48. Happy New year
49 Bab 49. Rasa yang melampaui batas
50 Bab 50. Jalan terjal berliku
51 Bab 51. Kiamat itu tiba
52 Bab 52. Patah hati
53 Bab 53. Niat Zidan
54 Bab 54. Misi Airlangga part 1
55 Bab 55. Misi Airlangga part 2
56 Bab 56. Misi Airlangga part 3
57 Bab 57. Kehilangan mu, menyakitkan nurani
58 Bab 57. Roda sedang berputar
59 Bab 59. Kenyataan harus di kabarkan
60 Bab 60. Pertanggungjawaban
61 Bab 61. Ingin bertemu
62 Bab 62. Aku butuh kamu, kamu juga harus membutuhkan aku
63 Bab 63. Bangun pagi bersamamu
64 Bab 64. Aku mencintaimu, Agnia
Episodes

Updated 64 Episodes

1
Bab 1. Khianat
2
Bab 2. Agnia Hardianto
3
Bab 3. Be my bodyguard!
4
Bab 4. Deal
5
Bab 5. The Protector
6
Bab 6. Perduli
7
Bab 7. Dia dan pekerjaannya
8
Bab 8. Sulit di tebak
9
Bab 9. Nyaris celaka
10
Bab 10. Kesulitan seorang pria
11
Bab 11. Emang boleh sekesal ini?
12
Bab 12. Sakit
13
Bab 13. Dia dan masa lalunya
14
Bab 14. Liburan
15
Bab 15. Gara-gara turbulensi
16
Bab 16. Perangkap
17
Bab 17. Dia menyelamatkan
18
Bab 18. Rasa lain
19
Bab 19. Perseteruan dua pria
20
Bab 20. Tak semudah yang di kira
21
Bab 21. Benda bersejarah
22
Bab 22. Tak lagi bisa menutupi
23
Bab 23. Mr. Payah
24
Bab 24. Jangan rendahkan dirimu
25
Bab 25. Menabuh genderang perang
26
Bab 26. Suara hati
27
Bab 27. Berita viral
28
Bab 28. Mantan pacar?
29
Bab 29. Kenapa jealous
30
Bab 30. Paman datang
31
Bab 31. Pelukmu
32
Bab 32. Kenapa selalu dingin dan datar?
33
Bab 33. Aku pergi
34
Bab 34. Putar haluan
35
Bab 35. Welcome back
36
Bab 36. Fell to you
37
Bab 37. Efek domino
38
Bab 38. Suprise
39
Bab 39. Gangguan
40
Bab 40. Jangan begitu lagi, aku cemburu!
41
Bab 41. Tak rela?
42
Bab 42. Memeluk mu
43
Bab 43. Satu pagi bersama mu
44
Bab 44. Di kebimbangan hati
45
Bab 45. Hal menyakitkan
46
Bab 46. Mulai berani
47
Bab 47. Kita pacaran?
48
Bab 48. Happy New year
49
Bab 49. Rasa yang melampaui batas
50
Bab 50. Jalan terjal berliku
51
Bab 51. Kiamat itu tiba
52
Bab 52. Patah hati
53
Bab 53. Niat Zidan
54
Bab 54. Misi Airlangga part 1
55
Bab 55. Misi Airlangga part 2
56
Bab 56. Misi Airlangga part 3
57
Bab 57. Kehilangan mu, menyakitkan nurani
58
Bab 57. Roda sedang berputar
59
Bab 59. Kenyataan harus di kabarkan
60
Bab 60. Pertanggungjawaban
61
Bab 61. Ingin bertemu
62
Bab 62. Aku butuh kamu, kamu juga harus membutuhkan aku
63
Bab 63. Bangun pagi bersamamu
64
Bab 64. Aku mencintaimu, Agnia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!