Bab 7. Dia dan pekerjaannya

Akhirnya pekan ketiga ini Airlangga meminta Zidan untuk menggantikannya sebentar ketika Agni sudah tertidur. Namun tanpa pria itu ketahui, Agni sebenarnya terbangun dan melihat mobil Airlangga keluar.

Semula, ia langsung ingin menelpon Airlangga dan menanyakan kemana pria itu akan pergi, namun ia tak jadi menelpon Airlangga karena melihat ada tiga pengawal lain yang berjaga. Membuatnya lega.

Pria itu sungguh bertanggungjawab. Tapi, mau pergi ke mana dia? Ah biarlah, mungkin ingin membeli sesuatu. Begitu pikir Agnia melanjutkan tidurnya.

Sementara itu di lain pihak, Airlangga terlihat turun dari mobil dan menemui seorang yang malam itu mengajaknya untuk bertemu.

"Berbakti juga kau sebagai anak, hm?"

Airlangga sudah mengganti pakaian dengan kaos biasa. Ia tak ingin mengotori jas yang diberikannya oleh Agni untuk urusannya.

"Aku belum bisa membebaskan ibumu. Tapi tenang saja, aku pasti memperlakukannya dengan sangat baik. Hal ini terpaksa aku lakukan karena dia belum mengakui soal keberadaan liontin dengan mata berlian ungu itu!"

Airlangga terlihat santai namun ia mengepalkan tangannya. Jelas pria itu sudah berniat menipunya.

"Aku sudah memberikanmu sejumlah uang yang tak sedikit. Aku tak ingin mengotori tanganku lagi! Jadi, lakukan sesuai janjimu!" jawab Airlangga dengan sorot mata mengancam.

Pria itu justru tertawa. Ia tahu kemana arah pembicaraan pria tampan di depannya. Tapi ia masih belum menemukan kunci puzzle keberadaan liontin ungu itu.

"Kau jangan lupa, Ibumu bukan orang lain untukku. Kau bahkan seharusnya memanggilku ay...."

"Diammm!!!" Airlangga sontak murka ketika mendengar pria itu akan mengucapkan sebuah kata. Ia berteriak dan membuat pria itu terdiam sejenak sebelum akhirnya tertawa lagi.

"Kau sungguh seperti dia. Diktator!"

Tak lagi bisa menjaga amarah karena terus menerus di singgung, Airlangga langsung maju dan melayangkan tinju ke arah pria itu dan membuat rahang si pria terlempar.

BUG!

"Aku sudah memperingati mu, tapi kau seperti memang suka cara seperti ini!" kata Airlangga penuh kemarahan.

BUG!

Perkelahian pun tak terelakkan. Duel satu lawan satu itu pun terjadi sangat sengit. Mereka bertarung dan saling melepaskan pukulan. Keduanya sama-sama bertarung mati-matian.

Namun karena lengah, sebilah pisau berhasil mengenai lengan kanan Airlangga dan membuatnya mengerang.

SRING!

"Arghh!" Airlangga mengerang.

Di kesempatan itu, si pria yang juga sudah kehilangan kekuatannya berhasil terseok-seok kabur ke dalam mobil. Meninggalkan Airlangga yang kini meringis kesakitan.

Sementara itu di tempat lain, karena merasa haus dan air dalam kamarnya kosong, Agnia bergerak keluar dengan langkah malas. Jam menunjukkan pukul tiga lebih dua belas dini hari. Dan ketika Agnia sudah berada di dapur, betapa terkejutnya ia demi melihat Airlangga yang juga minum dengan kemeja putih yang di bagian lengannya sudah di berdarah.

"Kau, astaga lenganmu!" Agnia memekik panik dan langsung berlari menuju ke arah Airlangga.

Airlangga yang tak menyadari kedatangan bosnya justru fokus kepada Agnia yang kenapa malah bangun di jam seperti ini.

"Kenapa bangun?"

"Cepat kemari, kau terluka karena apa? Apa Jovan menyerang mu? Kau dari mana sebenarnya?"

Agni bahkan tak menggubris pertanyaan Airlangga. Ia malah mencecar bodyguardnya itu dengan pertanyaan secara spontanitas. Fokusnya justru terpusat pada luka di lengan bodyguardnya.

"Buka!" titah Agnia panik dan berniat ingin segera mengobati.

Airlangga terlolong ketika mendengar permintaan Agni yang memintanya membuka pakaian.

"Apa kau tidak taat perintah? Cepat buka bajumu!" kali ini Agni mulai marah.

Luka di lengan atas Airlangga hanya bisa di obati jika pakaiannya di lepas. Airlangga yang tak ingin membangunkan penghuni lain karena suara Agni akhirnya melepaskan kemejanya.

Ketika pira itu mulai melepaskan pakaiannya sambil menahan rasa sakit, mata Agni malah semakin mendelik karena melihat ke beberapa bekas luka yang menyebar di punggung kokoh nan liat milik Airlangga.

"Kenapa bekas lukanya banyak sekali?"

"Aku bisa sendiri!" ucap Airlangga menyambar botol antiseptik dan membuyarkan lamunan Agnia.

"Diam!" Sambur Agni kembali merebut obat dari tangan Airlangga karena ia tak mau di interupsi.

Airlangga akhirnya menghela napas dan menurut saja dari pada Agni bersuara semakin keras. Dengan kapas yang sudah mengandung cairan antiseptik, ia mulai mengobati luka di lengan atas.

Ketika itu, Agnia meraba beberapa bekas luka yang sebagian besar seperti luka sayatan. Entah mengapa, Agnia begitu kasihan melihat semua luka yang tercipta. Dan ia tak bisa menyembunyikan keingintahuannya soal banyaknya luka yang tercetak di punggungnya.

"Lukamu banyak. Apa kau benar-benar sering berkelahi?" tanya Agnia berusaha hati-hati kala mengobati.

Rahang Airlangga berkedut karena menahan perih. Tentu sebenarnya ia tak ingin membuat siapapun kasihan kepadanya.

"Sudah, ini akan membaik sendiri!" Airlangga langsung berdiri dan kembali memakai kemejanya tanpa berniat menjawab pertanyaan bosnya. Membuat Agni menghela napas karena plaster belum ia tempelkan.

"Kembalilah tidur! Aku akan berjaga!"

Agni menatap Airlangga yang mulai melangkah pergi. Pria itu sungguh sangat dingin dan sulit di terka, tapi selalu memproteksi dirinya berkali-kali.

"Orang macam apa sih dia?"

Episodes
1 Bab 1. Khianat
2 Bab 2. Agnia Hardianto
3 Bab 3. Be my bodyguard!
4 Bab 4. Deal
5 Bab 5. The Protector
6 Bab 6. Perduli
7 Bab 7. Dia dan pekerjaannya
8 Bab 8. Sulit di tebak
9 Bab 9. Nyaris celaka
10 Bab 10. Kesulitan seorang pria
11 Bab 11. Emang boleh sekesal ini?
12 Bab 12. Sakit
13 Bab 13. Dia dan masa lalunya
14 Bab 14. Liburan
15 Bab 15. Gara-gara turbulensi
16 Bab 16. Perangkap
17 Bab 17. Dia menyelamatkan
18 Bab 18. Rasa lain
19 Bab 19. Perseteruan dua pria
20 Bab 20. Tak semudah yang di kira
21 Bab 21. Benda bersejarah
22 Bab 22. Tak lagi bisa menutupi
23 Bab 23. Mr. Payah
24 Bab 24. Jangan rendahkan dirimu
25 Bab 25. Menabuh genderang perang
26 Bab 26. Suara hati
27 Bab 27. Berita viral
28 Bab 28. Mantan pacar?
29 Bab 29. Kenapa jealous
30 Bab 30. Paman datang
31 Bab 31. Pelukmu
32 Bab 32. Kenapa selalu dingin dan datar?
33 Bab 33. Aku pergi
34 Bab 34. Putar haluan
35 Bab 35. Welcome back
36 Bab 36. Fell to you
37 Bab 37. Efek domino
38 Bab 38. Suprise
39 Bab 39. Gangguan
40 Bab 40. Jangan begitu lagi, aku cemburu!
41 Bab 41. Tak rela?
42 Bab 42. Memeluk mu
43 Bab 43. Satu pagi bersama mu
44 Bab 44. Di kebimbangan hati
45 Bab 45. Hal menyakitkan
46 Bab 46. Mulai berani
47 Bab 47. Kita pacaran?
48 Bab 48. Happy New year
49 Bab 49. Rasa yang melampaui batas
50 Bab 50. Jalan terjal berliku
51 Bab 51. Kiamat itu tiba
52 Bab 52. Patah hati
53 Bab 53. Niat Zidan
54 Bab 54. Misi Airlangga part 1
55 Bab 55. Misi Airlangga part 2
56 Bab 56. Misi Airlangga part 3
57 Bab 57. Kehilangan mu, menyakitkan nurani
58 Bab 57. Roda sedang berputar
59 Bab 59. Kenyataan harus di kabarkan
60 Bab 60. Pertanggungjawaban
61 Bab 61. Ingin bertemu
62 Bab 62. Aku butuh kamu, kamu juga harus membutuhkan aku
63 Bab 63. Bangun pagi bersamamu
64 Bab 64. Aku mencintaimu, Agnia
Episodes

Updated 64 Episodes

1
Bab 1. Khianat
2
Bab 2. Agnia Hardianto
3
Bab 3. Be my bodyguard!
4
Bab 4. Deal
5
Bab 5. The Protector
6
Bab 6. Perduli
7
Bab 7. Dia dan pekerjaannya
8
Bab 8. Sulit di tebak
9
Bab 9. Nyaris celaka
10
Bab 10. Kesulitan seorang pria
11
Bab 11. Emang boleh sekesal ini?
12
Bab 12. Sakit
13
Bab 13. Dia dan masa lalunya
14
Bab 14. Liburan
15
Bab 15. Gara-gara turbulensi
16
Bab 16. Perangkap
17
Bab 17. Dia menyelamatkan
18
Bab 18. Rasa lain
19
Bab 19. Perseteruan dua pria
20
Bab 20. Tak semudah yang di kira
21
Bab 21. Benda bersejarah
22
Bab 22. Tak lagi bisa menutupi
23
Bab 23. Mr. Payah
24
Bab 24. Jangan rendahkan dirimu
25
Bab 25. Menabuh genderang perang
26
Bab 26. Suara hati
27
Bab 27. Berita viral
28
Bab 28. Mantan pacar?
29
Bab 29. Kenapa jealous
30
Bab 30. Paman datang
31
Bab 31. Pelukmu
32
Bab 32. Kenapa selalu dingin dan datar?
33
Bab 33. Aku pergi
34
Bab 34. Putar haluan
35
Bab 35. Welcome back
36
Bab 36. Fell to you
37
Bab 37. Efek domino
38
Bab 38. Suprise
39
Bab 39. Gangguan
40
Bab 40. Jangan begitu lagi, aku cemburu!
41
Bab 41. Tak rela?
42
Bab 42. Memeluk mu
43
Bab 43. Satu pagi bersama mu
44
Bab 44. Di kebimbangan hati
45
Bab 45. Hal menyakitkan
46
Bab 46. Mulai berani
47
Bab 47. Kita pacaran?
48
Bab 48. Happy New year
49
Bab 49. Rasa yang melampaui batas
50
Bab 50. Jalan terjal berliku
51
Bab 51. Kiamat itu tiba
52
Bab 52. Patah hati
53
Bab 53. Niat Zidan
54
Bab 54. Misi Airlangga part 1
55
Bab 55. Misi Airlangga part 2
56
Bab 56. Misi Airlangga part 3
57
Bab 57. Kehilangan mu, menyakitkan nurani
58
Bab 57. Roda sedang berputar
59
Bab 59. Kenyataan harus di kabarkan
60
Bab 60. Pertanggungjawaban
61
Bab 61. Ingin bertemu
62
Bab 62. Aku butuh kamu, kamu juga harus membutuhkan aku
63
Bab 63. Bangun pagi bersamamu
64
Bab 64. Aku mencintaimu, Agnia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!