Bab 18. Rasa lain

Airlangga akhirnya membuka pintu dengen cepat usai beberapa detik bersiap-siap, takut kalau-kalau itu Jovan ataupun suruhannya. Namun begitu pintu terbuka, ia jadi mengerutkan kening saat melihat seorang wanita paruh baya yang berpakaian seperti petugas kebersihan.

"Ya?" tanya Airlangga.

"Tuan, saya di minta Pak Seno untuk datang kemari, apa yang bisa saya bantu?" jawab wanita itu terlihat antusias dan membuat Airlangga segera memasukkan kembali senjata ke balik punggungnya.

Oh God, semula Airlangga nyaris blank, tapi ia segera ingat jika beberapa waktu yang lalu ia meminta satu orang petugas wanita untuk datang ke kamarnya.

"Oh maaf, silahkan masuk!" kata Airlangga sembari mengendurkan otot wajah.

Wanita itu masuk, ia celingukan ketika berada di dalam, bingung dengan tugas apa sebenarnya yang harus ia kerjakan.

"Maaf Pak, mana yang harus saya bersihkan? Semuanya terlihat rapi dan baik-baik saja." kata wanita itu.

Airlangga menggaruk kepalanya, "emmmm tolong bantu saya mengganti baju Bos saya!"

"Bos?" wajah wanita itu tampak shock.

Airlangga mengangguk ragu-ragu.

Tapi wanita itu segera paham ketika melihat sesosok perempuan cantik yang kini di rendam di bak besar kamar mandi.

Beberapa saat kemudian,

Airlangga terpaksa membawa laptopnya ke kamar Agnia dan berjaga di sana. Takut kalau Jovan akan kembali tiba-tiba dan membuat masalah. Walau bagaimanapun, ia telah menerima uang yang banyak dari Agnia, sudah selayaknya dia menempati janji dengan menjaga perempuan itu.

Usai melihat beberapa laporan yang di kirimi Zidan dengan tekun dan serius, pandangannya kembali ke ranjang tempat dimana seorang perempuan yang kini tak menggunakan riasan tertidur dengan wajah teduhnya.

Perempuan itu mengeluarkan napas teratur dan terlihat sangat menikmati tidurnya. Prempuan yang ternyata masih tetap terlihat cantik meskipun tanpa sapuan makeup apapun.

Pandangannya kemudian beralih pada bibir berwarna merah jambu yang beberapa jam yang lalu mengecup bibirnya. Airlangga jadi meraup wajahnya demi gelenyar aneh yang tiba-tiba timbul di dalam hatinya.

"Setelah kasus mu ini berakhir, pekerjaan ku akan selesai. Jujur, aku seperti memiliki hutang padanya. Tapi, bisa saja setelah proyekku berhasil aku akan mengembalikan uang itu pada wanita payah ini, tapi kenapa sekarang aku jadi tidak tega padanya?"

Dan saat masih melamun, ponselnya tiba-tiba bergetar.

"Halo?" ucapnya sesaat setelah ponsel menempel di daun telinganya.

"Halo, kak....."

Dan seketika Airlangga memejamkan matanya demi sebuah kabar tak menyenangkan yang membuat kepalanya terasa berdenyut.

***

Hari berganti, Agnia terbangun dan kepalanya terasa berat sekali. Ia tak langsung kuat membuka matanya, bahkan sesekali ia merasa mual. Dan begitu Agnia berhasil duduk, seketika ia langsung teringat jika semalam dirinya di tindih oleh Jovan.

"Astagaa, bajuku!" ia memekik sendiri sembari di liputi kegelisahan, ketakutan, dan kerisauan. Ia mengecek semua yang ada dan sana dan jelas pakaiannya telah berubah. Tapi saat panik menyerang, ia tiba-tiba melihat segala sesuatu di sekitarnya tetap rapih.

Samar-samar, ia teringat dengan seorang pria tampan yang menolongnya, dan mereka berciuman. Ciuman yang sebenarnya sangat ia nikmati. Tapi ia tak dapat mengingatkan wajah pria itu, ataukah dia bermimpi? Lalu Jovan?

Tapi sesosok pria yang kini tiba-tiba masuk membuatnya langsung melompat dan kemudian berlari ke arahnya saking takutnya ia dengan situasi yang semalam terjadi.

"Aku sudah..."

"Airlangga!" teriak Agnia dan langsung memeluk erat tubuh pria itu sampai membuat Airlangga sedikit terhuyung.

Tubuh Airlangga seperti membeku saat Agnia tiba-tiba memeluknya lalu menangis. Ia menjadi kaku. Pria itu tak membalas pelukan perempuan yang telah membayarnya dengan harga mahal itu, tapi ia juga tak menolak. Semua yang terjadi sungguh di luar dugaannya.

"Aku sudah meminta orang mengganti pakaian mu. Tenang, kau aman!" lanjut Airlangga yang akhirnya berhasil meneruskan ucapannya yang meskipun ia sekarang sedang gugup.

Agnia merasa tenang, tapi apa yang terjadi sungguh diluar dugaannya. Ia bahkan belum pernah di jahati oleh siapapun sebelumnya, semua rasa hormat yang diberikannya Jovan rupanya tak lebih dari bagian kamuflase.

"Aku benar-benar lelah, aku ingin menyerah dengan sandiwara ini, aku ingin segera mengirim mereka ke penjara!" tutur Agnia sembari terisak dengan hati yang sedih.

Tangisnya terdengar pilu, mengoyak paksa nuraninya, dan Airlangga rupanya tak kuasa dengan situasi seperti ini. Mula-mula ia melepaskan perlahan pelukan Agnia, sejurus kemudian ia menggiring perempuan itu untuk duduk di sofa.

"Semalaman untung aku datang tepat waktu, kalau tidak..."

Agnia kini mengangguk serta menangis sembari menutup mukanya ketika mendengar ucapan Airlangga. Semua yang di katakan pria itu benar adanya. Ia menutup wajahnya karena selain sedih, ia juga merasa malu. Malu dengan semua ini.

"Terimakasih, kau selalu melindungi ku. Apakah aku salah jika berharap lebih padamu?"

Agnia hanya berani mengucapkan semua itu dari dalam hati. Agnia masih menangis hingga tubuhnya bergetar. Sekarang ia harus bagiamana dalam menghadapi Jovan? Pria itu pasti akan membuat masalah karena kejadian semalam.

Tapi ketika keduanya sedang sibuk dengan pikiran masing-masing, pintu tiba-tiba terketuk. Airlangga sontak bangkit lalu melihat di balik lubang kecil pada pintu, rupanya Agnia mengekor dan tahu siapa yang datang. Airlangga ragu untuk membuka, tapi Agnia sepertinya mengambilnya keputusannya lain.

"Buka, kita selesaikan sekarang!"

Tapi tanpa semua duga, alih-alih beradu mulut dengan Jovan yang pagi itu sudah berganti baju dengan rapih, laki-laki itu malah langsung bersujud di bawah kaki Agnia.

"Sayang, maafkan aku, semalam aku sungguh khilaf, aku kehilangan kontrol ku, tolong jangan marah padaku gara-gara kejadian semalam!" kata Jovan sembari memegangi kaki Agnia.

Kini Airlangga dan Agnia langsung bertukar pandangan dengan wajah bingung. Reaksi yang terjadi sungguh di luar dugaan mereka.

"Kumohon, jangan marah. Hari ini kita ada acara bertemu dengan Mr. Wong, tolong sayang!"

Seketika keduanya paham, jadi ini alasannya, Airlangga langsung tertawa sumbang. Sungguh pria tidak tahu diri pikirannya.

"Apa yang kau lakukan Jovan, kau membuat aku malu di sini, cepat bangun!" teriak Agnia yang tentu saja tak ingin drama Jovan dilihat banyak orang.

"Tapi kau harus janji untuk memaafkan aku!"

Agnia sungguh ingin muntah, jika bukan karena ia harus mendapatkan buku besar itu kembali, ia tak akan sudi seperti ini.

"Bangun!"

Terpopuler

Comments

Sunaryati

Sunaryati

Segera dapatkan buku yang kau inginkan , aku kawatir kau kurus Agnia karena setelah berhadapan dengan Jovan pasti muntah.

2024-09-25

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Khianat
2 Bab 2. Agnia Hardianto
3 Bab 3. Be my bodyguard!
4 Bab 4. Deal
5 Bab 5. The Protector
6 Bab 6. Perduli
7 Bab 7. Dia dan pekerjaannya
8 Bab 8. Sulit di tebak
9 Bab 9. Nyaris celaka
10 Bab 10. Kesulitan seorang pria
11 Bab 11. Emang boleh sekesal ini?
12 Bab 12. Sakit
13 Bab 13. Dia dan masa lalunya
14 Bab 14. Liburan
15 Bab 15. Gara-gara turbulensi
16 Bab 16. Perangkap
17 Bab 17. Dia menyelamatkan
18 Bab 18. Rasa lain
19 Bab 19. Perseteruan dua pria
20 Bab 20. Tak semudah yang di kira
21 Bab 21. Benda bersejarah
22 Bab 22. Tak lagi bisa menutupi
23 Bab 23. Mr. Payah
24 Bab 24. Jangan rendahkan dirimu
25 Bab 25. Menabuh genderang perang
26 Bab 26. Suara hati
27 Bab 27. Berita viral
28 Bab 28. Mantan pacar?
29 Bab 29. Kenapa jealous
30 Bab 30. Paman datang
31 Bab 31. Pelukmu
32 Bab 32. Kenapa selalu dingin dan datar?
33 Bab 33. Aku pergi
34 Bab 34. Putar haluan
35 Bab 35. Welcome back
36 Bab 36. Fell to you
37 Bab 37. Efek domino
38 Bab 38. Suprise
39 Bab 39. Gangguan
40 Bab 40. Jangan begitu lagi, aku cemburu!
41 Bab 41. Tak rela?
42 Bab 42. Memeluk mu
43 Bab 43. Satu pagi bersama mu
44 Bab 44. Di kebimbangan hati
45 Bab 45. Hal menyakitkan
46 Bab 46. Mulai berani
47 Bab 47. Kita pacaran?
48 Bab 48. Happy New year
49 Bab 49. Rasa yang melampaui batas
50 Bab 50. Jalan terjal berliku
51 Bab 51. Kiamat itu tiba
52 Bab 52. Patah hati
53 Bab 53. Niat Zidan
54 Bab 54. Misi Airlangga part 1
55 Bab 55. Misi Airlangga part 2
56 Bab 56. Misi Airlangga part 3
57 Bab 57. Kehilangan mu, menyakitkan nurani
58 Bab 57. Roda sedang berputar
59 Bab 59. Kenyataan harus di kabarkan
60 Bab 60. Pertanggungjawaban
61 Bab 61. Ingin bertemu
62 Bab 62. Aku butuh kamu, kamu juga harus membutuhkan aku
63 Bab 63. Bangun pagi bersamamu
64 Bab 64. Aku mencintaimu, Agnia
Episodes

Updated 64 Episodes

1
Bab 1. Khianat
2
Bab 2. Agnia Hardianto
3
Bab 3. Be my bodyguard!
4
Bab 4. Deal
5
Bab 5. The Protector
6
Bab 6. Perduli
7
Bab 7. Dia dan pekerjaannya
8
Bab 8. Sulit di tebak
9
Bab 9. Nyaris celaka
10
Bab 10. Kesulitan seorang pria
11
Bab 11. Emang boleh sekesal ini?
12
Bab 12. Sakit
13
Bab 13. Dia dan masa lalunya
14
Bab 14. Liburan
15
Bab 15. Gara-gara turbulensi
16
Bab 16. Perangkap
17
Bab 17. Dia menyelamatkan
18
Bab 18. Rasa lain
19
Bab 19. Perseteruan dua pria
20
Bab 20. Tak semudah yang di kira
21
Bab 21. Benda bersejarah
22
Bab 22. Tak lagi bisa menutupi
23
Bab 23. Mr. Payah
24
Bab 24. Jangan rendahkan dirimu
25
Bab 25. Menabuh genderang perang
26
Bab 26. Suara hati
27
Bab 27. Berita viral
28
Bab 28. Mantan pacar?
29
Bab 29. Kenapa jealous
30
Bab 30. Paman datang
31
Bab 31. Pelukmu
32
Bab 32. Kenapa selalu dingin dan datar?
33
Bab 33. Aku pergi
34
Bab 34. Putar haluan
35
Bab 35. Welcome back
36
Bab 36. Fell to you
37
Bab 37. Efek domino
38
Bab 38. Suprise
39
Bab 39. Gangguan
40
Bab 40. Jangan begitu lagi, aku cemburu!
41
Bab 41. Tak rela?
42
Bab 42. Memeluk mu
43
Bab 43. Satu pagi bersama mu
44
Bab 44. Di kebimbangan hati
45
Bab 45. Hal menyakitkan
46
Bab 46. Mulai berani
47
Bab 47. Kita pacaran?
48
Bab 48. Happy New year
49
Bab 49. Rasa yang melampaui batas
50
Bab 50. Jalan terjal berliku
51
Bab 51. Kiamat itu tiba
52
Bab 52. Patah hati
53
Bab 53. Niat Zidan
54
Bab 54. Misi Airlangga part 1
55
Bab 55. Misi Airlangga part 2
56
Bab 56. Misi Airlangga part 3
57
Bab 57. Kehilangan mu, menyakitkan nurani
58
Bab 57. Roda sedang berputar
59
Bab 59. Kenyataan harus di kabarkan
60
Bab 60. Pertanggungjawaban
61
Bab 61. Ingin bertemu
62
Bab 62. Aku butuh kamu, kamu juga harus membutuhkan aku
63
Bab 63. Bangun pagi bersamamu
64
Bab 64. Aku mencintaimu, Agnia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!