Bab 20. Tak semudah yang di kira

Di kamar, Jovan terlihat uring-uringan karena ketidakterimaannya pada kelakuan Airlangga yang memang tak boleh ia anggap remeh.

"Jika begini, maka aku juga harus mencari pengawal. Siapa dia memangnya?" geram Jovan yang dadanya masih di isi bara kemarahan pada Airlangga.

Visya menatap resah Jovan, "Kau jangan sembrono, sebaiknya kau harus cari orang untuk menyelidiki pria itu!"

Jovan membalikkan badannya dengan wajah seperti berpikir, "Benar, pria itu seperti orang liar saja yang sama sekali tak segan untuk melenyapkan nyawa. Aku harus tahu asal usulnya. Sialan, leherku sakit sekarang!" Airlangga memegangi leher yang terasa kaku.

"Lagipula, kau kenapa juga memberi Agnia obat, hah? Kau bilang kau tidak berselera dengannya!" sembur Visya melipat kedua tangannya marah.

Jovan mendekat dan menatap sejenak Visya dari jarak dekat. Ia sejurus kemudian tersenyum merayu, "Aku hanya ingin memberinya shock terapi. Tak lebih dari itu!"

Tapi Visya masih berengut dan terlihat cemburu.

Sementara itu di tempat lain, Agnia yang berdiri menatap dirinya di pantulan cermin kamar mandi meraba bibirnya. Ia kini teringat dengan siapa pria yang semalam ia cium. Ingatannya kini memberikan vision jelas akan sosok yang sedari tadi ingin ia ketahui.

Ia menjadi senyum sendiri di buatnya. Antara malu juga senang. Ah ya ampun dia pasti sudah gila.

Hah, seandainya saja Jovan tidak mengkhianatinya, mungkin ia akan menjadi wanita paling beruntung di dunia ini.

Ia lalu meraba pakaian yang ia kenakan. Lagi-lagi merasa terkesan dengan apa yang di lakukan Airlangga padanya. Secuil pemikiran tiba-tiba timbul, apakah ini tanda jika ia menyukai pria itu? Entahlah, mungkin dia merasa kesepian saja sehingga mengartikan kebaikan Airlangga dengan pemahaman lain.

Sore harinya, Agnia terlihat mengacuhkan Jovan yang sedari tadi nyerocos saat menunggu Mr. Wong di restoran. Airlangga tak terlalu perduli. Ia hanya fokus berjaga. Jovan akhirnya diam setelah Agnia mengatakan kalimat menohok di depan umum.

"Apa mulutmu tidak bisa diam? Aku sedang tidak ingin mendengar apapun dari mulutmu. Setelah pertemuan dengan mister Wong, kita pulang!"

Jovan akhirnya diam dengan muka terbengong-bengong. Tak menduga jika Agnia akan seperti ini. Padahal, dulu ketika mereka beradegan ciuman agak panas, Jovan lah yang selalu menjaga jarak. Ini seperti sangat aneh.

Bahkan selama pertemuan, Jovan di buat heran karena Agnia benar-benar berbeda dari sebelumnya. Perempuan itu terlihat lebih cakap ketika mengobrol, berbeda dari beberapa bulan yang lalu.

"Aku bahkan seperti melihat orang lain!" batin Jovan.

Hingga saat mereka berada di pesawat, Jovan semakin merasa ada keanehan dalam diri Agnia. Perempuan itu sungguh tidak seperti Agnia yang dulu. Tapi ia juga harus memaklumi, perbuatannya kemarin malam mungkin agak kelewatan.

Dan kejadian itu membuat Jovan meminta anak buahnya untuk menyelidiki tentang rekaman CCTV rumah sakit.

"Aku mendapatkannya dengan susah payah dan harga yang mahal!"

Jovan melihat pria beralis tebal itu dengan malas, " Nanti aku transfer sisanya!"

Pria itu lalu mengangguk.

" Menurut kamera di sebelah sini, perempuan itu terlihat hampir tertabrak orang dan di masukkan ke dalam mobilnya!"

"Apa kau bilang?" Jovan seketika terkejut.

"Tapi jika anda menanyakan langsung pada kekasih anda itu, bisa jadi semua hal yang pernah anda lakukan saat tunangan kemarin membuatnya teringat!"

Jovan tertegun. Sungguh sukar di percaya. Tapi semua keheningan seketika bubar saat Visya tiba-tiba masuk dengan wajah murka.

"Brengsek kau, kau meninggalkan aku di kota itu sendirian, kenapa kau tidak bilang kalau kalian sudah pulang, hah?"

Dan demi apapun di dunia ini, Jovan langsung kesulitan menelan ludah karena ia benar-benar melupakan Visya.

***

Sejak kejadian kemarin, Agnia beberapa hari ini lebih sering melamun. Ia kini sedang berada di perpustakaan mendiang Ayahnya seorang diri. Di sana, ada ratusan buku yang berjejer rapi, serta sebuah meja kerja yang tampak berkilau karena rutin di bersihkan. Tangannya yang lembut terulur menarik laci di sisi kanan. Kilasan ingatannya kembali ke lembaran masa lalu.

"Ayah baru saja membeli sebuah vila. Tidak terlalu besar tapi nyaman jika untuk menyendiri. Siapa tahu, suatu saat kamu mau ke sana. Kuncinya Ayah simpan di sini. Ada bunga kesukaan mendiang ibumu di sana, Ayah meminta untuk di tambah di setiap sisi!"

"Aku tidak akan membutuhkannya Ayah. Mana mungkin aku akan menyendiri. Ada Ayah yang selalu menjagaku , juga ada Jovan yang sayang sama aku!"

Sebulir air mata tiba-tiba menetes. Semua percakapan itu kini hanya tersimpan rapat di memori otaknya. Tak seorangpun tahu dan mengerti. Rupanya apa yang ia katakan dulu jelas-jelas bertolakbelakang dengan kenyataan yang dia alami sekarang.

Ia membutuhkan tempat itu untuk menenangkan diri.

Agnia lantas mengambil kotak beludru berwarna hitam lalu mengangkat sebuah kunci. Di dalamnya berisikan sebuah surat yang membuat Agnia tertarik untuk membacanya.

Sementara di sebuah ruangan, Airlangga tampak mengumpat memaki berkali-kali karena tak menemukan Agnia di penjuru manapun rumah itu. Ia mengotak-atik monitor di ruangannya dan dengan paniknya terus mengamati.

"Sedang di mana kau sebenernya wanita payah!" kesalnya sembari terus mengamati satu persatu layar monitor CCTV rumah Agnia.

Tapi pergerakan di sebuah video membuat Airlangga memperbesar monitornya. Ia memiringkan matanya demi melihat rekaman Agnia yang kini keluar dari pintu di sebelah ruang gym di kamar atas.

"Dari mana dia? Sial , kenapa CCTV tidak menampilkan gambar di dalamnya?"

Tak mau kehilangan, Airlangga secepat kilat keluar dan mendatangi Agnia yang sekarang harus terkejut karena pria di depannya terlihat ngos-ngosan.

"Kenapa kau?"

"Darimana saja kau, ini tidak lucu!" kening Airlangga menyatu karena ia sungguh tak suka dengan apa yang dilakukan Agnia.

Agnia terkekeh-kekeh. Kenapa dia di marahi? Memangnya ada apa?

"Tidak perlu marah. Aku dari perpustakaan!"

"Perpustakaan?" Airlangga mengulang kalimat yang di ucapkan Agnia karena ia sungguh tak tahu jika di rumah itu ada sebuah perpustakaan.

Agnia mengangguk.

"Udah jangan marah, sekarang siapkan mobil dan antar aku ke suatu tempat!"

"Kemana?"

Terpopuler

Comments

Sunaryati

Sunaryati

Nah sementara menghilang tapi kerahkan orang ahli untuk memantau dan mengawasi pergerakan Jovan

2024-09-26

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Khianat
2 Bab 2. Agnia Hardianto
3 Bab 3. Be my bodyguard!
4 Bab 4. Deal
5 Bab 5. The Protector
6 Bab 6. Perduli
7 Bab 7. Dia dan pekerjaannya
8 Bab 8. Sulit di tebak
9 Bab 9. Nyaris celaka
10 Bab 10. Kesulitan seorang pria
11 Bab 11. Emang boleh sekesal ini?
12 Bab 12. Sakit
13 Bab 13. Dia dan masa lalunya
14 Bab 14. Liburan
15 Bab 15. Gara-gara turbulensi
16 Bab 16. Perangkap
17 Bab 17. Dia menyelamatkan
18 Bab 18. Rasa lain
19 Bab 19. Perseteruan dua pria
20 Bab 20. Tak semudah yang di kira
21 Bab 21. Benda bersejarah
22 Bab 22. Tak lagi bisa menutupi
23 Bab 23. Mr. Payah
24 Bab 24. Jangan rendahkan dirimu
25 Bab 25. Menabuh genderang perang
26 Bab 26. Suara hati
27 Bab 27. Berita viral
28 Bab 28. Mantan pacar?
29 Bab 29. Kenapa jealous
30 Bab 30. Paman datang
31 Bab 31. Pelukmu
32 Bab 32. Kenapa selalu dingin dan datar?
33 Bab 33. Aku pergi
34 Bab 34. Putar haluan
35 Bab 35. Welcome back
36 Bab 36. Fell to you
37 Bab 37. Efek domino
38 Bab 38. Suprise
39 Bab 39. Gangguan
40 Bab 40. Jangan begitu lagi, aku cemburu!
41 Bab 41. Tak rela?
42 Bab 42. Memeluk mu
43 Bab 43. Satu pagi bersama mu
44 Bab 44. Di kebimbangan hati
45 Bab 45. Hal menyakitkan
46 Bab 46. Mulai berani
47 Bab 47. Kita pacaran?
48 Bab 48. Happy New year
49 Bab 49. Rasa yang melampaui batas
50 Bab 50. Jalan terjal berliku
51 Bab 51. Kiamat itu tiba
52 Bab 52. Patah hati
53 Bab 53. Niat Zidan
54 Bab 54. Misi Airlangga part 1
55 Bab 55. Misi Airlangga part 2
56 Bab 56. Misi Airlangga part 3
57 Bab 57. Kehilangan mu, menyakitkan nurani
58 Bab 57. Roda sedang berputar
59 Bab 59. Kenyataan harus di kabarkan
60 Bab 60. Pertanggungjawaban
61 Bab 61. Ingin bertemu
62 Bab 62. Aku butuh kamu, kamu juga harus membutuhkan aku
63 Bab 63. Bangun pagi bersamamu
64 Bab 64. Aku mencintaimu, Agnia
Episodes

Updated 64 Episodes

1
Bab 1. Khianat
2
Bab 2. Agnia Hardianto
3
Bab 3. Be my bodyguard!
4
Bab 4. Deal
5
Bab 5. The Protector
6
Bab 6. Perduli
7
Bab 7. Dia dan pekerjaannya
8
Bab 8. Sulit di tebak
9
Bab 9. Nyaris celaka
10
Bab 10. Kesulitan seorang pria
11
Bab 11. Emang boleh sekesal ini?
12
Bab 12. Sakit
13
Bab 13. Dia dan masa lalunya
14
Bab 14. Liburan
15
Bab 15. Gara-gara turbulensi
16
Bab 16. Perangkap
17
Bab 17. Dia menyelamatkan
18
Bab 18. Rasa lain
19
Bab 19. Perseteruan dua pria
20
Bab 20. Tak semudah yang di kira
21
Bab 21. Benda bersejarah
22
Bab 22. Tak lagi bisa menutupi
23
Bab 23. Mr. Payah
24
Bab 24. Jangan rendahkan dirimu
25
Bab 25. Menabuh genderang perang
26
Bab 26. Suara hati
27
Bab 27. Berita viral
28
Bab 28. Mantan pacar?
29
Bab 29. Kenapa jealous
30
Bab 30. Paman datang
31
Bab 31. Pelukmu
32
Bab 32. Kenapa selalu dingin dan datar?
33
Bab 33. Aku pergi
34
Bab 34. Putar haluan
35
Bab 35. Welcome back
36
Bab 36. Fell to you
37
Bab 37. Efek domino
38
Bab 38. Suprise
39
Bab 39. Gangguan
40
Bab 40. Jangan begitu lagi, aku cemburu!
41
Bab 41. Tak rela?
42
Bab 42. Memeluk mu
43
Bab 43. Satu pagi bersama mu
44
Bab 44. Di kebimbangan hati
45
Bab 45. Hal menyakitkan
46
Bab 46. Mulai berani
47
Bab 47. Kita pacaran?
48
Bab 48. Happy New year
49
Bab 49. Rasa yang melampaui batas
50
Bab 50. Jalan terjal berliku
51
Bab 51. Kiamat itu tiba
52
Bab 52. Patah hati
53
Bab 53. Niat Zidan
54
Bab 54. Misi Airlangga part 1
55
Bab 55. Misi Airlangga part 2
56
Bab 56. Misi Airlangga part 3
57
Bab 57. Kehilangan mu, menyakitkan nurani
58
Bab 57. Roda sedang berputar
59
Bab 59. Kenyataan harus di kabarkan
60
Bab 60. Pertanggungjawaban
61
Bab 61. Ingin bertemu
62
Bab 62. Aku butuh kamu, kamu juga harus membutuhkan aku
63
Bab 63. Bangun pagi bersamamu
64
Bab 64. Aku mencintaimu, Agnia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!