Bab 13. Dia dan masa lalunya

Airlangga sungguh tak suka saat Agnia membahas Mely. Pria itu langsung keluar dan menuju ke sebuah ruangan dimana ia kerap berada di sana ketika larut tiba. Belum lekang dari ingatannya tujuh tahun silam. Tentang lembaran masa lalunya bersama seseorang.

"Mel, ini aku bawakan makanan kesukaan kamu. Sory baru bisa belikan ini, Pak Moy telat ngasih gajinya!" ucapnya dengan wajah penuh kegembiraan.

Tapi Mely langsung mencampakkannya usai melihat sebentar dengan ekspresi tidak tertarik. Macam orang yang sudah muak.

"Sorry Lan, kayaknya kita break dulu aja deh. Aku gak bisa kalau kita begini terus. Kamu tahu kan kamu itu masih sulit buat ngidupin diri kamu sendiri, aku nggak munafik, aku gak bisa dengan orang yang belum mapan. Kita break aja dulu dan coba perbaiki diri masing-masing."

Tapi kata break sebentar rupanya berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada. Ia malah mendapati Mely bergelayut manja di lengan seorang pria di dalam mobil.

Dan Airlangga tertegun menatap perempuan yang kini meninggalkannya seorang diri bersama pria itu. Begitukah sekalinya perempuan? Menolokukurkan segala sesuatu berdasarkan materiil?

Ia seketika tersenyum kecut demi mendapati keadaan serta kenyataan yang ada. Kini tak salah jika ia harus menyamaratakan perempuan. Nyatanya, hingga detik ini, semua perempuan yang ada di hidupnya, hanya menorehkan luka.

Kini ia juga percaya betul, bahwa tidak ada perempuan yang mau menerima pria miskin dan memulai segala sesuatunya dari nol. Padahal, ia sengaja membuat keadaannya sedemikian rupa hanya untuk menyaring perempuan yang berhati baik seperti dambaannya sejak dulu.

Ia, yang mendambakan sosok penuh cinta kasih dan tak menyoalkan harta.Tapi sepertinya, keinginannya itu macam sebuah kemustahilan. Kekosongan yang tiada pernah bertepi.

Dan sekarang, ia yang sedang menjadi lakon di sisi kehidupannya yang lain, hanya perlu meneruskan jalan hidupnya yang sudah ada, entah esok hari, entah lusa nanti. Tak seorangpun tahu, kecuali dia dan yang maha mengetahui.

***

Airlangga barusaja keluar dari ruangan CCTV ketika Jovan masuk dan melaluinya begitu saja dengan wajah sewot. Ia berjalan mengikuti Jovan yang ternyata menuju ke kamar Agnia.

Melihat hal itu, ia langsung mengetik pesan di ponselnya lalu pergi keluar. Ia memacu mobilnya dengan cepat, ternyata ia menuju ke rumah Jovan.

Rumah itu tidak di jaga, tapi ia melihat ada beberapa titik yang di hinggapi CCTV. Ia akhirnya menutupi benda membahayakan itu dengan sebuah kain setelah memperhitungkan betul-betul konsekuensinya. Pria ini sungguh cerdik dan sangat terlatih. Bisa di pastikan jika apa yang dia lakukan saat ini, pasti tidak terendus.

Ia akhirnya berjalan masuk dan mengendap-endap bersembunyi dari lalu lalang pelayan yang mungkin saja melihatnya. Semudah itu bagi seorang Airlangga dalam memasuki rumah Jovan.

Pria berjas hitam itu akhirnya berhasil masuk ke kamar Jovan dengan aman. Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Kamar itu sangat luas dan terdapat banyak sekali barang-barang mewah. Ia bergerak maju dan berhenti di sebuah meja mengkilap. Tangannya lalu terulur untuk memeriksa bagian dalam lemari.

Tak menemukan barang yang ia cari di dalamnya, ia lantas berjongkok ke bawah tepat di sisi ranjang dan tanpa sengaja malah menemukan sebuah benda aneh. Ia menarik benda itu dan segera mendecak keras demi melihat G-string dalam cubitannya.

Ia segera melempar benda menjijikan itu ke sembarang arah lalu memfokuskan kembali mencari barang incarannya. Ia sungguh tak menyangka jika Jovan sungguh doyan dengan hal begituan. Perempuan payah itu sungguh bodoh karena di bohongi bajingan bernama Jovan selama ini.

Dan tak juga menemukan barang yang di cari di sekitar lemari ranjang, instingnya mengarahkan langkah menuju ke dinding, dan benar saja di sana ada tombol rahasia yang ketika di tekan memunculkan sebuah ruangan yang di dalamnya terdapat brangkas baja.

Benar-benar licik.

Airlangga berjalan masuk lalu mengamati benda kotak dengan ukuran sekitar satu meter itu. Airlangga mengumpat demi mengetahui jika sandi kotak besi itu adalah sidik jari Jovan.

***

"Kau ajak dia ngobrol dulu. Ini kesempatan bagus untukku menyatroni rumahnya!"

Pesan dari Airlangga membuatnya harap-harap cemas. Pasalnya ia kini hanya berdua saja bersama Jovan. Tak ada pengawalan apalagi perlindungan.

"Kenapa kau tak bilang kalau kau sakit sayang, hm?" Jovan memegang tangan halus Agnia. Pria itu sungguh terlihat cemas dengan keadaan Agnia yang pucat.

Agnia terpaksa berpura-pura manja dengan bergelayut di lengan kurus Jovan. Jika bukan karena ia harus mengambil buku besar perusahaannya, ia tentu tak akan sudi melakukan semua ini.

"Aku hanya tidak ingin menganggu mu. Kau sangat sibuk dan perusahaan ku tentu tidak boleh terbengkalai kan? Aku cukup paham!"

Dan Jovan terlihat tersenyum senang, "Kau memang selalu baik!"

Agnia menunjukkan senyum palsu meksipun perutnya mulai bergejolak.

"Oh ya, aku kemari sebenarnya karena ingin memberimu kejutan!" tukas Jovan.

"Kejutan?"

Jovan mengangguk, "Aku sudah memesankan tiket liburan untuk kita. Pekan depan jadwal kita agak longgar, ini bisa kita manfaatkan. Selain itu, kita akan membicarakannya proyek kota N bersama Mr. Wong!"

Agnia langsung terkejut, liburan? Bagiamana ini?

"Ta-tapi, aku masih sakit!" jawab Agnia terbata-bata.

"Kau pasti akan sehat. Aku akan..."

TOK TOK TOK

Pintu terketuk dan membuat ucapan Jovan menguap. Rupanya yang datang adalah dokter.

"Nona, dokter sudah datang!" kata seorang pelayan.

Jovan tersenyum, "Sayang, dokter sudah datang. Kau pasti akan sembuh. Ah dokter, cepatlah calon istriku sedari tadi menunggumu!"

Namun gejolak yang semakin tak tertahankan karena kalimat penuh kepalsuan Jovan itu membuat mulut Agni terbuka secara paksa dan kemudian,

"Hueekkk!"

BYOR!

Mata Jovan seketika mendelik demi melihat Agnia muntah diatas kemejanya.

Episodes
1 Bab 1. Khianat
2 Bab 2. Agnia Hardianto
3 Bab 3. Be my bodyguard!
4 Bab 4. Deal
5 Bab 5. The Protector
6 Bab 6. Perduli
7 Bab 7. Dia dan pekerjaannya
8 Bab 8. Sulit di tebak
9 Bab 9. Nyaris celaka
10 Bab 10. Kesulitan seorang pria
11 Bab 11. Emang boleh sekesal ini?
12 Bab 12. Sakit
13 Bab 13. Dia dan masa lalunya
14 Bab 14. Liburan
15 Bab 15. Gara-gara turbulensi
16 Bab 16. Perangkap
17 Bab 17. Dia menyelamatkan
18 Bab 18. Rasa lain
19 Bab 19. Perseteruan dua pria
20 Bab 20. Tak semudah yang di kira
21 Bab 21. Benda bersejarah
22 Bab 22. Tak lagi bisa menutupi
23 Bab 23. Mr. Payah
24 Bab 24. Jangan rendahkan dirimu
25 Bab 25. Menabuh genderang perang
26 Bab 26. Suara hati
27 Bab 27. Berita viral
28 Bab 28. Mantan pacar?
29 Bab 29. Kenapa jealous
30 Bab 30. Paman datang
31 Bab 31. Pelukmu
32 Bab 32. Kenapa selalu dingin dan datar?
33 Bab 33. Aku pergi
34 Bab 34. Putar haluan
35 Bab 35. Welcome back
36 Bab 36. Fell to you
37 Bab 37. Efek domino
38 Bab 38. Suprise
39 Bab 39. Gangguan
40 Bab 40. Jangan begitu lagi, aku cemburu!
41 Bab 41. Tak rela?
42 Bab 42. Memeluk mu
43 Bab 43. Satu pagi bersama mu
44 Bab 44. Di kebimbangan hati
45 Bab 45. Hal menyakitkan
46 Bab 46. Mulai berani
47 Bab 47. Kita pacaran?
48 Bab 48. Happy New year
49 Bab 49. Rasa yang melampaui batas
50 Bab 50. Jalan terjal berliku
51 Bab 51. Kiamat itu tiba
52 Bab 52. Patah hati
53 Bab 53. Niat Zidan
54 Bab 54. Misi Airlangga part 1
55 Bab 55. Misi Airlangga part 2
56 Bab 56. Misi Airlangga part 3
57 Bab 57. Kehilangan mu, menyakitkan nurani
58 Bab 57. Roda sedang berputar
59 Bab 59. Kenyataan harus di kabarkan
60 Bab 60. Pertanggungjawaban
61 Bab 61. Ingin bertemu
62 Bab 62. Aku butuh kamu, kamu juga harus membutuhkan aku
63 Bab 63. Bangun pagi bersamamu
64 Bab 64. Aku mencintaimu, Agnia
Episodes

Updated 64 Episodes

1
Bab 1. Khianat
2
Bab 2. Agnia Hardianto
3
Bab 3. Be my bodyguard!
4
Bab 4. Deal
5
Bab 5. The Protector
6
Bab 6. Perduli
7
Bab 7. Dia dan pekerjaannya
8
Bab 8. Sulit di tebak
9
Bab 9. Nyaris celaka
10
Bab 10. Kesulitan seorang pria
11
Bab 11. Emang boleh sekesal ini?
12
Bab 12. Sakit
13
Bab 13. Dia dan masa lalunya
14
Bab 14. Liburan
15
Bab 15. Gara-gara turbulensi
16
Bab 16. Perangkap
17
Bab 17. Dia menyelamatkan
18
Bab 18. Rasa lain
19
Bab 19. Perseteruan dua pria
20
Bab 20. Tak semudah yang di kira
21
Bab 21. Benda bersejarah
22
Bab 22. Tak lagi bisa menutupi
23
Bab 23. Mr. Payah
24
Bab 24. Jangan rendahkan dirimu
25
Bab 25. Menabuh genderang perang
26
Bab 26. Suara hati
27
Bab 27. Berita viral
28
Bab 28. Mantan pacar?
29
Bab 29. Kenapa jealous
30
Bab 30. Paman datang
31
Bab 31. Pelukmu
32
Bab 32. Kenapa selalu dingin dan datar?
33
Bab 33. Aku pergi
34
Bab 34. Putar haluan
35
Bab 35. Welcome back
36
Bab 36. Fell to you
37
Bab 37. Efek domino
38
Bab 38. Suprise
39
Bab 39. Gangguan
40
Bab 40. Jangan begitu lagi, aku cemburu!
41
Bab 41. Tak rela?
42
Bab 42. Memeluk mu
43
Bab 43. Satu pagi bersama mu
44
Bab 44. Di kebimbangan hati
45
Bab 45. Hal menyakitkan
46
Bab 46. Mulai berani
47
Bab 47. Kita pacaran?
48
Bab 48. Happy New year
49
Bab 49. Rasa yang melampaui batas
50
Bab 50. Jalan terjal berliku
51
Bab 51. Kiamat itu tiba
52
Bab 52. Patah hati
53
Bab 53. Niat Zidan
54
Bab 54. Misi Airlangga part 1
55
Bab 55. Misi Airlangga part 2
56
Bab 56. Misi Airlangga part 3
57
Bab 57. Kehilangan mu, menyakitkan nurani
58
Bab 57. Roda sedang berputar
59
Bab 59. Kenyataan harus di kabarkan
60
Bab 60. Pertanggungjawaban
61
Bab 61. Ingin bertemu
62
Bab 62. Aku butuh kamu, kamu juga harus membutuhkan aku
63
Bab 63. Bangun pagi bersamamu
64
Bab 64. Aku mencintaimu, Agnia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!