Bab 11. Emang boleh sekesal ini?

Keesokan harinya, Agnia bangun dan tiba-tiba langsung teringat kepada pengawal pribadinya itu. Ia lari meninggalkan kasurnya yang berantakan, lalu membuka pintu kamar Airlangga dengan serampangan dan membuat sesosok pria yang kini sedang dalam posisi menyambar kemeja putihnya berhenti mendadak.

GLEK!

Mata Agnia membesar ketika melihat perut berotot milik Airlangga.

Sadar di tatap oleh Agnia yang terkejut, Airlangga segera melanjutkan aktivitasnya dan mengancingkan baju dengan cepat.

"Ada apa?" tanya Airlangga melempar pertanyaan pada perempuan yang kini sedang malu setengah mati. Bisa-bisanya ia langsung teringat dengan pengawalnya itu.

"Aku kira..."

"Lain kali aku akan mengunci pintuku. Meksipun aku bekerja untukmu dan kau bayar dengen harga mahal, tapi aku punya privasi!" kata Airlangga yang terlihat tak suka dengan sikap ngawur Agnia.

Dan kemarahan Airlangga sepertinya masih terasa hingga malam menjelang. Pria itu bahkan tak memakai pakaian yang kemarin di berikan oleh Agnia dan malah memakai pakaian miliknya sendiri. Tidak jelek sih, hanya saja membuat Agnia sedih sebab pemberiannya tak di kenakan.

"Dia benar-benar marah padaku. Dia juga tidak memakai baju dariku!"

Keduanya akhirnya diam membisu. Sibuk dengan pikirannya masing-masing.

Setibanya di lokasi, Airlangga turun dan membuka pintu mobil untuk Agnia. Terlihat sangat profesional dalam menjalankan tugasnya. Sementara Agnia terlihat sangat cantik malam ini, heels yang tinggi dengan gaun yang bagian punggungnya terbuka membuat dirinya begitu glamor dan sexy.

"Awas!" Airlangga yang melihat ada bahaya untuk Agnia kontan melindungi saat perempuan itu tak fokus dan nyaris jatuh.

Tapi perempuan yang telanjur kesal itu langsung melepaskan tangan Airlangga dan melanjutkan wajahnya yang cemberut. Tentu saja yang di perlakukan seperti itu tidak notice, bahkan Airlangga langsung kembali ke mode siaga dan membuat Agnia menjadi kian sebal.

Di dalam, semua tamu dari golongan orang-orang penting rupanya sudah tumpah ruah. Agnia yang berhadapan dengan orang semacam itu mau tak mau harus merubah ekspresi wajahnya. Ia dengan kalemnya menyapa beberapa orang yang ia kenal. Terlihat sangat sopan dan penuh kesan. Tapi bersamaan dengan itu, Jovan datang.

"Sayang!"

Agnia membeku saat pipinya tiba-tiba di cium oleh Jovan. Membuatnya merasa sangat jijik. Sebab sejak kejadian itu, rasanya sungguh berbeda ketika di perlakukan mesra oleh Jovan.

"Agni, kau kah itu?"

Ia menoleh dan tak lagi bisa mempermasalahkan perlakuan Jovan, sebab ia menjadi terkejut demi melihat pria tua yang merupakan sahabat mendiang ayahnya.

"Om Benny?"

"Kau masih ingat denganku rupanya. Selamat atas pertunangannya kalian. Maaf tempo hari aku tidak bisa datang!" tutur pria berambut putih.

Agnia menelan ludah gugup.

"Tunangan?" refleknya yang jelas menunjukkan muka terkejut. Berpura-pura agak Jovan masih percaya dengan semuanya.

Benny yang mendengar sontak menautkan kedua alisnya. Tapi Jovan yang paham situasi segera menyeret lengan Benny perlahan lalu membisikkan kata-kata yang semakin membuat mulut orang penting di Persada grup itu membuka mulutnya.

"Astaga, benarkah? Kenapa beritanya tak pernah aku dengar?"

"Entahlah tuan, saya juga heran dengan media zaman sekarang! Sebentar ada, sebentar hilang jejak seperti itu!"

"Ehem!"

Jovan langsung tersenyum ke arah Agnia yang merasa di di diamkan.

"Maaf sayang, lama tidak bertemu Om Benny jadi kangen!"

Selama pesta, Airlangga hanya diam tanpa terganggu dengan apa yang ia lihat dan ia dengar meski Jovan terus menerus mempertontonkan kemesraan.

Hingga, Airlangga yang merasa Agnia sudah aman dan sangat menikmati pesta tampak menepi. Ia hendak berjalan menuju ke tepi selatan, namun betapa terkejutnya ia kala melihat seseorang yang tak sengaja ia tabrak.

"Awh!"

"Maaf!" ucap Airlangga.

"Elan?"

Airlangga yang di panggil seperti itu langsung mendongak. Pasalnya, hanya ada satu orang yang memanggil dia seperti itu. Dan dia adalah,

"Aku gak nyangka ketemu kamu di sini, kamu apa kabar?" seru seseorang yang dari suaranya terdengar sangat senang.

Airlangga yang tangannya di sentuh oleh perempuan itu terpaku. Namun dari tempatnya berdiri, Agnia malah melihat Airlangga yang kini berdekatan dengan perempuan yang berpakaian sangat minim.

"Siapa dia? Kok pegang-pegang gitu sih?"

Tapi saat hatinya merasa tak enak, Jovan tiba-tiba malah memperkenalkan nya dengan seseorang lagi dan membuat Agni kehilangan pandangannya.

Sementara di lain pihak, Airlangga yang tak menduga akan bertemu Mely tampak sedikit terganggu.

"Aku baik!"

Mely terlihat cukup terkejut dengan penampilan Airlangga saat ini. Pria itu terlihat lebih manly juga berwibawa.

"Aku mau bic..."

"Maaf, aku di sini karena pekerjaan, aku harus ke sana dulu!"

Airlangga merasa ia tak perlu melanjutkan pembicaraan ini. Ia di sini karena pekerjaan, bukan karena keharusan seperti mereka-mereka. Lagipula, Mely hanya serpihan masa lalunya.

Setelahnya, Mely terlihat menatap Airlangga penuh arti, merasa jika pria itu sangat cuek dan berbeda. Tapi tidak tahu kenapa, ia menjadi tertarik dengan pria itu.

Beberapa jam kemudian, Agnia terlihat kesal karena sedari tadi ia tak melihat Airlangga ada di sekitar sana. Bukankah pria itu seharusnya mengamankan nya 24 jam?

"Pengawal sialan, kemana dia? Pasti lagi asyik gangguin cewek-cewek. Keterlaluan!" Agnia menggerutu.

"Ada apa sayang?"

Agnia yang tak menyangka jika Jovan akan peka, langsung menyuguhkan senyum palsu. Sungkan jika orang-orang penting yang kini satu meja dengannya sampai mengetahui. Ia akhirnya terpaksa bersandiwara hingga pesta berakhir.

***

Jovan hendak mencium Agnia tapi perempuan itu berhasil mengelak. Tidak taunya Airlangga dalam posisi berjalan menyongsong Agnia dan membuat perempuan itu kembali kesal. Entah karena bodoh atau karena tersugesti kecemburuan, Agnia malah reflek menarik Jovan dan mencium pipi pria itu sembari menatap Airlangga.

Ia ingin membuat pria itu bereaksi.

Namun alih-alih terbakar cemburu seperti yang di harapkan Agnia, Airlangga justru tiba-tiba di hadang oleh seorang wanita dan wanita itu langsung menggamit lengan Airlangga sembari berbicara.

Terpopuler

Comments

Sunaryati

Sunaryati

Ingat Erlangga kamu sedang bekerja jadi pengawal, jadi harus selalu siaga fi sampingnya

2024-09-16

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Khianat
2 Bab 2. Agnia Hardianto
3 Bab 3. Be my bodyguard!
4 Bab 4. Deal
5 Bab 5. The Protector
6 Bab 6. Perduli
7 Bab 7. Dia dan pekerjaannya
8 Bab 8. Sulit di tebak
9 Bab 9. Nyaris celaka
10 Bab 10. Kesulitan seorang pria
11 Bab 11. Emang boleh sekesal ini?
12 Bab 12. Sakit
13 Bab 13. Dia dan masa lalunya
14 Bab 14. Liburan
15 Bab 15. Gara-gara turbulensi
16 Bab 16. Perangkap
17 Bab 17. Dia menyelamatkan
18 Bab 18. Rasa lain
19 Bab 19. Perseteruan dua pria
20 Bab 20. Tak semudah yang di kira
21 Bab 21. Benda bersejarah
22 Bab 22. Tak lagi bisa menutupi
23 Bab 23. Mr. Payah
24 Bab 24. Jangan rendahkan dirimu
25 Bab 25. Menabuh genderang perang
26 Bab 26. Suara hati
27 Bab 27. Berita viral
28 Bab 28. Mantan pacar?
29 Bab 29. Kenapa jealous
30 Bab 30. Paman datang
31 Bab 31. Pelukmu
32 Bab 32. Kenapa selalu dingin dan datar?
33 Bab 33. Aku pergi
34 Bab 34. Putar haluan
35 Bab 35. Welcome back
36 Bab 36. Fell to you
37 Bab 37. Efek domino
38 Bab 38. Suprise
39 Bab 39. Gangguan
40 Bab 40. Jangan begitu lagi, aku cemburu!
41 Bab 41. Tak rela?
42 Bab 42. Memeluk mu
43 Bab 43. Satu pagi bersama mu
44 Bab 44. Di kebimbangan hati
45 Bab 45. Hal menyakitkan
46 Bab 46. Mulai berani
47 Bab 47. Kita pacaran?
48 Bab 48. Happy New year
49 Bab 49. Rasa yang melampaui batas
50 Bab 50. Jalan terjal berliku
51 Bab 51. Kiamat itu tiba
52 Bab 52. Patah hati
53 Bab 53. Niat Zidan
54 Bab 54. Misi Airlangga part 1
55 Bab 55. Misi Airlangga part 2
56 Bab 56. Misi Airlangga part 3
57 Bab 57. Kehilangan mu, menyakitkan nurani
58 Bab 57. Roda sedang berputar
59 Bab 59. Kenyataan harus di kabarkan
60 Bab 60. Pertanggungjawaban
61 Bab 61. Ingin bertemu
62 Bab 62. Aku butuh kamu, kamu juga harus membutuhkan aku
63 Bab 63. Bangun pagi bersamamu
64 Bab 64. Aku mencintaimu, Agnia
Episodes

Updated 64 Episodes

1
Bab 1. Khianat
2
Bab 2. Agnia Hardianto
3
Bab 3. Be my bodyguard!
4
Bab 4. Deal
5
Bab 5. The Protector
6
Bab 6. Perduli
7
Bab 7. Dia dan pekerjaannya
8
Bab 8. Sulit di tebak
9
Bab 9. Nyaris celaka
10
Bab 10. Kesulitan seorang pria
11
Bab 11. Emang boleh sekesal ini?
12
Bab 12. Sakit
13
Bab 13. Dia dan masa lalunya
14
Bab 14. Liburan
15
Bab 15. Gara-gara turbulensi
16
Bab 16. Perangkap
17
Bab 17. Dia menyelamatkan
18
Bab 18. Rasa lain
19
Bab 19. Perseteruan dua pria
20
Bab 20. Tak semudah yang di kira
21
Bab 21. Benda bersejarah
22
Bab 22. Tak lagi bisa menutupi
23
Bab 23. Mr. Payah
24
Bab 24. Jangan rendahkan dirimu
25
Bab 25. Menabuh genderang perang
26
Bab 26. Suara hati
27
Bab 27. Berita viral
28
Bab 28. Mantan pacar?
29
Bab 29. Kenapa jealous
30
Bab 30. Paman datang
31
Bab 31. Pelukmu
32
Bab 32. Kenapa selalu dingin dan datar?
33
Bab 33. Aku pergi
34
Bab 34. Putar haluan
35
Bab 35. Welcome back
36
Bab 36. Fell to you
37
Bab 37. Efek domino
38
Bab 38. Suprise
39
Bab 39. Gangguan
40
Bab 40. Jangan begitu lagi, aku cemburu!
41
Bab 41. Tak rela?
42
Bab 42. Memeluk mu
43
Bab 43. Satu pagi bersama mu
44
Bab 44. Di kebimbangan hati
45
Bab 45. Hal menyakitkan
46
Bab 46. Mulai berani
47
Bab 47. Kita pacaran?
48
Bab 48. Happy New year
49
Bab 49. Rasa yang melampaui batas
50
Bab 50. Jalan terjal berliku
51
Bab 51. Kiamat itu tiba
52
Bab 52. Patah hati
53
Bab 53. Niat Zidan
54
Bab 54. Misi Airlangga part 1
55
Bab 55. Misi Airlangga part 2
56
Bab 56. Misi Airlangga part 3
57
Bab 57. Kehilangan mu, menyakitkan nurani
58
Bab 57. Roda sedang berputar
59
Bab 59. Kenyataan harus di kabarkan
60
Bab 60. Pertanggungjawaban
61
Bab 61. Ingin bertemu
62
Bab 62. Aku butuh kamu, kamu juga harus membutuhkan aku
63
Bab 63. Bangun pagi bersamamu
64
Bab 64. Aku mencintaimu, Agnia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!