Bab 16. Perangkap

Jika bukan karena ingin mengetahui siapa sosok Mr. Wong, ia mungkin akan mempertimbangkan lagi ketika di ajak liburan. Ia tentu harus tahu sendiri siapa-siapa orang yang menjadi rekan bisnisnya. Dan ini kesempatannya.

Saat ini, Agnia sudah bersiap akan turun ke restoran untuk makan malam. Ketika membuka pintu, ia mematung sebentar karena tak mengira jika Airlangga sudah standby di sana.

"Sejak kapan dia di sini?" Agni membatin sambil menatap pria yang doyan bersikap acuh itu.

"Apa Jovan sudah kemari?" tanyanya berbasa-basi.

"Belum!"

Agnia lantas melangkah, ia menekan tombol lift lalu di ikuti Airlangga yang juga masuk ke dalam. Semula, keduanya mengira jika hanya mereka lah yang akan turun ke bawah dan naik lift itu. Tidak tahunya rupanya ada rombongan para remaja yang tiba-tiba berduyun-duyun masuk ke lift, dan membuat keadaan seketika berjubel.

Airlangga langsung membalikkan tubuhnya untuk melindungi Agnia, dan keduanya kini terjebak dalam keadaan mepet.

DEG

Agnia seketika deg-degan dan jadi membeku ketika wajahnya berada lurus di hadapan dada Airlangga. Ia bisa melihat jakun pria itu sungguh menonjol manakala bergerak. Apalagi, aroma minyak wangi dan minyak rambut pria itu sampai membuatnya belingsatan.

"Ya ampun, kenapa harus begini sih?"

Airlangga bahkan sampai kebingungan untuk membuang arah pandangnya. Singkat kata, dua manusia berbeda jenis itu sama-sama menjadi kikuk.

Beberapa saat kemudian, pintu terbuka dan membuat Agnia seketika bernapas lega. Para remaja yang riuh itu langsung keluar dan menyebar menuju ke restoran. Agnia menghela napas panjang, ia bisa grogi jika lama-lama berada dalam posisi seperti itu.

Agnia berjalan maju dan meninggalkan kegugupannya, ia mengedarkan pandangannya lalu membalas lambaian tangan Jovan yang juga menemukannya. Seperti biasa, Jovan selalu memasang raut tak suka kepada Airlangga begitu mengetahui jika Agnia turun tak seorang diri.

"Udah dari tadi?" tanya Agnia.

Jovan menggeleng, "Aku juga baru nyampe. Oh iya, aku sudah memesan tempat eksklusif untuk kita. Tapi ini sangat privat, dan tidak sembarang orang bisa masuk!"

Sewaktu mengatakan hal itu, Jovan tampak menyindir dan memandang rendah ke arah Airlangga.

"Kenapa tidak makan di sini aja?"

"Ini adalah acara liburan kita sayang, kita harus bersenang-senang bukan?"

Tapi Agnia melirik Airlangga. Mencoba berpikir sejenak

"Ayo, kita sudah di tunggu oleh hidangan mewah, ayo sebelah sini!" Jovan menarik pelan tangan Agnia dan mengajaknya ke sisi timur.

Airlangga terus mengekor, dan membuat Jovan langsung berbalik.

"Kenapa kau ikut, tidakkah kau dengar jika ruangan ini privat?" ucap Jovan memandang tak suka.

"Selama tidak ada perintah, pengawalan masih terus berlanjut!" balasnya menatap tajam Jovan

"Apa, kau sungguh tidak tahu malu!"

Agnia melihat Jovan yang terlihat kesal, lalu sejurus kemudian Agnia merasa jika mungkin ini bisa menimbulkan kecurigaan Jovan. Ia harus segera ambil sikap.

"Tidak apa, kau bisa menunggu di luar?" ucap Agnia langsung menggamit lengan Jovan dan membuat pria itu tersenyum penuh kemenangan.

Airlangga sebenarnya terkejut dengan ucapan Agnia. Tapi demi martabatnya, ia akhirnya mengangguk tanpa berucap lagi.

Jovan tersenyum mengejek, "Pria rendahan!"

Agnia di bawa ke sebuah ruangan dengan nuansa romantis dan hangat. Di sana juga sudah tersusun rapih beberapa alat makan yang tampak mewah. Jovan mempersilahkan Agnia untuk duduk, beberapa waktu setelahnya, datang dua pelayan yang membawakan sebotol minuman juga beberapa hidangan pembuka.

Agnia memang berada di sana dengan segala kemewahannya, tapi tidak tahu kenapa ia malah kepikiran dengan Airlangga.

Semula kegiatan makan malamnya terasa begitu normal, mereka menikmati makanan dan minuman dengan suasana hangat. Hingga Agnia tiba-tiba merasa gelisah dan tak nyaman. Kepalanya tiba-tiba pusing dan pandangannya mulai kabur.

Jovan menyeringai demi melihat jika sesuatu yang telah di minum oleh Agnia kini bereaksi. Ya, apa yang ia harapkan seperti sudah akan terjadi.

"Jovan, aku..."

"Ada apa? Kau baik-baik saja?" tanya Jovan berpura-pura.

"Aku merasa...awh, kepalaku!" Agnia meringis merasakan ketidakberesan dalam dirinya.

"Kau sakit sayang?"

"Nggak tahu, kepalaku..."

"Kau pasti masuk angin, ayo ku bantu kembali ke kamar mu!" kata Jovan sembari memapah Agnia yang mulai sempoyongan.

Agnia yang tak punya daya hanya bisa pasrah ketika di bopong. Jovan sengaja ke kamar melalui pintu belakang guna menghindari pengawal sialan itu, begitu sampai di kamar Agnia, ia segera membuka pintu kamar itu lalu masuk bersama Agnia dan menutupnya.

Melihat Agnia yang seperti kepanasan, ia tersenyum menyeringai. Ia menatap ke arah Agnia yang kini meracau tak jelas diatas ranjangnya.

"Kenapa panas sekali, awh!"

Jovan semakin menyeringai.

"Panas, jelas sekarang kau perlu bantuan sayang. Dan memang hanya aku yang bisa membantumu sekarang!" ucap Jovan sembari menciumi leher Agnia.

"Jovan, apa yang kamu lakukan?" Agnia dengan kesadaran yang mulai menipis menolak ketika pria itu mulai menjilati ceruk lehernya.

"Sayang, kita sudah lama pacaran. Ayo kita lakukan malam ini, lagipula kita akan menikah setelah ini!"

"Jovan!" teriak Agnia mencoba mengelak.

"Rileks, aku akan membuatmu melayang!"

"Aku nggak mau, Jovan!"

Terpopuler

Comments

Wati Nanda

Wati Nanda

hadeeh mana pahlawan,jangan sampai terlambat datang

2024-09-24

1

Yumna

Yumna

Waduuhhh… airlangga tolongiiinn donk agniaa🥹 jgn smpe deh diapa2in sm si bekicot…

2024-09-22

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Khianat
2 Bab 2. Agnia Hardianto
3 Bab 3. Be my bodyguard!
4 Bab 4. Deal
5 Bab 5. The Protector
6 Bab 6. Perduli
7 Bab 7. Dia dan pekerjaannya
8 Bab 8. Sulit di tebak
9 Bab 9. Nyaris celaka
10 Bab 10. Kesulitan seorang pria
11 Bab 11. Emang boleh sekesal ini?
12 Bab 12. Sakit
13 Bab 13. Dia dan masa lalunya
14 Bab 14. Liburan
15 Bab 15. Gara-gara turbulensi
16 Bab 16. Perangkap
17 Bab 17. Dia menyelamatkan
18 Bab 18. Rasa lain
19 Bab 19. Perseteruan dua pria
20 Bab 20. Tak semudah yang di kira
21 Bab 21. Benda bersejarah
22 Bab 22. Tak lagi bisa menutupi
23 Bab 23. Mr. Payah
24 Bab 24. Jangan rendahkan dirimu
25 Bab 25. Menabuh genderang perang
26 Bab 26. Suara hati
27 Bab 27. Berita viral
28 Bab 28. Mantan pacar?
29 Bab 29. Kenapa jealous
30 Bab 30. Paman datang
31 Bab 31. Pelukmu
32 Bab 32. Kenapa selalu dingin dan datar?
33 Bab 33. Aku pergi
34 Bab 34. Putar haluan
35 Bab 35. Welcome back
36 Bab 36. Fell to you
37 Bab 37. Efek domino
38 Bab 38. Suprise
39 Bab 39. Gangguan
40 Bab 40. Jangan begitu lagi, aku cemburu!
41 Bab 41. Tak rela?
42 Bab 42. Memeluk mu
43 Bab 43. Satu pagi bersama mu
44 Bab 44. Di kebimbangan hati
45 Bab 45. Hal menyakitkan
46 Bab 46. Mulai berani
47 Bab 47. Kita pacaran?
48 Bab 48. Happy New year
49 Bab 49. Rasa yang melampaui batas
50 Bab 50. Jalan terjal berliku
51 Bab 51. Kiamat itu tiba
52 Bab 52. Patah hati
53 Bab 53. Niat Zidan
54 Bab 54. Misi Airlangga part 1
55 Bab 55. Misi Airlangga part 2
56 Bab 56. Misi Airlangga part 3
57 Bab 57. Kehilangan mu, menyakitkan nurani
58 Bab 57. Roda sedang berputar
59 Bab 59. Kenyataan harus di kabarkan
60 Bab 60. Pertanggungjawaban
61 Bab 61. Ingin bertemu
62 Bab 62. Aku butuh kamu, kamu juga harus membutuhkan aku
63 Bab 63. Bangun pagi bersamamu
64 Bab 64. Aku mencintaimu, Agnia
Episodes

Updated 64 Episodes

1
Bab 1. Khianat
2
Bab 2. Agnia Hardianto
3
Bab 3. Be my bodyguard!
4
Bab 4. Deal
5
Bab 5. The Protector
6
Bab 6. Perduli
7
Bab 7. Dia dan pekerjaannya
8
Bab 8. Sulit di tebak
9
Bab 9. Nyaris celaka
10
Bab 10. Kesulitan seorang pria
11
Bab 11. Emang boleh sekesal ini?
12
Bab 12. Sakit
13
Bab 13. Dia dan masa lalunya
14
Bab 14. Liburan
15
Bab 15. Gara-gara turbulensi
16
Bab 16. Perangkap
17
Bab 17. Dia menyelamatkan
18
Bab 18. Rasa lain
19
Bab 19. Perseteruan dua pria
20
Bab 20. Tak semudah yang di kira
21
Bab 21. Benda bersejarah
22
Bab 22. Tak lagi bisa menutupi
23
Bab 23. Mr. Payah
24
Bab 24. Jangan rendahkan dirimu
25
Bab 25. Menabuh genderang perang
26
Bab 26. Suara hati
27
Bab 27. Berita viral
28
Bab 28. Mantan pacar?
29
Bab 29. Kenapa jealous
30
Bab 30. Paman datang
31
Bab 31. Pelukmu
32
Bab 32. Kenapa selalu dingin dan datar?
33
Bab 33. Aku pergi
34
Bab 34. Putar haluan
35
Bab 35. Welcome back
36
Bab 36. Fell to you
37
Bab 37. Efek domino
38
Bab 38. Suprise
39
Bab 39. Gangguan
40
Bab 40. Jangan begitu lagi, aku cemburu!
41
Bab 41. Tak rela?
42
Bab 42. Memeluk mu
43
Bab 43. Satu pagi bersama mu
44
Bab 44. Di kebimbangan hati
45
Bab 45. Hal menyakitkan
46
Bab 46. Mulai berani
47
Bab 47. Kita pacaran?
48
Bab 48. Happy New year
49
Bab 49. Rasa yang melampaui batas
50
Bab 50. Jalan terjal berliku
51
Bab 51. Kiamat itu tiba
52
Bab 52. Patah hati
53
Bab 53. Niat Zidan
54
Bab 54. Misi Airlangga part 1
55
Bab 55. Misi Airlangga part 2
56
Bab 56. Misi Airlangga part 3
57
Bab 57. Kehilangan mu, menyakitkan nurani
58
Bab 57. Roda sedang berputar
59
Bab 59. Kenyataan harus di kabarkan
60
Bab 60. Pertanggungjawaban
61
Bab 61. Ingin bertemu
62
Bab 62. Aku butuh kamu, kamu juga harus membutuhkan aku
63
Bab 63. Bangun pagi bersamamu
64
Bab 64. Aku mencintaimu, Agnia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!