Hati ibu mana yang tak hancur saat anak laki laki yang selalu iya banggakan kini lebih memilih wanita yang tak iya sukai bukan karena wanita itu bukan wanita baik baik, tapi karena standart yang Bu Mila terapkan untuk menjadi pendamping untuk Damar sangat lah tinggi.
" ayo pak kita pulang " ucap Bu Mila pada supir yang masih setia menunggu dirinya di parkiran rumah sakit.
" non Kia mana Bu ?" tanya pak Dio sambil melihat ke belakang untuk memastikan di Kia ada di sana.
" biarkan saja jika Kia ngga mau pulang "
" cepat jalan " ucap Bu Mila keras kepala.
Pak Dio yang hanya seorang supir pun mau tak mau mengikuti perintah majikannya dan mulai melakukan mobilnya menuju jalanan kota yang mulai ramai.
" kamu benar benar tega sama bunda Damar" ucap Bu Mila yang tak bisa menyembunyikan rasa sakitnya karena sikap Damar yang sudah tak bisa iya kendalikan lagi.
Berbeda dengan Sheila dan Damar yang sedang berjalan menuju ruang rawat Dee bahkan kini Damar sudah mulai berani menggenggam tangan Sheila meski awalnya Sheila sempat menolak.
" apa kamu tak akan menyesal sudah memilih aku dari pada ibumu ?" tanya Sheila sebelum sampai di ruang rawat Dee.
" kamu tau, akan ada sebuah harga yang harus kita bayar untuk bisa meraih kebahagiaan itu "
" dan bagiku bersama kamu dan Dee adalah pilihan terbaik yang bisa aku ambil dalam hidup " ucap Damar tulus.
" jadi jangan pernah bertanya apa aku sedih atau tidak harus memilih antara kamu dan bunda " ucap Damar sambil menghentikan langkahnya tepat di depan ruang rawat Dee.
" hidupku cuma satu kali dan aku tak ingin mengorbankan kebahagiaan dalam hidupku dengan terus mengikuti sikap egois bunda yang tak pernah tau apa yang membuatku benar benar bahagia " ucap Damar.
Sheila tak percaya jika delapan tahun ini ternyata sudah merubah sikap dan pendirian Damar, karena kini Damar sudah jauh lebih dewasa baik dalam berpikir dan bertindak.
" terima kasih, terima kasih karena sudah mau memperjuangkan ku dalam hidup mu " ucap Sheila dengan mata yang sudah berkaca kaca.
" jangan mengucapkan terima kasih karena yang aku inginkan dan aku butuhkan hanya cinta, cinta mu dan Dee untuk ku " ucap Damar dengan tatapan penuh cinta.
Sheila hanya mengangguk karena dirinya tak tau harus menjawab apa atas ucapan yang Damar lontarkan saat ini, bukan karena dirinya tak mencintai Damar tapi semua itu begitu sangat mendadak.
" ayo kita beritahu Dee dan juga kak Altaf jika kita akan menikah dalam waktu dekat " ucap Damar yang bahkan tak ingin menunggu lebih lama lagi untuk bisa menikahi Sheila.
Damar mendorong secara perlahan pintu ruang rawat Dee yang ternyata sedang terbangun dan sedang menghabiskan waktu dengan Kia dan juga Altaf.
" hai jagoan, bagaimana kondisi mu saat ini ?" tanya Damar setelah berada tepat di samping Kia.
" Dee mau pulang " ucap Dee yang sudah sangat lelah berada di rumah sakit.
" iya nanti Dee pulang setelah dokter mengizinkan Dee untuk pulang ok " ucap Sheila yang mencoba memberi pengertian pada Dee putranya.
" bunda tanya sama dokter, apa Dee sudah bisa pulang atau belum " ucap Dee yang sudah sangat tak betah di rumah sakit.
" boleh ayah yang melakukan itu ?" tanya Damar yang sejak tadi di acuhkan oleh Dee.
" apa bisa ?" tanya Dee yang seolah sangat berat memanggil Damar dengan sebutan ayah seperti yang Damar inginkan.
" tentu saja bisa, ingat kita tak akan pernah tau jika kita tidak mencobanya " ucap Damar yang mencoba memahami jika Dee belum bisa sepenuhnya menerima dirinya sebagai seorang ayah.
" baiklah, ayah pergi ke ruang dokter dulu ok " ucap Damar sambil membelai lembut kepala Dee putranya, sedangkan Altaf dan Kia hanya bisa melihat apa yang saat ini Damar lakukan.
" Kia, kakak titip Dee sebentar ya " ucap Altaf setelah Damar pergi meninggalkan ruang rawat Dee.
" ikut kakak, ada yang ingin kakak tanyakan " ucap Altaf yang tak bisa menunggu lebih lama lagi untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi saat ini.
Sheila yang mencoba memahami apa yang ingin kakaknya tanyakan hanya bisa mengikuti kemana kakaknya menariknya.
" apa yang sebenarnya terjadi ? Dan bagaimana bisa adik Damar juga ada di sini ?" tanya Altaf yang sudah tak bisa membendung rasa penasarannya.
" Bu Mila datang ke rumah sakit dan kakak bisa menebak apa yang selanjutnya terjadi " ucap Sheila yang memang tak pernah ada yang iya tutupi dari Altaf.
" lalu Kia ?"
" apa dia berada di pihak kalian ?" tanya Altaf yang sudah bisa menduga apa yang terjadi antara Damar Sheila dan Bu Mila.
" sepertinya iya dan Sheila harap dia tulus mendukung kami " ucap Sheila yang kini sudah yakin dengan keputusan yang akan iya ambil bersama dengan Damar.
" baiklah, apapun yang bisa membuat kamu dan Dee bahagia akan kakak dukung "
" tapi jika sekali saja kakak tau Damar menyia nyiakan kamu dan Dee, maka kakak tak akan pernah tinggal diam " ucap Altaf yang tanpa Altaf dan Sheila sadari jika Damar mendengar setiap kata yang Altaf ucapkan.
" kakak tenang saja, sudah cukup delapan tahun Damar hidup dalam kehampaan dan saat kebahagiaan itu ada di depan mata tak mungkin Damar akan menyia nyiakan semua itu " ucap Damar yang baru saja kembali dari ruang dokter.
" dan untuk bunda, Damar yakin lambat Laun bunda akan bisa menerima Sheila dan Dee karena kebahagiaan Damar ada pada mereka berdua " ucap Damar.
Namun saat Damar ingin melanjutkan ucapannya dering ponsel miliknya menghentikan ucapannya.
" pak Dio ? " tanya Damar membaca nomor yang tertera di layar handphone miliknya.
" angkat saja Mar, mungkin itu hal penting " ucap Sheila yang tak menaruh curiga sedikit pun pada orang yang saat ini menghubungi Damar.
" halo pak, ada apa ? "
" apa semua baik baik saja ?" tanya Damar yang tiba tiba merasa tak tenang karena tak biasanya pak Dio menghubunginya.
" maaf den, bapak cuma mau ngasih tau jika mobil yang saya kemudikan mengalami kecelakaan dan Bu Mila " belum selesai pak Dio menjelaskan apa yang terjadi Damar sudah memberondong pak Dio dengan berbagai pertanyaan.
" kecelakaan ? Lalu bagaimana kondisi bunda ?" tanya Damar yang berhasil membuat Sheila dan Altaf juga ikut mengkhawatirkan kondisi Bu Mila.
" saat ini Ibu dalam penanganan dokter tapi kondisinya lumayan parah " ucap pak Dio apa adanya.
" jadi apa bisa den Damar dan non Kia datang ke rumah sakit ? "
✍️✍️✍️ apa benar Bu Mila benar benar kecelakaan? Atau kecelakaan itu hanya alasan untuk bisa menarik kembali Damar dan Kia yang mulai lepas dari genggaman Bu Mila ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘 😘 😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments