Bab 6. Binatang Kadal 'Jejadian'

Dengan spontan, Bu Surmi, melihat kadal yang mendongakkan kepalanya juga menjulurkan lidah panjang nya, rupanya Bu Surmi salah arti, dikiranya mau menggigit kakinya, dan entah keberapa kalinya, Bu Surmi memukul mukul binatang melata tersebut yang masih tak bergeming mendapat perlakuan dari Bu Surmi yang secara tiba-tiba.

Bu Surmi menggunakan bilah bambu yang memang sedari tadi selalu dipegangnya, untuk alat menyingkirkan rumput atau sampah yang menghambat aliran air yang mengairi sawah dan ladangnya.

Plak... Plak... Bugh.. Bugh

kali ini, pukulan Bu Surmi lebih ketas dibanding pukulan yang pertama, tampak sang Kadal menggeliat kesakitan, dengan ekor ke kanan ke kiri, hingga badan binatang itu mengguling, kaki nya di atas. Kadal tersebut bukannya pergi, bahkan seolah meminta tolong dan ampun dengan menggerak gerakkan kaki dan ekornya.

" Cuih...!!... kamu kira aku akan takut haah...hanya seekor kadal. Kamu mau menggigit kakiku, rasakan pembalasanku, binatang menjijikan...!!!"

Mulut Bu Surmi terus bercerocos sendiri, mendadak emosinya meninggi melihat kadal yang dikira mau menggigitnya.

Hingga akhirnya...

Kadal berekor cabang itu tidak lagi bergerak dan meronta sepertinya sudah tak bernyawa terkena siksaan dari Bu Surmi.

Menit kemudian,

"Bu...!! Ayo pulaaaang....!!!. sebentar lagi wayah beudug ( waktu menjelang dzuhur, yang dipercaya oleh sebagian masyarakat desa, waktunya demit, dan lelembut berkeliaran: red).

"Buuuu.... Ayooo... kalau sudah mah kita pulang. Tidak baik 'wayah beudug' berada di sungai...!!!"

Terdengar, Pak Amet, suami Bu Surmi berteriak mengajak pulang ke rumah.

Bu Surmi menoleh ke arah suara, tampak suaminya sudah meletakkan peralatan mencangkulnya di saung sawah.

"i...iya Paaaak... sebentaaaar...!!!"

Bu Surmi menimpal teriakan suaminya, sambil mau bergegas beranjak dari tempatnya. Spontan, ekor mata Bu Surmi melihat pada batu cadas yang tadi ada kadal di atasnya. Binatang yang barusaja disiksa karena dikira mau mengingit kaki Bu Surmi. Namun...

"Haaah... kok menghilang...!??.. Kemana perginya binatang menjijikan itu. Padahal, sepertinya sudah mati tuh kadal..!!??"

Rutuk Bu Surmi dalam hatinya, yang mendadak merasa heran dengan binatang yang baru saja mati di tangannya.

" Halaaaah... Ngapain sih, aku memikirkan binatang tak berguna itu..!!, hanya seekor binatang kok...!!" lanjutnya lagi.

Kemudian Bu Surmi bergegas ke arah tumpukkan batu yang membendung air sungai.

"Wah, rupanya ada kebocoran, pantas saja, airnya nggak naik ke atas selokan.!" Gumam Bu Surmi sambil mebenarkan tumpukan batu, yang terlihat acak-acakan sehingga banyak air yang mengalir ke hilir, tidak terbendung.

Tidak berselang lama, Bu Surmi berhasil menutupi lobang dan membenarkan tumpukan-tumpukan batu, tidak lupa, Bu Surmi menutup celah-celah bocornya air dengan plastik dan kain yang tergeletak tidak jauh dari tumpukkan bebatuan.

"Huuuhhhfhh... akhirnya.. beres juga..!" gumamnya lagi, sambil beranjak dari lokasi.

Namun, tidak sengaja, ekor matanya dikagetkan dengan sesuatu yang mendadak terasa ganjil dalam batinnya.

" Bu...bukankah ka.. Kadal itu, su..sudah...ma..ma..tii.. Ta...tapi...!!???"

Pekik Bu Surmi, setengah menutup mulutnya dengan tangan kirinya. Kini kedua bola matanya hampir terbelalak melihat seekor kadal yang persis seperti kadal yang tadi dilihatnya, tampak seperti sedang melihat pada dirinya dengan tetap menjulur-julurkan lidahnya.

"Hai Kadal keparat...!! Bukankah kau sudah mati, Hah...!" Teriak Bu Surmi, seperti orang gila, teriak-teriak sendiri. Beruntung tidak ada orang di sekitarnya yang melihat Bu Surmi. Kalau ada, mungkin Bu Surmi sudah dianggap tidak waras karena memaki maki binatang yang tidak mengerti bahasa manusia.

Detik kemudian, Bu Surmi mendekati kadal tersebut, beruntung bagi Bu Surmi, yang di tangannya masih menggenggam bilahan bambu, dan tidak berfikir dua kali, Bu Surmi langsung memukulkan bilahan bambunya pada kadal yang dari tadi masih melihat pada dirinya.

"Bukh... Bukh... Bukh.. "

Suara bilahan bambu mengenai pada batu yang ada kadal di atasnya. Aneh. Kadal tersebut hanya menggeserkan badanya beberapa cm dari jarak tempat ia berada. Hingga wanita paruh baya tersebut mendadak kalap. Emosinya yang tersulut dan rasa ingin membunuh kadal tersebut.

Nafas Bu Surmi turun naik, wajahnya memerah, penuh dengan rasa jengkel pada sang kadal yang tak berdosa itu.

Hingga puluhan kali, Bu Surmi memukulkan bilahan bambu yang digenggam erat. Tanpa menyadari, bilahan bambu menjadi belahan-belahan kecil, remuk dan patah-patah.

Sang kadal tetap tidak bergeming. Kalau saja sang Kadal jadi manusia, mungkin seolah ingin menertawakan dan mengolok Bu Surmi yang ngos ngosan ingin membunuhnya.

Rupanya, Bu Surmi tidak menyadari, ada kemungkinan, kadal itu bukan kadal sembarang kadal, atau istilahnya 'Kadal Jejadian' seperti cerita yang ada di dongeng-dongeng orang tua dahulu, atau sebuah cerita yang melegenda di sebuah lingkungan masyarakat pedesaan pada umumnya.

Beberapa saat, Bu Surmi tetap fokus ingin menghabisi binatang melata yang bentuknya lain dari binatang melata sejenisnya.

Hingga tanpa disadari, oleh Bu Surmi, ada sosok bayangan, entah bayangan apa, yang sedang memperhatikan gerak gerik Bu Surmi, yang berhasil mengenyahkan binatang tersebut dari atas batu cadas, tidak jauh dari tumpukan-tumpukan batu untuk membendung air sungai, sebagai pengairan sawah dan ladang warga Desa Mekarwangi dan juga sawah dan ladang milik Pak Amet dan Bu Surmi.

Terpopuler

Comments

dede rohimah

dede rohimah

orang tua ku sering mmpringatkan.. wayah beudug, waktu dedemit berkeliaran

2024-09-17

0

Fathiya Fitri

Fathiya Fitri

aduuuh bu... knapa sih nggak langsung diusir saja. nggka usah disakiti... dosa tauuu...
benar benar tidak berprikehewanan.
dasar busur mi.


lanjut thhhoooor

2024-09-14

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1, Mendadak uring-uringan tak jelas, setelah pulang dari ladang
2 Bab 2 Tak kunjung sembuh
3 Bab 3. Kedatangan "seseorang" ketika tak sadarkan diri
4 Bab 4. Utusan dari Leluhur
5 Bab 5. Berawal dari menemukan binatang 'aneh' saat di ladang
6 Bab 6. Binatang Kadal 'Jejadian'
7 Bab 7. Hilangnya Bangkai Kadal, dan Sebuah Teguran Misterius
8 Bab 8. Didatangi Orang Utan.
9 Bab 9. Eyang Cakra Buana, Penguasa Gunung Halimun. Part 1
10 Bab 10. Eyang Cakra Buana, Penguasa Bukit Halimun. part 2.
11 Bab 11. Pergi ke Bukit Halimun
12 Bab 12. Malam Sebelum Perjalanan
13 Bab. 13. Perjalanan Menuju ke Bukit Halimun. Part 1.
14 Bab 14 Perjalanan ke Bukit Halimun. Part 2
15 Bab 15. Kadal Misterius Muncul Lagi
16 Bab 16. Dihadang Dua Laki-laki Tak Dikenal
17 Bab 17. Firasat kurang Baik
18 Bab 18. Firasat Fatma dan Kucing Hitam
19 Bab 19. Terpaksa Melawan.
20 Bab 20. Pertarungan tak Berimbang
21 Bab 21. Ki Durgala. Siapakah Dia?
22 Bab 22. Durgala dan Darsih.
23 TTJL Bab 23. Pertarungan Tak Bisa Dielakkan Lagi
24 TTJL Bab 24. Hampir Tak Ada Harapan.
25 TTJL Bab 25. Di Tempat Kakek Sura
26 TTJL Bab 26. Malam Purnama di Puncak Bukit Halimun.
27 TTJL Bab 27. Diwarisi Jimat Pusaka
28 TTJL Bab 28. Salah Jalan & Berurusan dengan Siluman Kera
29 TTJL . Bab 29. Tamu Tak Diundang. (Kedatangan Siluman Kera) Part 1
30 TTJL Bab. 30. Tamu Tak diundang (Kedatangan Siluman Kera) Part 2
31 TTJL Bab 31. Bertemu Nenek Tua Menyeramkan.
32 TTJL Bab 32. Tentang Bukit Halimun, Bukit Harendong dan Lembah Monyet.
33 TTJL Bab. 33. Bujukan Nenek Tua
34 TTJL Bab 34. Kekuatan Baru dalam Jiwa Bu Surmi.
35 TTJL Bab 35. Lengkingan si Nenek.
36 TTJL Bab. 36. Ritual Raja Kera dan Lelaki Paruhbaya
37 TTJL Bab 37. Persembahan Buat Dewa Kematian.
38 TTJL Bab 38. Bisa Memahami Bahasa Binatang
39 TTJL Bab 39. Gagalnya Ritual Penyembahan
40 TTJL Bab 40. Musuh Bebuyutan.
41 TTJL Bab. 41. Serangan Bertubi-tubi.
42 TTJL Bab 42. Kakek Sura Kewalahan.
43 TTJL. Bab 43. Mbok Darsih dibawa Kabur.
44 TTJL Bab. 44. Kelemahan Kakek Sura.
45 TTJL Bab. 45. Kerasukan Eyang Cakra Buana.
46 TTJL Bab 46. Kakek Sura dibawa Pergi.
47 TTJL Bab 47. Penawaran Benggala Jengah
48 TTJL 48. Menjemput Mbok Darsih.
49 TTJL. Bab 49. Sekilas tentang Dirman
50 TTJL. Bab. 50. Perlawanan. ( Part 1 ).
51 TTJL. Bab 51. Perlawanan (Part2).
52 TTJL Bab.52. Dikepung Sekutu Siluman.
53 TTJL. Bab 53. Hampir Seminggu, Nggak ada Kabar.
54 TTJL Bab.54 Liciknya Benggala Jengah
55 TTJL. Bab. 55. Melawan Sundel Bolong dan Genderuwo
56 TTJL Bab. 56. Pertarungan sesama Kawan yang Jadi Lawan.
57 TTJL Bab 57. Korban Tumbal Benggala Jengah
58 TTJL Bab 58. Manusia-manusia Berkepala Tengkorak.
59 TTJL Bab 59. Memusnahkan Manusia-manusia berkepala Tengkorak.
60 TTJL. Bab. 60. Perlawanan Hebat.
61 TTJL Bab 61. Pertarungan Menegangkan.
62 TTJL Bab 62. Hubungan Benggala Jengah dan Cakra Buana. ( Part 1 )
63 TTJL Bab 63. Hubungan Benggala Jengah dan Cakra Buana ( Part 2 )
64 TTJL Bab. 64. Kembali pada Pertarungan.
65 TTJL Bab 65. Berniyat Melarikan Diri
66 TTJL Bab 66. Dewi Kegelapan, Ratu Siluman Ular, Sekutunya Benggala Jengah.
67 TTJL. Bab. 67. Tumbangnya Sang Raja Siluman Kera.
68 TTJL. Bab. 68. Akhirnya Keluar dari Sarang Kerajaan Siluman Kera.
69 TTJL Bab. 69. Bertemu Dirman yang Tergencet Batu Besar
70 TTJL Bab. 70. Sekilas siapa Dirman.
71 TTJL Bab. 71 Ratu Siluman Ular Sancaki Weling.
72 TTJL Bab. 72 Mulai Melawan
73 TTJL Bab. 73 Selendang Merah Milik Sancaki Weling.
74 TTJL. Bab. 74 Senjata Lain Sancaki Weling
75 TTJL Bab. 75. Berbagai Jurus dari Sancaki Weling
76 TTJL Bab. 76. Akhirnya Tak Bisa Dimusnahkan.
77 TTJL Bab. 77. Kembali ke Rumah Kakek Sura.
78 TTJL Bab. 78. Berada di Tempat Kakek Sura.
79 TTJL Bab. 79 Pulang, Meninggalkan Tempat Kakek Sura dengan Keanehan Besar
80 TTJL Bab. 80. Benalu dalam Perjalanan Pulang
81 TTJL Bab. 81. Bertemu lagi dengan Durgala.
82 TTJL Bab 82. Kekalahan dan Tamat Riwayat nya Ki Durgala.
83 TTJL Bab. 83. Kebakaran
84 TTJL Bab 84. Mulai Dikenal Sebagai Orang Pintar.
85 TTJL Bab 85. Persaingan
86 TTJL Bab 86 Ritual Mbah Parmo ( bag. 1)
87 TTJL Bab 87. Ritual Mbah Parmo ( Bag. 2 )
88 TTJL Bab. 82. Ritual Sesat
89 TTJL Bab 89 Dibayang-bayangi Mimpi Buruk. Walau Mimpi, Tapi Terasa Nyata.
90 TTJL Bab 90.
91 TTJL Bab 91. Merasa Janggal dan Aneh.
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Bab 1, Mendadak uring-uringan tak jelas, setelah pulang dari ladang
2
Bab 2 Tak kunjung sembuh
3
Bab 3. Kedatangan "seseorang" ketika tak sadarkan diri
4
Bab 4. Utusan dari Leluhur
5
Bab 5. Berawal dari menemukan binatang 'aneh' saat di ladang
6
Bab 6. Binatang Kadal 'Jejadian'
7
Bab 7. Hilangnya Bangkai Kadal, dan Sebuah Teguran Misterius
8
Bab 8. Didatangi Orang Utan.
9
Bab 9. Eyang Cakra Buana, Penguasa Gunung Halimun. Part 1
10
Bab 10. Eyang Cakra Buana, Penguasa Bukit Halimun. part 2.
11
Bab 11. Pergi ke Bukit Halimun
12
Bab 12. Malam Sebelum Perjalanan
13
Bab. 13. Perjalanan Menuju ke Bukit Halimun. Part 1.
14
Bab 14 Perjalanan ke Bukit Halimun. Part 2
15
Bab 15. Kadal Misterius Muncul Lagi
16
Bab 16. Dihadang Dua Laki-laki Tak Dikenal
17
Bab 17. Firasat kurang Baik
18
Bab 18. Firasat Fatma dan Kucing Hitam
19
Bab 19. Terpaksa Melawan.
20
Bab 20. Pertarungan tak Berimbang
21
Bab 21. Ki Durgala. Siapakah Dia?
22
Bab 22. Durgala dan Darsih.
23
TTJL Bab 23. Pertarungan Tak Bisa Dielakkan Lagi
24
TTJL Bab 24. Hampir Tak Ada Harapan.
25
TTJL Bab 25. Di Tempat Kakek Sura
26
TTJL Bab 26. Malam Purnama di Puncak Bukit Halimun.
27
TTJL Bab 27. Diwarisi Jimat Pusaka
28
TTJL Bab 28. Salah Jalan & Berurusan dengan Siluman Kera
29
TTJL . Bab 29. Tamu Tak Diundang. (Kedatangan Siluman Kera) Part 1
30
TTJL Bab. 30. Tamu Tak diundang (Kedatangan Siluman Kera) Part 2
31
TTJL Bab 31. Bertemu Nenek Tua Menyeramkan.
32
TTJL Bab 32. Tentang Bukit Halimun, Bukit Harendong dan Lembah Monyet.
33
TTJL Bab. 33. Bujukan Nenek Tua
34
TTJL Bab 34. Kekuatan Baru dalam Jiwa Bu Surmi.
35
TTJL Bab 35. Lengkingan si Nenek.
36
TTJL Bab. 36. Ritual Raja Kera dan Lelaki Paruhbaya
37
TTJL Bab 37. Persembahan Buat Dewa Kematian.
38
TTJL Bab 38. Bisa Memahami Bahasa Binatang
39
TTJL Bab 39. Gagalnya Ritual Penyembahan
40
TTJL Bab 40. Musuh Bebuyutan.
41
TTJL Bab. 41. Serangan Bertubi-tubi.
42
TTJL Bab 42. Kakek Sura Kewalahan.
43
TTJL. Bab 43. Mbok Darsih dibawa Kabur.
44
TTJL Bab. 44. Kelemahan Kakek Sura.
45
TTJL Bab. 45. Kerasukan Eyang Cakra Buana.
46
TTJL Bab 46. Kakek Sura dibawa Pergi.
47
TTJL Bab 47. Penawaran Benggala Jengah
48
TTJL 48. Menjemput Mbok Darsih.
49
TTJL. Bab 49. Sekilas tentang Dirman
50
TTJL. Bab. 50. Perlawanan. ( Part 1 ).
51
TTJL. Bab 51. Perlawanan (Part2).
52
TTJL Bab.52. Dikepung Sekutu Siluman.
53
TTJL. Bab 53. Hampir Seminggu, Nggak ada Kabar.
54
TTJL Bab.54 Liciknya Benggala Jengah
55
TTJL. Bab. 55. Melawan Sundel Bolong dan Genderuwo
56
TTJL Bab. 56. Pertarungan sesama Kawan yang Jadi Lawan.
57
TTJL Bab 57. Korban Tumbal Benggala Jengah
58
TTJL Bab 58. Manusia-manusia Berkepala Tengkorak.
59
TTJL Bab 59. Memusnahkan Manusia-manusia berkepala Tengkorak.
60
TTJL. Bab. 60. Perlawanan Hebat.
61
TTJL Bab 61. Pertarungan Menegangkan.
62
TTJL Bab 62. Hubungan Benggala Jengah dan Cakra Buana. ( Part 1 )
63
TTJL Bab 63. Hubungan Benggala Jengah dan Cakra Buana ( Part 2 )
64
TTJL Bab. 64. Kembali pada Pertarungan.
65
TTJL Bab 65. Berniyat Melarikan Diri
66
TTJL Bab 66. Dewi Kegelapan, Ratu Siluman Ular, Sekutunya Benggala Jengah.
67
TTJL. Bab. 67. Tumbangnya Sang Raja Siluman Kera.
68
TTJL. Bab. 68. Akhirnya Keluar dari Sarang Kerajaan Siluman Kera.
69
TTJL Bab. 69. Bertemu Dirman yang Tergencet Batu Besar
70
TTJL Bab. 70. Sekilas siapa Dirman.
71
TTJL Bab. 71 Ratu Siluman Ular Sancaki Weling.
72
TTJL Bab. 72 Mulai Melawan
73
TTJL Bab. 73 Selendang Merah Milik Sancaki Weling.
74
TTJL. Bab. 74 Senjata Lain Sancaki Weling
75
TTJL Bab. 75. Berbagai Jurus dari Sancaki Weling
76
TTJL Bab. 76. Akhirnya Tak Bisa Dimusnahkan.
77
TTJL Bab. 77. Kembali ke Rumah Kakek Sura.
78
TTJL Bab. 78. Berada di Tempat Kakek Sura.
79
TTJL Bab. 79 Pulang, Meninggalkan Tempat Kakek Sura dengan Keanehan Besar
80
TTJL Bab. 80. Benalu dalam Perjalanan Pulang
81
TTJL Bab. 81. Bertemu lagi dengan Durgala.
82
TTJL Bab 82. Kekalahan dan Tamat Riwayat nya Ki Durgala.
83
TTJL Bab. 83. Kebakaran
84
TTJL Bab 84. Mulai Dikenal Sebagai Orang Pintar.
85
TTJL Bab 85. Persaingan
86
TTJL Bab 86 Ritual Mbah Parmo ( bag. 1)
87
TTJL Bab 87. Ritual Mbah Parmo ( Bag. 2 )
88
TTJL Bab. 82. Ritual Sesat
89
TTJL Bab 89 Dibayang-bayangi Mimpi Buruk. Walau Mimpi, Tapi Terasa Nyata.
90
TTJL Bab 90.
91
TTJL Bab 91. Merasa Janggal dan Aneh.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!