BAB 18 Masuk Got

Pak Po murka melihat teman-temannya mendelik ketakutan saat melihatnya terbaring di atas ranjang rumah sakit dalam kondisi tak berdaya. Namun, dia tidak bisa berbuat apa-apa karena seluruh tubuhnya di perban.

Bodohnya, si Mas Gen sama Mas Ger malah mengira Pak Po adalah mumi sungguhan sehingga mereka menyerang Pak Po. Karena Pak Po tidak bisa bergerak ia pasrah saja saat dua demit rekannya memukulinya sehingga luka Pak Po malah semakin parah saja.

"Dasar Mumi, di mana Pak Po! Kau memakannya ya? Kembalikan Pak Po kami!" pekik Mas Gen sambil memukuli kaki Pak Po tanpa belas kasih. Yang dipukul hanya a em a em saja menahan sakit dan tak bisa bicara.

Si Mas Ger tidak mau kalah. Ia mencekik leher Pak Po sampai lidahnya melet-melet. "Jika kau tidak kembalikan Pak Po kami, kubunuh kau sekarang juga. Cepat kembalikan Pak Po!" bentaknya.

"A emm ... a ... em em em eeeemm ...." Pak Po kesulitan buka suara. Apalagi lehernya dicekik sedemikian rupa.

Selain tubuh Pak Po, bagian wajah dan kepala Pak Po ikutan diperban juga. Hanya hidung dan mulut saja yang dibiarkan terbuka. Itupun tidak maksimal. Hanya disisakan sedikit agar Pak Po bisa bernapas dan makan saja.

"Hentikan!" apa yang kalian lakukan pada pasien!" seru Yuna kaget melihat aksi brutalnya Mas Gen dan Mas Ger. Yuna mencoba menghentikan tapi tubuh dua demit yang jadi manusia itu terlalu kuat sehingga Yuna sampai terpental saat mencoba menarik tubuh Mas Ger.

Yuna hanyalah manusia biasa saja. Kena senggol sedikit dia pasti dia terpental ke belakang. Untung Yuna tidak jatuh karena tubuhnya di tangkap oleh seseorang.

"Kau tidak apa-apa My Dear Yuna?" tanya orang itu dengan suara yang lembut dan merdu.

"Iya suamiku, aku tidak apa-apa. Para demit itu benar-benar gila. Ngapain mereka menyerang Pak Po seperti itu. Kasihan sekali Pak Po. Pasti sakit semua."

Pria tampan yang ternyata merupakan suami Yuna sendiri memegang bahu istrinya dan menenangkannya. Ia menatap tajam dua demit yang sedang sibuk memaksa Pak Pk untuk mengembalikan Pak Po yang dikira hilang oleh para dua demit oneng ini.

Beda dengah Yuna, Yeon punya sedikit warisan dari Pamannnya Refald. Hanya dengan menjewer telinga Mas Gen dan Mas Ger, akhirnya ia berhasil menghentikan penyerangan itu. Tapi tubuh Pak Po sudah tak terdefinisikan lagi.

Baik Mas Gen dan Mas Gen mengerang kesakitan karena dijewer dadakan oleh keponakan raja demit mereka.

"Aduh aduh sakit Tuan Muda Yeon. Aduh duh ..." rintih Mas Gen.

"Kenapa kami dijewer Tuan Muda. Kami harus memaksa mumi itu untuk mengembalikan Pak Po kami!" Mas Ger membela diri. Tapi Yeon tetap tidak melepas jewerannya.

"Yang kalian pukulin sampai babak belur begitu itu Pak Po. Bukan mumi. Masa kalian tidak tahu?"

"Hah? Masa?" pekik Mas Gen dan Mas Ger bersamaan.

Mereka berdua menatap Pak Po yang teler dan luka-lukanya semakin bertambah parah saja. Terpaksa, Yuna menambah balutan perbannya sehingga tubuh Pak Po sudah buka mirip mumi lagi. Melainkan patung Spink.

Yeon langsung memarahi habis-habisan Mas Gen dan Mas Ger karena sudah menyebabkan luka Pak Po semakin parah. Sebagai hukuman atas apa yang dilakukan dua demit itu, Mas Gen dan Mas Ger diminta untuk menjadi petugas kebersihan rumah sakit sampai Pak Po sembuh total.

Mereka berdua tidak bisa menolak. Meski oneng dan oonya nggak ketulungan, Mas Gen dan Mas Ger punya prinsip. Berani berbuat harus berani bertanggungjawab.

***

Rosela sedang sibuk menyiapkan makanan untuk suami dan para pasukan demit Refald yang kini tinggal bersama mereka. Meski mereka semua terisolasi dari dunia luar, Rosela tak kahwatir kekurangan makanan.

Hutan belantara ini menyediakan semua bahan makanan lengkap dengan bumbu rempah-rempahnya. Istri Hans itu yak perlu repot lagi pergi ke pasar untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Sepertinya, tidak adanya Pak Po di sini membuat demit yabg tersisa mudah beradaptasi dengah baik. Berkat ajaran Hans, pasukan semit Refald akhirnya bisa hidup layaknya manusia meski hanya sememtara. Tepat di akhir bulan nanti, semua demit ini bakal kembali ke wujud asli mereka. Yaitu menjadi makhluk astral.

"Tuan muda Hans, apa kami tidak bisa keluar menjenguk Pak Po? Kami rasa kami sudah aman sekarang," ujar salah satu pasukan demit Refald.

Hans tidak langsung menjawab, ia melihat Rosela yang sedang bersenandung ria di dapur sambil mencicipi makanan. Sedikit banyak, Hans merasa bersalah pada sang istri karena secara tidak langsung, ia telah membuat Rosela terisolasi dari dunia luar.

Mungkin tidak ada salahnya jika sesekali mereka keluar dari zona dan menikmati indahnya dunia fana penuh masalah ini. Rosela juga tidak mungkin hidup di hutan selamanya. Manusia itu makhluk sosial. Menusia, tidak bisa hidup sendiri.

"Baiklah, kalian siap-siap saja. Kita akan jalan-jalan keluar menjenguk Pak Pk di rumah sakit. Paman Yeon bilang Pak Po makin parah gara-gara Mas Gen dan Mas Ger."

"Itulah kenapa kami punya firasat buruk Tuan Muda. Mas Gen, Mas Ger, dan Pak Po, harusnya jangan disatukan. Akibatnya bisa fatal."

***

Hari ini, Hans mengajak Rosela dan pasukan demit Refald keluar dari hutan untuk kali pertama setelah sekian lama mengasingkan diri dari dunia luar pasca perang melawan iblis jahat yang mengincar Rosela. Awalnya Rosela menolak karena ia sudah nyaman tinggak di hutan bersama dengan yang lainnya. Namun Hans memaksa sehingga Rosela ngikut saja.

Para demit itu juga sudah terlatih sehingga mereka bisa beradaptasi menjadi manusia normal seperti manusia pada umumnya. Namun, yang namanya demit tetaplah demit. Sepintar-pintarnya mereka menyamar sebagai manusia, tetap saja onengnya yang diturunkan Pak Po tetap tak bisa hilang juga.

Hans meminta pasukan demit itu keluar dari dalam mobil limosinnya yang bisa muat lebih dari 10 orang. Mereka harus keluar secara tertib dan satu per satu turun. Hans sendiri juga tidak lihat-lihat di mana dia berhenti sekarang ini. Alhasil, begitu pintu mobil limosin itu dibuka, demit pertama yang keluar langsung jatuh ke dalam got yang kebetulan sedang dalam perbaikan.

Begitupula dengan demit kedua, ketiga dan seterusnya. Got itu sangat lebat sehingga mampu memuat para demit yang terjatuh begitu keluar dari dalam mobil limosin.

Hans bingung kenapa para demit malah hilang setelah turun mobil. Setelah ia keluar dan mencari tahu ternyata semuanya sedang berkumpul di bawah got dengan ekspresi linglung.

"Apa yang kalian lakukan di dalam got?" tanya Hans.

Terpopuler

Comments

Teh Yen

Teh Yen

hahahaa keterlaluan kamu Hans nurunin orang engg liat sikon apa hadeuuh

2024-08-26

0

Yurniati

Yurniati

tetap semangat terus update nya thorr

2024-08-13

0

Yurniati

Yurniati

🤦🤦🤦🤦🤦🤣🤣🤣🤣🤣
ada saja mereka para demit itu,,,

2024-08-13

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!