BAB 7 KEPUTUSAN

Hans memang mendapat perintah dari Refald untuk segera melakukan hubungan suami istri dengan Rosela. Sebab si raja demit itu tahu kalau istri cucunya sedang diincar oleh iblis bermata merah dan bertanduk di area mulut sebagai tumbal ibu tirinya.

Satu-satunya cara untuk menyelamatkan Rosela, adalah dia harus menyatu dengan Hans. Dengan begitu, kekuatan Hans akan segera mengalir ke dalam tubuh sang istri dan tak menuntut kemungkinan, kekuatan itu akan memunculkan benih dari hasil hubungan penyatuan itu. Dengan kata lain, Rosela bisa segera langsung hamil.

Namun si Bengal Hans masih ragu. Jadi suami saja dia masih belum siap apalagi jadi ayah. Baginya ini terlalu cepat. Ia merasa kalau ia bukanlah suami yang baik. Ia khawatir tak bisa jadi ayah yang baik pula. Hans memang jatuh cinta pada Rosela, dan untuk pertama kali dalam hidupnya, ia begitu ingin melindungi seseorang lebih dari nyawanya sendiri.

Tapi untuk saat ini, ia ingin menikmati masa-masa berdua dengan Rosela. Nggak kebayang kalau dia punya anak. Bisa-bisa anaknya diajak ribut setiap hari karena Hans sendiri itu bengalnya nggak ketulungan. Berapa kali kakek dan ayahnya harus turun tangan menyelesaikan kekacauan yang dilakukan Hans hingga Refald membangunkan istana di hutan belantara agar sang cucu tak buat onar lagi di dunia penuh fana.

Itulah mengapa Hans tinggal di istana megah di tengah hutan. Jauh dari dunia luar dan terisolasi dengan kehidupan duniawi. Hal itu untuk meminimalisir kekacauan yang dibuat Hans. Cucu raja demit Refald baru berhenti buat onar saat ia bertemu dengan Rosela.

“Raja, ini sudah hampir tengah malam. Apa yang akan terjadi kalau si Bengal Hans belum gol gawang juga. Haruskah saya ke sana membawa kentongan?” ujar Pak Po cemas.

“Untuk apa kau bawa kentongan segala. Dia bukan kau.”

“Bagaimana kalau saya jadi manusia? Bagaimana dengan Divani?”

“Itu hanya kemungkinan terbesarnya Pak Po. Keinginan iblis itu untuk mendapatkan sukma Rosela. Ini memang bulan kelemahanmu dan Divani. Dan kelemahan seluruh keturunanku juga pasukanku. Saat kalian lemah, iblis itu akan semakin kuat. Dan kelemahan terbesarmu adalah, kau bisa berubah menjadi manusia jika cucumu Hans itu gagal melaksanakan apa yang sudah kuperintahkan.”

Seperti biasa, Refald yang tampak sangat awet muda, tetap tenang walau masalah yang sedang ia hadapi ini lumayan besar. Ada sesuatu yang sedang Refald sembunyikan dari Pak Po dan ia sengaja tak mengungkapkannya. Meski ia tahu apa yang bakal terjadi, Refald tak bisa mengubah takdir yang sudah ditentukan oleh Sang Pencipta.

Refald melirik arlojinya. Sudah tengah malam tepat tapi iblis yang ia tunggu tak kunjung muncul juga. Artinya, Hans dan Rosela masih belum menyatu.

Si Pak Po sudah menyerah, ia meringkuk di salah satu dahan pohon Nangka seperti anak kecil yang sedang merajuk karena gagal ulang tahun.

“Ngapain kau disitu. Sini!” sengal Refald.

“Hamba merasa kalau sebentar lagi hamba pasti jadi manusia.”

“Apa salahnya kalau kau jadi manusia? Onengmu juga nggak akan hilang. Hanya sebulan Pak Po. Sampai bulan kelemahanmu lewat. Nikmati saja, lawan kita kali ini memang tidak mudah.”

“Jadi manusia itu tidak enak Raja.”

“Siapa bilang, buktinya aku dan Fey fine fine saja hingga sekarang.”

“Apa kata yang lainnya kalau saya manusia?” Pak Po masih merengek. Ia tak mau jadi manusia setelah ini.

“Palingan mereka menertawakanmu. Terutama Leo, Yeon, Bima dan Dewa. Mereka bakal ngak guling-giling jungkir balik saat mereka tahu kau berubah jadi manusia sementara.” Belum apa-apa Refald sudah tahan bengek membayangkan Pak Po ditertawai keluarganya.

“Apa tidak ad acara lain untuk mencegah saya jadi manusia Raja?” isak Pak Po.

“Kau dan pasukanku yang lainnya akan jadi manusia Pak Po. Bukan kau saja. Ini karena iblis yang kita lawan semakin kuat. Jika saja kau dan semua pasukanku bertapa di di dalam gunung, kalian akan tetap menjadi demit karena terlindung, masalahnya, kalian keluar di waktu yang tidak tepat. Sudahlah, nikmati saja. Aku akan melindungi kalian semua saat kalian semua jadi manusia.”

Pak Po tampak depresi akut walau sudah ditenangkan Refald. Sebelumnya Pak Po memang pernah jadi manusia, tapi meninggal lagi setelah dia mengorbankan diri demi menyelamatkan Fey dan Refald.

***

Sementara itu, di dalam kamar, Hans masih menatap Rosela yang juga menatapnya. Hatinya gusar antara menuruti perintah kakeknya dan juga keinginan hatinya. Rosela sendiri tidak menolak, ia tahu sebagai istri sudah saatnya ia menunaikan kewajibannya.

“Kenapa diam saja?” tanya Rosela padahal ia sudah pasrah.

“Aku takut,” jawab Hans jujur.

“Kau pangeran demit, apa yang kau takutkan? Harusnya aku yang takut karena aku wanita. Kenapa malah kau yang takut?” Rosela merasa lucu mendengar pengakuan suaminya. Seorang pangeran demit bisa takut juga.

“Ini bukan masalah siapa yang jadi pria dan siapa yang jadi wanita. Ini masalah apakah kau siap jadi ibu? Sebab, begitu kita melakukannya walau hanya sekali saja, maka benih dari penyatuan cinta kita, akan langsung tumbuh.”

“Aku siap, itu sudah jadi kodratnya wanita. Setelah menikah, semua wanita bakal jadi ibu walau ada diantara mereka yang tidak diberikan kesempatan itu alias mandul. Kan menjadi suatu kebanggaan tersendiri bila aku bisa hamil dari anak pangeran demit. Mereka pasti akan sangat kuat sama sepertimu. Wanita bisa dikatakan sempurna kalau dia bisa mengandung buah cinta dengan suaminya.”

Hans gigit jari, Rosela jauh lebih dewasa darinya. Ia baru sadar kalau ia telah menakutkan hal yang tak perlu dilakukan. Jam 00.00 sudah lewat tapi Hans baru bisa memberanikan diri mendekati Rosela, menyentuh kedua pipinya yang lembut, lalu memberikan kecupan mesra.

Suasana syahdu itu terus berlanjut hingga di atas ranjang awan yang menyatukan cinta keduanya. Akhirnya Hans berhasil cetak gol walau waktu yang ditentukan sudah sangat terlambat. Wajah Hans dan Rosela juga tampak sangat bahagia setelah jiwa mereka bersatu sebagai suami istri yang sesungguhnya.

“Apa aku menyakitimu?” tanya Hans sambil mengecup kening Rosela.

“Sedikit, tapi tidak apa-apa. aku bisa mengatasinya.”

Hans memeluk tubuh istrinya sebagai permintaan maaf atas kenikmatan terindah yang ia rasakan saat ini.

***

Refald langsung memicingkan mata saat semilir angin mulai menerpanya. Sedetik kemudian, angin itu berubah kencang dan mulai menyapu apa saja yang ada di sekeliling Refald dan Pak Po.

“Datang!” ujar Sang Raja Demit memberi peringatan pada Pak Po dan semua pasukan demitnya yang baru saja datang.

Pasukan demit Refald berjajar rapi di kana dan kiri Refald. Mereka semua melayang-layang di udara seolah siap menghadap apa yang akan datang di hadapan mereka.

“Dengarkan aku baik-baik, jika kalian semua yang ada di sini bisa mengalahkan iblis berbahaya pemakan tumbal manusia ini, maka kalian semua akan berubah wujud menjadi manusia sementara sampai bulan pelemahan ini berakhir. Yang takut jadi manusia, mundur di belakangku.” Refald memberi peringatan pada seluruh pasukan demitnya dampak dari perang melawan iblis yang sudah banyak memakan korban ini.

Pak Po celingak celinguk mencari teman untuk mundur, tapi tak satupun dari rekan-rekannya gentar dan tetap bertahan di posisi mereka masing-masing. Sepertinya rekan demitnya Pak Po ini malah suka jadi manusia ketimbang demit. Tidak seperti Pak Po yang tidak ingin jadi manusia lagi.

“Kenapa kalian tidak mundur?” tanya Pak Po pada semua teman-temannya.

“Kalau kau takut kau mundur saja. Jadi manusia bagi kami adalah kesempatan emas. Kapan lagi kami bisa berinteraksi dengan manusia itung-itung sekalian cuci mata. Kau tak mau jadi manusia karena kau tak bisa jelalatan dengan wanita lain kecuali dengan istrimu kan?” ledek Mas Gen, salah satu rekan Pak Po. Yang lainnya ikut tertawa meledek Pak Po.

“Kalian semua diam! Dia datang!” sentak Refald saat sesosok bayangan hitam besar datang melompat di atas awan.

BERSAMBUNG

***

Terpopuler

Comments

Herlina

Herlina

Alhamdulillah ketemu juga
semangat thor ceritamu selalu ku nantikan semangat. sudah tak kasih vote ya kutunggu lanjuatannya

2024-07-13

0

Rahma Nuryani

Rahma Nuryani

akhirnya gol juga

2024-07-10

0

Teh Yen

Teh Yen

Alhamdulillah akhirnya Rosela d Hans sudah menyatu tp sayang othor ky d singkat gt aj malam pertamanya kurang seru hehe 😁
aduh duh lagi tegang jg pak po ngapain.sih bahas yg gt hadeuuh 🙈😅😅😅

2024-07-10

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!