BAB 11 PASUKAN DEMIT

Seluruh pasukan demit Refald melongo mendengar ucapan raja demit mereka. Untung saja di rumah Hans ini tidak lalat ataupun nyamuk sehingga mulut para demit yang baru saja berubah menjadi manusia tak sampai kemasukan serangga meresahkan itu.

Dari awal Refald memang sudah menjelaskan konsekuensi bila bertarung melawan iblis jahat itu dibulan terlarang yang seharusnya menjadi bulan pelemahan bagi para pasukannya. Pantangan bulan pelemahan ini, para demit, khususnya pasukan Refald, dilarang bertarung dengan siapapun. Apabila melanggar, meski menang, maka wujud demit yang bertarung itu akan menjadi manusia.

Itulah mengapa dulu, Pak Po menikah di malam satu sura, sehingga ia menjadi manusia berkat ritual yang dijalankan Fey alias istri Refald. Ditambah saat itu, ada iblis yang menyerang juga sehingga Pak Po sempat menjadi manusia sementara dan kembali menjadi demit lagi.

“Ki-kita semua … benar-benar jadi manusia. Dan wujud kita masih sangat muda, sama seperti saat kita meninggal dulu. Ibi sudah berapa abad?” ujar mas Gen terkagum-kagum dengan wujud manusianya sendiri begitupula dengan yang lain.

Semua demit melihat kedua tangan dan kaki mereka serta memegang-megang wajah mereka sendiri. Semua tampak kebingungan satu sama lain sampai tidak sadar kalau mereka semua sebenarnya tak memakai sehelai benangpun seperti bayi yang baru lahir.

Inilah alasan mengapa Refald mengajak semua pasukannya kekediaman cucunya yang ada di tengah hutan belantara. Pada saat pasukan demitnya menjadi manusia, maka mereka memang akan tampak seperti bayi yang baru saja dilahirkan. Butuh tempat dan privasi untuk melindungi tubuh bu91l mereka dari pandangan mata manusia. Di rumah Hans ini, tidak ada manusia lain lagi selain Hans sendiri dan istrinya. Dengan begitu para pasukan demit Refald aman.

Para demit itu sangat heboh dengan perubahan wujud mereka. Ini kali pertama mereka menginjak lantai dan rasanya begitu lembut. Beberapa dari pasukan demit itu bahkan berlarian ke sana kemari untuk merasakan kaki mereka saat ada di lantai.

Tak sedikit dari mereka melompat-lompat kegirangan. Pak Po pun ikut keranjingan juga. Walau ia sudah pernah jadi manusia, ia tak pernah merasakan kebahagiaan sebesar ini. rasanya berbeda karena sekarang ia tak sendiri. Semua rekan demitnya berubah jadi manusia sama seperti dirinya.

“Wauw, ini menyenangkan!” seru Mas Ger sambil melompat-lompat diatas sofa. Lainnya ada yang berdiri di atas meja. Sisanya berguling-guling di lantai dan masih banyak lagi aksi konyol yang pasukan demit itu lakukan saat pertama kali berubah wujud menjadi manusia.

Sementara di dalam kamar, Hans mulai terbangun. Ia heran mendengar suara gaduh di lantai dasar rumahnya. Dengan mata setengah melek, ia menatap Rosela yang masih terlelap disampingnya.

Hans bangun dari tempat tidur dan memakai piyamanya. Ia bingung siapa yang ribut-ribut di pagi buta begini. Sangat mengganggu orang tidur saja. Suami Rosela itu menuruni tangga dan betapa terkejutnya ia setelah melihat ada puluhan pria bertelanjang dan sedang lari-larian layaknya anak TK. Lebih parahnya lagi, semua perabot rumahnya diinjak-injak tanpa ampun.

Otomatis Hans sangat kesal dan marah tapi ia tak bisa berteriak karena tak ingin membangunkan Rosela. Sebagai gantinya, Hans menggunakan kekuatannya dan langsung muncul tali di mana-mana untuk mengikat semua pasukan Refald yang bu91l sambil sembarangan di rumah orang.

Wajah Hans sangat shock sekali begitu ia tahu kalau para pria bu91l itu tak lain dan tak bukan adalah para pasukan kakeknya. Lebih mengejutkannya lagi, si kakeknya sendiri juga ada diantara mereka.

“Apa yang kalian lakukan dirumahku? Apa kalian semua sudah gila? Dan kenapa kalian tidak pakai pakaian? Kalian sengaja?” Pekik Hans. Matanya melotot seolah mau melompat keluar.

“Syukurlah kau muncul Hans. Pinjamkan mereka semua pakaian,” ujar Refald yang duduk di jendela rumah cucunya sambil menikmati sinar mentari di pagi hari.

Semua mata langsung tertuju pada Refald yang sejak tadi tenang dalam diam. Ia seolah membiarkan anak buahnya bebas melakukan apa saja di rumah ini walau tak memakai sehelai benangpun di tubuh pasukannya.

“Kakek, ada apa ini, kenapa mereka semua …” Hans tak jadi melanjutkan kata-katanya karena ia juga baru menyadari sesuatu yang menakjubkan.

Mata Hans melotot lagi setelah melihat para pasukan demit kakeknya punya bayangan dan kaki semuanya menginjak lantai. Tidak melayang lagi seperti biasanya. Mereka juga punya warna kulit yang berbeda-beda padahal saat jadi setan warna kulit mereka sama semua. Yaitu putih pucat bagai mayat. Tapi sekarang, ada yang berkulit hitam, ada yang sawi matang, ada yang kuning langsat, dan ada yang putih blasteran.

“Terjadi sesuatu saat kami melindungimu Hans, para pasukanku berkorban wujud demi bisa mengalahkan iblis jahat yang mengincar istrimu. Mereka terpaksa menjadi manusia sementara dan mereka harus tinggal di sini sampai wujud mereka kembali seperti semula.”

“A-apah?” Hans melongo antara percaya dan tidak percaya. “Ta-tapi …”

“Tidak ada tempat lain bagi mereka selain di sini. Para pasukanku ini manusia sekarang. Otomatis kekuatan mereka juga berkurang. Mereka sudah tak sekuat saat jadi dedemit. Mereka semua sama sepertimu. Sekarang giliranmu yang harus memberikan perlindungan bagi mereka semua. Berkat mereka, kau bisa bercocok tanam dengan Rosela.”

Hans tak bisa berkata-kata. Ini sungguh sangat mengejutkannya. Iapun juga tak punya pilihan lain selain menuruti segala titah kakeknya untuk melindungi para pasukan demit selama mereka menjadi manusia.

Hal pertama yang dilakukan Hans adalah meminjamkan pakaiannya untuk dikenakan para pasukan demit Refald. Karena sudah terlalu lama hidup sebagai hantu gentayangan yang tak perlu pakai pakaian karena sudah otomatis dari dunia alam lain, para demit itu agak risih. Rasanya mereka ingin melepas pakaian mereka.

“Kok aneh ya Pangeran Hans. Kami tidak bisa leluasa bergerak dengan pakaian ini,” protes Mas Gen.

“Itu karena kalian belum terbiasa pakai pakaian manusia. Tahan saja, nanti lama-lama juga nyaman,” jawab Hans dengan kesal. Ia tidak ikhlas meminjamkan semua pakaian itu. Pasalnya baju-bajunya Hans ini bermerk semua. Harganya juga fantastis. Rata-rata di dunia hanya ada 3 atau 4 biji saja dan Hanslah salah satu pemiliknya.

“Tapi ini serasa sesak gabi kami Pangeran.”

“Pakai salah pakaian yang ada. Itu mahal tahu. kalau kalian tidak nyaman, nanti akan kubelikan di pasar loak yang harga 25.0000-an.” Hans kesal dan meninggalkan ruang pakaian.

Lagi-lagi ia merengek pada Refald. Sedangkan pak Po kowah kowoh aja di depan cermin. “Di lihat dari sudut pandang manapun, ternyata aku tampan,” ujar Pak Po pada dirinya sendiri.

Inilah salah satu sifat yang dimiliki manusia, yaitu narsis. Tapi emang dasarnya pak Po tampan banget sih, para demit lainnya juga tampan. Nggak ada yang jelek. Mereka cool dan keren sekali saat memakai pakaian mahalnya Hans.

BERSAMBUNG

***

Terpopuler

Comments

Yurniati

Yurniati

terus lanjut update nya thorr

2024-07-22

0

Yurniati

Yurniati

pasukan demit jadi pasukan bayi

2024-07-22

0

Teh Yen

Teh Yen

waduh kebayang repotnya ngurusin banyak orang d rmh sementara kamu masih pengantin baru yg lagi hot.hot nya sabar yah Hans 🤭🤭 tp d satu sisi rosela.pasti.swnnag. karena dapat banyak teman d sana yah kan hans

2024-07-21

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!