Pak Po kesal, karena semua rekan-rekannya memilih jadi manusia. Walau ia oneng plus oon nggak ketulungan, ia bukan demit pengecut. Kalau yang lainnya gass otw jadi manusia, maka iapun turut serta.
sang iblis muncul dari atas langit-langit menuju ke tempat Refald berdiri dalam diam dan tetap konsentrasi pada musuh yang dihadapinya. Sementara pasukan demit Refald yang tadinya berdiri sejajar dengan raja mereka langsung mengubah posisi membentuk lingkaran memutar dengan Refald berada tepat di tengah-tengah para pasukan demit.
Begitu sang iblis hendak menyentuh Refald, sebuah pelindung tak terlihat muncul dan membuat si iblis terpental kembali ke atas ketika tangannya mencoba memegang tubuh Refald. Saat itulah pasukan demit Refald yang tadinya mengatupkan kedua tangan di dada langsung membuka mata mereka lebar-lebar dan saling merentangkan kedua tangan bersamaan.
Semua tangan pasukan demit yang terentang itu saling bertautan bak tali memanjang. Ajaibnya, rentangan itu memunculkan sebuah kilatan cahaya menyilaukan bak diujung senja dan langsung mengenai wujud sang iblis sehingga iblis tersebut mengerang kesakitan.
“Aaaaaarrgghhh! Panas! Apa yang sedang kalian lakukan padaku! Hentikan! Akan kulenyapkan kalian semua jika tidak menghentikannya!” teriak sang iblis penuh amarah. Tubuhnya tak bisa digerakkan saking sakitnya akibat kepanasan.
“Huh, kau pikir kami bodoh. Kalau kami menghentikan serangan kami, kau akan tetap membasmi kami semua. Aku tidak akan tertipu oleh ucapanmu. Dasar iblis!” ucap Pak Po sambil pasang wajah menyebalkan tapi lucu.
“Jangan bicara Pak Po. Konsentrasi saja!” rekannya mengingatkan. Kalau Pak Po banyak bicara, itu mengurangi intensitas tingkat konsentrasi mereka.
“Kau itu lebih bodoh dari yang kau bayangkan Pak Po. Jangan ditunjukkan pada iblis itu soal kebodohanmu atau kau bisa merusak semuanya. Kamipun nanti kena imbasnya,” imbuh Mas Gen.
“Makanya aku bilang kalau aku ini tidak bodoh. Kalian semua tenang saja, tak perlu sekhawatir itu. Aku nggak bakal terkecoh sama si iblis jelek itu.”
“Hooh, jadi kau Pak Po?” tanya si iblis mendengar percakapan para pasukan demit Refald yang mencoba menyerangnya dengan kekuatan aneh mereka.
“Iya, kenapa? Kau mau berkelahi denganku? Ayo! Tapi setelah kulenyapkan kau dari muka bumi ini.”
“Hadeuh, si oneng ini kapan pinternya. Kalau si iblis itu lenyap mana bisa diajak berkelahi Pak Po,” protes Mas Ger.
"Iya juga ya. Ya Udahlah ayo berkelahi sekarang."
“Oei Pak Po, bisa diam nggak?” bentak Mas Gen. “Daripada kau terus menunjukkan kebodohanmu! Konsentrasi pada kekuatanmu. Kita lenyapkan dia dengan cepat!”
“Justru karena aku pintar, makanya aku mencoba menjatuhkan mental si iblis ini. kau saja yang diam!”
“Hei Pak Po!” panggil sang iblis sambil menahan rasa sakit teramat sangat.
“Apa!” bentak Pak Po kesal.
“Tali sepatumu copot! Benerin tuh!” ujar si iblis.
Tanpa sadar Pak langsung menunduk dan membungkuk untuk membetulkan tali sepatunya. Alhasil cahaya aneh yang menyerang si iblis memudar karena tautan tangan Pak Po terlepas akibat keonengannya. Dia kan pocong, mana ada punya kaki apalagi Sepatu.
“Tunggu, aku kan tidak pernah pakai Sepatu.” Pak Po baru sadar, tapi terlambat.
"Sialan kau Pak Pooo! Kenapa kau lepas tanganmu! Mana ada pocong pakai sepatu duduuuullll!" teriak para demit hampir bersamaan.
Sang iblis yang tahu betul kelemahan Pak Po mencoba memanfaatkan pocong oneng itu sehingga rasa panas yang tadi menyerangnya juga langsung hilang. Tak perlu menunggu waktu lama, sang iblis pun membalas semua serangan rekan demit pak Po dengan kekuatan apinya dan membuat para pasukan demit itu terpental bertebaran di mana-mana.
Mereka semua terpental jauh dan hanya Pak Po saja yang menunduk karena tadi ia hendak membetulkan Sepatu.
“Awas kau Pak Poooo! Ku bikin kau dadar gulung sekalian rempeyek udang biar tahu rasa. Lihat saja!” teriak Mas Gen mewakili seluruh isi hati para demit yang terpental jauh akibat keonengan yang Pak Po buat.
“Loh loh, ngapain kalian mencar-mencar begitu? Nggak ngajak-ngajak pula! Sialan kalian!” balas Pak Po berteriak tanpa dosa.
Pocong satu itu memang agak lain dari yang lain. Dia yang mengacaukan semuanya dia sendiri yang merasa jadi korban kekacauan oleh ulahnya sendiri. Si iblis juga tak tinggal diam. Melihat Pak Po lengah, ia langsung melesat cepat bagai angin dan langsung mencekik leher Pak Po.
Wujud pocong tampan itupun langsung melesat mundur kebelakang akibat cekikan sang iblis. Si iblis jahat dan paling kuat ini tak hanya mencekik leher Pak Po, tapi juga melemahkan kekuatan pocong tampan tapi onengnya kebangetan itu.
“Le-lepaskan aku!” ujar Pak Po masih melawan.
“Sekalinya oneng, sampai kapanpun kau itu tetap oneng. Kalau pintar kau bukan Pak Po namanya. Hahahaha … lenyaplah kau ke alam baka selamanya!” sang iblis benar-benar hendak melenyapkan Pak Po. Tapi semua rekan-rekan demit Pak Po yang tadinya terpental ke segala arah langsung melesat kembali dan menolong rekan onengnya yang sedang dalam bahaya.
Walau mereka kesal setengah mati atas ulah oonnya Pak Po, mereka tetap setia kawan. Mereka sudah tidak kaget lagi dengan sifat Pak Po. Onengnya memang sudah dari sononya. Mau diapa-apain juga nggak akan berubah. Pak Po, tetap saja oneng.
Para pasukan demit itu menyerang sang iblis dari segala arah sehingga cekikan tangannya di leher Pak Po terlepas. Pocong tampan itu terselamatkan. Mas Gen langsung menyeret Pak Po menjauh karen kekuatan pocong tampan itu melemah akibat cekikan tadi.
“Tetaplah di sini Pak Po. Pulihkan tenagamu, sisanya biar kami yang urus.”
“Tapi …
“Nggak ada tapi-tapian. Ingat, kau sudah membahayakan kami semua. Jangan bahayakan dirimu lagi. Kau punya istri, anak dan cucu. Kalau kau lenyap. Apa yang akan terjadi pada mereka. Walau kau bodoh, setidaknya, kau harus mengingat keluargamu.”
Pak Po langsung berkaca-kaca. Walau dia demit paling oneng. Pak Po paham maksud ucapan Mas Gen barusan.
Sementara di atas batu besar, Refald yang sejak tadi mengumpulkan kekuatan terbesarnya hanya tersenyum tipis saja melihat pertarungan anak buahnya dengan si iblis jahat. Melenyapkan iblis itu tidaklah mudah semudah membalikkan telapak tangan.
Diperlukan taktik dan intrik kalau membasmi iblis yang banyak memakan korban itu untuk selamanya agar tidak kembali lagi mengganggu dan menghasut manusia. Refald juga tidak bisa menggunakan kekuatannya dengan sembrono. Ia harus hati-hati.
Kekuatan Refald sangat besar dan dahsyat. Tapi jika ingin menggunakan kekuatan terbesarnya, ia butuh waktu. Suami Fey itu sengaja menggunakan anak buahnya untuk mengulur waktu sampai kekuatannya penuh maksimal.
Dan sekarang, kekuatan Refald sudah ada diambang batas. Mata Refald bersinar terang dan diatas satu tangannya yang terangkat ke atas, mendadak muncul bola api besar sebesar ukuran Gedung pencakar langit. Semakin lama bolanya semakin membesar saja.
Saking terangnya sinar cahaya bola api yang muncul dari satu tangan Refald, iblis yang sedang berperang dengan para demit langsung menghentikan aksinya begitu pula dengan para demit yang lain.
Ini kali pertama mereka melihat kekuatan sang raja demit yang legendaris dan aura kekuatannya sungguh tak bisa didefinisikan dengan kata-kata.
“A-aaapa … i-itu?” tanya si iblis jahat. Matanya benar-benar silau saat melihat kekuatan besarnya Refald. Bahkan pananya bola itu bisa langsung ia rasakan. Rasa panasnya 1000 kali lipat jauh lebih panas dari kekuatan para demit Refald sebelumnya.
“Itulah kekuatan besar Raja demit kami. Habislah kau sekarang,” ucap Mas Gen senang.
BERSAMBUNG
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 34 Episodes
Comments
Teh Yen
uuuuh pak.po.nih ada" aj jd kacau kan hadeuuh bruntung kekuatan refald sudah full ayo hancurkan iblis jahat itu raja demit
2024-07-14
0
Yurniati
tetap semangat terus update nya thorr
2024-07-14
0
Yurniati
pak po selalu buat kacau kalau tak buat ulah bukan pak po namanya karna keonengannya itulah yang buat seru,,,,
2024-07-14
0