Hari telah malam kembali. Liyura merasakan hari ini berlalu begitu cepat. Dia bergerak kembali untuk menemui Sky karena mungkin hanya dia yang dapat dipercaya untuk menjaga pemuda itu.
Memang dia bisa menyuruh Lucia untuk menyembuhkannya dengan sihir penyembuh miliknya tapi dia tidak mau merepotkan Lucia karena biasanya Skill penyembuhan membutuhkan poin Mana yang besar.
Sedangkan Sky mungkin akan pulih jika dia terus beristirahat karena penyerapan transfer Poin HP yang diberikan Liyura yang jumlahnya cukup banyak.
Liyura masuk ke dalam celah-celah batu yang menyerupai pintu dan masuk ke dalamnya dan melihat Sky yang terbaring. Liyura menghela nafas dan menghampirinya.
"Apakah kau sudah merasa baikan? Chris memutuskan untuk pergi ke tempat Boss Monster untuk menyelesaikan misi Guild. Dan dia mungkin akan berangkat besok."
"Dia tidak menungguku pulih?"
"Entahlah, jika semakin lama ditunda mungkin misi ini tidak akan selesai. Kau harus pulih besok Sky. Guild memerlukan dirimu sebagai ketua."
Sky tidak menjawab dan hanya mengangguk, dia berbalik untuk tidur membelakangi Liyura.
Liyura akhirnya memilih untuk keluar dan meninggalkan Sky seorang diri setelah memeriksanya dengan melihat keadaan pemuda itu.
Liyura melihat Lucia yang berbaring jauh dari anggota Guild yang tidur di tanah goa beralaskan matras yang dibeli dari System. Liyura menghampirinya dan ikut berbaring. Dia hanya bisa tidur dengan Lucia yang sama perempuan daripada anggota guild yang kesemuanya adalah laki-laki.
Memang class Knight diambil oleh kebanyakan para pemuda karena mereka sangat cocok dengan pedang dari pada gadis seperti Lucia yang selalu memilih Class Witch, Mage, maupun Elemental.
Liyura memejamkan mata setekah menarik selimut menutupi tubuhnya dan segera terbang ke alam mimpi..
--
Saat pagi hari, tidak ada suara apapun yang terdengar tapi bisa dirasakan bahwa matahari telah muncul dari sisi goa membuat Liyura akhirnya membuka matanya akibat silau.
"Liyura, Evol sedang sekarat."
Perkataan Aver membuat Liyura seakan tersambar petir. Dia segera menjawabnya.
"Apa?! Bagaimana bisa? Aver, kau jangan bercanda!"
"Aku tidak bercanda! Si orang bertudung melihatnya dan mengatakan hidup Evol tidak akan lama lagi jika tidak segera tertolong!"
"Evol sebenarnya kenapa? Bukankah dia hanya terluka karena tertusuk panah?"
"Tidak sesederhana itu! Dia terkena Racun Sihir dan sekarang dia sedang kesakitan. Aku juga baru tau karena diberitahu oleh orang bertudung. Karena dia pernah punya Bunga Seribu Warna tapi dia telah menyerahkannya padamu!"
"Aku punya bunga itu! Cepat berikan padanya. Dan Aver, apakah aku dapat ke sana?"
"Kau bisa ke sini tapi itu hanya pikiranmu! Kau tidurlah lagi dan memfokuskan dirimu untuk berada dalam segel."
Liyura mengiyakan dan segera tertidur kembali dan menutup matanya. Dia memfokuskan pikirannya untuk masuk ke dalam Segel yang ada di dahinya.
Liyura telah lama fokus dan akhirnya dia tertidur, dalam pikirkannya dia berdiri menghadap sebuah pintu yang menghubungkan dengan dua tempat berbeda.
Dia melihat sekitarnya yang hitam pekat dan juga portal yang bercahaya di depannya. Liyura tidak menunggu lama dan akhirnya masuk ke dalam portal itu hingga cahaya masuk ke dalam matanya hingga membuatnya silau.
Setelah masuk, gadis itu melihat dia telah berada dalam sebuah hutan yang sangat familiar.
Liyira melihat Aver sedang bersandar di bawah pohon. Liyura segera menghampirinya.
"Diamana Evol?"
"Dia di sana!"
Aver menunjuk ke arah kiri yang mengarah pada goa yang berhiaskan bunga dan tanaman rambat di sekitar mulut guanya. Liyura segera melangkah masuk dan melihat Raja Kegelapan dan sesosok bertudung yaitu adalah penjaga Dungeon.
Liyura bergegas ke arah Evol dan segera mengeluarkan Bunga Seribu Warna dari dalam System Room. Liyura segera mencabut kelopak dari bunga berwarna pelangi itu dan memasukkannya ke dalam mulut Evol.
Liyura membantu menelannya hingga Evol yang kepanasan menjadi lebih baikan. Liyura menghela nafas dan melihat ke arah dua sosok di belakangnya.
"Apakah kalian yang menjaganya?"
"Hmm. Itu karena perintah dari si tua bangka. Dan yah, apa kau dapat memberi kami nama yang bagus, agar si tua bangka itu tidak mengoloki kami."
"Hmm, tua bangka? Maksudmu Aver ya?"
"Ya, Nona kecil bisakah kau memberikan nama?"
"Hmm.. Bagaimana dengan nama untuk penjaga dungeon diberi nama Eden. Karena dia selalu bahagia dan senang seperti berada di taman Eden, dan juga karena dia suka sekali tertawa. Dan bagi Raja kegelapan kuberi nama Ares, karena Ares adalah Dewa perang karena dia punya banyak jenderal. Bagimana?"
"Bagus sekali, nama yang sangat indah dan cocok untukku."
"Lumayan daripada disebut 'Orang bertudung'."
Kata Eden dengan mengangguk-anggukkan kepalanya. Sedangkan Ares hanya menggumamkan namanya terus menerus.
"Kau sangat pintar memberikan nama."
Kata Ares yang kelihatan puas dengan namanya. Liyura hanya tersenyum membalas pujian Ares dan segera beralih menatap Evol yang telah membuka matanya.
Evol menggeram lemah dan menatap Liyura dengan sedih. Liyura hanya memeluk Jaquin kecil itu dan menggumamkan kata menenangkan padanya.
Ares dan Eden Melihat ke arah mulut goa yang di sana terlihat sosok Aver yang berjalan dengan gagahnya.
"Bagaimana keadaan Jaquin itu?"
Aver menanyakannya pada Ares dan Eden.
"Dia baik-baik saja karena telah mengkonsumsi bunga sampah."
Eden menjawab pertanyaannya dengan malas dan akhirnya duduk di bongkahan batu yang ada di dalam goa.
"Bunga sampah?"
Aver menggumam tidak mengerti dan segera ingat, dia menatap Eden dengan menggelengkan kepalanya melihat sosok bertudung itu tidak merevisi perkataannya.
"Dasar Orang bertudung! Kenapa kau tidak bisa mengatakan Bunga Seribu Warna saja daripada bunga sampah!"
"Namaku sekarang Eden! Ingat itu tua bangka Aver!"
"Tua bangka?! Berani kau menghina Raja ini? Kau ingin kujadikan Undead ya, orang bertudung!"
"Sudah kubilang namaku Eden sekarang, dasar Aver tua bangka!"
"Kau mengatakannya lagi, awas kau!"
Liyura menjadi kesal dengan semuanya hingga dia berteriak membuat beberapa kelelawar yang tidur menjadi terbang tanpa arah.
"Diam kalian! Atau aku akan membuat kalian menyesal!"
Semuanya akhirnya hening. Liyura menghela nafas dan merasa bersalah, tapi bukan bersalah pada ketiga orang itu melainkan pada Evol yang telah tertidur akan tetapi terkejut karena teriakannya.
Liyura mengelusnya kembali untuk menenangkannya agar tertidur kembali. Gadis itu melihat Evol telah sembuh sempurna karena disembuhkan oleh Bunga Seribu Warna.
Dia jadi memikirkan, kenapa Sky tidak secepat Evol dalam penyembuhan? Bukankah mereka terkena Racun Sihir yang sama?
Liyura memikirkannya dan langsung melihat ke arah ketiga orang yang duduk di belakangnya dengan tenang.
"Apa ada yang bisa jelaskan rincian yang memuat Racun Sihir? Aku ingin tau lebih detail."
Perkataan Liyura membuat Ketiganya segera menatap gadis cantik itu. Eden dan Ares saling pandang dan akhinya mereka berdua memandang Aver untuk memintanya menjelaskan.
Aver yang melihat pandangan keduanya dan mengerti maksud mereka segera menghela nafas. Aver segera memberikan jawabannya.
"Racun sihir adalah sebuah racun yang ada disebabkan oleh penggunaan sihir atau mantra maupun Skill tertentu sepertimu. Racun ini hanya membuat orang yang terkena dapat merasakan panas maupun dingin yang sangat menyiksa, dan jika seseorang yang merawat tidak tau dengan gejalanya mungkin akan langsung memberikan kompres air dingin bagi yang merasakan panas dan akan membuat api atau segela semacamnya untuk membuat yang terkena menjadi hangat. Tapi cara itu tidak akan berhasil pada Racun sihir karena racun ini dapat berakibat fatal jika dilakukan seperti yang kukatakan tadi, bukan malah membantunya, tapi malah dapat membuat yang terkena mati seketika tanpa ada yang tau."
"Racun ini juga terlihat sangat aneh dan tidak mudah dilihat, maupun dirasakan. Beberapa gejalanya adalah seperti merasakan panas dan dingin yang sangat menyiksa yang tentunya berbeda dari kebanyakan hal yang mereka rasakan sewajarnya, selain itu yang terkena juga akan merasakan lemas maupun sakit di semua bagian tubuh akibat racun itu telah menyebar ke seluruh tubuhnya."
"Memang Racun Sihir lebih uniknya lagi tidak seperti racun lainnya yang tidak boleh memperlama racun dalam tubuh, jika racun sihir ini berbeda. Racun seakan membuat kita bingung dengan kondisi tubuh kita sendiri. Dan yang bisa menjadi obatnya hanya bunga Seribu Warna karena unsur yang terkandung dalam bunga itu sangat berkebalikan dengan Racun Sihir yaitu dapat meredakan sakit dan meredakan panas atau dingin sehingga membuat racun itu akan perlahan hilang dan sembuh dari tubuh orang yang terkena."
"Racun Sihir biasanya akan pulih jika orang yang terkena langsung memakan Bunga Seribu Warna. Tapi itu terkecuali jika racun dalam tubuhnya yang menyebar sangat cepat sehingga 1 kelopak bunga masih belum cukup untuk menyembuhkannya. Bunga Seribu Warna sendiri memiliki efek samping jika dimakan 2 kelopak dalam satu hari yaitu menyebabkan halusinasi berkepanjangan selama satu hari. Itupun hanya 2 kelopak bagaimana dengan seluruh kelopaknya jika yang memakannya tidak tahu?"
Liyura mengangguk-anggukkan kepalanya, Aver memang hebat! Mungkin ini adalah manfaaat dia hidup sangat lama di dunia.
"Ada apa sebenarnya kau bertanya? Apakah temanmu itu masih belum sembuh?"
"Iya, padahal aku sudah mentransfer poin HP ku padanya untuk memulihkan Sky, tapi dia mengatakan jika dia masih lemas dan tak bertenaga seperti orang yang sakit."
Aver yang mendengarkannya langsung menepuk jidat, "Heh, kenapa kau mentransfer Energi kehidupanmu! Apakah kau tau legenda Yin dan Yang? Setiap laki-laki akan mempunyai unsur Yang dalam tubuhnya sedangkan perempuan adalah Yin. Dan kau memberikan Poin HP mu padanya sama saja kau mengompres dia dengan air dingin! Untung saja sebelum itu kau sudah menberikannya kelopak Bunga Seribu Warna! Jika tidak dia akan mati! Kau tau kan jika Yin dan Yang adalah satu kesatuan yang tidak dapat disatukan?!"
Liyura terkejut dan membelalakkan matanya, jadi itulah sebabnya Sky masih tidak dalam kondisi pulih karena dia memberikan poin HP padanya?! Padahal dia hanya ingin menolong pemuda itu tapi malah membuatnya sakit.
Liyura menunduk, dia merasa sangat bersalah. Liyura memandang Evol yang tertidur lelap di atas batu datar yang ada di dalam goa itu di hadapannya.
"Jadi bagaimana aku menyembuhkannya, Aver? Tolong beritahu aku. "
Aver menghela nafas, dan memutar otaknya untuk mencari memori di kehidupannya dulu mengenai Racun sihir secara mendetail.
Aver berpikir begitu lama hingga Liyura menatap lagi Evol dan menunggu jawaban Aver.
"Hmm, aku tidak menemukan caranya tapi kau sepertinya mempunyai dua pilihan. Kau harus menyerap lagi Poin HP yang telah kau berikan atau memberikannya lagi Bunga Seribu Warna. Hanya itu cara yang kutahu. Tapi semua pilihan itu sangat berisiko. Semuanya tergantung padamu."
"Apa?!"
Aver tidak bercanda kan?! Liyura harus menyerap kembali poin HP yang sudah Dia berikan itu sama saja akan membuatnya langsung mati ketika poinnya habis. Dan jika dia memberikannya 1 kelopak Bunga Seribu Warna lagi sama saja Sky akan mengalami Halusinasi selama 1 hari penuh dan mungkin itu akan sangat menyiksanya padahal ini adalah kesalahan Liyura.
Liyura menjadi dilema, tangannya berkeringat seakan bingung dengan pilihan yang akan dia pilih.
"Apakah efek samping dari Bunga Seribu Warna adalah menampilkan halusianasi, maksudnya halusinasi seperti apa, Aver?"
"Halusinasinya banyak sekali macamnya sesuai isi hati seseorang yang terkena ilusi halusinasi, seperti mungkin seakan kehilangan akal sehat."
"Maksudmu menajadi gila?"
"Bisa dibilang begitu. Seperti pengaruh alkohol akan tetapi halusinasinya lebih lama."
Liyura nenunduk, "Jika aku menyerap kembali poin HP yang telah kuberikan, bukankah dia akan mati?"
"Iya, tentu saja. Maaf aku tidak punya cara lain lagi yang kuingat caranya hanya kedua pilihan itu."
Liyura menggeleng, "Lalu aku harus memilih diantara yang mana? Aku tidak mungkin tega membiarkan Sky mati (Meskipun kembali hidup) Dan tidak bisa membiarkan dia terjebak halusianasi. "
"Kau harus menentukan Liyura, setiap perbuatan kau harus bertanggung jawab dan menerima risikonya. Pilihan ada di tanganmu, dan bergegaslah kembali."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
Alice(*˘︶˘*).。.:*♡
😅😅😅
2021-03-13
1