Ch. 20 Memasuki Segel

Hari telah malam kembali. Liyura merasakan hari ini berlalu begitu cepat. Dia bergerak kembali untuk menemui Sky karena mungkin hanya dia yang dapat dipercaya untuk menjaga pemuda itu.

Memang dia bisa menyuruh Lucia untuk menyembuhkannya dengan sihir penyembuh miliknya tapi dia tidak mau merepotkan Lucia karena biasanya Skill penyembuhan membutuhkan poin Mana yang besar.

Sedangkan Sky mungkin akan pulih jika dia terus beristirahat karena penyerapan transfer Poin HP yang diberikan Liyura yang jumlahnya cukup banyak.

Liyura masuk ke dalam celah-celah batu yang menyerupai pintu dan masuk ke dalamnya dan melihat Sky yang terbaring. Liyura menghela nafas dan menghampirinya.

"Apakah kau sudah merasa baikan? Chris memutuskan untuk pergi ke tempat Boss Monster untuk menyelesaikan misi Guild. Dan dia mungkin akan berangkat besok."

"Dia tidak menungguku pulih?"

"Entahlah, jika semakin lama ditunda mungkin misi ini tidak akan selesai. Kau harus pulih besok Sky. Guild memerlukan dirimu sebagai ketua."

Sky tidak menjawab dan hanya mengangguk, dia berbalik untuk tidur membelakangi Liyura.

Liyura akhirnya memilih untuk keluar dan meninggalkan Sky seorang diri setelah memeriksanya dengan melihat keadaan pemuda itu.

Liyura melihat Lucia yang berbaring jauh dari anggota Guild yang tidur di tanah goa beralaskan matras yang dibeli dari System. Liyura menghampirinya dan ikut berbaring. Dia hanya bisa tidur dengan Lucia yang sama perempuan daripada anggota guild yang kesemuanya adalah laki-laki.

Memang class Knight diambil oleh kebanyakan para pemuda karena mereka sangat cocok dengan pedang dari pada gadis seperti Lucia yang selalu memilih Class Witch, Mage, maupun Elemental.

Liyura memejamkan mata setekah menarik selimut menutupi tubuhnya dan segera terbang ke alam mimpi..

--

Saat pagi hari, tidak ada suara apapun yang terdengar tapi bisa dirasakan bahwa matahari telah muncul dari sisi goa membuat Liyura akhirnya membuka matanya akibat silau.

"Liyura, Evol sedang sekarat."

Perkataan Aver membuat Liyura seakan tersambar petir. Dia segera menjawabnya.

"Apa?! Bagaimana bisa? Aver, kau jangan bercanda!"

"Aku tidak bercanda! Si orang bertudung melihatnya dan mengatakan hidup Evol tidak akan lama lagi jika tidak segera tertolong!"

"Evol sebenarnya kenapa? Bukankah dia hanya terluka karena tertusuk panah?"

"Tidak sesederhana itu! Dia terkena Racun Sihir dan sekarang dia sedang kesakitan. Aku juga baru tau karena diberitahu oleh orang bertudung. Karena dia pernah punya Bunga Seribu Warna tapi dia telah menyerahkannya padamu!"

"Aku punya bunga itu! Cepat berikan padanya. Dan Aver, apakah aku dapat ke sana?"

"Kau bisa ke sini tapi itu hanya pikiranmu! Kau tidurlah lagi dan memfokuskan dirimu untuk berada dalam segel."

Liyura mengiyakan dan segera tertidur kembali dan menutup matanya. Dia memfokuskan pikirannya untuk masuk ke dalam Segel yang ada di dahinya.

Liyura telah lama fokus dan akhirnya dia tertidur, dalam pikirkannya dia berdiri menghadap sebuah pintu yang menghubungkan dengan dua tempat berbeda.

Dia melihat sekitarnya yang hitam pekat dan juga portal yang bercahaya di depannya. Liyura tidak menunggu lama dan akhirnya masuk ke dalam portal itu hingga cahaya masuk ke dalam matanya hingga membuatnya silau.

Setelah masuk, gadis itu melihat dia telah berada dalam sebuah hutan yang sangat familiar.

Liyira melihat Aver sedang bersandar di bawah pohon. Liyura segera menghampirinya.

"Diamana Evol?"

"Dia di sana!"

Aver menunjuk ke arah kiri yang mengarah pada goa yang berhiaskan bunga dan tanaman rambat di sekitar mulut guanya. Liyura segera melangkah masuk dan melihat Raja Kegelapan dan sesosok bertudung yaitu adalah penjaga Dungeon.

Liyura bergegas ke arah Evol dan segera mengeluarkan Bunga Seribu Warna dari dalam System Room. Liyura segera mencabut kelopak dari bunga berwarna pelangi itu dan memasukkannya ke dalam mulut Evol.

Liyura membantu menelannya hingga Evol yang kepanasan menjadi lebih baikan. Liyura menghela nafas dan melihat ke arah dua sosok di belakangnya.

"Apakah kalian yang menjaganya?"

"Hmm. Itu karena perintah dari si tua bangka. Dan yah, apa kau dapat memberi kami nama yang bagus, agar si tua bangka itu tidak mengoloki kami."

"Hmm, tua bangka? Maksudmu Aver ya?"

"Ya, Nona kecil bisakah kau memberikan nama?"

"Hmm.. Bagaimana dengan nama untuk penjaga dungeon diberi nama Eden. Karena dia selalu bahagia dan senang seperti berada di taman Eden, dan juga karena dia suka sekali tertawa. Dan bagi Raja kegelapan kuberi nama Ares, karena Ares adalah Dewa perang karena dia punya banyak jenderal. Bagimana?"

"Bagus sekali, nama yang sangat indah dan cocok untukku."

"Lumayan daripada disebut 'Orang bertudung'."

Kata Eden dengan mengangguk-anggukkan kepalanya. Sedangkan Ares hanya menggumamkan namanya terus menerus.

"Kau sangat pintar memberikan nama."

Kata Ares yang kelihatan puas dengan namanya. Liyura hanya tersenyum membalas pujian Ares dan segera beralih menatap Evol yang telah membuka matanya.

Evol menggeram lemah dan menatap Liyura dengan sedih. Liyura hanya memeluk Jaquin kecil itu dan menggumamkan kata menenangkan padanya.

Ares dan Eden Melihat ke arah mulut goa yang di sana terlihat sosok Aver yang berjalan dengan gagahnya.

"Bagaimana keadaan Jaquin itu?"

Aver menanyakannya pada Ares dan Eden.

"Dia baik-baik saja karena telah mengkonsumsi bunga sampah."

Eden menjawab pertanyaannya dengan malas dan akhirnya duduk di bongkahan batu yang ada di dalam goa.

"Bunga sampah?"

Aver menggumam tidak mengerti dan segera ingat, dia menatap Eden dengan menggelengkan kepalanya melihat sosok bertudung itu tidak merevisi perkataannya.

"Dasar Orang bertudung! Kenapa kau tidak bisa mengatakan Bunga Seribu Warna saja daripada bunga sampah!"

"Namaku sekarang Eden! Ingat itu tua bangka Aver!"

"Tua bangka?! Berani kau menghina Raja ini? Kau ingin kujadikan Undead ya, orang bertudung!"

"Sudah kubilang namaku Eden sekarang, dasar Aver tua bangka!"

"Kau mengatakannya lagi, awas kau!"

Liyura menjadi kesal dengan semuanya hingga dia berteriak membuat beberapa kelelawar yang tidur menjadi terbang tanpa arah.

"Diam kalian! Atau aku akan membuat kalian menyesal!"

Semuanya akhirnya hening. Liyura menghela nafas dan merasa bersalah, tapi bukan bersalah pada ketiga orang itu melainkan pada Evol yang telah tertidur akan tetapi terkejut karena teriakannya.

Liyura mengelusnya kembali untuk menenangkannya agar tertidur kembali. Gadis itu melihat Evol telah sembuh sempurna karena disembuhkan oleh Bunga Seribu Warna.

Dia jadi memikirkan, kenapa Sky tidak secepat Evol dalam penyembuhan? Bukankah mereka terkena Racun Sihir yang sama?

Liyura memikirkannya dan langsung melihat ke arah ketiga orang yang duduk di belakangnya dengan tenang.

"Apa ada yang bisa jelaskan rincian yang memuat Racun Sihir? Aku ingin tau lebih detail."

Perkataan Liyura membuat Ketiganya segera menatap gadis cantik itu. Eden dan Ares saling pandang dan akhinya mereka berdua memandang Aver untuk memintanya menjelaskan.

Aver yang melihat pandangan keduanya dan mengerti maksud mereka segera menghela nafas. Aver segera memberikan jawabannya.

"Racun sihir adalah sebuah racun yang ada disebabkan oleh penggunaan sihir atau mantra maupun Skill tertentu sepertimu. Racun ini hanya membuat orang yang terkena dapat merasakan panas maupun dingin yang sangat menyiksa, dan jika seseorang yang merawat tidak tau dengan gejalanya mungkin akan langsung memberikan kompres air dingin bagi yang merasakan panas dan akan membuat api atau segela semacamnya untuk membuat yang terkena menjadi hangat. Tapi cara itu tidak akan berhasil pada Racun sihir karena racun ini dapat berakibat fatal jika dilakukan seperti yang kukatakan tadi, bukan malah membantunya, tapi malah dapat membuat yang terkena mati seketika tanpa ada yang tau."

"Racun ini juga terlihat sangat aneh dan tidak mudah dilihat, maupun dirasakan. Beberapa gejalanya adalah seperti merasakan panas dan dingin yang sangat menyiksa yang tentunya berbeda dari kebanyakan hal yang mereka rasakan sewajarnya, selain itu yang terkena juga akan merasakan lemas maupun sakit di semua bagian tubuh akibat racun itu telah menyebar ke seluruh tubuhnya."

"Memang Racun Sihir lebih uniknya lagi tidak seperti racun lainnya yang tidak boleh memperlama racun dalam tubuh, jika racun sihir ini berbeda. Racun seakan membuat kita bingung dengan kondisi tubuh kita sendiri. Dan yang bisa menjadi obatnya hanya bunga Seribu Warna karena unsur yang terkandung dalam bunga itu sangat berkebalikan dengan Racun Sihir yaitu dapat meredakan sakit dan meredakan panas atau dingin sehingga membuat racun itu akan perlahan hilang dan sembuh dari tubuh orang yang terkena."

"Racun Sihir biasanya akan pulih jika orang yang terkena langsung memakan Bunga Seribu Warna. Tapi itu terkecuali jika racun dalam tubuhnya yang menyebar sangat cepat sehingga 1 kelopak bunga masih belum cukup untuk menyembuhkannya. Bunga Seribu Warna sendiri memiliki efek samping jika dimakan 2 kelopak dalam satu hari yaitu menyebabkan halusinasi berkepanjangan selama satu hari. Itupun hanya 2 kelopak bagaimana dengan seluruh kelopaknya jika yang memakannya tidak tahu?"

Liyura mengangguk-anggukkan kepalanya, Aver memang hebat! Mungkin ini adalah manfaaat dia hidup sangat lama di dunia.

"Ada apa sebenarnya kau bertanya? Apakah temanmu itu masih belum sembuh?"

"Iya, padahal aku sudah mentransfer poin HP ku padanya untuk memulihkan Sky, tapi dia mengatakan jika dia masih lemas dan tak bertenaga seperti orang yang sakit."

Aver yang mendengarkannya langsung menepuk jidat, "Heh, kenapa kau mentransfer Energi kehidupanmu! Apakah kau tau legenda Yin dan Yang? Setiap laki-laki akan mempunyai unsur Yang dalam tubuhnya sedangkan perempuan adalah Yin. Dan kau memberikan Poin HP mu padanya sama saja kau mengompres dia dengan air dingin! Untung saja sebelum itu kau sudah menberikannya kelopak Bunga Seribu Warna! Jika tidak dia akan mati! Kau tau kan jika Yin dan Yang adalah satu kesatuan yang tidak dapat disatukan?!"

Liyura terkejut dan membelalakkan matanya, jadi itulah sebabnya Sky masih tidak dalam kondisi pulih karena dia memberikan poin HP padanya?! Padahal dia hanya ingin menolong pemuda itu tapi malah membuatnya sakit.

Liyura menunduk, dia merasa sangat bersalah. Liyura memandang Evol yang tertidur lelap di atas batu datar yang ada di dalam goa itu di hadapannya.

"Jadi bagaimana aku menyembuhkannya, Aver? Tolong beritahu aku. "

Aver menghela nafas, dan memutar otaknya untuk mencari memori di kehidupannya dulu mengenai Racun sihir secara mendetail.

Aver berpikir begitu lama hingga Liyura menatap lagi Evol dan menunggu jawaban Aver.

"Hmm, aku tidak menemukan caranya tapi kau sepertinya mempunyai dua pilihan. Kau harus menyerap lagi Poin HP yang telah kau berikan atau memberikannya lagi Bunga Seribu Warna. Hanya itu cara yang kutahu. Tapi semua pilihan itu sangat berisiko. Semuanya tergantung padamu."

"Apa?!"

Aver tidak bercanda kan?! Liyura harus menyerap kembali poin HP yang sudah Dia berikan itu sama saja akan membuatnya langsung mati ketika poinnya habis. Dan jika dia memberikannya 1 kelopak Bunga Seribu Warna lagi sama saja Sky akan mengalami Halusinasi selama 1 hari penuh dan mungkin itu akan sangat menyiksanya padahal ini adalah kesalahan Liyura.

Liyura menjadi dilema, tangannya berkeringat seakan bingung dengan pilihan yang akan dia pilih.

"Apakah efek samping dari Bunga Seribu Warna adalah menampilkan halusianasi, maksudnya halusinasi seperti apa, Aver?"

"Halusinasinya banyak sekali macamnya sesuai isi hati seseorang yang terkena ilusi halusinasi, seperti mungkin seakan kehilangan akal sehat."

"Maksudmu menajadi gila?"

"Bisa dibilang begitu. Seperti pengaruh alkohol akan tetapi halusinasinya lebih lama."

Liyura nenunduk, "Jika aku menyerap kembali poin HP yang telah kuberikan, bukankah dia akan mati?"

"Iya, tentu saja. Maaf aku tidak punya cara lain lagi yang kuingat caranya hanya kedua pilihan itu."

Liyura menggeleng, "Lalu aku harus memilih diantara yang mana? Aku tidak mungkin tega membiarkan Sky mati (Meskipun kembali hidup) Dan tidak bisa membiarkan dia terjebak halusianasi. "

"Kau harus menentukan Liyura, setiap perbuatan kau harus bertanggung jawab dan menerima risikonya. Pilihan ada di tanganmu, dan bergegaslah kembali."

Terpopuler

Comments

Alice(*˘︶˘*).。.:*♡

Alice(*˘︶˘*).。.:*♡

😅😅😅

2021-03-13

1

lihat semua
Episodes
1 Ch. 1 Kecelakaan
2 Ch. 2 Liyura
3 Ch. 3 Guild Black Knight
4 Ch. 4 Menaikkan Level
5 Ch. 5 Magic Forest
6 Ch. 6 Singa Terbang
7 Ch. 7 Raja Undead
8 Ch. 8 Evol
9 Ch. 9 Serangan Goblin
10 Ch. 10 Liyura VS Goblin
11 Ch. 11 Kekuatan Evol
12 Ch. 12 Raja Kegelapan
13 Ch.13 Racun Sihir
14 Ch. 14 Death Dungeon
15 Ch. 15 Liyura VS Kelabang Hitam
16 Ch. 16 Teman
17 Ch. 17 Menyembuhkan Sky
18 Ch. 18 Perasaan Yang Aneh
19 Ch. 19 Tingkah Konyol
20 Ch. 20 Memasuki Segel
21 Ch. 21 Menentukan Pilihan
22 Penjelasan & Istilah Cerita
23 Ch. 22 Boss Monster [1]
24 Ch. 23 Boss Monster [2]
25 Ch. 24 Petualangan Dimulai
26 Ch. 25 Party Hero
27 Ch. 26 Liyura VS Aran
28 Ch. 27 Organisasi Pembunuh
29 Ch. 28 Pertanggung Jawaban
30 Ch. 29 Korban Serangan Vampir
31 Ch. 30 Dua Orang
32 Ch. 31 Lembah Wisteria
33 Ch. 32 Kedamaian
34 Ch. 33 Liyura VS Rachel
35 Ch. 34 Tentang Liyura
36 Ch. 35 Kenyataan dan Ketanyaan
37 Ch. 36 Pemuda Berambut Emas
38 Ch. 37 Liyura VS Zayn
39 Ch. 38 Lembah Malam
40 Ch. 39 Dua Kombinasi Bersatu
41 Ch. 40 Bertemu Salah Satu Vampir Bulan
42 Ch. 41 Kekuatan Absolut
43 Ch. 42 Eden VS Qin
44 Ch. 43 Salah Tempat
45 Ch. 44 Korban Serangan Vampir Lagi
46 Ch. 45 Masa Lalu Kei [1]
47 Ch. 46 Masa Lalu Ryan [2]
48 Ch. 47 Masa Lalu Zayn [3]
49 Ch. 48 Mencari Vampir Bulan
50 Ch. 49 Metropolitan
51 Ch. 50 Glamor
52 Ch. 51 Liyura Kesal
53 Ch. 52 Jalan Keluar
54 Ch. 53 Ryan, Zayn, dan Kei
55 Ch. 54 Altar Persembahan
56 Ch. 55 Jalan Berbatu
57 Ch. 56 Jenderal Wisteria
58 Ch. 57 Kompetisi Pemburu Vampir [1]
59 Ch. 58 Kompetisi Pemburu Vampir [2]
60 Ch. 59 Ujian Kedua
61 Ch. 60 Menyembuhkan Ryan
62 Ch. 61 Roh Bunga Wisteria
63 Ch. 62 Ujian Ketiga
64 Ch. 63 Ujian Ketiga Ryan [1]
65 Ch. 64 Ujian Ketiga Celine [2]
66 Ch. 65 Rasa Curiga
67 Ch. 66 Masalah Yang Sulit
68 Ch. 67 Ujian Keempat
69 Ch. 68 Kontrak Darah [1]
70 Ch. 69 Ryan & Arend
71 Ch. 70 Kontrak Darah [2]
72 Ch. 71 Perdebatan Kesetiaan
73 Ch. 72 Hal-hal Yang Tersembunyi
74 Ch. 73 Kecurigaan Yang Berdasar
75 Ch. 74 Kebangkitan
76 Ch. 75 Ritual Pembatalan
77 Ch. 76 Membuat Ikatan Baru
78 Ch. 77 Sebelum Konflik Dimulai
79 Ch. 78 Menjalankan Rencana
80 Ch. 79 Berpindah Haluan [1]
81 Ch. 80 Berpindah Haluan [2]
82 Ch. 81 Masa Lalu dan Dendam
83 Ch. 82 Teka-teki Vyone
84 Ch. 83 Kesepakatan
85 Ch. 84 Ras Turkien
86 Ch. 85 Rise From The Dead
87 Ch. 86 Legenda Yang Terlewat
88 Ch. 87 Wilayah Perbatasan
89 Ch. 88 Konsekuensi Membuka Portal
90 Ch. 89 Kutukan Kesendirian Kenzie
91 Ch. 90 Kutukan Dan Memento
92 Ch. 91 Menjadi Vampir
93 Ch. 92 Dimensi Ras Vampir
94 Ch. 93 Inti Bunga Wisteria
95 Ch. 94 Menjelajah
96 Ch. 95 Tempat Pelelangan
97 Ch. 96 Amon dan Fiona
98 Ch. 97 Pengikut Baru
99 Ch. 98 Bersenang-senang
100 Ch. 99 Vampir Bulan Sabit
101 Ch. 100 Mengaktifkan Sihir Teleportasi
102 Ch. 101 Kakak Timah dan Adik Baja
103 Ch. 102 Liyura & Followers VS the Vampires
104 Ch. 103 Gadis Yang Memiliki Takdir Cahaya
105 Ch. 104 Inkarnasi Roh Bunga Wisteria
106 Ch. 105 Memulai Perang Melawan Vampir
107 Ch. 106 The Last Mission : Kill the Vampires
108 Ch. 107 Ruth, Aura Sihir, dan Witch Hunter
109 Ch. 108 Murid Baru Aver
110 Ch. 109 Karena Cinta, Nyawa Melayang
111 Ch. 110 Mencari Keberadaan Raja Ras Vampir
112 Ch. 111 Mencari Keberadaan Raja Ras Vampir [2]
113 Ch. 112 Raja Ras Vampir
114 Ch. 113 Raja Ras Vampir [2]
115 Ch. 114 Winter Carrison Dystoria
116 Ch. 115 Pilihan dan Jawaban
117 Ch. 116 Awal Perubahan Sebenarnya
118 Ch. 117 Sosok Asli Aver
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Ch. 1 Kecelakaan
2
Ch. 2 Liyura
3
Ch. 3 Guild Black Knight
4
Ch. 4 Menaikkan Level
5
Ch. 5 Magic Forest
6
Ch. 6 Singa Terbang
7
Ch. 7 Raja Undead
8
Ch. 8 Evol
9
Ch. 9 Serangan Goblin
10
Ch. 10 Liyura VS Goblin
11
Ch. 11 Kekuatan Evol
12
Ch. 12 Raja Kegelapan
13
Ch.13 Racun Sihir
14
Ch. 14 Death Dungeon
15
Ch. 15 Liyura VS Kelabang Hitam
16
Ch. 16 Teman
17
Ch. 17 Menyembuhkan Sky
18
Ch. 18 Perasaan Yang Aneh
19
Ch. 19 Tingkah Konyol
20
Ch. 20 Memasuki Segel
21
Ch. 21 Menentukan Pilihan
22
Penjelasan & Istilah Cerita
23
Ch. 22 Boss Monster [1]
24
Ch. 23 Boss Monster [2]
25
Ch. 24 Petualangan Dimulai
26
Ch. 25 Party Hero
27
Ch. 26 Liyura VS Aran
28
Ch. 27 Organisasi Pembunuh
29
Ch. 28 Pertanggung Jawaban
30
Ch. 29 Korban Serangan Vampir
31
Ch. 30 Dua Orang
32
Ch. 31 Lembah Wisteria
33
Ch. 32 Kedamaian
34
Ch. 33 Liyura VS Rachel
35
Ch. 34 Tentang Liyura
36
Ch. 35 Kenyataan dan Ketanyaan
37
Ch. 36 Pemuda Berambut Emas
38
Ch. 37 Liyura VS Zayn
39
Ch. 38 Lembah Malam
40
Ch. 39 Dua Kombinasi Bersatu
41
Ch. 40 Bertemu Salah Satu Vampir Bulan
42
Ch. 41 Kekuatan Absolut
43
Ch. 42 Eden VS Qin
44
Ch. 43 Salah Tempat
45
Ch. 44 Korban Serangan Vampir Lagi
46
Ch. 45 Masa Lalu Kei [1]
47
Ch. 46 Masa Lalu Ryan [2]
48
Ch. 47 Masa Lalu Zayn [3]
49
Ch. 48 Mencari Vampir Bulan
50
Ch. 49 Metropolitan
51
Ch. 50 Glamor
52
Ch. 51 Liyura Kesal
53
Ch. 52 Jalan Keluar
54
Ch. 53 Ryan, Zayn, dan Kei
55
Ch. 54 Altar Persembahan
56
Ch. 55 Jalan Berbatu
57
Ch. 56 Jenderal Wisteria
58
Ch. 57 Kompetisi Pemburu Vampir [1]
59
Ch. 58 Kompetisi Pemburu Vampir [2]
60
Ch. 59 Ujian Kedua
61
Ch. 60 Menyembuhkan Ryan
62
Ch. 61 Roh Bunga Wisteria
63
Ch. 62 Ujian Ketiga
64
Ch. 63 Ujian Ketiga Ryan [1]
65
Ch. 64 Ujian Ketiga Celine [2]
66
Ch. 65 Rasa Curiga
67
Ch. 66 Masalah Yang Sulit
68
Ch. 67 Ujian Keempat
69
Ch. 68 Kontrak Darah [1]
70
Ch. 69 Ryan & Arend
71
Ch. 70 Kontrak Darah [2]
72
Ch. 71 Perdebatan Kesetiaan
73
Ch. 72 Hal-hal Yang Tersembunyi
74
Ch. 73 Kecurigaan Yang Berdasar
75
Ch. 74 Kebangkitan
76
Ch. 75 Ritual Pembatalan
77
Ch. 76 Membuat Ikatan Baru
78
Ch. 77 Sebelum Konflik Dimulai
79
Ch. 78 Menjalankan Rencana
80
Ch. 79 Berpindah Haluan [1]
81
Ch. 80 Berpindah Haluan [2]
82
Ch. 81 Masa Lalu dan Dendam
83
Ch. 82 Teka-teki Vyone
84
Ch. 83 Kesepakatan
85
Ch. 84 Ras Turkien
86
Ch. 85 Rise From The Dead
87
Ch. 86 Legenda Yang Terlewat
88
Ch. 87 Wilayah Perbatasan
89
Ch. 88 Konsekuensi Membuka Portal
90
Ch. 89 Kutukan Kesendirian Kenzie
91
Ch. 90 Kutukan Dan Memento
92
Ch. 91 Menjadi Vampir
93
Ch. 92 Dimensi Ras Vampir
94
Ch. 93 Inti Bunga Wisteria
95
Ch. 94 Menjelajah
96
Ch. 95 Tempat Pelelangan
97
Ch. 96 Amon dan Fiona
98
Ch. 97 Pengikut Baru
99
Ch. 98 Bersenang-senang
100
Ch. 99 Vampir Bulan Sabit
101
Ch. 100 Mengaktifkan Sihir Teleportasi
102
Ch. 101 Kakak Timah dan Adik Baja
103
Ch. 102 Liyura & Followers VS the Vampires
104
Ch. 103 Gadis Yang Memiliki Takdir Cahaya
105
Ch. 104 Inkarnasi Roh Bunga Wisteria
106
Ch. 105 Memulai Perang Melawan Vampir
107
Ch. 106 The Last Mission : Kill the Vampires
108
Ch. 107 Ruth, Aura Sihir, dan Witch Hunter
109
Ch. 108 Murid Baru Aver
110
Ch. 109 Karena Cinta, Nyawa Melayang
111
Ch. 110 Mencari Keberadaan Raja Ras Vampir
112
Ch. 111 Mencari Keberadaan Raja Ras Vampir [2]
113
Ch. 112 Raja Ras Vampir
114
Ch. 113 Raja Ras Vampir [2]
115
Ch. 114 Winter Carrison Dystoria
116
Ch. 115 Pilihan dan Jawaban
117
Ch. 116 Awal Perubahan Sebenarnya
118
Ch. 117 Sosok Asli Aver

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!