Liyura dan dua temannya sekarang sedang berjalan keluar dari hutan di kaki gunung Beast Montain menuju ke gua tempat Sky berada.
Lucia yang ada di depan selalu memperhatikan sekitar untuk melihat apakah ada Dinding ilusi yang tercipta agar mereka tidak sulit untuk keluar dari hutan.
Saat akhirnya keluar dari hutan, ketiganya masih berjalan tanpa lelah dan sesekali berburu hewan yang melintas di hadapan mereka untuk menaikkan level.
Sekitar 5 jam akhirnya mereka berjalan tanpa istirahat, mereka mulai kelelahan di teriknya matahari yang menyengat di atas mereka. Liyura juga kelelahan tapi tidak selelah teman-temannya.
Liyura akhirnya mengajak mereka ke salah satu pohon besar yang teduh. Mereka akhirnya duduk di pohon itu dengan perasaan lega.
Lucia mengipas-ngipaskan dirinya yang kepanasan bermandikan keringat. Liyura segera mengeluarkan beberapa daging Magic Animal yang ditangkapnya tadi untuk menjadi makan siang mereka.
Liyura segera meminta Lucia untuk membuat api unggun dengan sihirnya untuk memasak makanan yang ada di tangannya. Lucia hanya mengangguk dan segera mengumpulkan beberapa ranting yang ada di sekitar mereka dan mengumpulkannya.
Setelah itu, Lucia juga merapalkan sebuah mantra hingga dia mengulurkan tangannya ke tumpukan ranting, hingga percik api keluar dari tangannya dan menyala ke ranting.
Liyura sekali lagi takjub, dia akhirnya memanggang daging yang di keluarkannya dari System Room dan menambahkan beberapa rempah yang dibawanya dari tenda Guild.
Setelah masak, dia segera membagi daging itu menjadi tiga dan menyerahkan dua yang lainnya untuk Chris dan Lucia.
Mereka berucap terima kasih dan makan siang bersama sampai sore dengan berbagai cerita yang membuat gelak tawa diantara mereka terdengar.
Saat sudah selesai beristirahat kembali, mereka kembali melanjutkan perjalanan dan akhirnya sekitar 2 jam, mereka sampai di goa yang ditempati oleh Sky.
Liyura dan Chris segera berlari ke arah pintu goa karena mengkhawatirkan Sky. Saat sudah di dalam, mereka di sambut oleh beberapa anggota Guild yang berjaga.
Mereka terlihat gembira saat Chris dan Liyura datang, mereka menggiring kesemuanya ke arah Sky yang terbaring di atas batu datar yang ada di dalam goa.
Liyura segera berlari ke arahnya dan melihat jika Racun Sihir masih menggerogoti Sky tanpa lelah. Liyura segera mengeluarkan Bunga Seribu Warna dari System Roomnya dan memetik kelopaknya untuk dimasukkan ke dalam mulut Sky.
Liyura menunggu beberapa saat sebelum dia melihat bar Poin HP milik Sky sudah tidak berkurang karena angkanya tadi hampir mencapai 1%. HP milik Sky perlahan bertambah sangat cepat karena Liyura mentransferkan poin HP nya pada Sky.
Dia juga tidak khawatir tentang dirinya karena dia dapat meregenerasi Poin HP nya dengan sangat cepat karena jumlah poinnya yang berjumlah fantastis. Dan dia juga dapat meminta pada penghuni Magic Forest jika dia mau.
Liyura menyeka keringat yang ada di dahinya karena telah berhasil membuat Sky dalam kondisi normal lagi. Racun Sihir telah berhasil dihilangkan oleh Bunga Seribu Warna.
Liyura melihat kelopak mata Sky perlahan terbuka dan melihat siluet seorang gadis di hadapannya. Sky mengerjap-ngerjap kedua matanya untuk melihat dengan jelas.
Dia akhirnya melihat Liyura dengan nafas terengah-engah dan keringat di dahinya. Sky beranjak bangun akan tetapi ditahan oleh Liyura.
"Kau tidak boleh bangun dulu, Sky. Istirahatlah dulu sampai nanti untuk memulihkan kembali tubuhmu."
Sky akhirnya mengangguk, dan kembali berbaring dengan bantuan Liyura. Liyura akhirnya berjalan untuk mengambil sebuah kursi dan meletakkannya di pinggir batu tempat Sky terbaring dan duduk di kursi itu.
"Kenapa kau menolongku?"
Kata-kata Sky membuat situasi canggung di antara mereka, hanya beberapa suara-suara kecil yang terdengar diluar sana yaitu suara para anggota Guild yang berbincang dengan Chris maupun mengagumi kecantikan Lucia.
"Bukankah kita teman, Sky? Tidak ada salahnya aku menolongmu, bukankah teman harus saling tolong menolong?"
Liyura menjawab dengan senyuman yang tulus kepada Sky. Sky berusaha menggenggam tangan gadis di hadapannya dengan erat.
"Teruslah tolong aku jika kau mau, aku mau dianggap lemah jika kau mau menolongku."
Wajah tampan Sky menampilkan senyuman membuat Liyura ikut tersenyum meskipun tidak mengerti apa yang dikatakan pemuda di hadapannya.
"Aku akan selalu menolongmu, aku janji. Kita akan berteman selamanya."
Mendengar perkataan Liyura membuat raut wajah Sky menjadi sedih, Liyura bingung dengan pemuda di hadapannya. Apakah dia salah bicara??
Liyura menunduk dan melihat tangannya yang masih digenggam erat oleh Sky seakan tidak mau kehilangannya. Dia kemudian beralih pada wajah tampan pemilik tangan itu.
Liyura memang pernah berpacaran tapi jika dia ditanyakan arti cinta dia pasti tidak akan tau karena yang ada di pikirannya adalah semua ilmu pengetahuan dan teknik mengalahkan musuh.
Liyura menggennggam tangan Sky dengan tangan lainnya dan menyuruh pemuda itu tidur untuk membantu meregenerasi poin HP yang telah diserapnya.
Sky hanya diam dan kemudian kelopak matanya perlahan terpejam. Liyura memandang Sky dengan bingung karena merasakan Sky yang berperilaku aneh padanya.
Liyura akhirnya ingin melepaskan kaitan tangannya dengan Sky tapi tangannya tidak mau terlepas karena genggaman Sky sangat kuat meskipun dia mempunyai poin Str yang lebih banyak.
Liyura menghela nafas dan semakin bertanya-tanya di dalam pikirannya mengenai hal tersebut. Liyura akhirnya terpaksa membiarkan Sky menggenggam tangannya. Dia sedikit mengantuk karena dia tidak tidur sama sekali dan lelah dengan petualangannya hari ini.
Liyura akhirnya tertidur berbantalkan batu yang ditiduri Sky dengan kaitan tangan yang masih menggenggam erat.
Dan sedangkan diluar, hari telah malam tapi Chris dan Lucia menunggu Liyura keluar dari ruangan Sky yang ada di dalam goa. Karena penasaran, Chris akhirnya berjalan ke dalam meninggalkan Lucia yang telah terbang ke alam mimpi setelah memberikan selimut untuk gadis Elf tersebut.
Saat Chris masuk diantara celah batu-batuan yang membentuk sebuah lubang yang seukuran dengannya tanpa pintu, dia tercengang.
Chris mengernyitkan dahi melihat pemandangan di depannya. Chris melihat keduanya sedang tertidur pulas bersama. Chris melihat Sky yang menggenggam tangan Liyura begitu erat dan Liyura yang membiarkan tangannya digenggam hanya memilih tidur karena mengantuk dengan berbatalkan batu yang ditiduri Sky di sampingnya.
Chris akhirnya tersenyum dan mengerti situasi antara keduanya, dia terkekeh pelan agar tidak membangunkan keduanya. Sepertinya keduanya tidak mengetahui larangan perempuan dan laki-laki yang tidur bersama di ruangan yang sama.
Chris terkekeh lagi dan melihat wajah polos Sky yang tertidur, meskipun begitu dia tidak memungkiri jika wajah ketuanya sangat tampan dibandingkan lelaki lain.
Chris juga melihat wajah tenang Liyura yang cantik saat tertidur, mereka tidak menyadari apapun bahkan kewaspadaan mereka ditiadakan saat tidur seperti itu sampai tidak menyadari kehadirannya.
Chris berdecak pelan dan hanya tersenyum geli dengan keduanya. Chris memang menganggap Liyura seperti adiknya dan dia tidak akan menyukainya, untuk itulah dia ikhlas jika memang keduanya saling menyukai.
Meskipun Chris tau meskipun dia sudah salah melihat Liyura hanya dengan penampilan dan tingkah polosnya, dia sangat ngeri saat dia mengingat bagaimana Liyura membantai musuh saat-saat terakhir mereka berpetualang bersama.
Chris tidak mengganggil mereka lagi dan akhirnya keluar dari lubang yang sama dan juga beranjak tidur diantara para anggota Guild yang lain.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
Alice(*˘︶˘*).。.:*♡
saya kok gk se7😱😱
2021-03-13
1
RIMURU-SAMA
ehem ehem
2021-02-18
4