Liyura memfokuskan pandangannya ke arah Undead itu, Undead mulai menurunkan pedang yang menuju ke arah Liyura sebelum berlari ke arahnya.
Liyura yang tidak siap dengan serangan dari Undead itu mulai menahan pedangnya dengan telapak tangannya.
Pedang hitam pekat itu tertahan oleh tangan Liyura membuat tangannya terluka dan mengeluarkan darah. Darah mengucur ke sela-sela lengannya dan menetes di permukaan tanah.
Anehnya Liyura tidak merasa kesakitan, Liyura menatap aneh tangannya dan merasa jika tertancap pedang rasanya hanya seperti di gigit.
Melihat Liyura tetap berwajah datar, Undead itu terlihat terkejut meskipun jika di lihat pun wajahnya tidak menunjukkan ekpspresi apapun.
Jika ada yang bilang jika gadis di depannya bukan manusia, mungkin dia akan percaya ketika melihat gadis di depannya tidak merasakan sakit apapun ketika tangannya terptancap pedang.
Undead mulai mundur 2 langkah membuat pedang yang tertancap di tangan Liyura lepas dan darah semakin merembes keluar. Liyura mulai mengambil sapu tangan kecil di sela-sela saku Equipnya dan membersihkan tangannya.
Setelah bersih, Liyura terkejut dengan tangannya yang tidak terluka sedikitpun ketika tertancap pedang. Bahkan jika di lihat Mikroskop di dunianya pun tetap tidak akan ada sedikitpun luka goresan.
Liyura membuang sapu tangannya dan melihat kembali ke arah Undead. Undead itu mulai berpikir jika Liyura bukanlah musuh sembarangan.
Undead itu kemudian menyerang lagi dengan pedangnya hingga Liyura buru-buru menarik pedang Excalibur miliknya dari sarungnya untuk menangkis pedang hitam pekat dari lawannya.
Saat melihat pedang emas di tangan Liyura, Undead itu terbelalak dan mundur kembali 3 langkah.
"Darimana kau mendapatkan pedang itu?"
"Aku membelinya dan membayarnya dengan menyelesaikan misi."
"Apakah pedang itu bercahaya saat kau sentuh pertama kali?"
Liyura mengernyit, "Bagaimana kau tahu?"
Undead itu terlihat terkejut tapi dia segera tersenyum yang jika di lihat seperti menyeringai.
"Ternyata dugaanku tepat, kau adalah orang terpilih dari sekian banyaknya. Aku akan mengetes kepantasanmu."
Setelah mengatakannya, Undead itu menyerang Liyura kembali dengan tebasan lebih cepat.
Liyura juga tidak kalah cepat menangkis serangan dari Undead itu. Sesekali dia juga menyerang dan membuat Undead itu dalam posisi bertahan.
Liyura sesekali menendang lawannya dengan teknik beladiri yang di pelajarinya di Real World dan menggabungkannya dengan teknik berpedang.
Liyura menyerang dengan lebih agresif hingga teknik berpedangnya sulit menemukan celah. Liyura menebas Undead itu beberapa kali dengan Skill andalannya.
Teknik berpedang yang di gunakan Liyura membuat Chris dan Sky takjub, mereka seperti melihatnya menari dengan sangat indah.
Sekitar lebih dari satu jam mereka bertarung imbang dan akhirnya Undead pun terpojok. Itu bisa dilihat dari pola serangannya yang selalu saja dalam posisi bertahan dan juga langkahnya yang mulai mundur perlangkah.
Liyura akhirnya mundur beberapa langkah dan menyiapkan kuda-kuda terbaiknya.
"Light Movement!"
Liyura melesat cepat ke arah Undead itu dan menjadi bayang-bayang siluet sebelum akhirnya dia menebas Undead tanpa ampun.
Tubuh Undead akhirnya ambruk tanpa perlawanan dari Skill yang digunakan Liyura. Liyura memasukkan kembali pedang Excalibur ke dalam sarungnya dan menatap Undead itu.
Anehnya Liyura melihat jika Undead tersebut tidak mengeluarkan darah sedikitpun. Dia melihat dengan teliti ke arah Undead itu dengan menyipitkan matanya agar dapat lebih jelas memandang.
Liyura terbelalak ketika melihat tubuh Undead yang terbelah kembali menyatu. Sedangkan Chris dan Sky yang melihatnya hampir muntah.
Liyura akhirnya mundur dua langkah dan menatap ngeri. Saat tubuh Undead itu perlahan terbentuk kembali seutuhnya, dia mulai berdiri.
"Kekuatan yang sangat mengerikan! Sudah lama aku tidak merasakan sensasi itu kembali." Katanya dengan meregangkan otot lengannya.
"K-kau kenapa bisa hidup lagi? Kau sebenarnya makhluk apa?"
Liyura menatap ngeri Undead itu. Sejauh yang dia dengar, dia tidak pernah mendengar kakaknya mengatakan jika Undead dapat hidup kembali ketika dikalahkan, kecuali...
"Oh, aku bukan Undead biasa. Aku dikenal sebagai Raja Undead yang terjebak di Magic Forest dan menjadi Penjaganya."
Raja Undead! Benar, jika Jenderalnya hanya bisa meregenerasi tubuhnya dengan cepat dan jika Rajanya sebayak apapun di bunuh tidak akan mempan kecuali di bakar dengan api yang istimewa dan juga di kubur oleh tanah yang juga istimewa.
"Begitu rupanya. Tidak kusangka akan menemui Raja Undead secepat ini."
"Kau adalah yang terpilih jadi tidak ada salahnya aku mengetes kekuatanmu dan ternyata kau sudah di berikan Skill olehnya yang artinya kau pasti sudah pernah hampir mati."
Liyura melihat ke arah Undead itu.
"Dan karena aku kalah padamu, aku akan mengangkatmu menjadi pemilik hutan ini. Kemarilah dulu."
Liyura mengernyit heran, menjadi pemilik Magic Forest?! Dia tidak salah dengar, 'kan? Apakah benar hanya semudah ini dia mendapatkannya?
Liyura tidak memikirkannya dan berjalan menuju Undead itu dengan pikiran yang masih berkecamuk.
Undead menyentuh dahi Liyura yang tertutup poni dan melepaskannya. Terlihat jika di dahi Liyura terdapat simbol ukiran kecil berwarna merah.
Notifikasi layar virtual muncul dihadapannya.
--
[ Anda diangkat menjadi pemilik Magic Forest oleh Undead penjaganya. Sebagai gantinya, penghuni yang menghuni Magic Forest akan tunduk dan menghormatimu.
Pemilik Magic Forest sudah ditentukan! Sebagai ganti Anda telah menjadi pemilik dari hutan ini, Anda dapat sesuka hati menyerap Poin HP dan MP yang di miliki penghuni sebagai bayaran tempat tinggal yang di miliki Anda (Magic Forest). Tapi Anda tidak perlu khawatir karena Magic Animal tidak akan mati ketika HP dan MP mereka di serap sebanyak apapun asalkan masih bersisa poinnya.
Anda juga telah menjalin kontrak kepada semua Magic Animal di hutan ini dengan menjadi pemilik Magic Forest!
Mentransfer Poin HP dan MP yang diliki penghuni hutan...
30%
70%
99%
100%
Anda memiliki 30.000 total Poin HP dan MP ]
--
[ Status Anda dipulihkan dan All Stat +20 ]
--
[ Level Up! ]
[ Level Up! ]
[ Level Up! ]
[ Level Up! ]
[ Level Up! ]
--
Liyura hampir muntah dengan angka jumlah Poin HP dan MP nya. Jika di dunia CO
ini, angka poin itu adalah angka yang fantastis!
Liyura menatap tak percaya dengan semua tulisan angka layar yang ada di hadapannya. Liyura melihat ke arah Undead itu dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Kau harus menemukan dan mempertemukan ketiga pecahan lainnya. Semoga kau mempertemukan kami kembali. Dan karena kau adalah pemilik hutan ini, tentu saja mulai sekarang terserahmu saja hutan ini akan di kemanakan."
"Maksudnya jika aku memilih hutan ini tidak akan kemana-mana, apakah hutan ini akan menurutiku?"
"Pfffft"
Undead itu tidak bisa menahan untuk tidak tertawa.
"Hutan ini memang benar di namakan Magic Forest tapi hutan ini tetaplah seperti hutan biasanya. Kau bisa memindahkan hutan ini ke dalam tanda yang ada di dahimu itu membuat kau bisa menghilangkan hutan ini seluruhnya dan dapat di keluarkan kembali sesuka hatimu. Hutan ini akan selalu ikut denganmu."
Liyura menjadi berbinar, "Benarkah?"
Undead itu tertawa kecil meskipun terlihat seperti seringai yang mengerikan. Dia mengangguk sebagai jawabannya.
"Dan sebagai gantinya, kau harus mendengarkan kata-kataku yaitu mempertemukanku kembali dengan keempat Tuanku itu."
Liyura kali ini mengernyit, "Maksudmu?"
"Biarlah seseorang yang akan menjelaskannya nanti. Dan sekarang pilihan tergantung padamu apakah kau mau membawa hutan ini bersamamu atau tidak."
"Baiklah tapi kalau begitu terlebih dahulu aku ingin mengikat kontrak agar penghuninya tidak membantah aku sebagai pemimpin."
"Baiklah, kalau begitu kau bawa saja langsung hutan ini karena kau sudah melakukan kontrak itu. "
"Maksudmu?"
"Kau sudah menerima tanda di dahimu itu, 'kan? Tanda itu adalah bukti bahwa kau pemimpin dan pemilik dari hutan maupun penghuninya. Hidup semua penghuni dan keberadaan hutan ini ada di tanganmu dan juga aku akan tetap menjaga hutan ini selama kau pergi." (Dalam artian ada di dunia yang sekarang bukan di dunia yang ada di Magic Forest ketika Magic Forest sendiri telah tersimpan di dalam tanda seperti segel dari pemilik hutan).
Liyura mengangguk, "Bagaimana cara aku memasukkan hutan ini ke dalam tanda ini?" Sambil memegang dahinya.
"Caranya cukup mudah, kau hanya memikirkan jika hutan ini terserap ke dalam tanda di keningmu maka kau dapat menyegelnya di dalam dirimu."
Liyura menutup mata dan memikirkan apa yang di katakan Undead itu. Tidak lama, pemandangan menabjubkan terlihat.
Seluruh hutan bagai terserap seperti besi yang ditarik magnet ke dalam kening Liyura yang bercahaya, Liyura yang masih terpejam tentu saja tidak akan melihatnya.
Semuanya terus saja terserap dan saat ada beberapa Magic Animal yang menjadi gilirannya, mereka tidak lari ataupun takut malah mereka sangat menghormati Liyura.
Hingga beberapa saat kemudian, akhirnya semua berhasil tersegel di dalam tandanya bahkan Raja Undead itu juga masuk mengikuti hutan yang hilang.
Sedangkan Chris dan Sky yang melihatnya menelan ludah mereka, kekuatan Liyura kali ini bukan lagi main-main. Jika dia mau, dia dapat merekrut pasukan Magic Animal terbesar karena tempat Magic Forest adalah hutan terbesar No.1 yang paling banyak populasi Magic Animal dari yang terlangka sampai yang terbanyak sekalipun!
Dan tentunya mereka tidak bisa menghitung angka yang mungkin lebih dari 1 juta spesies yang tinggal di hutan mereka injak dan sudah terhisap sehingga berubah menjadi daratan gersang yang bersih tanpa rumput sekalipun karena semuanya telah Liyura segel dalam tanda yang bersinar di keningnya.
Cahaya yang menerangi tanda di keningnya tidak lama menjadi pudar dan menjadi tanda yang biasa kembali.
Liyura membuka matanya perlahan dan terbelalak, dia bingung saat hutan yang ada di sekelilingnya berubah menjadi tanah lapang yang gersang dan tidak ada rumput sama sekali.
Dia menatap ke arah Chris dan Sky yang menarap dirinya dengan pandangan tidak percaya.
Liyura masih bingung akhirnya mendengar suara Raja Undead di kepalanya.
"Kau bersikaplah seperti biasa dan jangan linglung seperti itu. Tutupi tanda di keningmu agar tidak menjadi keributan yang tidak perlu."
Liyura segera menuruti perkataannya, "Oh ya aku masih belum tahu namamu?"
"Aku tidak punya nama. Lagipula aku sudah hidup lebih dari hitungan abad yang ada dan aku pun juga sudah tidak ingat lagi namaku."
Liyura yang mendengarnya merasa simpati, "Aku akan menamaimu Aver."
"Aver? Nama yang kau namai cukup unik tapi kau bisa memanggilku begitu."
"Baiklah."
***
Catatatan : Percakapan tadi di dalam pikiran ya, karena jika kalian tidak mengerti ingat aja serial manga Naruto, disana Naruto dapat berkomunikasi dengan Kurama melalui telepati. Dan untuk penjelasan tentang istilah status dan beberapa yang tidak mengerti, akan di jelaskan nanti!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
Alice(*˘︶˘*).。.:*♡
wow😳🤤
2021-03-12
1
꧁ᶜʰⁱᵗᵃⁿᵈᵃ»«ᴇʀᴜ꧂ʜɪᴀᴛᴜs
halo Aurora aku udah baca ampe chapter 7 dari keseruluhan ceritanya bagus,hanya saja satu saran yaitu ketika nama orang atau tempat itu menggunakan huruf tebal. Oke itu aja semoga semakin sukses thank you.
2020-10-10
7