Liyura yang keluar dari ruangan Sky hanya mengembalikan piring yang berisi makanan telah ludes dihabiskan oleh pemuda itu.
Liyura melihat setumpukan mangkuk yang menumpuk kotor di hadapannya. Liyura hanya menghela nafas dan segera meminta bantuan dari Lucia.
"Lucia bisakah kau menggunakan sihir air jika kau dapat menggunakannya? Aku ingin kau membersihkan kotoran di tumpukan piring itu."
Lucia mengangguk dan segera merapalkan mantra dan mengarahkan satu tangannya ke arah tumpukan piring kotor dan segera membersihkannya dengan sihir airnya.
Meskipun dia adalah Elf, Lucia mempunyai kemampuan untuk menguasai 4 elemen alam dan sihir penyembuhan.
Saat mengarahkan tangannya ke tumpukan piring kotor, tangan Lucia bercahaya dan mengeluarkan air hingga air itu menyapu bersih kotoran yang ada di piring membuatnya kembali menjadi bersih tanpa dicuci.
Liyura tersenyum dan memasukkan kembali tumpukan piring ke dalam Sytem Room dengan melalui pikirannya. Lucia yang melihat tumpukan piring yang hilang, menjadi terkejut dan menatap Liyura dengan pandangan yang tidak bisa diartikan.
"K-kau menguasai sihir ruang?"
Liyura menatap Lucia saat dia berhasil meindahkan tumpukan piring ke dalam System Room nya.
"Tidak, aku tidak mempelajarinya tapi aku punya suatu kemampuan istimewa."
Liyura hanya tersenyum agar Lucia tidak menanyakan lebih jauh lagi dan pasti akan membuat gadis Elf itu semakin curiga padanya.
Liyura melihat Chris yang sedang berdiskusi dengan anggota Guild untuk menentukan langkah selanjutnya. Liyura akhirnya memilih menghampirinya daripada canggung dengan Lucia.
"Kita mungkin akan langsung ke tempat Boss Monster berada. Kita tidak akan kembali ke tenda dan langsung menuju ke sana saat ketua Sky pulih." Kata Chris.
Liyura tidak berkata apa-apa dan tetap menghampiri Chris.
"Chris, kau sungguh ingin ke sana? Pasti akan ada banyak korban berjatuhan lagi jika kita ke sana."
"Dan, apakah kita harus menyerah pada misi ini? Yang kutau Liyura jika kita menginginkan sesuatu itu memang membutuhkan pengorbanan. Jika tidak ada yang melawannya, maka kita akan meresahkan para penduduk lagi yang mungkin tidak bisa makan dengan teratur. Dan mereka harus makan apa? Mereka bukan seperti kita yang dapat membeli dari sistem."
Liyura diam sejenak dan memikirkan ucapan Chris. Ucapan Chris sebenarnya tidak salah tapi dia juga tidak bisa dianggap benar.
"Jadi demi itu kau mau mengorbankan anggota Guild, Chris? Kau tau kan sebagian dari anggota Guild ini adalah NPC, mereka juga tidak ada bedanya dengan orang-orang yang resah karena Boss Montser."
Kali ini giliran Chris yang diam, ekspresinya menjadi murung seketika.
"Kau benar, tapi aku tidak menemukan cara yang lebih baik lagi. Kita sudah kehilangan banyak anggota hanya karena serangan Goblin. Dan jika bukan karenamu, mungkin kami tidak akan selamat."
Chris tersenyum pahit ketika dia memutar kembali memorinya saat penyerangan Goblin. Meskipun dia adalah seorang Player, tapi jika dia mati, pasti juga akan menjatuhkan Drop Item yang paling berharga milik dirinya. Dan belum lagi dia akan turun 5 level ketika Log In kembali.
"Heh, aku memang tidak tau diri. Aku saja lemah seperti ini ingin melawan Administrator tempat ini. Aku yakin jika aku berhadapan dengannya, dengan berapa banyak orangpun aku tau jika perasaan takut tidak akan pernah hilang dari diriku. Aku bukannya sok kuat ingin menghadapinya sendiri maupun bersama, tapi aku tidak punya pilihan selain berjuang mempertaruhkan nyawa daripada menjadi pengecut."
Chris menatap ke bawah, ekspresinya muram dan serasa merendahkan diri.
"Kau tau Chris? Aku memang kuat, tapi aku kuat karena aku ingin mengubah diriku agar tidak diremehkan. Jika kau menganggap dirimu lemah, maka kau salah. Coba kau ingat lagi Chris, memorimu tentang Guild ini. Perjuanganmu untuk menyelesaikan misi bersama. Aku tahu jika kemampuanmu memang standar tapi dalam hal tekad, mungkin aku saja tidak akan sekuat dirimu. Aku hanya ingin menjadi kuat bukan karena aku ingin dipuji, dihormati, dan dielu-elukan tapi aku hanya ingin melindungi diriku sendiri saat aku berhadapan dengan orang yang kebih kuat dariku. Kau tau? Bukankah pepatah 'Diatas langit masih ada langit' masih berlaku di Mozart ini meskipun kita bepindah tempat kedunia berbeda?"
Chris mengangkat kepalanya menatap Gadis cantik di hadapannya yang sudah dianggap sebagai adiknya itu.
"Chris, apa tujuanmu bermain Game Chronicle Online?"
Chris tertegun dan memutar ulang otaknya untuk menjawab pertanyaan Liyura. Pemuda itu tidak pernah berpikir tujuannya untuk bermain game ini selain melepas stress yang selalu mengganggunya di Real World.
Dia memikirkan pertanyaan Liyura pada dirinya sendiri alasannya dan tujuannya bermain game ini.
Apakah dia hanya ingin terkenal? Tidak
Apakah dia hanya ingin melampiaskan perasannya dengan membunuh monster di dunia ini? Tidak!
Apakah dia bermain game ini hanya untuk dipuja dan dielu-elukan? Tidak!!
Apakah dia bermain Chronicle Online hanya untuk main-main saja? TIDAK!
Lalu apa sebenarnya tujuan dia bermain?! Apakah dia muak dengan kehidupannya di Real World hingga melarikan diri ke dunia ini?!
Benar.
Jika dunia lain itu benar-benar ada, mungkin dia akan memilih dilahirkan ke dunia tersebut yang dimana tanpa penderitaan dan kepedihan setiap harinya jika dunia itu memang benar-benar ada.
Chris seakan tidak mampu untuk berdiri. Liyura yang melihat itu langsung membawanya ke batangan kayu besar yang ada di belakang mereka dan mendudukkan Chris di sana.
"Apa tujuanku bermain game ini?"
Liyura menatap Chris simpati. Dapat diakui jika dia melihat Chris, Liyura akan ingat dirinya di Real World. Betapa naif dan egoisnya dia saat itu.
"Chris, tidak usah kau pikirkan. Kau mungkin dapat menemukan tujuanmu untuk bermain game ini suatu saat nanti. Dan kapan kita berangkat?"
Perkataan Liyura segera menyadarkan pemuda di hadapannya. Chris mengubah Ekspresinya menjadi serius.
"Hmm. Aku masih tidak tau. Jika tentang keberangkatan aku serahkan pada Sky karena dia adalah ketuanya. Dan mungkin kita akan berangkat jika dia sudah pulih dan para anggota telah siap bertarung kembali."
Liyura hanya memgangguk dan beranjak berdiri, "Aku akan menemui Lucia dulu."
Liyura berjalan tanpa menunggu jawaban Chris dan menuju Lucia yang sedang terduduk dengan bosan.
Liyura mengendap-endap dan mengageti gadis Elf yang melamun itu hingga berteriak membuat mereka jadi pusat perhatian. Chris yang melihatnya segera saja terbahak hingga di ujung matanya menjadi berair.
Liyura yang ada di sana juga tertawa sangat kencang tanpa menjaga Image nya di hadapan para anggota Guild membuat siatuasi serius kali ini menjadi lebih damai dan tenang tanpa atmosfir yang menegangkan.
Lucia diam-diam mengumpat dan menyumpahi Liyura dengan sumpah serapah akibat refleks terkejutnya. Lucia menatap Liyura dengan jengkel serasa ingin menjambak rambut gadis cantik itu.
Liyura akhirnya duduk di sebelah Lucia sambil mengusap air mata yang ada di ujung kelopak matanya dengan jari.
"Hahaha, dasar, kau ini melamun apa sampai tidak waspada dengan sekitarmu? Pffft.. "
Liyura seakan masih tidak mau berhenti tertawa mengejek Lucia membuat gadis Elf itu kesal dan mengembungkan pipinya marah.
"Huh dasar, kau memang teman gak ada akhlak ya, Liyura. Untung aja jantung ini masih ada di tempat."
"Eh emangnya jantung itu mau kemana ya? Apa jantung bisa jalan? Seingatku sih tidak."
"Dasar bodoh kau! Kau taunya hanya bertarung saja, tentu saja jantung tidak bisa berjalan! Tapi kau hampir membuatku hampir mati terkejut tau tidak?"
"Tapi kau kan belum mati, Lucia? Aku hanya ingin membuatmu sadar dengan fantasi mu itu."
Lucia menjadi sangat kesal dengan gadis cantik di dekatnya! Dia ingin mencincang dia tapi gadis Elf itu menahannya dengan menghela nafas dan mengelus-elus dadanya itu.
"Heh, aku tidak percaya kau dapat bercanda seperti itu juga Liyura. Aku tidak ingat kapan aku menjadi sesenang ini sejak aku Dive ke dunia ini. Aku akan selalu mengikutimu kemanapun kau mau sebagi gantinya."
"Heh, tidak usah banyak drama ini bukan novel Roman picisan yang kita lihat dan kau jujur saja jika kau ikut denganku hanya untuk mendapat makanan dan poin status gratis dari masakanku. Jujur itu lebih baik daripada kau ketahuan berbohong."
"Iya iya kau benar, seharusnya kau bangga karena nona cantik Lucia ini memuji masakanmu!"
"Heh, dasar gadis aneh, perilakumu membuatku ingin segera menelantarkanmu saja."
"Apa!? Kau tega membuangku yang sudah membantumu memasak masakan lezat?"
"Jika urusan itu aku tidak membutuhkanmu karena aku bisa sendiri. Aku rela mencuci piring sebanyak apapun agar kau tidak mengikutiku lagi!"
Lucia tidak bergeming dan tidak menjawab lagi. Dia menunduk dan menutup kedua matanya dengan tangan.
Liyura yang melihat itu menjadi panik karena mungkin perkataannya menyinggung gadis Elf di hadapannya padahal dia hanya bercanda saja.
"Eh maafkan aku Lucia, aku hanya bercanda lagipula aku berbohong padamu tentang mencucu piring sebanyak apapun agar kau tidak mengikutiku. Karna aku butuh sihirmu dalam mencuci bersih piring yang kotor dan membuat api. Tolong jangan diambil hati yah."
Liyura memeluk Lucia dan mencoba untuk melepaskan tangan Lucia dari kedua matanya. Tapi sebelum itu, Lucia langsung membukanya dengan wajah berbinar.
"Sungguh? Itu hanya bercanda?! Tentu saja kau tidak akan membuang orang yang dibutuhkan seperti aku ini. Terima kasih Liyura!!"
Lucia balas memeluk gadis manusia dihadapannya dengan tak kalah erat hingga Liyura tidak bisa bernafas.
"Ak.. Aku tid.. dak bi.. sa ber.. nafas.."
Liyura memukul-mukul punggung Lucia untuk melepaskannya, dan Lucia yang tersadar langsung melepaskan pelunkannya dengan cepat.
"Kau ingin mem.. bunuhku ya?!"
Liyura berteriak dengan nafas terengah-engah hingga yang dimarahi hanya menyengir dengan cengiran khasnya. Liyura hanya menatapnya dengan tersenyum, berada di dekat Lucia seperti memiliki saudari perempuan. Dan dia tidak akan membuat hubungannya merenggang apapun yang terjadi.
--------
**Hahaha, janji Author palsu ya? Maaf untuk yang menanti Chapter karena tidak Crazy Up kemarin karena Author ada acara keluarga yang mendadak.
Hari inipun juga hanya bisa Up 1 chapter sekali lagi minta maaf. Mungkin besok ya Up sekitar 3 chapter jika tidak sibuk.
Jangan lupa dukungannya**!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
Alice(*˘︶˘*).。.:*♡
🤣🤣🤣
2021-03-13
1
EL CASANDRA
wkwkwk😂😂😜
2021-02-17
1