"Apa keinginanmu gadis manusia?"
Sosok itu menunggu Liyura berkata dengan tenang dan tidak terburu-buru.
"Aku hanya meminta satu keinginan, Penjaga Dungeon, maukah kau bergabung dengan kami? Dan menjadi Summonku?"
Sosok yang tadinya tenang mejadi tegang setelah perkataan Liyura yang bagaikan petir di siang bolong baginya.
"Bergabung denganmu? Sebutkan dulu apa keuntungannya untukku?"
"Baik, keuntungan pertama aku tau kau kesepian di Dungeon Ini jadi aku ingin kau bergabung dengan Aver dan Raja Kegelapan agar kau tidak kesepian lagi dan mengisi hidupmu dalam warna untuk bersosialisasi. Kedua, keuntungan menjadi summonku adalah kau akan menghadapi berbagai tantangan yang mungkin dapat menghiburmu dan lebih seru dari pertarungan tadi. Yang Ketiga, kau dan yang lainnya dapat membantuku untuk menjadi kuat dan apapun yamg kau mau dapat kami turuti dengan berjuang bersama. Dan yang keempat..."
"Cukup! Baiklah aku akan bergabung denganmu, tapi sebagai syaratnya kau harus membawaku tanpa harus aku yang muncul menemuimu ketika kau terdesak, lagipula aku juga ingin melihat dunia luar."
"Itu tidak masalah, aku dapat menyegelmu di sini." Kata Liyura dengan menunjuk pada dahi yang tertutup poni.
"Maksudmu?"
"Oh tunggu."
Liyura menyeka sebagaian rambutnya ke atas hingga tanda berwarna merah terlihat dengan sempurna.
"I-itu, jangan-jangan kau adalah yang terpilih?"
Perkataan Sosok itu membuat Liyura merasakan Deva Ju. Melihat Raja Kegelapan dan Aver yang juga mengatakannya seperti itu.
"Emm, bisa dianggap begitu."
"Kenapa kau tidak bilang, jika begitu aku akan menuruti keinginanmu tanpa alasan. Baiklah terserahmu aku akan dikemanakan asalkan aku selalu bersamamu, ini memang rumahku tapi aku akan meninggalkannya untukmu."
Liyura mengangguk, menutup mata dan segera menggunakan teknik pikirannya untuk menyegel kembali Aver dan yang lainnya ke dalam segel yang ada di dahinya ke dalam area Magic Forest Miliknya.
Aver, Raja Kegelapan dan Sosok itu serta yang lainnya menghilang dalam sekejap bagai tersedot ke ruang hampa di dalam tanda segel di dahi Liyura.
Saat semuanya telah tersedot, Liyura membuka mata dan melihat Chris dan dirinya saja yang ada di ruangan itu.
Liyura kini tersenyum dan berbalik ke arah Chris yang melihat semua itu menjadi canggung.
"Ayo kita kembali ke tempat Sky."
Chris memecah keheningan dan segera diangguki oleh Liyura. Mereka akhirnya keluar dari Death Dungeon dengan melalui jalan yang mereka lalui tadi.
Chris dan Liyura sampai di sebuah ujung lorong dan juga keluar dari balik Air terjun dengan cara yang sama, mungkin mantra yang digunakan oleh Lucia masih berguna.
Tapi ketika mereka telah berada di ujung danau kecil tempat aliran air terjun, mereka melihat Lucia menunggu mereka dengan melipat tangannya.
"Kau masih ada di sini?"
Kata Liyura untuk menanyakan pertanyaan di pikirannya.
"Jika aku tidak ada, maka kalian akan tenggelam ke dalam genangan air itu dan dimakan oleh Magic Animal Piranha yang mungkin kalian langsung mati dengan tragis, apa kalian mau?"
"Piranha?" Kata Chris dengan takut.
"Tenggelam?" Kata Liyura dengan nada bergetar.
Lucia tidak tau jika dia telah mengucapkan kata yang paling ditakuti oleh keduanya. Lucia terkekeh membuat ketakutan mereka menghilang seketika.
"Kita akan kemana lagi ini? Mulai sekarang aku akan ikut dengan kalian. Lagipula aku tidak punya siapa-siapa."
Liyura dan Chris saling berpandangan dan mengangguk, mereka kemudian berjalan bersama menuju goa yang ditinggali Sky beserta para anggota Guild Balck Knight.
Liyura dan kedua temannya akhirnya menuju goa.
***
Dalam perjalanan, mereka tidak henti-hentinya diserang okeh Magic Animal yang melintas, mungkin karena mereka memasuki wilayahnya.
Liyura akhirnya berjalan paling pelan dan masih tidak kelelahan sekalipun sewaktu bertarung dengan banyak musuh dan poin HP nya hanya berkurang 100 dan Liyura masih punya sekitar puluhan ribu poin HP yang lebih banyak.
Sedangkan Chris dan Lucia telah tidak dapat bertarung lebih lama karena mereka telah hampir mencapai batas kekuatannya.
MP mereka pun juga sudah hampir habis dan pastinya mereka tak akan bisa melawan musuh dengan level tinggi tanpa serangan sihir.
"Seberapa jauh lagi goa nya?"
Kata Lucia dengan nafas terengah-engah. Dia akhirnya memilih duduk di pohon untuk menenangkan detak jantungnya yang berpacu cepat karena kelelahan.
Chris juga sama, dia akhirnya memilih duduk di samping Lucia dengan wajah yang dipenuhi keringat. Liyura hanya memandang mereka kasihan.
"Liyura, kau sebenarnya...hah mempunyai HP berapa? Kenapa...hah kau tidak kelelahan?"
Kata Lucia dengan nafas terengah-engah, dia menatap Liyura dengan pandangan yang menelisik dan meneliti gadis cantik berambut pirang yang lebih cantik darinya jika dilihat secara keseluruhan meskipun Liyura adalah manusia.
"Hmm, kau jangan pikirkan aku, pulihkan tenagamu dan Chris. "
Liyura melemparkan sebotol Potion yang entah muncul dari mana dan sejak kapan ada di tangannya.
Chris dan Lucia dengan kesusahan menangkap botol itu hingga botol itu memukul kepala mereka bersamaan.
Liyura yang melihatnya hanya tersenyum dan terbahak, dia sangat merindukan hal yang seperti ini. Dia juga ingin tertawa bahagia seperti ini jika dia telah menemukan kedua kakaknya dan kembali ke Real World.
Chris dan Lucia ikut tertawa dan segera meminum potion berwarna hijau itu. Saat mereka meneguk seluruhnya, rasanya mereka telah memulihkan HP dan MP mereka secara bersamaan.
"Wah, ternyata ada juga ya Potion seperti ini? Kau dapat dari mana?"
"Rahasia." Kata Liyura membuat Lucia jengkel setengah mati.
Akhirnya mereka kembali terbahak dan menertawakan kekonyolan hingga mereka puas.
Akhirnya setelah dua jam beristirahat, mereka berdiri dan meregangkan otot untuk melanjutkan perjalanan.
Tiba-tiba Notifikasi layar virtual muncul di hadapan Liyura.
---
[ Lucia ingin anda menjadi teman
Terima Ya / Tidak?"
---
Liyura tersenyum dan menekan tombol 'Ya' di ujung bawah sebelah kiri panel.
---
[ Sekarang anda telah berteman dengan Lucia! Anda dapat berkirim pesan secara pribadi dan dapat melihat keberadaan Lucia]
---
Liyura dan Lucia akhirnya tersenyum setelah menerima Notifikasi masing-masing dan Lucia juga mendaftarkan diri menjadi teman Chris.
Mereka melanjutkan perjalanan menuju goa yang ada di wilayah yang sedikit jauh dari wilayah Beast Montain.
Meskipun petualangan mereka begitu singkat, mereka menjalankan pertemanan mereka seakan telah berteman lama dan sudah saling menganggap lebih dari teman yaitu sahabat maupun saudara.
--------
**Hari ini cuma bisa update 3 chapter doang. Karna ada yang bilang 'jika ingin banyak pembaca harus banyak chapter juga'.
Semoga aja Author bisa Crazy up di tengah tugas yang menumpuk. Minimal Chapter update sampai 4-5 chapter perhari jika bisa.
Jangan lupa dukungannya untuk pembaca yang mulai tertarik dengan Novel 'Cronicle Online' Dengan Vote, Like, dan Rating 5.
Terrima kasih dan mohon sarannya untuk cerita ini dari kakak-kakak semua**.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
Alice(*˘︶˘*).。.:*♡
konyol🤣🤣🤣
2021-03-13
1