Liliana tiba-tiba merasakan tubuhnya ditarik dan dia kemudian dapat bernafas kembali. Liliana memandangi sekitarnya yang gelap dengan pintu yang sangat tinggi berwarna emas dengan ukiran mahkota serta beberapa panji-panji berkibar di sekitarnya dengan lambang yang serupa.
Liliana kemudian mendorong pintu untuk memasuki ruangan di dalamnya. Pintu berderit dan terbuka.
Liliana menutup mata dengan cahaya yang merasuki matanya, dia kemudian melangkah ke sebuah ruangan seperti ruangan pusat kontrol.
Dia mengedarkan pandangan dan melihat beberapa layar virtual di sekitarnya mengambang melayang memutari ruangan.
Dia tepat berdiri di tengah-tengah kemudian nada suara 'Tit' memfokuskan pandangan ke arah depan.
Liliana melihat sebuah layar virtual di hadapannya yang mengambang terbang di depannya.
Saat ingin menyentuh layar itu, sebuah suara sistem yang nyaring menghentikannya.
"Selamat Datang di Chronicle Online."
Dia mengalihkan ke arah sekitar dan tidak menemukan satu orang pun. Dia kemudian mulai melihat ke arah layar virtual.
"Masukkan nama karakter yang anda buat."
Setelah dia membaca layar virtual, sebuah keyboard muncul di hadapannya disertai kolom.
Dia mengetik nama "Liyura". Dan layar virtual berubah.
"Masukkan Nama gendermu."
Liliana mengetik nama "perempuan". Sekali lagi layar virtual berubah.
"Selamat! Anda sudah membuat karakter anda."
Setelah membacanya, layar virtual menghilang dan Liliana melihat sesuatu di depannya muncul.
Dia tidak bisa melihat wajahnya karena saat dia menatapnya seakan dirinya menatap matahari yang bersinar.
"Selamat datang di dunia Chronicle Online, Liyura."
Liliana hanya mengangguk, dia memperhatikan dengan seksama sosok di hadapannya. Dia mulai berpikir mungkin soaok tersebutlah yang memanggil dan menolongnya kemari.
"Sebelum kau Dive ke Dunia bernama Mozart yang mempunyai jutaan kota dan desa serta mempunyai puluhan benua, adakah pertanyaan?"
Liliana mengerutkan dahi? Dunia Mozart? Memiliki puluhan benua? Dia tidak tahu akan hal itu tapi selebihnya dia tahu semuanya dari kedua kakaknya yang memainkan permainan yang sama.
"Siapa kau sebenarnya? Dan apa tujuanmu menolongku?"
"Aku tidak bisa menjawab pertanyaan itu, kau harus menanyakan pada ragaku yang asli, yang ada di dalam dunia Chronicle Online."
"Baiklah, akan kuganti pertanyaanku, jika aku dapat menyelesaikan misi, apakah aku akan tetap hidup?"
Sosok itu mengangguk, "Tentu saja. Karena di dunia nyata kau sudah berada di tempat yang aman, hanya pikiranmu saja yang kutarik ke sini. Jika kau mati sekalipun, kau tidak akan mati di luar sana, akan tetapi kau akan mengalami gangguan jiwa yang parah jika kau tidak berhasil menyelesaikan misi ini."
Liliana diam-diam terkejut, "Baiklah, aku tidak punya pertanyaan lagi, tapi apakah di dunia itu aku akan di anggap sebagai Player? Dan kenapa aku tidak bisa memilih Ras maupun mengubah penampilanku?"
"Ya, meskipun kau Dive ke dunia itu tanpa alat khusus, kau tetaplah seorang Player karena kau bukanlah NPC (Non Player Character). Dan sebab kau tidak bisa memilih Ras karena kau masuk ke dalam game ini tanpa se izin sistem pusat atau bisa jadi karena kau tidak memakai alat khusus seperti Player lain."
Liliana mengangguk-anggukkan kepalanya seakan mengerti dengan apa yang dikatakan sosok itu. Meskipun Liliana masih belum pernah Dive ke dunia game manapun tapi dia cukup mengerti seperti apa game tersebut karena sudah di beritahu garis besarnya oleh kedua kakaknya.
"Kalau begitu, Selamat jalan Liyura semoga kau bisa menyelesaikan misi ini dengan baik. Lagipula aku sudah memilihkan karakter padamu."
Akhirnya setelah mengatakan itu, tubuh Liliana bersinar dan seperti dilempar dalam sebuah mesin waktu. Tidak lama, dia terhisap dalam sesuatu seperti lubang hitam dia akhirnya membuka mata dan melihat dia tiba di sebuah hutan.
Dia mengedarkan pandangan dan melihat dirinya yang sudah berubah, lebih tepatnya rambutnya yang semula hitam menjadi warma pirang keemasan seperti ras Elf, dia melihat pakaiannya yang hanya terbalut gaun selutut berwarna putih bersih.
Semulanya dia sendiri, terdapat dua orang Player yang menghampiri tempatnya dan ketika mereka melihat Liyura, mereka seperti melihat seorang dewi yang turun dari langit membuat mereka cepat-cepat menghampiri Liyura.
Liyura yang menyadarinya langsung melihat ke arah mereka yang dipenuhi tatapan nafsu.
"Hey, sepertinya kita akan bersenang-senang hari ini. Gadis itu sangat cantik, 'kan?" Katanya pada temannya yang hanya di angguki tapi tatapannya masih melihat Liyura dengan tatapan nafsu.
Liyura melihat sebuah pedang di pinggang kedua player itu sehingga dia menyimpulkan jika mereka berdua adalah seorang Swordsman dan hanya berlevel 2.
Darimana dia mengetahuinya? Dia melihat angka diatas bar HP milik mereka yang menunjukkan jika mereka berlevel 2.
Salah seorang dari mereka menghampirinya dan hampir memegang tangan Liyura jika bukan Liyura mundur.
"Tenanglah, kami tidak akan menyakitimu."
Dia semakin mendekat membuat Liyura terus-terusan mundur. Hari ini memang benar-benar hari sialnya. Dia terus mendapatkan kesialan hari ini.
Meliat Liyura yang terus menghindar, Player itu langsung menerjang ke arah Liyura membuat Liyura segera menendangnya dengan teknik beladirinya yang tinggi hingga Player itu terpental sangat jauh sekitar 2 meter dan menabrak pohon.
Melihat temannya langsung pingsan menerima satu serangan dari gadis di depannya membuat Player itu menyerangnya dengan pedang.
Liyura menangkis semua serangan asal-asalan dari Player tersebut dengan sangat mudah dan cepat seperti profesional. Melihat serangannya tidak mempan, dia menggunakan Skillnya.
"Sword Slash!"
Ayunan pedangnya meningkat membuat Liyura hampir kerepotan, dia langsung menendang sekuat tenaganya ke tubuh player itu hingga mundur 4 langkah.
Dia tidak percaya dengan kekuatan gadis di depannya dan kali ini mengayunkan pedangnya ke arah gadis itu. Liyura lagi-lagi menghindar dan bersalto tinggi hingga kakinya menendang pedang milik player hingga pedang itu terlempar ke belakangnya dengan sangat cepat dan menancap di tanah dengan dalam.
Player itu gemetar, dia kemudian lari ke arah temannya untuk menolongnya. Sebelum mereka pergi, Liyura menghadang mereka.
"Dimana letak kota di sini?"
"K-kota ada di sebelah utara dari jalan ini. Nama kota di sana adalah Crowny."
"Baik, katakan mata uang di dunia ini?"
"M-mata uangnya adalah Copper, Bronze, dan Gold. Dan bagi Player adalah Silver dice, Blue Dice, serta Regular Dice. 1 Silver Dice setara dengan 100 Gold. 1 Blue Dice setara dengan 1000 Gold atau 10 Silver Dice, serta 1 Regular Dice setara dengan 10000 Gold atau 10 Blue Dice."
Liyura mengernyit, banyak sekali uang yang dihasilkannya jika dia mendapatkan hanya satu Regular Dice. Dia tau sebenarnya dari kakaknya tapi masih tidak tahu secara rinci.
"Baiklah, aku akan pergi."
Liyura akhirnya lari dengan kaki telanjangnya menuju utara. Tidak lama, dia akhirnya sampai di suatu kota yang padat penduduk. Dia langsung menuju ke jalanan kota.
Liyura menjadi pusat perhatian akan tetapi dia tidak menyadarinya. Penampilannya yang mencolok apalagi wajahnya yang sangat cantik daripada Ras Elf yang biasanya.
Liyura akhirnya melihat toko misi bernama Toko Shin dan memilih untuk masuk ke dalamnya.
Suara bel berdenting saat Liyura masuk sehingga semua pengunjung yang ada di dalam menoleh ke arahnya. Liyura menuju ke arah pemilik toko dan berniat membeli beberapa Equip dengan bayaran menyelesaikan misi.
"Tuan, bisakah aku membeli Equip tempur terbaik dan sebilah pedang?" Katanya dengan tersenyum selembut mungkin hingga wajahnya menjadi semakin cantik.
Liyura mendapatkan Notifikasi layar virtual di depannya yang hanya dia yang bisa melihatnya.
---
[ Anda mendapatkan Skill Charm
Charm Lv. 1 (Passive)
Penggunanya dapat memikat Player lain dengan Skill ini dan membuat orang yang di inginkan pengguna dapat memiliki apa yang pengguna mau dari seseorang yang terkena Skill, Skill dapat dihilangkan oleh pengguna sendiri.
Cooldown : -
MP : 10 (Untuk menggunakannya) ]
---
Liyura menjadi senang mendapat Skill yang mungkin berguna baginya. Dia kemudian menggunakan Skill itu untuk membujuk pemilik toko karena dia masih belum tau statusnya.
Pemilik toko yang terpengaruh segera memberikan Equip terbaik berwarna biru dan kuning dan juga sebilah pedang panjang berwarna emas.
Liyura mengambil Equip dan memakainya dengan bantuan system.
"System Alpha, Wear Clothes."
Equip yang ada di tangannya bercahaya dan menyatu dengan tubuhnya, cahaya itu meredup dan pakaian putihnya terganti dengan Equip tempur yang tertutup di seluruh pakaiannya.
Equip tempur hampir sama dengan Zirah akan tetapi Equip jika dikenakan tidak akan terasa berat seperti zirah dan pertahanannya juga tidak kalah dengan zirah level tinggi sekalipun.
Liyura memilih memakai Equip daripada zirah karena dia tidak suka memakai pakaian yang membuatnya berat dan hanya menghalangi teknik bertarungnya saja.
Liyura mengangkat pedang hingga cahaya keluar menyinari seluruh toko. Para pengunjung terkejut, begitupun Liyura.
Dia tidak pernah mendengar pedang dapat bercahaya jika disentuh dari dunia ini. Tak lama, cahaya memudar.
Liyura memperhatikan pedang dengan ukiran permata di tengah yang memisahkan pedang dengan gagangnya, permata berwarna merah bersinar ketika terlihat di matanya. Pedang itu kali ini terlihat seperti baru, seolah menemukan tuan yang baru.
"Kenapa pedangnya bercahaya, Tuan?"
Kata Liyura sambil melihat ke arah ukiran pedang dengan bahasa yang tidak dikenalnya di atas permata atau yang tertulis di pedang panjang itu.
"Itu artinya pedang itu memilihmu menjadi Tuannya. memang ini hanyalah legenda jika pedang bercahaya maka pedang tersebut telah memilih tuannya. Dan pedang seperti itu hanya bercahaya jika didalamnya terdapat roh yang menghuni pedang. Memang rumor mengatakan begitu saat pedang itu dikirimkan kemari."
"Roh pedang, ya? Aku akan tetap mengambil pedang ini. Terlebih dahulu aku akan melihat statusnya."
Dengan petunjuk kakaknya dulu saat dia di Real World kakaknya mengatakan jika ingin melihat status hanya dengan melukis huruf C di hadapannya atau di hadapan benda yang ingin dilihat statusnya.
Liyura menggambar Huruf C di hadapannya dan bukannya di hadapan pedang. Akhirnya Notifikasi muncul dan memunculkan layar virtual.
----
Liyura / Lv. 0
Class : -- / Human
Skill : Charm (Lv. 1)
Title : --
HP : 100
MP : 100
Status
STR : 100
VIT : 20
AGI : 25
INT : 15
MON : 100 Bronze
DC : 1 Silver
----
Maaf jika Author kurang kreatif di bagian meletakkan kata-kata nya. Maaf jika sama seperti novel genre game lain untuk tampilan status... Tapi untuk ceritanya ini murni dari pemikiran Author... 🙏🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
Aii
baru kupantau tqpi... keknya baguuus, semangat thor!
2021-08-30
1
RyuCandra7
ga ada DEX yah (Dexterity atau Ketangkasan.). Hmm, bolehlah. Karena beberapa game ada yang ga memakai Status itu.
2021-06-28
1
Dek Anditha Mulia S
💪💪💪💪💪
2021-04-17
1