Ch. 14 Death Dungeon

Saat mengetahui mereka diikuti, mereka langsung berhenti dan menatap ke arah semak-semak yang bergerak.

Mereka memegang pedangnya masing-masing untuk mengantisipasi serangan tiba-tiba. Saat sesuatu keluar dari semak-semak membuat mereka menghela nafas.

Seekor kelinci yang memang berbeda dari Real World muncul dan berlari menjauh dari mereka. Liyura menghela nafas dan melanjutkan perjalanan diikuti dengan Chris.

"Kalian ingin ke Dungeon?"

Perkataan seseorang itu membuat Chris dan Liyura langsung berbalik.

"Siapa kau?"

Liyura menjadi waspada lagi ketika melihat sesosok manusia yang mungkin aneh karena mempunyai telinga yang runcing. Liyura yakin jika sosok di hadapannya adalah ras Elf.

"Hmm, namaku Lucia, aku tersesat di hutan ini dan menemukan kalian, aku juga ingin ke Dungeon yang ada di Beast Montain ini. Bagimana jika kita bergabung?"

Liyura seakan meneliti penampilan Lucia dari atas ke bawah, Liyura yakin jika Elf itu mengikutinya dan Chris karena menganggap dirinya adalah salah satu dari kaumnya melihat paras Liyura yang memang dapat menarik perhatian. Tapi ketika Elf itu melihat telinga Liyura, dia terkejut.

"Baiklah, kau boleh bergabung asalkan kau tau dimana Dungeon itu."

"Aku tidak tahu ada di mana tapi aku tahu cara untuk ke sana."

Liyura mengangkat alisnya tinggi, "Baiklah kau boleh ikut, tunjukkan jalannya."

Lucia mengangguk dan berjalan maju ke depan Liyura dan Chris. Dia meneliti sekitar dan menggunakan sebuah mantra yang Liyura tidak tahu berguna untuk apa.

Lucia membacakan mantra dan seketika sesuatu seperti cermin tak kasat mata, menjadi hancur. Seketika suatu hutan berubah menjadi sebuah air terjun.

Liyura terbelalak, apa-apaan ini?! Liyura menatap ke arah Lucia yang sudah menyelesaikan mantranya dan melihat ke arah dua temannya yang masih terkejut.

"Bagaimana bisa kau melakukan itu?" Liyura bertanya dengan sangat penasaran.

"Kita sebenarnya ada di dalam dinding ilusi, jadi kemungkinan kita akan mudah tersesat dan tidak tahu arah jalan karena kita bukan ada di jalan yang sebenarnya. Untuk itulah siapapun yang mencari Dungeon di Beast Montain ini tidak bisa kembali karena mereka tidak tau jika mereka berjalan di jalan ilusi dan hanya mantra kaum Elf yang bisa menghancurkannya."

Dia menatap kedua temannya yang terlihat bingung,

"Begini, kita anggap saja berada di gurun pasir ilusi, bukankah terdapat ilusi seperti ini juga? Jika kita kehausan, mungkin yang ditampilkan oleh ilusi itu sendiri adalah semacam aliran sungai atau danau yang banyak airnya ketika kita sangat menginginkan hal itu. Nah, tapi jika kita tergoda, kita akan semakin tersesat dalam gurun dan tidak bisa kembali. Situasi ini sama seperti sekarang tapi masalahnya jika di gurun, Ilusi itu hanya bisa dihancurkan oleh kaum Elf maupun penyihir yang mempunyai level yang sangat tinggi."

"Dan jika di sini, siapapun dapat menghancurkan dinding ilusi asalkan mempunyai mantra untuk menghancurkannya. Bedanya dengan gurun pasir, hutan ini menampilkan ilusi tetap, yaitu hutan tidak akan berubah dan yang sebenarnya akan selalu tertutupi jika tidak dihancurkan."

Liyura kemudian mengangguk-angguk tentang penjelasan panjang lebar Lucia. Meskipun dia ahli dalam bela diri dia juga memiliki otak yang encer. Yah, dia juga menjadi juara satu umum di berbagai sekolah pun bukan hanya juara satu di satu kelasnya saja.

"Aku mengerti. Bisakah sekarang kita masuk?"

Lucia mengangguk dan berjalan di depan. Liyura juga mengikutinya bersama Chris di belakangnya.

Mereka tiba di air terjun yang mengalir tidak terlalu tinggi, Liyura meneliti air terjun di sekitarnya dan melihat ada sesuatu yang aneh dengan air terjun itu. Tepatnya di balik terjunan air terjun.

"Kita sudah sampai di Dungeon, ayo kita masuk melalui celah air terjun itu."

Lucia tidak menunggu yang lainnya dan segera melafalkan mantra lain membuatnya berlari ke arah aliran air yang berkumpul di bawah terjunan air.

Lucia berlari hingga dia tiba di tengah kumpulan air tanpa tenggelam. Lucia menunggu yang lainnya hingga dia merapalkan mata pada mereka.

"Kemarilah, kalian sudah kumantrai agar dapat berjalan di atas air."

Liyura menjadi bingung sendiri, ternyata ada juga yang seperti ini di dunia CO. Meskipun kakaknya sudah memberitahukannya tapi melihat dengan mata kepala sendiri terlihat agak aneh.

Jika saja dia tidak bisa bela diri seperti gadis lain yang seumuran dengannya dan bermain Chronicle Online, mungkin dia akan memilih kelas penyihir jika dia dapat membuat pekerjaan susah menjadi mudah.

Liyura mencoba untuk menapaki air dan ternyata benar, dia tidak tenggelam dan malahan seakan dia berjalan di atas tanah, tidak ada yang berbeda.

Liyura berjalan dan akhirnya sampai di celah-celah di balik air terjun. Dia menunggu Chris yang masih tidak bernajak ke depan.

"Ayo cepat, Chris, kita harus bisa menyelamatkan Sky."

Perkataan Liyura menjadi semangat tersendiri bagi Chris membuat dia berani berjalan di atas air. Chris segera menghampiri Liyura dan akhirnya mereka masuk ke celah-celah air terjun.

---

[ Anda memasuki Death Dungeon. Berhati-hatilah dengan bahaya yang menghampiri. ]

---

Liyura mengernyit dengan Notifikasi layar virtual di hadapannya. Dia menatap ke arah Lucia dan Chris bergantian.

"Kita sudah sampai?" Kata Liyura

"Ya, seperti yang diucapkan Notifikasi." Kata Lucia.

Chris meneliti sekitar agar mengantisispasi serangan musuh tiba-tiba karena di balik air terjun ini mereka seperti berada di dalam gua yang gelap.

Mereka terus berjalan di lorong gua dan melihat entah itu Ular dan Kelabang yang menghuninya menyerang.

Sampai mereka melihat sebuah pintu setinggi 2 meter di ujung lorong yang mereka lalui. Pintu itu berwarna coklat pudar dengan ukiran rumit di segala sisi pintu sebagai corak yang menambah kesan arti yang dalam.

Mereka saling berpandangan dan mengangguk bersamaan. Mereka dengan serentak mengulurkan tangan ke arah pintu dan membukanya bersama-sama.

Suara derit keras terdengar dari pintu yang sangat berat itu. Seperti tidak pernah dibuka selama 1 abad. Mereka masuk bersamaan ke dalam ruang tahta?

Liyura mengernyit, di dalam Dungeon juga ada yang seperti ini? Dia meneliti ke sekitar ruangan yang sangat besar dan lebar akan tetapi ruang tahta ini berbeda dari ruang tahta biasanya karena terlalu.. Suram.

Liyura melihat obor-obor yang menyala di sekeliling ruangan dengan berurutan sampai pada sisi kursi tahta yang ada di ujung ruangan, yang berdiri dengan megahnya.

Mata Liyura menyipit ketika dia melihat sesosok makhluk yang duduk di di atas kursi tahta.

"Oh, sudah lama aku tidak kedatangan tamu. Terakhir kali mungkin 10 Abad yang lalu, akhirnya aku tidak akan bosan lagi."

Sepuluh abad dia menunggu kedatangan tamu? Kenapa dia tidak mati? Apa-apaan sosok di hadapannya itu?! Hey! Kalian tahu berapa sepuluh abad? 1 abad adalah 100 tahun, jika 10 abad berarti berapa?

"Siapa kau?!"

Chris berteriak membuat suaranya menggema seperti terdengar beberapa kali di setiap ruangan. Dia menarik pedang dari sarungnya untuk waspada diikuti Liyura yang merasa dirinya terancam.

"Aku? Aku adalah Lord Monster yang menjaga Dungeon ini. Apa tujuan kalian kemari?"

"Aku dan temanku ingin mengambil Bunga Seribu Warna di Dungeon ini." Kata Chris.

"Pffft... Kau kesini pusing-pusing menghancurkan dinding ilusiku hanya untuk mengambil bunga sampah? Sepertinya kalian manusia semakin menjadi seperti badut untuk membuatku tertawa ya?"

Sosok itu tertawa terbahak ketika menyelesaikan kata-kata nya membuat seluruh ruangan bergetar.

"Katakan dimana bunga itu?!"

Kali ini Liyura yang berteriak membuat sosok itu berhenti tertawa dan melihat ke arah Liyura sambil mengelap ujung matanya yang nampak basah dengan jarinya.

"Kau tidak tahu? Bunga itu tumbuh di ruangan ini lebih banyak dari jumlah umur kalian! Kalian buta, ya?!"

Liyura mengernyit, Chris langsung melihat sekitar ingin membuktikan perkataan sosok itu. Chris menoleh akan tetapi tidak ada apaun di ruangan itu, hanya lantai di bawah mereka yang tertutupi oleh sekumpulan tanah yang kotor dan tak terawat.

"Kau jangan Bohong!"

Liyura juga memperhatikannya dan dia berteriak pada sosok itu.

"Heh, dasar manusia. Makhluk sepertiku ini selalu jujur asal kau tahu, bukankah kalianlah yang selalu mengatakan kebohongan dibalik kejujuran? Lucu sekali aku mendengar seseorang berkata begitu padahal orang yang mengatakannya adalah orang yang melakukan hal yang sama seperti apa yang dikatakannya."

Liyura memegang Pedang Bulan Sabit dengan erat, dia ingin menyerang tapi Lucia sudah melakukannya terlebih dahulu.

Lucia menarik alat panah dari balik punggungnya dan menarik senar alat panah yang langsung memunculkan satu anak panah dengan ajaib.

Liyura terkejut, tapi dia juga punya alat panah seperti itu di Systen Room nya ketika dia mengalahkan pasukan Goblin saat menuju Beast Montain.

"Heh, panah yang bagus Nona Elf. Apa tujuanmu kemari? Apakah sama dengan dua orang itu?"

Kata sosok itu sambil menunjuk Liyura dan Chris. Lucia tersenyum membuat kecantikannya bertambah, dia menarik senarnya lagi dan menargetkan sosok itu.

"Aku ke sini untuk mengambil Gold Dice milikmu!"

Lucia melesatkan anak panah setelah mengatakannya, seketika panah itu bertambah menjadi 3 yang awalnya 1 dan melesat bagaikan cahaya.

Sosok itu terkekeh dan segera mengibaskan tangannya dengan cepat membuat panah itu menabrak udara kosong seakan terhenti oleh sesuatu dan jatuh dengan menjadi abu secara abnormal.

Liyura dan Chris terkejut, secara langsung mereka menjadi lebih waspada ketika sosok itu menunjukkan kebolehannya.

Menangkis panah hanya dengan kibasan?! Jika ada yang mengatakan itu padanya mungkin dia hanya menganggapnya bercanda. Tapi di depannya? Panah itu seakan tidak mau melukainya saja.

"Heh, panah mainanmu tidak akan bisa melukaiku."

Soaok itu menyandarkan punggungnya pada penyangga kursi dan duduk seakan dialah yang memerintah.

Liyura akhirnya memilih menyerang dengan kecepatan cahayanya menuju sosok itu hingga Chris dan Lucia menjadi terhuyung ikut tertarik ke depan.

"Moon Wave - Crescent Wave!"

Liyura menebaskan pedangnya pada udara hingga menciptakan gelombang berbentuk bulan sabit yang mengarah pada sosok yang masih berdiri tenang di kursi tahta.

Dia melihat gelombang pedang itu dan mengibasnya seperti yang dilakukannya tadi pada panah milik Lucia.

Gelombang pedang itu berhenti dan menghilang akan tetapi Liyura mendengar sesuatu mengenai sesuatu.

Liyura menyipit dan melihat tudung yang dikenakan sosok itu sobek hingga menimbulkan suara, mungkin itu adalah dampak dari serangannya.

Tapi bagaimana bisa? bukankah gelombang pedangnya tadi dapat dihentikan? Liyura mundur waspada dan menyiapkan kuda-kudanya kembali.

"Sepertinya aku terlalu meremehkanmu, baiklah aku akan mulai serius. Jika kalian dapat mengalahkan peliharaanku aku akan mengabulkan 1 permintaan kalian dengan senang hati tapi jika kalian kalah, kalian akan menjadi santapan dari peliharaanku. Bagaimana? Terima sajalah, apa kalian tidak tau? Peliharaanku sudah tidak kuberi makan daging manusia selama 6 Abad ini. Apakah kalian tidak kasihan padanya?"

Sosok itu mengeluarkan suara yang dibuat-buat. Peliharaannya tidak makan selama 6 abad tapi dia masih hidup? Peliharaan macam apa yang dimiliki sosok itu?

Liyura bergabung ke arah Chris dan Lucia di tengah-tengah mereka menunggu serangan musuh.

"Baiklah, kalian bisa melawannya di sini. Kelabangku yang cantik, munculllah!"

Sosok itu berteriak dengan sekuat tenaga dengan meramalkan sebuah mantra yang tidak Chris maupun Liyura mengerti. Terkecuali Lucia yang mendengar mantra itu menjadi terbelalak.

"Mantra apa itu?"

Liyura berkata seperti itu karena mungkin bahaya yang menghampiri mereka bukanlah sembarangan.

"I-itu adalah mantra pemanggilan Magic Animal Summon yang berumur lebih dari 1 milyar tahun. Dan mungkin levelnya hampir setara dengan level 1000."

Liyura dan Chris terbelalak dan menjadi ketakutan sendiri. Liyura menggigit bibirnya karena dia tidak mungkin menganggap Lucia bercanda dari ekspresinya yang lebih takut dari dirinya.

"Dia datang!"

Setelah Lucia berkata seperti itu, dari dalam tanah keluarlah seekor Kelabang Hitam yang sangat besar hingga kemunculannya membuat dia terlihat seperti ikan yang meloncat ke udara hingga menabrak dinding atap Dungeon membuat seluruh ruang bergetar hingga Chris dan Lucia terjatuh karena tidak dapat menyeimbangkan tubuhnya.

Sedangkan Liyura masih tetap berdiri menatap Kelabang besar di hadapannya yang seakan memintanya makan.

Liyura berdecih dan mengeluarkan pedang Excalibur nya dari System Room. Kali ini dirinya memegang dua pedang di kesemua tangannya.

Melihat pedang emas di tangan Liyura menbuat sosok itu terkejut. Dia menggosok matanya sendiri untuk melihat apakah ini adalah mimpi.

Sosok itu menatap Liyura dengan pandangan yang berbeda dan tersenyum lebar.

Liyura yang tidak melihat ke arahnya dan hanya berfokus pada Kelabang hitam di depannya tidak mengetahui hal itu.

---

[ Perhatian! Anda mengahadapi Magic Animal dengan level yang sangat jauh dari level anda ini! Anda mendapatkan Quest Spesial ]

---

[ Ques : Mengalahkan Kelabang hitam (S)

Kelabang hitam adalah magic animal berlevel 1000 yang sedang kelaparan membuatnya lebih agresif dari dirinya yang sebenarnya.

0 / 1

Reward : Skill Fly Guns, 2 Blue Dice, 30 Poin All Stat, Level Up +10

Failed : Mati dimakan

Time : -- ]

---

Liyura terbelalak dengan Quest di depannya. Misi kesulitan Rank S lagi?! Dia sudah mendapatkan misi Rank S serupa untuk mengalahkan Boss Monster atau Administrator di tempat ini.

Dan sekarang dia mendapatkannya lagi?! Liyura menggelengkan kepala keras dan langsung bersiap menyerang.

Quest special adalah Quest yang ada karena Player berada di situasi terdesak dan kehilangan semangat bertarung. Akan tetapi jika terdapat Quest dengan Reward tinggi seperti ini siapa yang tidak akan tergiur?

Dan Quest special tidak akan menunggu persetujuan Player apakah menerima Quest atau tidak karena Quest ini memang beda dengan Quest umum.

Terpopuler

Comments

Alice(*˘︶˘*).。.:*♡

Alice(*˘︶˘*).。.:*♡

mati dimakan😅😅

2021-03-13

1

lihat semua
Episodes
1 Ch. 1 Kecelakaan
2 Ch. 2 Liyura
3 Ch. 3 Guild Black Knight
4 Ch. 4 Menaikkan Level
5 Ch. 5 Magic Forest
6 Ch. 6 Singa Terbang
7 Ch. 7 Raja Undead
8 Ch. 8 Evol
9 Ch. 9 Serangan Goblin
10 Ch. 10 Liyura VS Goblin
11 Ch. 11 Kekuatan Evol
12 Ch. 12 Raja Kegelapan
13 Ch.13 Racun Sihir
14 Ch. 14 Death Dungeon
15 Ch. 15 Liyura VS Kelabang Hitam
16 Ch. 16 Teman
17 Ch. 17 Menyembuhkan Sky
18 Ch. 18 Perasaan Yang Aneh
19 Ch. 19 Tingkah Konyol
20 Ch. 20 Memasuki Segel
21 Ch. 21 Menentukan Pilihan
22 Penjelasan & Istilah Cerita
23 Ch. 22 Boss Monster [1]
24 Ch. 23 Boss Monster [2]
25 Ch. 24 Petualangan Dimulai
26 Ch. 25 Party Hero
27 Ch. 26 Liyura VS Aran
28 Ch. 27 Organisasi Pembunuh
29 Ch. 28 Pertanggung Jawaban
30 Ch. 29 Korban Serangan Vampir
31 Ch. 30 Dua Orang
32 Ch. 31 Lembah Wisteria
33 Ch. 32 Kedamaian
34 Ch. 33 Liyura VS Rachel
35 Ch. 34 Tentang Liyura
36 Ch. 35 Kenyataan dan Ketanyaan
37 Ch. 36 Pemuda Berambut Emas
38 Ch. 37 Liyura VS Zayn
39 Ch. 38 Lembah Malam
40 Ch. 39 Dua Kombinasi Bersatu
41 Ch. 40 Bertemu Salah Satu Vampir Bulan
42 Ch. 41 Kekuatan Absolut
43 Ch. 42 Eden VS Qin
44 Ch. 43 Salah Tempat
45 Ch. 44 Korban Serangan Vampir Lagi
46 Ch. 45 Masa Lalu Kei [1]
47 Ch. 46 Masa Lalu Ryan [2]
48 Ch. 47 Masa Lalu Zayn [3]
49 Ch. 48 Mencari Vampir Bulan
50 Ch. 49 Metropolitan
51 Ch. 50 Glamor
52 Ch. 51 Liyura Kesal
53 Ch. 52 Jalan Keluar
54 Ch. 53 Ryan, Zayn, dan Kei
55 Ch. 54 Altar Persembahan
56 Ch. 55 Jalan Berbatu
57 Ch. 56 Jenderal Wisteria
58 Ch. 57 Kompetisi Pemburu Vampir [1]
59 Ch. 58 Kompetisi Pemburu Vampir [2]
60 Ch. 59 Ujian Kedua
61 Ch. 60 Menyembuhkan Ryan
62 Ch. 61 Roh Bunga Wisteria
63 Ch. 62 Ujian Ketiga
64 Ch. 63 Ujian Ketiga Ryan [1]
65 Ch. 64 Ujian Ketiga Celine [2]
66 Ch. 65 Rasa Curiga
67 Ch. 66 Masalah Yang Sulit
68 Ch. 67 Ujian Keempat
69 Ch. 68 Kontrak Darah [1]
70 Ch. 69 Ryan & Arend
71 Ch. 70 Kontrak Darah [2]
72 Ch. 71 Perdebatan Kesetiaan
73 Ch. 72 Hal-hal Yang Tersembunyi
74 Ch. 73 Kecurigaan Yang Berdasar
75 Ch. 74 Kebangkitan
76 Ch. 75 Ritual Pembatalan
77 Ch. 76 Membuat Ikatan Baru
78 Ch. 77 Sebelum Konflik Dimulai
79 Ch. 78 Menjalankan Rencana
80 Ch. 79 Berpindah Haluan [1]
81 Ch. 80 Berpindah Haluan [2]
82 Ch. 81 Masa Lalu dan Dendam
83 Ch. 82 Teka-teki Vyone
84 Ch. 83 Kesepakatan
85 Ch. 84 Ras Turkien
86 Ch. 85 Rise From The Dead
87 Ch. 86 Legenda Yang Terlewat
88 Ch. 87 Wilayah Perbatasan
89 Ch. 88 Konsekuensi Membuka Portal
90 Ch. 89 Kutukan Kesendirian Kenzie
91 Ch. 90 Kutukan Dan Memento
92 Ch. 91 Menjadi Vampir
93 Ch. 92 Dimensi Ras Vampir
94 Ch. 93 Inti Bunga Wisteria
95 Ch. 94 Menjelajah
96 Ch. 95 Tempat Pelelangan
97 Ch. 96 Amon dan Fiona
98 Ch. 97 Pengikut Baru
99 Ch. 98 Bersenang-senang
100 Ch. 99 Vampir Bulan Sabit
101 Ch. 100 Mengaktifkan Sihir Teleportasi
102 Ch. 101 Kakak Timah dan Adik Baja
103 Ch. 102 Liyura & Followers VS the Vampires
104 Ch. 103 Gadis Yang Memiliki Takdir Cahaya
105 Ch. 104 Inkarnasi Roh Bunga Wisteria
106 Ch. 105 Memulai Perang Melawan Vampir
107 Ch. 106 The Last Mission : Kill the Vampires
108 Ch. 107 Ruth, Aura Sihir, dan Witch Hunter
109 Ch. 108 Murid Baru Aver
110 Ch. 109 Karena Cinta, Nyawa Melayang
111 Ch. 110 Mencari Keberadaan Raja Ras Vampir
112 Ch. 111 Mencari Keberadaan Raja Ras Vampir [2]
113 Ch. 112 Raja Ras Vampir
114 Ch. 113 Raja Ras Vampir [2]
115 Ch. 114 Winter Carrison Dystoria
116 Ch. 115 Pilihan dan Jawaban
117 Ch. 116 Awal Perubahan Sebenarnya
118 Ch. 117 Sosok Asli Aver
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Ch. 1 Kecelakaan
2
Ch. 2 Liyura
3
Ch. 3 Guild Black Knight
4
Ch. 4 Menaikkan Level
5
Ch. 5 Magic Forest
6
Ch. 6 Singa Terbang
7
Ch. 7 Raja Undead
8
Ch. 8 Evol
9
Ch. 9 Serangan Goblin
10
Ch. 10 Liyura VS Goblin
11
Ch. 11 Kekuatan Evol
12
Ch. 12 Raja Kegelapan
13
Ch.13 Racun Sihir
14
Ch. 14 Death Dungeon
15
Ch. 15 Liyura VS Kelabang Hitam
16
Ch. 16 Teman
17
Ch. 17 Menyembuhkan Sky
18
Ch. 18 Perasaan Yang Aneh
19
Ch. 19 Tingkah Konyol
20
Ch. 20 Memasuki Segel
21
Ch. 21 Menentukan Pilihan
22
Penjelasan & Istilah Cerita
23
Ch. 22 Boss Monster [1]
24
Ch. 23 Boss Monster [2]
25
Ch. 24 Petualangan Dimulai
26
Ch. 25 Party Hero
27
Ch. 26 Liyura VS Aran
28
Ch. 27 Organisasi Pembunuh
29
Ch. 28 Pertanggung Jawaban
30
Ch. 29 Korban Serangan Vampir
31
Ch. 30 Dua Orang
32
Ch. 31 Lembah Wisteria
33
Ch. 32 Kedamaian
34
Ch. 33 Liyura VS Rachel
35
Ch. 34 Tentang Liyura
36
Ch. 35 Kenyataan dan Ketanyaan
37
Ch. 36 Pemuda Berambut Emas
38
Ch. 37 Liyura VS Zayn
39
Ch. 38 Lembah Malam
40
Ch. 39 Dua Kombinasi Bersatu
41
Ch. 40 Bertemu Salah Satu Vampir Bulan
42
Ch. 41 Kekuatan Absolut
43
Ch. 42 Eden VS Qin
44
Ch. 43 Salah Tempat
45
Ch. 44 Korban Serangan Vampir Lagi
46
Ch. 45 Masa Lalu Kei [1]
47
Ch. 46 Masa Lalu Ryan [2]
48
Ch. 47 Masa Lalu Zayn [3]
49
Ch. 48 Mencari Vampir Bulan
50
Ch. 49 Metropolitan
51
Ch. 50 Glamor
52
Ch. 51 Liyura Kesal
53
Ch. 52 Jalan Keluar
54
Ch. 53 Ryan, Zayn, dan Kei
55
Ch. 54 Altar Persembahan
56
Ch. 55 Jalan Berbatu
57
Ch. 56 Jenderal Wisteria
58
Ch. 57 Kompetisi Pemburu Vampir [1]
59
Ch. 58 Kompetisi Pemburu Vampir [2]
60
Ch. 59 Ujian Kedua
61
Ch. 60 Menyembuhkan Ryan
62
Ch. 61 Roh Bunga Wisteria
63
Ch. 62 Ujian Ketiga
64
Ch. 63 Ujian Ketiga Ryan [1]
65
Ch. 64 Ujian Ketiga Celine [2]
66
Ch. 65 Rasa Curiga
67
Ch. 66 Masalah Yang Sulit
68
Ch. 67 Ujian Keempat
69
Ch. 68 Kontrak Darah [1]
70
Ch. 69 Ryan & Arend
71
Ch. 70 Kontrak Darah [2]
72
Ch. 71 Perdebatan Kesetiaan
73
Ch. 72 Hal-hal Yang Tersembunyi
74
Ch. 73 Kecurigaan Yang Berdasar
75
Ch. 74 Kebangkitan
76
Ch. 75 Ritual Pembatalan
77
Ch. 76 Membuat Ikatan Baru
78
Ch. 77 Sebelum Konflik Dimulai
79
Ch. 78 Menjalankan Rencana
80
Ch. 79 Berpindah Haluan [1]
81
Ch. 80 Berpindah Haluan [2]
82
Ch. 81 Masa Lalu dan Dendam
83
Ch. 82 Teka-teki Vyone
84
Ch. 83 Kesepakatan
85
Ch. 84 Ras Turkien
86
Ch. 85 Rise From The Dead
87
Ch. 86 Legenda Yang Terlewat
88
Ch. 87 Wilayah Perbatasan
89
Ch. 88 Konsekuensi Membuka Portal
90
Ch. 89 Kutukan Kesendirian Kenzie
91
Ch. 90 Kutukan Dan Memento
92
Ch. 91 Menjadi Vampir
93
Ch. 92 Dimensi Ras Vampir
94
Ch. 93 Inti Bunga Wisteria
95
Ch. 94 Menjelajah
96
Ch. 95 Tempat Pelelangan
97
Ch. 96 Amon dan Fiona
98
Ch. 97 Pengikut Baru
99
Ch. 98 Bersenang-senang
100
Ch. 99 Vampir Bulan Sabit
101
Ch. 100 Mengaktifkan Sihir Teleportasi
102
Ch. 101 Kakak Timah dan Adik Baja
103
Ch. 102 Liyura & Followers VS the Vampires
104
Ch. 103 Gadis Yang Memiliki Takdir Cahaya
105
Ch. 104 Inkarnasi Roh Bunga Wisteria
106
Ch. 105 Memulai Perang Melawan Vampir
107
Ch. 106 The Last Mission : Kill the Vampires
108
Ch. 107 Ruth, Aura Sihir, dan Witch Hunter
109
Ch. 108 Murid Baru Aver
110
Ch. 109 Karena Cinta, Nyawa Melayang
111
Ch. 110 Mencari Keberadaan Raja Ras Vampir
112
Ch. 111 Mencari Keberadaan Raja Ras Vampir [2]
113
Ch. 112 Raja Ras Vampir
114
Ch. 113 Raja Ras Vampir [2]
115
Ch. 114 Winter Carrison Dystoria
116
Ch. 115 Pilihan dan Jawaban
117
Ch. 116 Awal Perubahan Sebenarnya
118
Ch. 117 Sosok Asli Aver

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!