Bab 11

Usai pertemuan dengan Alina di kafe, Xander merasa lega sekaligus lelah. Alina akhirnya mengakui bahwa sudah waktunya dia melepaskan Xander, dan meski situasinya tidak mudah, Xander tahu itu adalah langkah yang benar.

Sesampainya di rumah, Xander segera mengirim pesan kepada Lily. "Sudah selesai berbicara dengan Alina. Sekarang, bagaimana kalau kita pergi ke rumah orang tuaku? Aku rasa ini waktu yang tepat untuk mengunjungi mereka, dan mungkin kita bisa menginap di sana."

Lily yang sedang menunggu di rumah, merasa senang dan lega membaca pesan itu. "Tentu, Xander. Aku siap kapan saja."

Setelah menjemput Lily, mereka berdua berangkat menuju kediaman keluarga Sterling. Perjalanan menuju rumah Mama Clara terasa menenangkan. Lily menikmati pemandangan di luar jendela, sementara Xander mengemudi dengan hati yang lebih ringan.

"Kamu baik-baik saja?" tanya Lily, memecah keheningan.

Xander mengangguk dan tersenyum. "Iya, aku merasa lebih baik sekarang. Terima kasih sudah selalu ada untukku, Lily."

Lily membalas senyum Xander, merasakan kebahagiaan yang mulai kembali hadir dalam hubungan mereka. "Aku akan selalu ada untukmu, Xander."

Setibanya di rumah keluarga Sterling, Xander dan Lily disambut hangat oleh Mama Clara. Rumah besar itu terasa begitu akrab dan penuh kenangan. Mama Clara tampak sangat gembira melihat putranya bersama Lily.

"Xander, Lily! Senang sekali kalian datang," sapa Mama Clara sambil memeluk mereka bergantian. "Sudah lama sekali kita tidak berkumpul seperti ini."

"Benar, Ma," jawab Xander sambil tersenyum. "Kami pikir ini waktu yang tepat untuk berkunjung. Dan kami juga berencana menginap malam ini, kalau tidak merepotkan."

"Oh, tentu saja! Aku senang sekali kalian memutuskan untuk menginap," kata Mama Clara dengan wajah berseri-seri. "Kamar kalian sudah siap. Kalian pasti butuh istirahat setelah perjalanan."

Mereka semua duduk di ruang tamu yang nyaman, berbicara tentang berbagai hal mulai dari kabar keluarga hingga rencana masa depan. Percakapan mengalir dengan hangat, dan Lily merasa semakin dekat dengan keluarga Xander.

Selama makan malam, suasana semakin hangat dan penuh canda tawa. Mama Clara menceritakan beberapa lelucon lama yang selalu membuat semua orang tertawa, sementara Xander dan Lily berbagi cerita tentang kehidupan mereka belakangan ini.

Lily merasa senang bisa berada di tengah keluarga yang hangat dan mendukung ini. "Terima kasih sudah menerima aku, Ma. Ini benar-benar menyenangkan," kata Lily dengan tulus.

"Kamu bisa ke sini kapan saja, Lily," jawab Mama Clara dengan senyum hangat. "Kita ini keluarga."

Setelah makan malam, mereka beranjak ke kamar yang sudah disiapkan. Kamar itu begitu nyaman dan membuat Lily merasa seperti di rumah sendiri. Xander memeluk Lily dengan lembut. "Terima kasih sudah mau datang dan menginap di sini, Lily. Ini sangat berarti bagiku."

Lily tersenyum dan mengangguk. "Aku senang bisa menghabiskan waktu dengan keluargamu, Xander. Ini membantu kita merasa lebih dekat."

Malam itu, mereka tidur dengan hati yang lebih tenang dan penuh harapan. Kunjungan ke rumah Mama Clara mengingatkan mereka akan pentingnya dukungan keluarga dan kebersamaan. Mereka tahu, apa pun yang terjadi, mereka akan selalu memiliki satu sama lain dan keluarga yang mendukung mereka.

Dengan perasaan bahagia dan hati yang ringan, mereka siap menghadapi hari-hari ke depan dengan semangat baru, merasa lebih kuat bersama.

Keesokan paginya, Xander dan Lily terbangun dengan suara burung-burung berkicau di luar jendela kamar tamu yang nyaman. Sinar matahari pagi menyelinap masuk, menciptakan suasana hangat dan damai. Xander bangkit lebih dulu, mengecup kening Lily dengan lembut. "Selamat pagi, sayang. Tidurmu nyenyak?"

Lily mengangguk sambil menguap kecil. "Iya, tidurku nyenyak sekali. Tempat ini benar-benar nyaman."

Mereka berdua kemudian turun ke ruang makan di lantai bawah, di mana Mama Clara sudah menyiapkan sarapan. Aroma kopi dan roti panggang memenuhi udara, menciptakan suasana yang hangat dan mengundang.

"Selamat pagi! Ayo duduk, sarapan sudah siap," sapa Mama Clara dengan senyum lebar.

"Selamat pagi, Ma," kata Xander sambil menarik kursi untuk Lily. "Terima kasih sudah menyiapkan semuanya."

Sambil menikmati sarapan, mereka berbicara tentang rencana hari itu. Mama Clara mengusulkan untuk berjalan-jalan di kebun belakang, menikmati udara segar dan melihat bunga-bunga yang sedang mekar.

Setelah sarapan, mereka bertiga berjalan-jalan di kebun belakang rumah. Bunga-bunga yang berwarna-warni dan aroma segar dari tanaman membuat suasana semakin menyenangkan. Lily merasa sangat rileks, menikmati momen kebersamaan ini.

"Ini tempat yang indah, Ma," kata Lily sambil mengamati bunga-bunga yang bermekaran. "Aku bisa menghabiskan sepanjang hari di sini."

Mama Clara tersenyum. "Aku senang kalian suka. Kebun ini memang tempat favoritku. Selalu ada sesuatu yang baru untuk dilihat setiap musim."

Setelah puas berjalan-jalan di kebun, mereka kembali ke rumah dan menghabiskan waktu bersama, berbincang tentang masa lalu dan rencana masa depan. Mama Clara berbagi cerita tentang Xander saat kecil, membuat Lily tertawa mendengar kisah-kisah lucu.

Xander merasa sangat bersyukur melihat Lily begitu bahagia bersama keluarganya. Dia tahu, momen-momen seperti ini sangat penting untuk mempererat hubungan mereka.

Menjelang sore, Xander dan Lily bersiap untuk pulang. Mereka berpamitan kepada Mama Clara dengan penuh kehangatan. "Terima kasih untuk semuanya, Ma. Kami benar-benar menikmati waktu di sini," kata Xander sambil memeluk ibunya.

"Tentu, sayang. Kalian selalu diterima di sini kapan saja," jawab Mama Clara dengan senyum lembut. "Jangan lupa untuk sering-sering datang."

Dalam perjalanan pulang, Xander dan Lily merasa lebih dekat dan lebih kuat. Mereka menyadari betapa pentingnya dukungan keluarga dan waktu berkualitas bersama. Meski masih ada tantangan yang harus dihadapi, mereka yakin bisa melewatinya bersama-sama.

"Terima kasih sudah mau datang ke rumah keluargaku, Lily. Ini sangat berarti bagiku," kata Xander sambil menggenggam tangan Lily.

"Aku juga senang bisa bersama keluargamu, Xander. Mereka sangat hangat dan ramah," jawab Lily dengan senyum bahagia. "Aku merasa kita semakin dekat sekarang."

Dengan semangat baru dan hati yang lebih tenang, mereka pulang ke rumah, siap menghadapi hari-hari ke depan dengan penuh keyakinan.

Setelah perjalanan yang menyenangkan dan tenang, Xander dan Lily tiba kembali di rumah. Mereka disambut oleh ketenangan rumah besar itu, dan Lily merasa damai saat melangkah masuk.

"Aku akan membuat teh, kamu mau?" tanya Lily sambil menuju dapur.

"Mau," jawab Xander sambil tersenyum. "Aku akan menyalakan perapian di ruang tamu. Kita bisa bersantai di sana."

Lily mengangguk dan mulai menyiapkan teh. Sementara itu, Xander menyalakan perapian, menciptakan suasana hangat dan nyaman di ruang tamu. Setelah beberapa menit, Lily datang membawa dua cangkir teh panas dan duduk di sofa di samping Xander.

"Ini teh favoritmu," kata Lily sambil menyerahkan cangkir kepada Xander.

"Terima kasih, sayang," jawab Xander dengan senyum penuh kasih. Mereka duduk berdua di depan perapian, menikmati teh dan kebersamaan yang tenang.

"Sepertinya setelah perjalanan ini, kita perlu lebih sering meluangkan waktu untuk hal-hal sederhana seperti ini," kata Xander sambil menatap api yang berkobar.

Lily mengangguk setuju. "Benar. Kadang-kadang, kita terlalu sibuk dengan segala urusan dan lupa betapa pentingnya menikmati momen-momen kecil bersama."

Mereka mengobrol ringan tentang rencana-rencana kecil untuk akhir pekan dan kegiatan-kegiatan yang ingin mereka coba bersama. Suasana terasa begitu santai dan penuh kehangatan.

"Kamu tahu, aku ingin mencoba memasak bersama lagi," kata Xander tiba-tiba. "Seperti waktu itu, saat kita masih sering bereksperimen di dapur."

Lily tertawa kecil. "Itu ide bagus. Aku masih ingat betapa lucunya saat kita pertama kali mencoba membuat kue dan malah membakar sebagian."

Mereka berdua tertawa mengingat kenangan lucu itu. "Oke, jadi minggu depan kita akan memasak bersama," kata Xander dengan semangat.

"Setuju," jawab Lily dengan senyum lebar.

Hari semakin larut, dan mereka memutuskan untuk beristirahat. Lily merapikan dapur sementara Xander mematikan perapian. Setelah semuanya selesai, mereka naik ke kamar tidur dan bersiap untuk tidur.

Terpopuler

Comments

Miss Apple 🍎

Miss Apple 🍎

lanjut

2024-06-06

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!