Pagi hari yang cerah menyapa keluarga Ariana. Gadis itu kini sedang menikmati sarapan nya dengan mama serta papa nya. Setelah menyelesaikan sarapan bersama, Ariana berangkat ke kampus nya meninggalkan sang mama yang memang hanya berada di rumah.
Akhir nya Ariana sampai di kampus nya. gadis itu langsung duduk di depan ruangan dosen pembimbing nya untuk melakukan konsultasi mengenai skripsi nya. setelah menunggu selama 30 menit, Ariana masuk ke dalam ruangan dosen nya dan melakukan bimbingan.
Setelah selesai melakukan bimbingan, Ariana keluar dari ruangan itu. Saat menuju lobby kampus, Ariana melihat Viona yang saat ini ingin masuk ke dalam mobil. Ariana tau jika mobil itu merupakan mobil dari William. Dengan begini dia bisa bertemu dengan pria tampan itu.
”Vio!” panggil Ariana dengan suara yang dapat di dengar oleh Viona.
”Ariana,” ucap Viona dengan suara pelan. Gadis itu dapat melihat saat ini Ariana tengah melangkah mendekat ke arah nya.
”Aku boleh nebeng gak?” tanya Ariana dengan wajah yang berharap. William di dalam mobil nya mengernyitkan dahi nya. pria itu merasa tidak asing dengan gadis yang saat ini menyampar adik nya.
”I-iya boleh,” ucap Viona dengan senyum yan dipaksakan. Ariana pun langsung berteriak girang di dalam hati nya.
”Makasih Vi,” ucap Ariana dengan senyum secerah mungkin. Kedua nya pun masuk ke dalam mobil William. Hari ini Viona memang minta untuk di jemput oleh kakak nya itu karena dia malas membawa mobil. Berangkat nya pun di antar oleh sang kakak.
”Kak temanku nebeng ya,” ucap Viona dengan takut karena wajah kakak nya yang sudah tidak enak.
”Numpang ya kak, hehehe.” sahut Ariana dari belakang. William hanya menghela napas saja. Pria tampan itu tampak pasrah, melihat teman dari adik nya itu tidak memiliki rasa tidak enak pada nya.
Saat ingin melajukan mobil nya, William melihat Celine baru saja keluar dari lobby kampus. ”Itu Celine kan?” ucap William pada adik nya.
”Iya itu Celine kak,” ya, yang menjawab adalah Ariana, bukan Viona.
”Vi, ajak Celine bareng kita aja,” William kembali berkata pada adik nya.
”Oke kak,” ucap Ariana dengan cepat dan semangat. Gadis itu pun membuka kaca mobil William dan memanggil Celine.
”Cel, ayo masuk!” ucap Ariana mengajak Celine seolah itu mobil nya. William langsung menatap tajam sang adik yang duduk di samping nya. viona pun hanya menunjukan wajah pias karena tatapan tajam kakak nya yang sangat menyeramkan.
”Cel ayo bareng aja!” ucap Viona yang saat ini juga membuka kaca mobil kakak nya. Celine yang melihat itu pun menganggukkan kepala nya dan duduk di belakang kursi Viona.
William yang melihat Celine masuk dan duduk di kursi belakang langsung melajukan mobil nya. ”Kita mengantar siapa dulu?” tanya William padahal dalam hati nya dia ingin mengantar gadis tak di kenal nya itu terlebih dahulu.
”Antar Celine aja dulu kak,” sahut Ariana yang berusaha untuk menikmati waktu dengan William.
”Iya kak, antar aku aja dulu,” sahut Celine yang menyetujui sahabat nya. Ariana pun menatap Celine dan memberikan senyum nya.
”Kita antar kamu aja dulu An, kamu kan rumah nya gak searah. Rumah Celine searah dengan rumah kami,” seru Viona yang langsung mematahkan harapan Ariana untuk berlama-lama dengan William.
”Di mana alamat rumah mu?” tanya William dengan raut wajah datar dan nada bicara dingin pada Ariana. Viona yang mendengar itu hanya bisa bergidik ngeri.
”Di perumahan Atmaya kak,” ucap Ariana.
William pun langsung melajukan mobil nya lebih cepat lagi. Viona hana bisa diam saja, dia menyesal mengijinkan Ariana ikut bersama nya. gadis itu takut jika kakak nya bersikap seperti ini. sementara Celine di belakang hanya melihat jalanan saja dan cukup sedih karena harapan sahabat nya tidak bisa terealisasikan.
Setelah menempuh perjalanan hampir 1 jam, akhir nya mereka semua sampai di depan rumah Ariana. ”Apa kak Willi mau mampir?” tanya Ariana yang masih belum turun dari mobil itu.
”Tidak!” dengan tegas William menjawab gadis itu. ariana pun langsung menunduk. ”Kalau begitu terimakasih sudah mengantar aku dengan selamat kak,” ucap Ariana. Karena tidak mendengar jawaban dari William, gadis itu pun keluar dari mobil tanpa pamit pada dua sahabat nya yang masih di dalam mobil.
Setelah melihat gadis itu turun dari mobil nya, William langsung melajukan mobil nya tanpa memastikan gadis itu sudah masuk ke dalam rumah nya atau belum. Sangat berbeda dengan dirinya saat mengantar Celine.
Selama di perjalanan pulang mengantar Celine, William hanya memasang raut wajah datar cenderung dingin. Viona merasa bahwa kakak nya saat ini benar-benar marah pada dirinya. Gadis itu akan meminta maaf pada sang kakak saat sudah di rumah nanti.
”Kenapa kamu menyetujui ucapan gadis itu untuk mengantar mu terlebih dahulu Celine?” William tiba-tiba bersuara dengan pertanyaan yang ditujukan untuk Celine.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 157 Episodes
Comments