Hari ini Celine baru saja bangun dari tidur nya. Sejak kemarin dirinya lumayan kepikiran dengan sikap yang di tunjukkan oleh kakak sahabat nya, yang tak lain William. Meskipun begitu, Celine tetap mencoba untuk bersikap biasa nya saja.
”Kamu hari ini ada kegiatan apa sayang?” tanya Xavier yang baru saja duduk bergabung dengan putri semata wayang nya di meja makan.
”Aku masih belum ada kegiatan, pa. Masih ada satu teman bimbingan ku yang belum selesai mempresentasikan laporan magang nya. Jadi masih harus nunggu dia presentasi dulu.” jelas Celine pada papa tersayang nya itu.
”Hm, begitu. Memang nya harus menunggu teman kamu dulu ya, nak?” tanya pria paruh baya itu.
”Nggak juga sih pa, cuma aku mau barengan aja gitu. Rencana nya kalau besok teman ku belum presentasi juga, aku akan bimbingan sendiri aja pa.” jawab Celine setelah itu dia mengolesi roti dengan selai cokelat yang sudah di siapkan oleh bi Emi di atas meja makan.
”Ya sudah kalau mau kamu begitu.” Xavier mengangguk-anggukkan kepala nya.
”Mama lumayan kaget mendengar kamu sudah kenal dengan putra nya tante Eve,” Karina tiba-tiba bersuara.
”Iya, papa juga kaget.” Xavier menimpali sahutan istri nya.
”Aku dan kak William tidak terlalu dekat ma, pa. Aku hanya sekedar tau wajah kak William aja. Kami bahkan tidak pernah mengobrol,” jelas Celine pada kedua orangtua nya tersebut.
”Mama kira kalian pernah mengobrol,” gumam Karina yang masih terdengar oleh Celine dan Xavier. Celine yang mendengar gumaman sang mama hanya membalas dengan gelengan kepala.
Selanjutnya mereka hanya melanjutkan sarapan masing-masing dengan hikmat. Setelah selesai sarapan, Celine dan Karina mengantarkan Xavier ke depan pintu. Pria pruh baya itu berpamitan pada istri dan anak nya sebelum berangkat ke kantor nya, lalu segera berangkat ke kantor dengan sopir.
”Ma, aku ke kamar ya!” ujar Celine pada mama nya dan Karina menganggukkan kepala nya.
***
”Aku berangkat dulu ya mom, Vi.” pamit William pada sang mommy dan adik perempuan nya itu.
”Iya kak, hati-hati di jalan,” ucap Viona sambil melambaikan tangan nya pada sang kakak.
”Iya Will, hati-hati.” sahut Evelyn pada putra tampan nya itu. William menganggukkan kepala nya, lalu masuk ke dalam mobil nya dan melajukan mobil itu menuju kantor nya. Sementara Sean, pria paruh baya itu sudah berangkat lebih dulu ke kantor karena ada yang harus dikerjakan oleh nya.
Kedua wanita beda generasi itu masuk kembali menuju ruang tamu. Evelyn dan Viona duduk di sofa ruang tamu sambil menonton tayangan televisi di depan mereka. Kedua nya tampak sama-sama asik menikmati tontonan mereka.
”Mommy senang deh kamu dekat dengan Celine,” wanita paruh baya itu tiba-tiba berucap pada putri nya yang duduk di samping nya itu.
”Emang nya kenapa mom?” tanya Viona yang bingung dengan ucapan mommy nya.
”Ya senang aja Vi. Kamu sahabat dengan anak nya sahabat mommy,” jelas Evelyn agar putri nya itu tidak bingung.
”Hm, gitu mom. Aku dan Celine bisa dekat karena waktu itu dia pernah menolongku mom.” celetuk Viona sambil memakan buah pir yang ada di piring kecil menggunakan garpu.
”Oh ya!” sahut Evelyn yang lumayan penasaran dengan persahabatan anak bungsu nya itu.
”Iya mom. Celine mengantarkan desain yang sudah aku kerjakan ke ruang kelas ku. Waktu itu aku hampir terlambat masuk kelas jadi aku lari-lari sampai aku tertabrak oleh mahasiswa lain, dan membuat beberapa gambarku terjatuh. Aku pungut deh desain-desain nya, tapi ternyata desain final aku ketinggalan. Yang nemuin desain final aku itu, ya si Celine. Semenjak itu aku jadi sahabatan deh sama Celine, karena dia sudah menolong aku yang hampir aja kena omel dosen.” Viona menceritakan bagaimana hubungan persahabatan nya dengan Celine terjalin.
“Ohh begitu cerita nya.” Wanita paruh baya itu menganggukkan kepala nya.
”Aku juga baru tau kalau mommy dan tante Karin itu sahabatan,” ujar gadis itu sambil mengunyah
buah pir.
”Oh iya! Mommy gak pernah cerita ya,” balas Evelyn. Viona pun menganggukkan kepala nya.
”Tante Karin tuh dulu sering ke area kampus mommy. Karin itu punya sepupu perempuan yang satu kelas dengan mommy waktu dulu. Dan sepupu nya tante Karin itu sahabat mommy. Jadi kita akhir nya sering hangout bareng deh!” cerita Evelyn. ”Semenjak itu kita dekat dan akhir nya sahabatan. Karena tante Karin juga, mommy dan daddy bisa ketemu.” lanjut wanita paruh baya tersebut.
”Wah! Udah kaya takdir aja ya mom. Mommy sahabatan sama mama Celine, dan aku sahabatan sama Celine, hahaha.” Viona tertawa karena takdir yang memepertemukan keluarga nya dan keluarga sahabat nya itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 157 Episodes
Comments