06. Di Rumah Saja

Hari ini Celine baru saja bangun dari tidur nya. Sejak kemarin dirinya lumayan kepikiran dengan sikap yang di tunjukkan oleh kakak sahabat nya, yang tak lain William. Meskipun begitu, Celine tetap mencoba untuk bersikap biasa nya saja.

”Kamu hari ini ada kegiatan apa sayang?” tanya Xavier yang baru saja duduk bergabung dengan putri semata wayang nya di meja makan.

”Aku masih belum ada kegiatan, pa. Masih ada satu teman bimbingan ku yang belum selesai mempresentasikan laporan magang nya. Jadi masih harus nunggu dia presentasi dulu.” jelas Celine pada papa tersayang nya itu.

”Hm, begitu. Memang nya harus menunggu teman kamu dulu ya, nak?” tanya pria paruh baya itu.

”Nggak juga sih pa, cuma aku mau barengan aja gitu. Rencana nya kalau besok teman ku belum presentasi juga, aku akan bimbingan sendiri aja pa.” jawab Celine setelah itu dia mengolesi roti dengan selai cokelat yang sudah di siapkan oleh bi Emi di atas meja makan.

”Ya sudah kalau mau kamu begitu.” Xavier mengangguk-anggukkan kepala nya.

”Mama lumayan kaget mendengar kamu sudah kenal dengan putra nya tante Eve,” Karina tiba-tiba bersuara.

”Iya, papa juga kaget.” Xavier menimpali sahutan istri nya.

”Aku dan kak William tidak terlalu dekat ma, pa. Aku hanya sekedar tau wajah kak William aja. Kami bahkan tidak pernah mengobrol,” jelas Celine pada kedua orangtua nya tersebut.

”Mama kira kalian pernah mengobrol,” gumam Karina yang masih terdengar oleh Celine dan Xavier. Celine yang mendengar gumaman sang mama hanya membalas dengan gelengan kepala.

Selanjutnya mereka hanya melanjutkan sarapan masing-masing dengan hikmat. Setelah selesai sarapan, Celine dan Karina mengantarkan Xavier ke depan pintu. Pria pruh baya itu berpamitan pada istri dan anak nya sebelum berangkat ke kantor nya, lalu segera berangkat ke kantor dengan sopir.

”Ma, aku ke kamar ya!” ujar Celine pada mama nya dan Karina menganggukkan kepala nya.

***

”Aku berangkat dulu ya mom, Vi.” pamit William pada sang mommy dan adik perempuan nya itu.

”Iya kak, hati-hati di jalan,” ucap Viona sambil melambaikan tangan nya pada sang kakak.

”Iya Will, hati-hati.” sahut Evelyn pada putra tampan nya itu. William menganggukkan kepala nya, lalu masuk ke dalam mobil nya dan melajukan mobil itu menuju kantor nya. Sementara Sean, pria paruh baya itu sudah berangkat lebih dulu ke kantor karena ada yang harus dikerjakan oleh nya.

Kedua wanita beda generasi itu masuk kembali menuju ruang tamu. Evelyn dan Viona duduk di sofa ruang tamu sambil menonton tayangan televisi di depan mereka. Kedua nya tampak sama-sama asik menikmati tontonan mereka.

”Mommy senang deh kamu dekat dengan Celine,” wanita paruh baya itu tiba-tiba berucap pada putri nya yang duduk di samping nya itu.

”Emang nya kenapa mom?” tanya Viona yang bingung dengan ucapan mommy nya.

”Ya senang aja Vi. Kamu sahabat dengan anak nya sahabat mommy,” jelas Evelyn agar putri nya itu tidak bingung.

”Hm, gitu mom. Aku dan Celine bisa dekat karena waktu itu dia pernah menolongku mom.” celetuk Viona sambil memakan buah pir yang ada di piring kecil menggunakan garpu.

”Oh ya!” sahut Evelyn yang lumayan penasaran dengan persahabatan anak bungsu nya itu.

”Iya mom. Celine mengantarkan desain yang sudah aku kerjakan ke ruang kelas ku. Waktu itu aku hampir terlambat masuk kelas jadi aku lari-lari sampai aku tertabrak oleh mahasiswa lain, dan membuat beberapa gambarku terjatuh. Aku pungut deh desain-desain nya, tapi ternyata desain final aku ketinggalan. Yang nemuin desain final aku itu, ya si Celine. Semenjak itu aku jadi sahabatan deh sama Celine, karena dia sudah menolong aku yang hampir aja kena omel dosen.” Viona menceritakan bagaimana hubungan persahabatan nya dengan Celine terjalin.

“Ohh begitu cerita nya.” Wanita paruh baya itu menganggukkan kepala nya.

”Aku juga baru tau kalau mommy dan tante Karin itu sahabatan,” ujar gadis itu sambil mengunyah

buah pir.

”Oh iya! Mommy gak pernah cerita ya,” balas Evelyn. Viona pun menganggukkan kepala nya.

”Tante Karin tuh dulu sering ke area kampus mommy. Karin itu punya sepupu perempuan yang satu kelas dengan mommy waktu dulu. Dan sepupu nya tante Karin itu sahabat mommy. Jadi kita akhir nya sering hangout bareng deh!” cerita Evelyn. ”Semenjak itu kita dekat dan akhir nya sahabatan. Karena tante Karin juga, mommy dan daddy bisa ketemu.” lanjut wanita paruh baya tersebut.

”Wah! Udah kaya takdir aja ya mom. Mommy sahabatan sama mama Celine, dan aku sahabatan sama Celine, hahaha.” Viona tertawa karena takdir yang memepertemukan keluarga nya dan keluarga sahabat nya itu.

Episodes
1 01. Pengenalan Karakter
2 02. Pagi Yang Cerah
3 03. Pertemuan
4 04. Pertemuan (2)
5 05. Makan Siang Bersama
6 06. Di Rumah Saja
7 07. Pergi Bersama
8 08. Belanja
9 09. Diantar Pulang
10 10. Ke Kampus
11 11. Makan Di Kantin
12 12. Makan Malam
13 13. Makan Malam (2)
14 14. Mangantarnya Pulang
15 15. Mulai Menyusun
16 16. Kehadiran Keluarganya
17 17. Canggung
18 18. Ke Perpustakaan
19 19. Bertemu
20 20. Bingung
21 21. Beneran
22 22. Kesal
23 23. Khawatir
24 24. Kenapa?
25 25. Pembicaraan Yang Mendebarkan
26 26. Panggil Daddy
27 27. Mengabaikan
28 28. Khawatir Lagi
29 29. Merasa Tidak Di Anggap
30 30. Tamu?
31 31. Jantung Yang Berdebar
32 32. Bimbingan
33 33. Informasi Dari Viona
34 34. Cerita atau tidak?
35 35. Cerita Viona kepada sang kakak
36 36. Kakak ipar?
37 37. Asal kalian bahagia
38 38. Tak bisa berkata-kata
39 39. Bukan salah kakak
40 40. Penjelasan dari William
41 41. Ikuti alurnya
42 42. Terlalu baik
43 43. Saling memberi semangat
44 44. Kamu tidak jahat
45 45. Siapa?
46 46. Kamu punya pacar gak?
47 47. Hubungan yang resmi
48 48. Rencana William
49 49. Bilang kalau kamu suka
50 50. Apartemen
51 51. Minum di gelas yang sama
52 52. Luar biasa indah
53 53. Lihat-lihat kantor William
54 54. Rumor yang tersebar
55 55. Percaya
56 56. Mesum
57 57. Melewati hari
58 58. Mengambil surat
59 59. Berhasil membuat Celine tidak jadi pulang
60 60. Jangan mau diperlakukan seperti itu
61 61. Memberikan surat
62 62. Lantai 33
63 63. Pokoknya makan siang bareng
64 64. Selesai ambil data
65 65. Hati dan pribadi yang baik
66 66. Tidak akan mengulanginya lagi
67 67. Tiba-tiba ada calon mertua
68 68. Suasana yang canggung
69 69. Apa yang disembunyikan
70 70. Mengingatkan
71 71. Sengaja membuat kesal
72 72. Sikap yang tidak sopan
73 73. Bisikan karyawan Willow Group
74 74. Peresmian Hotel
75 75. Pencemaran nama baik
76 76. Ngopi dulu
77 77. Cerita-cerita sama Felly dan Mira
78 78. Meragukan Celine?
79 79. Deep talk pasutri
80 80. Cintanya sama kakak
81 81. Percaya pada putra kita
82 82. Kok bisa?
83 83. Bagaimana keadaan Agnes?
84 84. Ke mall bersama calon besan
85 85. Saling memberi
86 86. Merasa bersalah
87 87. Celine kangen
88 88. Sidang di hari Jumat
89 89. Finally Sidang!
90 90. Bucket dari adik ipar
91 91. Jangan sembunyikan apapun
92 92. Mengapa menyembunyikannya?
93 93. Karena aku tahu
94 94. Bingung dengan sikap sang putri
95 95. Mencari tahu
96 96. Cerita atau tidak?
97 97. Keadaan Celine
98 98. Menahan rasa cemburu
99 99. Keadaan yang membaik
100 100. Jangan merasa bersalah
101 101. Rencana awal William
102 102. Grey
103 103. Grey (2)
104 104. Belanja untuk makan malam
105 105. Panggilan sayang
106 106. Wisuda
107 107. Kehadirannya
108 108. Merayakan wisuda bersama
109 109. Villa yang gelap
110 110. Di lamar?
111 111. Ancaman yang berhasil
112 112. Tawaran kerja di Foster Retail Group
113 113. Membahas acara pernikahan
114 114. Pertemuan di cafe
115 115. Membantu Dewi
116 116. Celine ngambek
117 117. Calon istri
118 118. Kegugupan Evelyn
119 119. Permintaan maaf William
120 120. Ke butik mom Eve
121 121. Ponsel siapa?
122 122. Mantan kekasihnya
123 123. Kembali mengulangnya
124 124. Main ke rumah nona muda Foster
125 125. Cemburu
126 126. Kepergian Agnes
127 127. Berdamai
128 128. Diantar pulang oleh Roy
129 129. Mendengar segala sedih yang dirasakannya
130 130. Wajah murung nona muda
131 131. Putri tersayang Xavier & Karina
132 132. Nasihat kedua orangtua
133 133. Saling meminta maaf
134 134. Cuddle?
135 135. Aku cemburu
136 136. H-1 Weeding Day
137 137. Gaun pernikahan
138 138. Tidak tenang dan gugup
139 139. Wedding Day William & Celine
140 140. Wedding Day (Part 2)
141 141. Ganti baju bersama
142 142. Resepsi
143 143. Malam pertama
144 144. Paris We're Coming!
145 145. Celine yang menggemaskan
146 146. Tiba di Paris
147 147. Wisata Sungai Seine
148 148. Uncle tampan
149 149. William sakit?
150 150. Takut
151 151. Hadiah terindah untuk keluarga
152 152. Bawaan bayi
153 153. Keputusan Xavier
154 154. Keuwuan Pakmil dan Bumil
155 155. Menuju kelahiran anak Celine dan William
156 156. Baby Boy!
157 157. Pengumuman
Episodes

Updated 157 Episodes

1
01. Pengenalan Karakter
2
02. Pagi Yang Cerah
3
03. Pertemuan
4
04. Pertemuan (2)
5
05. Makan Siang Bersama
6
06. Di Rumah Saja
7
07. Pergi Bersama
8
08. Belanja
9
09. Diantar Pulang
10
10. Ke Kampus
11
11. Makan Di Kantin
12
12. Makan Malam
13
13. Makan Malam (2)
14
14. Mangantarnya Pulang
15
15. Mulai Menyusun
16
16. Kehadiran Keluarganya
17
17. Canggung
18
18. Ke Perpustakaan
19
19. Bertemu
20
20. Bingung
21
21. Beneran
22
22. Kesal
23
23. Khawatir
24
24. Kenapa?
25
25. Pembicaraan Yang Mendebarkan
26
26. Panggil Daddy
27
27. Mengabaikan
28
28. Khawatir Lagi
29
29. Merasa Tidak Di Anggap
30
30. Tamu?
31
31. Jantung Yang Berdebar
32
32. Bimbingan
33
33. Informasi Dari Viona
34
34. Cerita atau tidak?
35
35. Cerita Viona kepada sang kakak
36
36. Kakak ipar?
37
37. Asal kalian bahagia
38
38. Tak bisa berkata-kata
39
39. Bukan salah kakak
40
40. Penjelasan dari William
41
41. Ikuti alurnya
42
42. Terlalu baik
43
43. Saling memberi semangat
44
44. Kamu tidak jahat
45
45. Siapa?
46
46. Kamu punya pacar gak?
47
47. Hubungan yang resmi
48
48. Rencana William
49
49. Bilang kalau kamu suka
50
50. Apartemen
51
51. Minum di gelas yang sama
52
52. Luar biasa indah
53
53. Lihat-lihat kantor William
54
54. Rumor yang tersebar
55
55. Percaya
56
56. Mesum
57
57. Melewati hari
58
58. Mengambil surat
59
59. Berhasil membuat Celine tidak jadi pulang
60
60. Jangan mau diperlakukan seperti itu
61
61. Memberikan surat
62
62. Lantai 33
63
63. Pokoknya makan siang bareng
64
64. Selesai ambil data
65
65. Hati dan pribadi yang baik
66
66. Tidak akan mengulanginya lagi
67
67. Tiba-tiba ada calon mertua
68
68. Suasana yang canggung
69
69. Apa yang disembunyikan
70
70. Mengingatkan
71
71. Sengaja membuat kesal
72
72. Sikap yang tidak sopan
73
73. Bisikan karyawan Willow Group
74
74. Peresmian Hotel
75
75. Pencemaran nama baik
76
76. Ngopi dulu
77
77. Cerita-cerita sama Felly dan Mira
78
78. Meragukan Celine?
79
79. Deep talk pasutri
80
80. Cintanya sama kakak
81
81. Percaya pada putra kita
82
82. Kok bisa?
83
83. Bagaimana keadaan Agnes?
84
84. Ke mall bersama calon besan
85
85. Saling memberi
86
86. Merasa bersalah
87
87. Celine kangen
88
88. Sidang di hari Jumat
89
89. Finally Sidang!
90
90. Bucket dari adik ipar
91
91. Jangan sembunyikan apapun
92
92. Mengapa menyembunyikannya?
93
93. Karena aku tahu
94
94. Bingung dengan sikap sang putri
95
95. Mencari tahu
96
96. Cerita atau tidak?
97
97. Keadaan Celine
98
98. Menahan rasa cemburu
99
99. Keadaan yang membaik
100
100. Jangan merasa bersalah
101
101. Rencana awal William
102
102. Grey
103
103. Grey (2)
104
104. Belanja untuk makan malam
105
105. Panggilan sayang
106
106. Wisuda
107
107. Kehadirannya
108
108. Merayakan wisuda bersama
109
109. Villa yang gelap
110
110. Di lamar?
111
111. Ancaman yang berhasil
112
112. Tawaran kerja di Foster Retail Group
113
113. Membahas acara pernikahan
114
114. Pertemuan di cafe
115
115. Membantu Dewi
116
116. Celine ngambek
117
117. Calon istri
118
118. Kegugupan Evelyn
119
119. Permintaan maaf William
120
120. Ke butik mom Eve
121
121. Ponsel siapa?
122
122. Mantan kekasihnya
123
123. Kembali mengulangnya
124
124. Main ke rumah nona muda Foster
125
125. Cemburu
126
126. Kepergian Agnes
127
127. Berdamai
128
128. Diantar pulang oleh Roy
129
129. Mendengar segala sedih yang dirasakannya
130
130. Wajah murung nona muda
131
131. Putri tersayang Xavier & Karina
132
132. Nasihat kedua orangtua
133
133. Saling meminta maaf
134
134. Cuddle?
135
135. Aku cemburu
136
136. H-1 Weeding Day
137
137. Gaun pernikahan
138
138. Tidak tenang dan gugup
139
139. Wedding Day William & Celine
140
140. Wedding Day (Part 2)
141
141. Ganti baju bersama
142
142. Resepsi
143
143. Malam pertama
144
144. Paris We're Coming!
145
145. Celine yang menggemaskan
146
146. Tiba di Paris
147
147. Wisata Sungai Seine
148
148. Uncle tampan
149
149. William sakit?
150
150. Takut
151
151. Hadiah terindah untuk keluarga
152
152. Bawaan bayi
153
153. Keputusan Xavier
154
154. Keuwuan Pakmil dan Bumil
155
155. Menuju kelahiran anak Celine dan William
156
156. Baby Boy!
157
157. Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!