Saat ini Celine dan Viona masih dalam peralanan menuju rumah Viona. Maklum saja kota tempat mereka tinggal ini merupakan kota metropolitan. Jadi di jam seperti ini tentu saja terjadi kemacetan di mana-mana.
”Kamu gak pernah marah sama Ariana ya Cel?” tanya Viona tiba-tiba saat mereka sedang terjebak di kemacetan.
”Ya ngapain aku marah kalau gak ada sebab nya, Vi.” balas Celine tanpa menoleh ke arah sahabat nya itu.
”Kamu terlalu mengiyakan semua yang di inginkan oleh Ariana, kaya tadi misal nya, kalau kamu gak mau untuk ikut ke acara fashion show aku, harus nya kamu bilang aja.” ucap Viona pada sang sahabat.
”Aku juga mau kok ikut acara fashion show kamu nanti, kamu kan juga sahabat aku Vi,” Celine menoleh ke arah Viona.
”Aku beneran gapapa kalau kamu gak ikut acara fashion show aku, lagian kamu bisa ikut acara fashion show aku yang lebih wah lagi,” sahut adik dari William itu.
”Aku gak langsung mengiyakan semua yang di inginkan oleh An kok, Vi. Aku kan tadi bilang kalau bisa, kalau gak bisa ya jangan di paksa,” jelas Celine yang masih dengan suara lembut nya.
”Hufth! yaudah lah,” balas Viona dengan pasrah. ”Kalau kamu butuh apapun itu, kamu bilang sama aku dan jangan pernah merasa tidak enak. Pokok nya hubungin aku kalau kamu ada masalah, atau kamu butuh teman curhat juga bilang aja sama aku, oke?” entah mengapa Viona merasa kurang suka dengan Ariana yang notaben nya merupakan teman dekat Celine.
”Iya Vi,” Celine mengiyakan saja walau dirinya sedikit bingung dengan sikap dari Viona yang tiba-tiba mengatakan hal tersebut.
Tak terasa, akhir nya mereka sampai di mansion utama keluarga Viona. Viona memasukkan mobil Celine ke garasi rumah nya. viona hanya merasa kalau sahabat nya itu pasti lelah setelah menempuh perjalanan yang membosankan karena mereka terjebak macet tadi.
”Ayo masuk!” ajak Viona.
”Gak usah Vi, aku langsung pulang aja,” ucap Celine yang melepas seatbelt nya.
”Udah masuk aja, kamu kasih salam dulu sama mommy dan daddy aku dulu.” kembali Viona mengajak gadis itu untuk ikut masuk ke dalam rumah nya.
”Oke deh,” Celine dan Viona pun turun dari mobil dan melangkah masuk ke dalam rumah keluraga Willow. Mereka di sambut oleh kepala pelayan yaitu pak Joni atau yang biasa di panggil pak Jo.
”Selamat datang non Vio dan non Celine,” sambut pak Jo dengan senyum ramah nya.
“Terimakasih pak,” sahut Celine dan juga Viona serentak.
Kedua nya kini menuju ruang tamu dimana William juga berada di sana. Celine merasa gugup setiap kali ada William. Gadis itu merasa canggung karena tatapan yang diberikan oleh pria tersebut padanya.
”Kakak baru pulang?” Viona menarik tangan Celine untuk ikut duduk di sofa ruang tamu.
”Iya, kalian darimana?” William balik bertanya dengan kemeja putih nya yang di gulung membuat nya semakin terlihat tampan meskipun sudah tidak berpenampilan rapih saat berangkat kerja tadi.
“Kita dari kampus kak,” jawab Viona sambil mencomot cemilan yang memang tersedia di meja ruang tamu rumah mereka.
“Bimbingan?” William menatap Celine yang masih diam saja.
“Iya kak,” jawab Celine kali ini.
William pun menganggukkan kepala nya. Viona menawarkan cemilan di tangan nya pada sang sahabat. Namun Celine mengelengkan kepala nya.
”Aku pulang aja ya,” bisik Celine pada Viona yang duduk di samping nya tersebut.
”Nanti aja,” jawab Viona dengan suara pelan nya. william hanya melihat kelakuan dua gadis yang tengah berbisik-bisik itu.
”Loh ada Celine! Kenapa gak panggil mama sih Vi!” ucap Evelyn yang baru saja datang dari arah kamar utama. wanita paruh baya itu berada di kamar nya saat kedatangan sang suami kembali ke rumah. Evelyn menyiapkan pakaian suami nya yang sedang mandi dan baru mengetahui kedatangan sahabat dari putri nya itu.
”Kamu makan malam di sini aja cantik” sahut Evelyn yang senang dengan kedatangan gadis cantik itu. Viona dan William pun langsung menatap Celine sampai membuat gadis itu gugup.
”I-iya tante,” jawab Celine sambil tersenyum.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 157 Episodes
Comments
Iqlima Al Jazira
crazy up donk thor
2024-06-03
0