17. Canggung

Selama perjalanan pulang Celine diam saja. Gadis itu memang biasa nya diam, tetapi kali ini gadis cantik itu sedang memikirkan banyak hal di dalam otak nya. xavier sebagai papa cukup khawatir melihat diam nya sang anak.

”Kamu kenapa sayang?” tanya Xavier dengan suara lembut pada putri tunggal nya.

”Ah aku gapapa pa,” jawab Celine sambil menunjukkan senyum nya.

”Apa kamu merasa terganggu dengan ucapan tante Eve?” tanya Karina langsung pada sang putri.

”Nggak kok ma,” Celine buru-buru menenangkan sang mama. ”Celine beneran gapapa ma, serius deh!” ucap Celine dengan senyum meyakinkan mama dan papa nya.

”Yaudah kalau memang gapapa, tante Eve dan om Sean itu hanya ingin William punya pacar, jadi dia mengatakan hal tersebut sama kamu sayang. jadi jangan jadi pikiran gitu ya sayang,” ucap Xavier menjelaskan.

”Iya pa, aku bukan kepikiran hal itu kok. Aku juga gak terbebani juga pa,” Celine sekali lagi berupaya menenangkan papa dan mama nya.

Kedua paruh baya itu pun meganggukkan kepala nya karena merasa yakin kalau putri nya tidak merasa terbebani dengan pembicaraan sahabat-sahabat nya itu. Tak terasa mereka sudah sampai di mansion utama. Mereka pun ke kamar masing-masing dan bersiap untuk segera tidur karena saat ini sudah jam 11 malam.

Sementara di dalam kamar William, terlihat pria itu sedang menatap langit malam yang bertabur bintang. Ya, pria tampan itu kini sedang duduk di balkon kamar nya menikmati pemandangan langit malam. Tiba-tiba saja suara ketukan pintu terdengar dari luar sana, membuat William memutar kepala nya melihat ke arah pintu.

Tok tok tok

William pun membuka pintu kamar nya. terlihat sang adik sedang berdiri di depan pintu kamar nya dengan dua cangkir coklat di tangan nya. william pun membuka pintu nya lebar mempersilahkan masuk sang adik.

”Ini buat kakak,” ucap Viona seraya menyodorkan satu cangkir cokelat panas pada kakak nya.

”Thanks,” gumam William yang masih di dengar Viona, gadis itu menganggukkan kepala nya lalu mendudukan diri nya di atas sofa yang tersedia di kamar kakak nya. Semua kamar di rumah nya memang ada sofa yang cukup di duduki untuk 4 orang dengan 1 meja di depan sofa tersebut.

”Kaya nya kakak banyak banget pikiran deh,” Viona memulai percakapan di keheningan malam ini.

”Nggak ah!” sangkal William pada adik nya.

”Aku tau kok kalau kakak suka sama sahabat cantik aku itu,” celetuk Viona lalu gadis itu menyeruput cokelat panas di cangkir nya.

”Sejak kapan kamu tau?” tanya William dengan santai karena memang dia sudah menyadari nya.

”Mungkin waktu kita makan siang bersama di restoran tante Karina waktu itu,” ucap Viona dengan ekspresi berpikir.

”Kakak kelihatan banget ya suka sama dia?” tanya William yang bingung karena keluarga nya bahkan saat ini sudah mengetahui bahwa dirinya menyukai gadis cantik itu.

”Bangetttt!” seru Viona.

”Biasa aja kali,” William terkekeh mendengar seruan adik nya itu.

”Tapi gapapa sih kakak tunjukin gitu, soal nya yang suka sama Celine tuh banyak kak. Bahkan udah banyak juga yang terang-terangan menyatakan perasaan mereka ke Celine,” ungkap Viona pada sang kakak.

”Dia memang gadis yang sangat menarik perhatian orang-orang,” lirih William yang masih di dengar adik perempuan nya.

”Apa yang kakak takutkan sih! Semua yang confess ke Celine itu kalah kalau dibandingkan sama kakak. Kakak ganteng, mapan, baik juga lagi. Udah pasti Celine lebih milih kakak lah, apalagi kakak pandai dalam berbisnis.” Viona tiba-tiba saja mengeluarkan pujian nya yang amat sangat langka itu.

”Kakak takut Celine jadi menjauh dari kakak. Karena omongan mommy dan daddy tadi bisa membuat kita berdua jadi canggung,” William mengakui apa yang dia khawatirkan saat ini.

”Kalau dia yang canggung ya biarin aja kak! Yang penting kakak pepet terusss!” seru Viona menyemangati kakak nya itu. ”Udah ya kak aku mau tidur. Ingat ya kak, pepet teruss!” gadis itu bangkit dari duduk nya dan segera keluar kamar kakak nya menuju ke kamar nya untuk istirahat karena hari sudah masuk tengah malam.

***

Flashback on

”Biasa aja dong lihat nya Will,” Sean meledek putra nya yang dengan intens memperhatikan setiap gerak gerik dari Celine. William yang mendengar ucapan daddy nya itu langsung mendadak gugup.

”Ekhem!” William berdeham guna menetralkan keterkejutan nya.

”Bilang dong sama mommy kalau kamu suka sama Celine. Kalau gitu kan mommy bisa lobby tante Karina. Biar kita pake jalur orang dalam aja Will,” Evelyn terkekeh melihat ekspresi wajah putra nya saat ini. William melotot karena ucapan sang mommy yang membuat nya semakin tidak bisa berkata apa-apa.

”Daddy sih senang kalau punya menantu kaya Celine, kalau mommy?” tanya Sean yang masih melanjutkan ledekan sang istri untuk anak sulung nya.

”Mommy juga senang banget kalau Celine jadi menantu keluarga kita dad,” jawab Evelyn dengan wajah sumringah.

”Hahaha, bisa aja kalian ini. Putri ku jadi malu kan,” balas Xavier sambil terkekeh karena melihat wajah putri tunggal nya sudah memerah karena malu.

Flashback off

Episodes
1 01. Pengenalan Karakter
2 02. Pagi Yang Cerah
3 03. Pertemuan
4 04. Pertemuan (2)
5 05. Makan Siang Bersama
6 06. Di Rumah Saja
7 07. Pergi Bersama
8 08. Belanja
9 09. Diantar Pulang
10 10. Ke Kampus
11 11. Makan Di Kantin
12 12. Makan Malam
13 13. Makan Malam (2)
14 14. Mangantarnya Pulang
15 15. Mulai Menyusun
16 16. Kehadiran Keluarganya
17 17. Canggung
18 18. Ke Perpustakaan
19 19. Bertemu
20 20. Bingung
21 21. Beneran
22 22. Kesal
23 23. Khawatir
24 24. Kenapa?
25 25. Pembicaraan Yang Mendebarkan
26 26. Panggil Daddy
27 27. Mengabaikan
28 28. Khawatir Lagi
29 29. Merasa Tidak Di Anggap
30 30. Tamu?
31 31. Jantung Yang Berdebar
32 32. Bimbingan
33 33. Informasi Dari Viona
34 34. Cerita atau tidak?
35 35. Cerita Viona kepada sang kakak
36 36. Kakak ipar?
37 37. Asal kalian bahagia
38 38. Tak bisa berkata-kata
39 39. Bukan salah kakak
40 40. Penjelasan dari William
41 41. Ikuti alurnya
42 42. Terlalu baik
43 43. Saling memberi semangat
44 44. Kamu tidak jahat
45 45. Siapa?
46 46. Kamu punya pacar gak?
47 47. Hubungan yang resmi
48 48. Rencana William
49 49. Bilang kalau kamu suka
50 50. Apartemen
51 51. Minum di gelas yang sama
52 52. Luar biasa indah
53 53. Lihat-lihat kantor William
54 54. Rumor yang tersebar
55 55. Percaya
56 56. Mesum
57 57. Melewati hari
58 58. Mengambil surat
59 59. Berhasil membuat Celine tidak jadi pulang
60 60. Jangan mau diperlakukan seperti itu
61 61. Memberikan surat
62 62. Lantai 33
63 63. Pokoknya makan siang bareng
64 64. Selesai ambil data
65 65. Hati dan pribadi yang baik
66 66. Tidak akan mengulanginya lagi
67 67. Tiba-tiba ada calon mertua
68 68. Suasana yang canggung
69 69. Apa yang disembunyikan
70 70. Mengingatkan
71 71. Sengaja membuat kesal
72 72. Sikap yang tidak sopan
73 73. Bisikan karyawan Willow Group
74 74. Peresmian Hotel
75 75. Pencemaran nama baik
76 76. Ngopi dulu
77 77. Cerita-cerita sama Felly dan Mira
78 78. Meragukan Celine?
79 79. Deep talk pasutri
80 80. Cintanya sama kakak
81 81. Percaya pada putra kita
82 82. Kok bisa?
83 83. Bagaimana keadaan Agnes?
84 84. Ke mall bersama calon besan
85 85. Saling memberi
86 86. Merasa bersalah
87 87. Celine kangen
88 88. Sidang di hari Jumat
89 89. Finally Sidang!
90 90. Bucket dari adik ipar
91 91. Jangan sembunyikan apapun
92 92. Mengapa menyembunyikannya?
93 93. Karena aku tahu
94 94. Bingung dengan sikap sang putri
95 95. Mencari tahu
96 96. Cerita atau tidak?
97 97. Keadaan Celine
98 98. Menahan rasa cemburu
99 99. Keadaan yang membaik
100 100. Jangan merasa bersalah
101 101. Rencana awal William
102 102. Grey
103 103. Grey (2)
104 104. Belanja untuk makan malam
105 105. Panggilan sayang
106 106. Wisuda
107 107. Kehadirannya
108 108. Merayakan wisuda bersama
109 109. Villa yang gelap
110 110. Di lamar?
111 111. Ancaman yang berhasil
112 112. Tawaran kerja di Foster Retail Group
113 113. Membahas acara pernikahan
114 114. Pertemuan di cafe
115 115. Membantu Dewi
116 116. Celine ngambek
117 117. Calon istri
118 118. Kegugupan Evelyn
119 119. Permintaan maaf William
120 120. Ke butik mom Eve
121 121. Ponsel siapa?
122 122. Mantan kekasihnya
123 123. Kembali mengulangnya
124 124. Main ke rumah nona muda Foster
125 125. Cemburu
126 126. Kepergian Agnes
127 127. Berdamai
128 128. Diantar pulang oleh Roy
129 129. Mendengar segala sedih yang dirasakannya
130 130. Wajah murung nona muda
131 131. Putri tersayang Xavier & Karina
132 132. Nasihat kedua orangtua
133 133. Saling meminta maaf
134 134. Cuddle?
135 135. Aku cemburu
136 136. H-1 Weeding Day
137 137. Gaun pernikahan
138 138. Tidak tenang dan gugup
139 139. Wedding Day William & Celine
140 140. Wedding Day (Part 2)
141 141. Ganti baju bersama
142 142. Resepsi
143 143. Malam pertama
144 144. Paris We're Coming!
145 145. Celine yang menggemaskan
146 146. Tiba di Paris
147 147. Wisata Sungai Seine
148 148. Uncle tampan
149 149. William sakit?
150 150. Takut
151 151. Hadiah terindah untuk keluarga
152 152. Bawaan bayi
153 153. Keputusan Xavier
154 154. Keuwuan Pakmil dan Bumil
155 155. Menuju kelahiran anak Celine dan William
156 156. Baby Boy!
157 157. Pengumuman
Episodes

Updated 157 Episodes

1
01. Pengenalan Karakter
2
02. Pagi Yang Cerah
3
03. Pertemuan
4
04. Pertemuan (2)
5
05. Makan Siang Bersama
6
06. Di Rumah Saja
7
07. Pergi Bersama
8
08. Belanja
9
09. Diantar Pulang
10
10. Ke Kampus
11
11. Makan Di Kantin
12
12. Makan Malam
13
13. Makan Malam (2)
14
14. Mangantarnya Pulang
15
15. Mulai Menyusun
16
16. Kehadiran Keluarganya
17
17. Canggung
18
18. Ke Perpustakaan
19
19. Bertemu
20
20. Bingung
21
21. Beneran
22
22. Kesal
23
23. Khawatir
24
24. Kenapa?
25
25. Pembicaraan Yang Mendebarkan
26
26. Panggil Daddy
27
27. Mengabaikan
28
28. Khawatir Lagi
29
29. Merasa Tidak Di Anggap
30
30. Tamu?
31
31. Jantung Yang Berdebar
32
32. Bimbingan
33
33. Informasi Dari Viona
34
34. Cerita atau tidak?
35
35. Cerita Viona kepada sang kakak
36
36. Kakak ipar?
37
37. Asal kalian bahagia
38
38. Tak bisa berkata-kata
39
39. Bukan salah kakak
40
40. Penjelasan dari William
41
41. Ikuti alurnya
42
42. Terlalu baik
43
43. Saling memberi semangat
44
44. Kamu tidak jahat
45
45. Siapa?
46
46. Kamu punya pacar gak?
47
47. Hubungan yang resmi
48
48. Rencana William
49
49. Bilang kalau kamu suka
50
50. Apartemen
51
51. Minum di gelas yang sama
52
52. Luar biasa indah
53
53. Lihat-lihat kantor William
54
54. Rumor yang tersebar
55
55. Percaya
56
56. Mesum
57
57. Melewati hari
58
58. Mengambil surat
59
59. Berhasil membuat Celine tidak jadi pulang
60
60. Jangan mau diperlakukan seperti itu
61
61. Memberikan surat
62
62. Lantai 33
63
63. Pokoknya makan siang bareng
64
64. Selesai ambil data
65
65. Hati dan pribadi yang baik
66
66. Tidak akan mengulanginya lagi
67
67. Tiba-tiba ada calon mertua
68
68. Suasana yang canggung
69
69. Apa yang disembunyikan
70
70. Mengingatkan
71
71. Sengaja membuat kesal
72
72. Sikap yang tidak sopan
73
73. Bisikan karyawan Willow Group
74
74. Peresmian Hotel
75
75. Pencemaran nama baik
76
76. Ngopi dulu
77
77. Cerita-cerita sama Felly dan Mira
78
78. Meragukan Celine?
79
79. Deep talk pasutri
80
80. Cintanya sama kakak
81
81. Percaya pada putra kita
82
82. Kok bisa?
83
83. Bagaimana keadaan Agnes?
84
84. Ke mall bersama calon besan
85
85. Saling memberi
86
86. Merasa bersalah
87
87. Celine kangen
88
88. Sidang di hari Jumat
89
89. Finally Sidang!
90
90. Bucket dari adik ipar
91
91. Jangan sembunyikan apapun
92
92. Mengapa menyembunyikannya?
93
93. Karena aku tahu
94
94. Bingung dengan sikap sang putri
95
95. Mencari tahu
96
96. Cerita atau tidak?
97
97. Keadaan Celine
98
98. Menahan rasa cemburu
99
99. Keadaan yang membaik
100
100. Jangan merasa bersalah
101
101. Rencana awal William
102
102. Grey
103
103. Grey (2)
104
104. Belanja untuk makan malam
105
105. Panggilan sayang
106
106. Wisuda
107
107. Kehadirannya
108
108. Merayakan wisuda bersama
109
109. Villa yang gelap
110
110. Di lamar?
111
111. Ancaman yang berhasil
112
112. Tawaran kerja di Foster Retail Group
113
113. Membahas acara pernikahan
114
114. Pertemuan di cafe
115
115. Membantu Dewi
116
116. Celine ngambek
117
117. Calon istri
118
118. Kegugupan Evelyn
119
119. Permintaan maaf William
120
120. Ke butik mom Eve
121
121. Ponsel siapa?
122
122. Mantan kekasihnya
123
123. Kembali mengulangnya
124
124. Main ke rumah nona muda Foster
125
125. Cemburu
126
126. Kepergian Agnes
127
127. Berdamai
128
128. Diantar pulang oleh Roy
129
129. Mendengar segala sedih yang dirasakannya
130
130. Wajah murung nona muda
131
131. Putri tersayang Xavier & Karina
132
132. Nasihat kedua orangtua
133
133. Saling meminta maaf
134
134. Cuddle?
135
135. Aku cemburu
136
136. H-1 Weeding Day
137
137. Gaun pernikahan
138
138. Tidak tenang dan gugup
139
139. Wedding Day William & Celine
140
140. Wedding Day (Part 2)
141
141. Ganti baju bersama
142
142. Resepsi
143
143. Malam pertama
144
144. Paris We're Coming!
145
145. Celine yang menggemaskan
146
146. Tiba di Paris
147
147. Wisata Sungai Seine
148
148. Uncle tampan
149
149. William sakit?
150
150. Takut
151
151. Hadiah terindah untuk keluarga
152
152. Bawaan bayi
153
153. Keputusan Xavier
154
154. Keuwuan Pakmil dan Bumil
155
155. Menuju kelahiran anak Celine dan William
156
156. Baby Boy!
157
157. Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!