Setelah makan malam selesai, Celine pun langsung pulang karena hari sudah malam. Gadis itu berterimakasih atas makan malam yang di berikan oleh keluarga sahabat nya itu.
”Sebaiknya kamu di antar sama William aja ya Cel,” Evelyn memberikan perintah pada putra nya itu.
”Gak usah tante, lagipula aku bawa mobil kok,” sahut Celine dengan kedua tangan yang berpose menolak.
”Gapapa, nanti pulang nya William naik taksi. Mau kan Will?” tanya Evelyn pada sang putra.
”Iya mom,” jawab William, Viona yang mendengar jawaban sang kakak langsung mengulum senyum nya dan menyenggol lengan kakak nya yang memang berdiri di samping nya. william hanya memelototkan mata nya seolah berkata, ’Jangan rese!’.
”Ayo!” ajak William langsung merampas kunci mobil yang sejak tadi di pegang oleh Celine.
”I-iya kak, aku pamit ya om, tante, Vi.” pamit Celine pada mereka semua.
”Hati-hati ya,” Viona dan Evelyn berucap. Sementara Sean hanya menganggukkan kepala nya sambil tersenyum.
Saat ini William dan Celine sudah berada di dalam mobil. Celine pun duduk di samping William, karena pria itu lah yang akan menyetir mobil nya. Mereka sama-sama mengenakan seatbelt dan William mengklakson untuk pamit pada keluarga nya yang masih berdiri di depan pintu rumah nya.
“Gimana dengan kuliah kamu?” tanya William saat mobil yang di kendarai nya keluar dari komplek perumahan mansion utama.
”Baik kak, tadi aku bimbingan pertama di kampus.” jawab Celine sekena nya.
”Kalau ada yang buat kamu bingung, kamu bisa tanya sama aku.” pria tampan itu tiba-tiba saja menawarkan bantuan nya pada gadis cantik di samping nya.
”Iya kak,” jawab Celine sambil tersenyum. William menoleh dan membalas senyum gadis yang duduk di samping nya.
”Apa kamu sudah mendapatkan pacar yang pandai berbisnis?” tanya William.
Celine cukup terkejut dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh kakak dari sahabat nya itu. ”Belum kak, mungkin nanti saja kak. Lagipula aku mau fokus menyelesaikan kuliah aku dulu kak.” jawab Celine sesuai dengan apa yang dia rasakan di dalam hati nya.
“Begitu,” sahut William sambil menganggukkan kepala nya. ”Memang sebaiknya kamu fokus dengan pendidikan kamu dulu sih,” lanjut pria tampan itu.
”Betul itu kak,” Celine juga setuju dengan ucapan William.
“Aku mau tanya sesuatu ke kamu, boleh?” tuan muda Willow meminta izin untuk bertanya pada gadis di samping nya.
“Boleh kak,” Celine memberikan izin.
“Kalau ada pria dengan usia 5 tahun di atas kamu, dan pria itu ingin punya hubungan serius dengan kamu, apa kamu akan menerima nya?” tanya William dengan jantung yang berdegup kencang.
”Hmmm, kalau menurut ku pria itu baik, aku rasa tidak salah jika aku menerima nya kan.” jawab Celine dengan wajah yang bingung. Raut wajah Celine yang seperti itu benar-benar membuat William sangat gemas sampai ingin mencubit pipi gadis itu.
“Iya kamu benar,” William tersenyum tipis dengan jawaban Celine.
Tak terasa mereka sudah sampai di mansion utama keluarga Celine. William pun memarkirkan mobil gadis itu ke dalam parkiran mobil yang tersedia di mansion keluarga tersebut. kedua nya keluar dari dalam mobil. Terlihat di depan pintu Karina dan Xavier sudah sangat menanti kedatangan putri mereka.
”Kamu darimana aja sayang?” tanya Karina dengan raut wajah khawatir.
”Maaf ma, aku lupa kabarin mama dan papa,” putri tunggal keluarga Foster itu meminta maaf terlebih dulu kepada kedua orangtua nya.
”Celine makan malam di rumah kami om, tante.” William memberitahu kemana saja Celine pergi.
“Astaga! Om kira dia kemana, Will. Maaf ya Will, kami memang suka khawatir kalau Celine belum pulang jam segini tanpa mengabari. ” ucap Xavier pada putra sahabat nya itu.
William pun tersenyum dan menganggukkan kepala nya, ”Gapapa om, kalau gitu aku pamit pulang dulu ya om, tante, Cel.” pamit William.
”Kamu gak mampir dulu Will?” tawar Karina.
”Lain kali aja tan,” balas William. Karina dan Xavier pun menganggukkan kepala nya.
”Makasih udah antar aku pulang ya kak, kakak hati-hati di jalan.” ucap Celine dengan senyum tulus nya.
”Kamu harus traktir aku makan, aku pulang dulu ya.” sahut William, lalu pria itu pulang karena dia juga sudah memesan taksi.
”Terimakasih dan hati-hati di jalan Will,” sahut Xavier.
”Iya om,” sahut William. Pria itu pun masuk ke dalam taksi yang sudah di pesannya. Taksi pun pergi menjauhi kediaman keluarga Celine itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 157 Episodes
Comments