18. Ke Perpustakaan

Pagi ini Celine sudah rapih karena akan pergi ke perpustakaan nasional. Meski bisa membeli buku-buku melalui online, gadis cantik itu tetap ingin pergi ke perpustakaan untuk belajar di sana. Suasana hening memang perpustakaan tempat nya.

”Wah! Udah cantik aja nih anak mama,” ucap Karina pada sang putri.

”Hehehe iya dong ma. Oh iya! Aku kaya nya pulang sore hari ini ma,” beritahu Celine pada kedua orangtua nya yang saat ini masih menikmati sarapan di atas meja makan.

”Iya sayang gapapa. Mama hari ini mau ke restoran juga,” ucap Karina pada sang putri. Sementara Xavier, pria paruh baya itu memang sudah mengetahui bahwa sang istri akan pergi ke restoran lagi.

”Okey ma,” Celine menyahut dengan senyum manis.

Keluarga kecil itu pun menikmati sarapan mereka dengan tenang setelah perbincangan singkat tersebut. setelah itu semua nya berangkat menggunakan kendaraan masing-masing. Karina juga menggunakan mobil nya karena sang suami akan rapat dengan klien nya di jam 3 nanti, jadi wanita paruh baya itu tidak bisa ikut naik mobil suami nya itu.

Setelah menempuh perjalanan hampir 1 jam, akhir nya Celine sampai di perpustakaan nasional. Selanjutnya gadis itu langsung menuju lantai 12 untuk mencari buku-buku yang akan dijadikan referensi skripsi nya.

Celine pun menghabiskan waktu nya di perpustakaan, saat jam makan siang, gadis itu pergi membeli makanan. Setelah makan siang sebentar, Celine kembali ke perpustakaan dan kembali belajar serta menyusun bab 1 skripsi nya.

***

Di dalam kantor nya, terlihat William baru saja menyelesaikan rapat yang diadakan di kantor nya. pria itu sedang menunggu makan siang nya di antar oleh sang asisten yang tak lain Roy. William terlihat sedang merenung seolah memikirkan sesuatu hal yang berat hingga tiba-tiba saja pintu ruangan nya di ketuk oleh orang dari luar.

Tok tok tok

”Dad,” ucap William langsung bangkit dari kursi kerja nya dan menghampiri sang daddy yang melangkah masuk ke dalam ruangan nya itu.

”Ada yang mau daddy bicarakan dengan kamu,” ucap Sean pada anak sulung nya tersebut.

William pun mengambil ponsel nya dan meminta Roy untuk tidak masuk ke ruangan nya sebelum dirinya yang meminta untuk masuk. Setela memberi pesan kepada asisten nya, tuan muda keluarga Willow itu menatap sang daddy.

”Silahkan dad,” sahut William.

”Apa kamu menyukai Celine?” tanya pria paruh baya itu dengan raut wajah yang serius.

William menganggukkan kepala nya mengakui bahwa dirinya menyukai gadis mungil itu. ”Iya dad,” ucap William dengan tegas dan yakin pada sang daddy.

”Kalau begitu kejar dia Will,” seru Sean. ”Tapi ingat! Jangan pernah menyakiti Celine, karena Celine sudah daddy anggap seperti putri daddy sendiri dan jangan terburu-buru. Pelan-pelan saja.” Sean memberi peringatan pada putra nya. William yang mendengar ucapan sang daddy langsung mengembangkan senyum nya dengan lebar.

”Iya dad, tapi aku takut Celine jadi canggung karena omongan saat makan malam kemarin,” William mengakui kekhawatiran nya pada daddy nya itu.

”Wajar kalau canggung Will, yang penting kamu beneran suka dan mau serius sama Celine. Usaha aja dulu,” ucap Sean yang terus memberi dukungan.

”Oke dad, thanks udah mau dengar kekhawatiran ku,” William berterimakasih pada pria paruh baya yang merupakan daddy nya.

Sean pun menganggukkan kepala nya, ”Daddy kembali ke ruangan dulu,” ucap pria paruh baya itu, lalu Sean langsung keluar dari ruangan sang putra dan menuju ke ruangan nya untuk kembali melanjutkan pekerjaan nya.

Roy yang melihat tuan besar nya sudah keluar dari ruangan tuan muda pun langsung mengetuk pintu ruangan William untuk mengantarkan makan siang untuk tuan muda nya.

Tok tok tok

”Masuk!” sahut William dari dalam ruangan nya.

”Tuan muda ini makan siang untuk anda,” ucap Roy.

”Terimakasih Roy, kamu juga sebaiknya makan siang,” William memberikan saran.

”Baik tuan muda, kalau begitu saya permisi,” pamit Roy lalu pria itu membungkukan kepala nya dan keluar dari ruangan tuan muda nya. Pria muda itu pun memakan di kantin kantor yang memang tersedia untuk para karyawan di kantor. Di dalam ruangan nya, William juga menikmati makan siang nya.

Episodes
1 01. Pengenalan Karakter
2 02. Pagi Yang Cerah
3 03. Pertemuan
4 04. Pertemuan (2)
5 05. Makan Siang Bersama
6 06. Di Rumah Saja
7 07. Pergi Bersama
8 08. Belanja
9 09. Diantar Pulang
10 10. Ke Kampus
11 11. Makan Di Kantin
12 12. Makan Malam
13 13. Makan Malam (2)
14 14. Mangantarnya Pulang
15 15. Mulai Menyusun
16 16. Kehadiran Keluarganya
17 17. Canggung
18 18. Ke Perpustakaan
19 19. Bertemu
20 20. Bingung
21 21. Beneran
22 22. Kesal
23 23. Khawatir
24 24. Kenapa?
25 25. Pembicaraan Yang Mendebarkan
26 26. Panggil Daddy
27 27. Mengabaikan
28 28. Khawatir Lagi
29 29. Merasa Tidak Di Anggap
30 30. Tamu?
31 31. Jantung Yang Berdebar
32 32. Bimbingan
33 33. Informasi Dari Viona
34 34. Cerita atau tidak?
35 35. Cerita Viona kepada sang kakak
36 36. Kakak ipar?
37 37. Asal kalian bahagia
38 38. Tak bisa berkata-kata
39 39. Bukan salah kakak
40 40. Penjelasan dari William
41 41. Ikuti alurnya
42 42. Terlalu baik
43 43. Saling memberi semangat
44 44. Kamu tidak jahat
45 45. Siapa?
46 46. Kamu punya pacar gak?
47 47. Hubungan yang resmi
48 48. Rencana William
49 49. Bilang kalau kamu suka
50 50. Apartemen
51 51. Minum di gelas yang sama
52 52. Luar biasa indah
53 53. Lihat-lihat kantor William
54 54. Rumor yang tersebar
55 55. Percaya
56 56. Mesum
57 57. Melewati hari
58 58. Mengambil surat
59 59. Berhasil membuat Celine tidak jadi pulang
60 60. Jangan mau diperlakukan seperti itu
61 61. Memberikan surat
62 62. Lantai 33
63 63. Pokoknya makan siang bareng
64 64. Selesai ambil data
65 65. Hati dan pribadi yang baik
66 66. Tidak akan mengulanginya lagi
67 67. Tiba-tiba ada calon mertua
68 68. Suasana yang canggung
69 69. Apa yang disembunyikan
70 70. Mengingatkan
71 71. Sengaja membuat kesal
72 72. Sikap yang tidak sopan
73 73. Bisikan karyawan Willow Group
74 74. Peresmian Hotel
75 75. Pencemaran nama baik
76 76. Ngopi dulu
77 77. Cerita-cerita sama Felly dan Mira
78 78. Meragukan Celine?
79 79. Deep talk pasutri
80 80. Cintanya sama kakak
81 81. Percaya pada putra kita
82 82. Kok bisa?
83 83. Bagaimana keadaan Agnes?
84 84. Ke mall bersama calon besan
85 85. Saling memberi
86 86. Merasa bersalah
87 87. Celine kangen
88 88. Sidang di hari Jumat
89 89. Finally Sidang!
90 90. Bucket dari adik ipar
91 91. Jangan sembunyikan apapun
92 92. Mengapa menyembunyikannya?
93 93. Karena aku tahu
94 94. Bingung dengan sikap sang putri
95 95. Mencari tahu
96 96. Cerita atau tidak?
97 97. Keadaan Celine
98 98. Menahan rasa cemburu
99 99. Keadaan yang membaik
100 100. Jangan merasa bersalah
101 101. Rencana awal William
102 102. Grey
103 103. Grey (2)
104 104. Belanja untuk makan malam
105 105. Panggilan sayang
106 106. Wisuda
107 107. Kehadirannya
108 108. Merayakan wisuda bersama
109 109. Villa yang gelap
110 110. Di lamar?
111 111. Ancaman yang berhasil
112 112. Tawaran kerja di Foster Retail Group
113 113. Membahas acara pernikahan
114 114. Pertemuan di cafe
115 115. Membantu Dewi
116 116. Celine ngambek
117 117. Calon istri
118 118. Kegugupan Evelyn
119 119. Permintaan maaf William
120 120. Ke butik mom Eve
121 121. Ponsel siapa?
122 122. Mantan kekasihnya
123 123. Kembali mengulangnya
124 124. Main ke rumah nona muda Foster
125 125. Cemburu
126 126. Kepergian Agnes
127 127. Berdamai
128 128. Diantar pulang oleh Roy
129 129. Mendengar segala sedih yang dirasakannya
130 130. Wajah murung nona muda
131 131. Putri tersayang Xavier & Karina
132 132. Nasihat kedua orangtua
133 133. Saling meminta maaf
134 134. Cuddle?
135 135. Aku cemburu
136 136. H-1 Weeding Day
137 137. Gaun pernikahan
138 138. Tidak tenang dan gugup
139 139. Wedding Day William & Celine
140 140. Wedding Day (Part 2)
141 141. Ganti baju bersama
142 142. Resepsi
143 143. Malam pertama
144 144. Paris We're Coming!
145 145. Celine yang menggemaskan
146 146. Tiba di Paris
147 147. Wisata Sungai Seine
148 148. Uncle tampan
149 149. William sakit?
150 150. Takut
151 151. Hadiah terindah untuk keluarga
152 152. Bawaan bayi
153 153. Keputusan Xavier
154 154. Keuwuan Pakmil dan Bumil
155 155. Menuju kelahiran anak Celine dan William
156 156. Baby Boy!
157 157. Pengumuman
Episodes

Updated 157 Episodes

1
01. Pengenalan Karakter
2
02. Pagi Yang Cerah
3
03. Pertemuan
4
04. Pertemuan (2)
5
05. Makan Siang Bersama
6
06. Di Rumah Saja
7
07. Pergi Bersama
8
08. Belanja
9
09. Diantar Pulang
10
10. Ke Kampus
11
11. Makan Di Kantin
12
12. Makan Malam
13
13. Makan Malam (2)
14
14. Mangantarnya Pulang
15
15. Mulai Menyusun
16
16. Kehadiran Keluarganya
17
17. Canggung
18
18. Ke Perpustakaan
19
19. Bertemu
20
20. Bingung
21
21. Beneran
22
22. Kesal
23
23. Khawatir
24
24. Kenapa?
25
25. Pembicaraan Yang Mendebarkan
26
26. Panggil Daddy
27
27. Mengabaikan
28
28. Khawatir Lagi
29
29. Merasa Tidak Di Anggap
30
30. Tamu?
31
31. Jantung Yang Berdebar
32
32. Bimbingan
33
33. Informasi Dari Viona
34
34. Cerita atau tidak?
35
35. Cerita Viona kepada sang kakak
36
36. Kakak ipar?
37
37. Asal kalian bahagia
38
38. Tak bisa berkata-kata
39
39. Bukan salah kakak
40
40. Penjelasan dari William
41
41. Ikuti alurnya
42
42. Terlalu baik
43
43. Saling memberi semangat
44
44. Kamu tidak jahat
45
45. Siapa?
46
46. Kamu punya pacar gak?
47
47. Hubungan yang resmi
48
48. Rencana William
49
49. Bilang kalau kamu suka
50
50. Apartemen
51
51. Minum di gelas yang sama
52
52. Luar biasa indah
53
53. Lihat-lihat kantor William
54
54. Rumor yang tersebar
55
55. Percaya
56
56. Mesum
57
57. Melewati hari
58
58. Mengambil surat
59
59. Berhasil membuat Celine tidak jadi pulang
60
60. Jangan mau diperlakukan seperti itu
61
61. Memberikan surat
62
62. Lantai 33
63
63. Pokoknya makan siang bareng
64
64. Selesai ambil data
65
65. Hati dan pribadi yang baik
66
66. Tidak akan mengulanginya lagi
67
67. Tiba-tiba ada calon mertua
68
68. Suasana yang canggung
69
69. Apa yang disembunyikan
70
70. Mengingatkan
71
71. Sengaja membuat kesal
72
72. Sikap yang tidak sopan
73
73. Bisikan karyawan Willow Group
74
74. Peresmian Hotel
75
75. Pencemaran nama baik
76
76. Ngopi dulu
77
77. Cerita-cerita sama Felly dan Mira
78
78. Meragukan Celine?
79
79. Deep talk pasutri
80
80. Cintanya sama kakak
81
81. Percaya pada putra kita
82
82. Kok bisa?
83
83. Bagaimana keadaan Agnes?
84
84. Ke mall bersama calon besan
85
85. Saling memberi
86
86. Merasa bersalah
87
87. Celine kangen
88
88. Sidang di hari Jumat
89
89. Finally Sidang!
90
90. Bucket dari adik ipar
91
91. Jangan sembunyikan apapun
92
92. Mengapa menyembunyikannya?
93
93. Karena aku tahu
94
94. Bingung dengan sikap sang putri
95
95. Mencari tahu
96
96. Cerita atau tidak?
97
97. Keadaan Celine
98
98. Menahan rasa cemburu
99
99. Keadaan yang membaik
100
100. Jangan merasa bersalah
101
101. Rencana awal William
102
102. Grey
103
103. Grey (2)
104
104. Belanja untuk makan malam
105
105. Panggilan sayang
106
106. Wisuda
107
107. Kehadirannya
108
108. Merayakan wisuda bersama
109
109. Villa yang gelap
110
110. Di lamar?
111
111. Ancaman yang berhasil
112
112. Tawaran kerja di Foster Retail Group
113
113. Membahas acara pernikahan
114
114. Pertemuan di cafe
115
115. Membantu Dewi
116
116. Celine ngambek
117
117. Calon istri
118
118. Kegugupan Evelyn
119
119. Permintaan maaf William
120
120. Ke butik mom Eve
121
121. Ponsel siapa?
122
122. Mantan kekasihnya
123
123. Kembali mengulangnya
124
124. Main ke rumah nona muda Foster
125
125. Cemburu
126
126. Kepergian Agnes
127
127. Berdamai
128
128. Diantar pulang oleh Roy
129
129. Mendengar segala sedih yang dirasakannya
130
130. Wajah murung nona muda
131
131. Putri tersayang Xavier & Karina
132
132. Nasihat kedua orangtua
133
133. Saling meminta maaf
134
134. Cuddle?
135
135. Aku cemburu
136
136. H-1 Weeding Day
137
137. Gaun pernikahan
138
138. Tidak tenang dan gugup
139
139. Wedding Day William & Celine
140
140. Wedding Day (Part 2)
141
141. Ganti baju bersama
142
142. Resepsi
143
143. Malam pertama
144
144. Paris We're Coming!
145
145. Celine yang menggemaskan
146
146. Tiba di Paris
147
147. Wisata Sungai Seine
148
148. Uncle tampan
149
149. William sakit?
150
150. Takut
151
151. Hadiah terindah untuk keluarga
152
152. Bawaan bayi
153
153. Keputusan Xavier
154
154. Keuwuan Pakmil dan Bumil
155
155. Menuju kelahiran anak Celine dan William
156
156. Baby Boy!
157
157. Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!