Setelah menghabiskan waktu setengah hari dengan mommy nya, Viona merasa bosan berada di rumah nya. Gadis itu pun menghubungi Celine untuk pergi bersama dengan sahabat nya itu.
”Hallo Vi,” Celine mengangkat telepon dari Viona.
”Hai Cel, kamu sibuk gak?” tanya Viona to the point.
“Nggak Vi, kenapa?”Celine balik bertanya.
”Kita jalan yuk!”ajak Viona dengan suara nya yang terdengar ceria.
”Oke Vi, aku siap-siap dulu ya,”sahut Celine di seberang sana.
Setelah itu telepon mati, Viona pun segera bergegas mengganti pakaian nya dan memakai sunscreen karena mereka akan keluar rumah. setelah selesai bersiap-siap, gadis itu menuju taman untuk berpamitan dengan mommy nya.
”Mom, aku pamit mau pergi ke luar sama Celine ya,” pamit Viona pada mommy nya yang sedang merawat tanaman nya itu.
”Iya sayang, hati-hati di jalan ya. Mommy titip salam sama Celine ya,” ujar Evelyn mengizinkan putri nya pergi ke luar.
”Okey mom,” setelah itu Viona keluar menuju parkiran mobil dan segera melajukan mobil nya menuju rumah Celine.
***
Tok tok tok
”Masuk ma!” teriak Celine dari dalam kamar nya.
”Sayang, ini ada Viona,” Karina membuka pintu kamar putri tunggal nya. ”Masuk saja Vio,” ucap Karina pada putri sahabat nya itu.
”Terimakasih tante,” di balas anggukkan kepala dan senyuman oleh Karina. Wanita paruh baya itu pun menutup pintu kamar putri nya setelah Viona masuk ke dalam kamar tersebut.
”Kamu kok datang ke rumah aku!” Celine kaget dengan kedatangan sahabat nya di rumah nya itu.
”Aku emang niat mau jemput kamu, hehehe” Viona terkekeh melihat ekspresi terkejut sahabat nya.
”Yaudah ayo berangkat!” ajak Celine yang sudah selesai bersiap-siap.
“Oke, let’s go.” balas Vio dengan suara ceria nya. Celine terkekeh melihat sikap ceria sang sahabat.
Mereka berdua pun berpamitan pada Karina yang duduk di taman mansion tersebut. Hobi ibu-ibu memang mengurus tanaman kalau sedang ada di rumah. Celine dan Viona pun masuk ke dalam mobil dengan Viona yang menjadi sopir nya.
”Aku jadi gak enak sampai di jemput begini,” ucap Celine saat mobil sudah melaju keluar komplek perumahan nya.
”Kaya sama siapa aja sih! Gak usah lebay gitu deh! Kamu jangan bersikap gak enakan terus Cel,” Viona jengah dengan sikap gak enakan milik Celine itu.
”Hufth! aku tuh gak mau ngerepotin kamu,” Celine menghela napas nya pelan.
”Suatu saat ada waktu dimana aku juga bakalan ngerepotin kamu Cel,” ucap Vio yang masih fokus menyetir.
”Terserah kamu deh!” balas Celine yang tak mau berdebat dengan sahabat nya itu. Celine pasti kalah jika berdebat dengan Viona. ”Kita ajak Ariana aja ya Vi!” Celine mengutarakan ide nya.
”Aduh besok-besok aja deh. Rumah dia lumayan jauh dari daerah kita soal nya,” ucap Viona. Bukan nya tidak mau mengajak Ariana, hanya saja Viona malas untuk pergi menjemput satu teman nya itu.
”Yaudah sini aku yang bawa mobil nya untuk jemput Ariana,” Viona yang mendengar itu mendelik ke arah Celine.
”Gak mau! Ini kan mobil aku, udah kita jalan berdua dulu hari ini. Besok kita baru ajak Ariana kalo mau jalan lagi,” Viona memutuskan pembicaraan itu.
’Aku gak enak kalau Ariana sampai tau kalau aku jalan berdua aja sama Vio,’ ujar Celine dalam hati. Celine memang selalu merasa tidak enak kalau hanya bermain berdua dengan Viona tanpa ada Ariana. Karena Viona merupakan adik dari William, pria yang disukai oleh Ariana.
”Udah gak usah kepikiran gitu, kamu aja suka main berdua doang sama Ariana tanpa aku. Kenapa kamu ngerasa gak enak kalau kita main tanpa Ariana,” celetuk Viona.
Mendengar ucapan sahabat nya, Celine pun menengok ke arah Vio dan menganggukkan kepala nya. ’Benar, Ariana tidak akan marah pada nya kan,’ Celine bergumam di dalam hati nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 157 Episodes
Comments