Saat tiba waktunya makan siang, William pergi menuju ke ruangan daddy nya. Namun dia dikejutkan dengan kedatangan tamu yang saat ini sedang duduk di ruangan sang daddy.
”Loh kamu datang? Sini masuk dan sapa om Xavier,” ucap Sean pada putra nya tersebut.
Mendengar hal tersebut, William langsung melangkah masuk ke dalam ruangan itu dan menutup pintu nya. Pria tampan berusia 27 tahun itu pun bersalaman dan duduk di samping hadapan daddy dan Xavier.
”Ternyata kamu sudah dewasa saja ya Wil,” ucap Xavier dengan senyum nya.
”Iya om,” balas William yang juga tersenyum pada pria paruh baya tersebut. ”Bagaimana kabar om?” tanya William.
”Syukurlah om baik Wil,” jawab Xavier.
”Bagaimana kalau kita makan bersama saja Xavi?” Sean menawarkan pada teman lama nya itu.
”Aku oke saja,” Xavier menganggukkan kepalanya pertanda setuju dengan tawaran Sean.
”Baiklah, ayo kita pergi!” ucap Sean yang juga di ikuti oleh William. Tiga pria itu pun beranjak dari ruangan tersebut dan pergi menuju sebuah restoran mewah yang menjadi tempat mereka menyantap makan siang hari ini.
Di mansion utama keluarga Foster, saat ini Celine baru saja selesai makan siang bersama dengan sang mama di ruang makan.
”Kamu tidak mau kemana-mana sayang?” tanya Karina dengan lembut pada putri semata wayang nya itu.
”Tidak ma, hari ini aku mau di rumah saja.” balas Celine.
”Baiklah kalau begitu, mama mau pergi ke restoran mama dulu ya.” pamit Karina pada putrinya.
”Oh! Mama mau cek resto ya?” tanya Celine.
”Iya sayang,” jawab Karina dengan lembut.
”Aku ikut deh kalau begitu.” Celine memutuskan untuk ikut dengan mama nya daripada dirinya gabut di rumah sendirian saja. Ya, walaupun tidak sendiri banget sih, tapi dia tidak mau mengganggu pekerjaan pelayan yang ada di rumah nya itu.
”Ayo! Mama juga senang sekali kalau putri cantik mama ini mau ikut.” Karina semangat mendengar pernyataan putri nya itu.
”Sebentar ya ma, aku siap-siap dulu.” gadis cantik itu segera naik ke atas menuju kamar nya untuk mengganti pakaian nya terlebih dahulu.
Setelah siap, Celine langsung turun ke bawah menuju sang mama. Kedua nya langsung saja berangkat menuju resto yang dikelola oleh Karina sejak wanita paruh baya itu berusia 23 tahun.
Restoran itu merupakan milik keluarga nya. Karina juga merupakan seorang anak tunggal, jadi hanya dirinya yang dapat melanjutkan usaha mami dan papi nya itu.
Setelah sampai di sana, mereka menuju ke ruangan Karina. Namun belum sampai di ruangan Karina, Celine melihat seseorang yang sangat dikenal nya sedang makan bersama di restoran tersebut.
”Ma, bukan nya itu papa ya?” Celine memastikan dengan bertanya pada sang mama.
”Loh iya! Mungkin papa makan bareng klien nya,” Karina cukup terkejut dengan keberadaan suami nya itu. ”Kita samperin yuk, sayang. ucap salam sebentar saja, ya?” ucap Karina pada putri nya itu.
”Iya ma,” kedua nya pun segera melangkah mendekat ke arah Xavier dan dua orang pria yang di kira sebagai klien dari pria paruh baya tersebut.
Xavier, Sean, dan William saat ini masih berbincang seputar bisnis di meja makan tersebut. Mereka memang tidak memesan ruangan privat karena ingin menikmati makan siang biasa saja. Mereka tidak ingin suasana formal seperti membahas mengenai kerja sama semacam itu.
”Papa,” ucap Karina meyapa sang suami dengan suara nya yang lembut.
”Loh mama!” Xavier kaget dengan kedatangan istri nya itu.
”Ah! Saya lupa bahwa ini restoran istri mu Xavi, pantas saja Karina ada di sini.” ucap Sean dengan ramah tersenyum pada istri dari teman lama nya itu.
”Ah iya Sean, saya hanya ingin menyapa saja.” sahut Karina dengan senyum nya.
Sementara William dan Celine hanya terdiam dengan sapaan para orangtua itu. Celine sempat terkejut dengan pria yang duduk bersama dengan papa nya itu. Pria dingin yang sempat menjadi tamu undangan di universitas nya. Yang juga merupakan pria incaran dari sahabat nya, yaitu Ariana.
”Oh ini Celine ya, sudah dewasa saja kamu nak.” sapa Sean pada Celine yang hanya terdiam sambil tersenyum itu.
”Iya om, saya Celine.” Jawab Celine dengan ramah menyalam tangan dari pria paruh baya itu dan tersenyum dengan manis nya.
”Tidak usah formal begitu sama om, papa kamu itu teman nya om. Jadi santai saja nak,” Sean merasa putri dari teman nya itu sedikit canggung, jadi dia ingin mencairkan suasana canggung tersebut. ”Oh iya, kenalin ini anak sulung om,” Sean memperkenalkan putra nya itu pada putri teman nya.
”Halo kak, aku Celine.” Gadis mungil itu memperkenalkan dirinya pada William.
”Kita sudah kenal, kenapa kamu memperkenalkan dirimu lagi.” ucapan William itu membuat para orangtua terkejut dan menatap pria itu secara bersamaan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 157 Episodes
Comments