Setelah memarkirkan mobil nya di tempat parkir, kedua gadis itu masuk ke mall besar yang ada di kota itu. Dua gadis cantik itu masuk dan melihat-lihat ke toko baju bermerk di mall tersebut. Bahkan Celine dan Viona mencoba beberapa baju yang menarik perhatian mereka. Sampai akhir nya mereka membeli baju samaan.
”Kita beli satu lagi aja ya, buat Ariana. Biar kita bertiga bisa pake barengan, lucu kan!” ujar Celine dengan semangat.
”Baju yang ini kita berdua aja, kita pilih model lain untuk kita beli tiga,” balas Viona. ”Kalau kamu gak mau kaya begitu, aku bakalan ngambek sama kamu selama seminggu.” lanjut Viona saat melihat raut wajah Celine yang kurang setuju dengan ide Viona.
”Oke kalau begitu, kita beli model lain untuk aku, kamu, dan Ariana.” Celine menyetujui Viona daripada gadis itu ngambek.
Mereka pun berkeliling di toko itu lagi dan memilih baju model lain. Setelah menemukan model yang menurut mereka bagus, kedua nya menuju ke kasir dan membayar pakaian itu. Celine membayar tiga baju, sementara Viona membayar yang dua baju lain nya. Sebenarnya Viona yang ingin membayar semua nya, tapi Celine menolak dan memutuskan seperti itu.
Setelah mendapat baju yang di inginkan, kedua nya masuk ke toko sepatu. Viona ingin melihat-lihat koleksi sepatu. Celine pun hanya ikut saja, dan sempat mencoba beberapa sepatu juga walaupun tidak membeli. Karena menurut nya, sepatu yang ada di rumah nya masih ada yang belum pernah di pakai oleh nya. Jadi gadis itu memilih tidak membeli sepatu baru.
Berbeda dengan Viona, gadis itu membeli sepasang sepatu yang menarik perhatian nya. Setelah mereka selesai di toko sepatu, mereka ke bioskop untuk menonton film yang sedang tayang di bulan ini. Mereka benar-benar menikmati kebersamaan di mall tersebut.
Hari sudah memasuki malam hari, saat ini Celine dan Viona menuju sebuah restoran yang terdapat di mall tersebut untuk menikmati makan malam bersama. Perut mereka berdua sudang keroncongan karena belum di isi nasi.
”Silahkan di pesan kak, ini daftar menu nya.” ujar salah satu pelayan restoran tersebut.
”Saya mau chicken katsu, minum nya ice tea aja mba,” ucap Celine yang langsung memesan makanan yang dia inginkan.
”Saya fried rice satu, fried noodle satu, minum nya ice tea juga mba.” Viona pun memesan makanan yang di inginkan.
“Baik kak, kalau begitu saya permisi.” ucap pelayang tersebut
”Terimakasih mba,” ucap Celine dan Viona serentak. Pelayan itu pun meninggalkan dua gadis tersebut.
”Kamu yakin bisa habisin mie goreng sama nasi goreng sendirian, Vi?” Celine merasa tak yakin sahabat nya itu bisa menghabiskan dua hidangan yang tadi di pesan Viona.
”Kalau gak habis kan ada kamu,” ujar Viona sambil nyengir.
”Ogah aku! Bungkus aja kalau gak habis,” Celine mendelik dengan ucapan sahabat nya itu.
”Iya iya di bungkus aja,” balas Viona dengan bibir yang di monyongkan. Melihat hal itu, Celine terkekeh karena merasa lucu dengan kelakuan sahabat nya yang satu itu.
Setelah berbincang sedikit, kedua nya di kejutkan dengan kedatangan seorang pria tampan yang menghampiri mereka. Ya, dia adalah William yang baru saja selesai rapat dengan salah satu klien di restoran ini.
”Kalian ngapain di mall ini?” tanya William tiba-tiba mengejutkan dua gadis cantik tersebut.
”Loh kakak! Kok bisa ada kakak?” Viona berucap dengan suara yang lumayan keras sampai beberapa pelanggan lain menoleh ke arah mereka. Celine pun menggumamkan kata maaf karena merasa mengganggu pelanggan lain nya yang sedang menikmati makan malam mereka.
”Suara kamu kurang besar Vi,” ledek William pada adik perempuan nya itu.
”Kakak buntutin kita berdua ya,” tuduh Viona pada kakak nya itu.
”Emang nya kakak gak ada kerjaan apa,” balas William dengan wajah nya tengil. ”Kakak ada pertemuan dengan klien tadi.” jelas William pada dua gadis di hadapan nya.
”Oh gitu.” Viona menganggukkan kepala nya. Sementara Celine, gadis itu hanya mendengarkan ombrolan kedua kakak beradik itu.
”Kalian ngapain di mall? Bukan nya ngerjain skripsi malah ngemall.” sindir William.
”Sebelum bertempur kita mau menenangkan pikiran dulu kali kak! Ya kan Cel?” Viona meminta pendapat sahabat nya.
”Iya betul kak,” sahut Celine dengan gugup karena William menatap nya dengan intens.
”Terus kalian ngapain aja di sini?” tanya William. ”Kakak mau temen kamu yang jawab Vi,” potong William saat melihat adik nya membuka mulut ingin menjawab pertanyaan nya.
”E-eh! Kita tadi belanja baju, sepatu, dan nonton bioskop kak.” jawab Celine sambil tersenyum kaku. William pun mengangguk-anggukkan kepala nya.
”Kakak jangan begitu dong sama Celine, kalau dia kapok main sama aku gara-gara kakak gimana?!” kesal Viona pada sikap kakak nya itu.
”Orang kakak cuma nanya aja,” balas Wiliam.
”Nggak kok Vi,” dengan senyuman manis nya Celine menenangkan sang sahabat. William yang melihat senyuman itu mengepalkan tangan nya dengan keras.
’Sial dia cantik sekali.’ ucap William dalam hati nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 157 Episodes
Comments