Setelah selesai memakan hidangan yang di pesan tadi, Celine dan Viona benar-benar merasa sangat kenyang. Celine juga membantu Viona untuk menghabiskan mie goreng, sampai mereka berdua kekenyangan.
”Kenapa kakak gak pergi aja sih!” ucap Viona yang baru saja menghabiskan es teh nya itu.
”Kakak pulang bareng kalian,” jawab William yang masih sibuk dengan ponsel nya tanpa menoleh ke arah adik nya. Mendengar itu Viona hanya bisa menghela napas kasar karena kesal dengan sikap sang kakak namun tidak berani menolak.
”Tapi aku harus antar Celine ke rumah nya dulu,” sahut Viona. ”Aku naik taksi atau ojol aja Vi,” Celine berucap dengan cepat merasa tidak enak jika kakak beradik itu harus mengantarnya pulang terlebih dahulu.
”Sstt! Kamu pergi sama aku begitu juga pulang nya harus sama aku!” kesal Viona dengan sikap tidak enak sahabat nya itu. ”Kalau kak Willi gak mau, dia yang bakalan naik taksi.” lanjut Viona dengan santai nya, padahal Celine sudah ketar-ketir karena takut pria itu marah.
”Aku ikut ngaterin teman kamu ke rumah nya.” celetuk William karena sejak tadi pria itu hanya terus fokus menatap ponsel nya.
”Tuh denger!” ucap Vio memelototkan mata nya merasa menang dari Celine yang di balas helaan napas saja karena tau dirinya kalah.
Mereka pun segera mengantarkan Celine ke rumah nya setelah perdebatan tadi. William yang menggantikan adik nya menyetir mobil tersebut.
”Aku mau duduk di belakang Cel, jadi kamu duduk di depan ya.” ucap Viona saat mereka baru saja sampai di parkiran.
Celine yang mendengar itu membelokkan mata nya menatap tak percaya ucapan sang sahabat. ”Tapi Vi....” ucapan Celine terpotong.
”Kalau kamu mau duduk di belakang juga gapapa kok,” celetuk Viona dengan wajah yang di buat-buat hingga membuat sahabat nya itu merasa tidak enak.
”Aku duduk di depan saja,” sahut Celine dengan lembut. Ucapan itu membuat William tersenyum sangat tipis, saking tipis nya sampai tak terlihat oleh dua gadis cantik itu.
“Oke!” balas Viona dengan riang.
Viona pun masuk ke dalam mobil di belakang. William secara tiba-tiba membukakan pintu untuk Celine sebelum dia menuju kursi kemudi. Hal ini membuat Celine sangat terkejut dengan sikap dari pria yang merupakan kakak sahabat nya itu. Berbeda dengan Celine yang menunjukkan ekspresi serius, Viona justru mengulum senyum nya saat melihat sikap sang kakak.
”Te-terimakasih kak,” Celine sangat gugup saat ini. Setelah mengucapkan itu, gadis tersebut memasangkan seatbelt, begitu juga dengan William yang sudah duduk di kursi kemudi dan memasang seatbelt nya.
Keheningan terjadi di dalam mobil tersebut, sampai akhir nya William menawarkan sesuatu pada gadis di samping nya. ”Kamu mau mendengarkan lagu?” tawar William pada Celine yang sejak tadi hanya menatap jalanan.
”I-iya kak boleh,” jawab Celine dengan suara lembut nya. Pria tampan itu pun menyetel lagu yang merupakan playlist adik perempuan nya.
William menoleh ke arah spion dan melihat adik nya menutup mata namun dengan bibir mengulum senyum nya. Pria itu pun ikut tersenyum tipis karena sikap adik nya yang seolah sengaja berpura-pura tidur. Tetapi senyum tipis pria tersebut tidak di sadari oleh Celine karena sang gadis hanya menoleh ke jendela mobil melihat jalanan.
”Setelah lulus kuliah, kamu mau bekerja di perusahaan papa mu?” tanya William yang memecah keheningan.
Celine pun menoleh menatap wajah pria tampan yang merupakan kakak dari Viona dan menganggukkan kepala nya. ”Seperti nya begitu kak,” jawab Celine.
”Setelah lulus kamu pasti akan sangat sibuk karena harus megurus dua bisnis keluarga mu itu,” kembali William membuka pembicaraan.
Celine pun tersenyum dan menganggukkan kepala nya, ”Iya kak, begitulah nasib menjadi anak tunggal.” Celine terkekeh dengan ucapan nya itu. William pun mengeratkan pegangan nya pada kemudi karena bisa mendengar kekehan dari gadis mungil di samping nya itu.
”Kamu harus menikah dengan pria yang pandai berbisnis juga kalau begitu. Agar bisa membantu mu dalam mengelola bisnis keluarga mu,” sahut William setelah diam selama beberapa menit.
”Hahaha! Benar sih kak,” gadis itu membenarkan ucapan pria tampan di samping nya. ”Aku harap, aku bisa bertemu dengan pria seperti itu kak,” lanjut Celine dengan wajah yang berharap bisa menemukan pria yang mencintai nya dan bisa berbagi beban nya di masa depan nanti.
”Tentu saja kamu akan bertemu dengan pria itu,” ujar William yang di balas senyuman tulus dari Celine.
Setelah pembicaraan itu, kedua nya kembali terdiam sampai tak terasa mereka sudah sampai di depan gerbang mansion keluarga Foster.
”Terimakasih ya kak sudah mengantarkan aku sampai ke rumah,” Celine mengucapkan rasa terimakasih nya.
”Sama-sama, tidak usah berpamitan dengan Viona karena di sudah tertidur.” gadis itu pun menoleh ke belakang dan benar saja sahabat nya itu sudah tertidur.
”Masuklah!” ucap William menyuruh Celine masuk ke dalam rumah nya. Celine pun membuka pintu mobil dan melangkah masuk ke dalam rumah nya karena William tidak melajukan mobil nya sebelum dirinya masuk.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 157 Episodes
Comments