Tak terasa hari sudah menjelang malam, William pun segera membereskan meja kerja nya dan segera menuju parkiran. Ya benar, pria tampan itu ingin pulang ke rumah nya. Begitu juga dengan Sean, pria paruh baya itu sudah di jalan pulang lebih dulu. Mereka memang selalu pulang tepat waktu jika tidak ada lembur, karena nyonya besar sudah menegaskan kepada kedua nya bahwa mereka harus mengutamakan keluarga terlebih dahulu.
Di seberang sana, terlihat Xavier dan Karina yang baru saja sampai di rumah nya. Mereka berdua disambut oleh putri cantik mereka. Seulas senyum muncul di wajah kedua paruh baya itu. Mereka sangat bahagia hanya karena hal kecil yang dilakukan oleh putri kesayangan mereka.
”Terimakasih atas sambutan kamu sayang,” ucap Xavier yang memeluk putri nya itu.
”Iya papa ku,” balas Celine yang membalas pelukan sang papa. Karina yang melihat itu tersenyum haru, entah mengapa dia merasa waktu berjalan sangat cepat. Bayi perempuan yang dulu belum bisa apa-apa kini sudah tumbuh dewasa dan akan segera menyelesaikan pendidikan nya.
”Sudahi dulu ya pelukan nya, kita harus segera siap-siap.” Karina membuat kedua nya melepaskan pelukan tersebut.
”Kita siap-siap mau kemana ma?” tanya Celine dengan bingung dan masih dengan merangkul pinggang sang papa.
”Keluarga kita akan makan malam di rumah keluarga om Sean sayang,” beritahu Xavier pada putri nya lalu mengelus lembut kepala Celine.
Meskipun bingung ada acara apa, Celine tetap masuk ke dalam kamar nya untuk bersiap. Akhir-akhir ini entah mengapa gadis itu merasa sering sekali dipertemukan dengan keluarga dari sahabat nya itu. Bukan nya tidak suka, hanya saja dulu mereka tidak terlalu sering bertemu. Apalagi bersama dengan keluarga satu sama lain.
Sementara di rumah keluarga Willow, kini Evelyn sedang mempersiapkan beberapa hidangan yang akan disajikan untuk makan malam dengan sahabat-sahabat nya nanti. Di rumah ini hanya William lah yang tidak mengetahui kedatangan keluarga Xavier dan Karina.
”Semua nya sudah siap kan bi?” tanya Evelyn pada bi Ina selaku kepala pelayan mansion keluarga nya.
”Sudah nyonya,” jawab bi Ina setelah memastikan semua hidangan siap di atas meja makan.
”Oke bi, saya ke kamar dulu ya,” ucap Evelyn.
”Iya nyonya,” balas bi Ina.
Evelyn pun masuk ke dalam kamar nya dan melihat suami nya baru saja selesai mandi dan menggunakan pakaian. ”Aku mandi dulu ya dad,” ucap nya pada sang suami. Wanita paruh baya itu pun langsung masuk ke dalam kamar mandi tanpa mendengar jawaban dari suami nya.
Setelah selesai mandi, Evelyn pun membuka ponsel nya dan melihat pesan bahwa sebentar lagi sahabat nya itu sampai di rumah nya. Wanita paruh baya itu pun langsung menyuruh suami serta anak-anak nya untuk bersiap menyambut kehadiran tamu mereka malam ini.
”Selamat datang Rina,” seru Evelyn dengan semangat pada sang sahabat yang saat ini sudah sampai di kediaman nya.
”Terimakasih atas undangan makan malam nya Eve,” ucap Karina membalas pelukan sahabat nya.
Evelyn pun mempersilahkan keluarga kecil itu masuk ke dalam rumah nya. Mereka langsung menuju ruang makan karena memang sudah waktu nya makan malam. Sementara William, pria tampan itu kaget dengan kehadiran tamu di rumah nya. Karena pria ini tidak mengetahui tamu yang akan datang ke rumah nya malam ini.
”Kok aku gak tau kalau keluarga temen kamu mau datang ke rumah kita?” bisik tuan muda itu pada sang adik yang saat ini sedang berjalan ke arah ruang makan di samping nya.
”Surprise,” ledek Viona yang juga berbisik pada sang kakak. William yang mendengar hal itu hanya mendelik kesal atas jawaban adik nya.
”Kalian kenapa malah ngobrol, ayo cepat tamu kita udah nunggu,” ucap Evelyn yang sedikit memelankan suara nya agar tidak terdengar oleh sahabat nya itu.
William dan Viona pun langsung berjalan cepat menyusul sang mommy. Terlihat Sean dan Xavier yang sangat akrab membicarakan banyak hal mengenai masa lalu mereka. Bahkan tak jarang ibunda dari Celine itu juga ikut nimbrung dalam pembicaraan tersebut.
Mereka semua duduk di kursi masing-masing. Hidangan sudah disajikan di atas meja dan mereka segera memulai makan malam hari ini dengan hikmat. Setelah menikmati makan malam, mereka semua duduk di ruang tamu dan berbincang mengenai masa muda para orangtua, sementara para muda-mudi hanya menyimak dan sesekali ikut tertawa jika ada cerita yang menurut mereka lucu.
Selama pembicaraan itu, terlihat William memperhatikan setiap gerakan yang dilakukan oleh Celine. Bahkan karena terlalu memperhatikan dengan seksama sampai membuat semua orang yang berada di ruang tamu itu menyadari bahwa pria tampan itu memiliki ketertarikan oleh gadis cantik yang saat ini sedang asik menikmati buah stroberi.
”Biasa aja dong lihat nya Will,” Sean meledek putra nya yang dengan intens memperhatikan setiap gerak gerik dari Celine.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 157 Episodes
Comments